YUMNA

YUMNA
Episode 123



Keesokan harinya Yumna pergi ke kantor membawa bekal makan siang untuk suaminya seperti biasa .


Dalam perjalanan menuju ruangan Dennis , Dia dihampiri oleh seorang perempuan berseragam OB .


Dia begitu tergesa-gesa untuk menghentikan Yumna . Lalu seorang pria sekitar berusia 45 th an menghentikan gadis itu untuk bicara kepada Yumna .


" Jangan si .. Tidak usah . " Bujuk pak Dadang kepada Lusi .


” Tapi pak siapa tau Nona bisa membantu kita .


” Lontarnya membuat Yumna semakin heran dibuatnya .


" Apa yang kalian bicarakan ? Ada apa ? ”


” Nona ini pak Dadang , Dia sudah lama kerja disini . ”


" Lalu ? ”


” Dia dipecat pak Dennis barusan karena tidak sengaja memecahkan Poto nona di ruangan kerjanya saat membersihkan ruangan pak Dennis ..Non, Saya tau saya sangat tidak sopan karena menghentikan nona disini .. Tapi , Bisakah nona membantu pak Dadang untuk bicara kepada pak Dennis Agar tidak jadi dipecat . Non , Saya merasa kasihan sama pak Dadang , Anak nya 5 dan masih sekolah .. Jika dia dipecat .. Bagaimana selanjutnya kehidupan mereka . Saya minta maaf sekali karena sudah lancang .” Ujar Lusi dengan nada suara yang gemetar .


” Benar pak ? ” Tanya Yumna kepada pak Dadang .


" Iya non.. Tapi saya memang salah , saya ceroboh . " Lontar pak Dadang sembari menunduk .


" Baiklah saya akan coba bicara dengannya . Kalian balik kerja lagi aja . ”


" Bener Non ? Sebelumnya terimakasih sekali non.. Nona mau membantu saya . ” Ujar pak Dadang berkaca-kaca .


” Iya saya minta maaf ya , Suami saya memang agak keterlaluan pak . ”


" Tidak apa-apa non ..”


" Ya sudah kalian bisa pergi . ”


Pak Dadang dan Lusi pergi meninggalkan Yumna , Lalu Yumna melanjutkan perjalanan nya ke ruangan Dennis .


10 menit sudah berlalu . Yumna menaruh bekal makan siang di meja dan menyiapkan nya .


" Sayang cepat makan sini ." Panggil nya .


" Kamu masak sendiri ? Aku gak mau kalo kamu capek . ”


" Gak bikin capek kok mas . Aku siapin ya mas . ”


Dennis tersenyum karenanya .


" Kenapa senyum ? Ada apa di wajahku ? ”


" Kamu makin cantik . ”


" Makasih gombalan nya ya . Nih makan . ”


" Sayang , Kamu gak kepengen apa-apa .. ? ”


" Emang kamu mau kasi kalo aku mau sesuatu ? ”


" Iya dong . Kamu kan udah hamil anak ku , Jadi sudah sewajarnya aku kasih apapun kemauan kamu . ”


” Oke . Sayang .. Nanti aku minta deh kalo ada kemauan . Sayang , Aku mau cerita boleh gak ? ”


" Boleh . " Jawabannya sembari menikmati hidangan darinya .


" Tadi aku ketemu pak Dadang Sebelum kesini .. Sayang , Katanya kamu pecat dia ya ? ”


Seketika Dennis berhenti makan karena mendengar ucapan Yumna .


” Iya . ”


” Hanya Karena tidak sengaja memecahkan Poto ? ”


" Siapa suruh ceroboh . ”


” Sayang , Anaknya 5 , Dia harus membesar kan anaknya . Kalo kamu pecat .. Bagaimana nasib anaknya ? ”


” Ah kamu sukanya begitu . Ya bukan urusan akulah . ”


” Sayang , Aku pernah ngerasain gimana susahnya cari kerja .. dengan usia pak Dadang yang sudah kepala 4, perusahaan Mana yang akan menerima nya . Lain kali kalo mau pecat orang , Tanya apa dia punya cicilan ? Apa dia punya tanggungan anak atau apapun . Kamu pikir deh mas .. Kasian kalo maen pecat aja , Apalagi cuman hal sepele . ”


" Mulai nih kamu . Ujung-ujungnya aku yang salah . ”


” Cepat telepon ketua OB nya , Bilang kalo mang Dadang gak jadi dipecat . " Pintanya sembari menyodorkan telepon .


" Aku lagi makan lho sayang . Ya udah entar kalo aku selesai makan . ”


" Bener ya . Ternyata kamu masih kayak gini aja ya . Masih seenaknya .. ”


" Aku kan bos nya sayang . ”


” Perasaan Ayahmu tidak seperti kamu deh . Kok kamu Laen sih . Kamu niru Siapa sih ? ”


” Ih sayang kamu suka gitu . ”


" Apa perlu membahas masa lalu ? Pake bawa-bawa si Raka lagi . ”


" Iya dulu kamu tuh gak gini sayang . Angkuh , Keras , salah sedikit maen pecat . ”


” Aku kan udah bilang oke aku bakal tarik lagi soal pemecatan pak Dadang . Kok kamu Nyambung kemana-mana sih sayang . ” Keluhnya kesal .


" Jangan marah dong . Masa gitu aja ngambek . Aku yang hamil , Kamu yang ambekkan . ”


” Astaghfirullah . ”


Di rumah Rendy .


*


*


*


Jani Merapi kan tempat tidur Rendy diruang tamu , Tiba-tiba Nadia datang menghampiri .


" Bagus yang rapih ya . ” Ledeknya sembari duduk ongkang-ongkang kaki .


" Nad mending lo kemana ke , Gak usah ngerecokin gue deh .." Usir Jani .


” Gue mau disini kok . Jani , Kita keluar yuk .. jalan kek . Bosen di rumah Mulu .” Ajak Nadia .


" Tumben , lo mau akur sama gue hah ? ”


" Dipikir-pikir capek juga kalo kita berantem terus . toh mas Rendy aja cuman suka sama perempuan lain kok .” Jawab Nadia pasrah .


" Lo udah pasrah Nad , gue sih enggak . ”


" Maksud lo ? ”


" Ya udah kita kasih waktu buat mas Rendy . ”


" Waktu apa ? " Lontar Rendy yang mendengar sekilas ucapan Jani .


” Kami mau sabar sama kamu mas , Suami kita yang belum bisa move on . ” Lontar Jani dengan wajah agak masam .


Nadia dan Rendy heran dengan ucapan Jani ,


” Kenapa ? Kalian masih mendiskusikan hal ini ? Sebelum kita menikah , Kalian tau kan perasaan ku. ” Katanya .


” Tau mas . Kami tau dan kami sadar diri . Kamu tidak pernah melakukan tugas mu sebagai suami Karena perempuan itu . " Jawab Jani lagi .


” Aku gak tau kamu itu kenapa tapi , Aku sudah tidak ingin bertanya apapun . ” Lontarnya lalu pergi .


" lo kenapa Jani . Tumben ? ” Tanya Nadia heran .


” Kenapa kita harus jatuh cinta dengannya . aku tidak sabar menghadapi dia karena masih saja tidak berusaha melupakan wanita itu . Yang membuat ku marah adalah , Dia masih mengigau nama Yumna . Sebagai seorang istri , Apa salah kalo aku kesel . ”


" Hahaha dulu aja gue uring-uringan kok Jani . Gue sempet labrak si Yumna berkali-kali meskipun dia gak lakukan apa-apa . Bawaannya emosi aja kalo liat dia . Tapi sih gue sadar kalo cinta itu butuh proses . Seperti yang Lo bilang .. Kita mesti sabar sama dia .”


” Sabar itu ngelakuinnya susah ternyata . ”


Keesokan harinya Aditya membawa sebuket bunga mawar ke rumah Diana .


” Selamat ulang tahun . " Lontarnya .


” Ini masih sangat terlalu pagi . Gak bisa nanti aja ? ” Lontarnya sambil menguap .


” Bau iler . ”.


” Masuk gih . ”


Aditya menuju ke dapur dan menyiapkan tart yang dibawanya . Ketika kembali keruang tamu dia melihat Diana kembali tidur di sofa .


" Parah .. Cantik-cantik kok gini . Kita kan mau tiup lilin . " Protesnya .


" Emang aku anak kecil apa ? pake tiup lilin segala . " Katanya sembari menutup mata .


" Kamu gak ngehargain aku banget sih .. Bangun gak ?”


” Masih ngantuk tau Dit . ”


” Dih .. Kamu gak ngantor apa ? ”


" Kan entar .. Ini masih pagi banget Aditya .”


" Ya udah aku pulang , Percuma aku disini . ”


" Jangan ambekkan dong Dit .. tunggu aku siuman dulu ya .. Ini mata masih 5 Watt ." Katanya sembari memegang tangan Aditya .


Aditya tersenyum melihat kelakuan Diana , Dia berbicara meski masih menutup mata .


” Baiklah aku tunggu .. " Lontarnya sembari menidurkan kepala Diana dalam pangkuannya .