YUMNA

YUMNA
Kisah 29



πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Selamat pagi rekan temanku semua yang sudah membaca karya saya, maafin saya sempet lama tidak melanjutkan cerita kisah Yumna dan Putra ini karena masih fokus ke satu kesibukan , maafin ya...


Oiya mumpung masih di bulan Ramadhan bulan penuh berkah buat kita yang menjalankan ibadah puasa dan saya mohon maaf lahir bathin ya jika ada buat salah ya πŸ™πŸ˜Š.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Kembali ke dr Putra yang segera mengadzani Baby Boynya , saat Putra mengadzani ke telinga Baby Boy ni yang awalnya terlihat gelisah , menangis lalu tiba tiba terdiam dan tenang.


Hayyy lelaki gantengku .... batin Putra memandang anaknya yang punya hidung mancung seperti dirinya , bibir yang tipis juga mirip dirinya , pipi dan face wajah yang mirip Yumna.


Kini sdh masuk 20 jam Yumna belum sadarkan diri dan masih kritis dengan pemantauan para dokter spesialis dan alat yang sudah terpasang di badan Yumna, dari balik kaca ruang kerjanya Putra selalu menatap Yumna tanpa berpindah sedikitpun dari duduknya.


" Yumna ayo bangun, semangat " kata batin Putra pelan dan tanpa terasa Putra meneteskan air matanya mengingat betapa jahatnya dia terhadap istri mungilnya ini, istri solehah pilihan Maminya yang dia sia siakan untuk perempuan yang murahan di mata laki laki berduit.


Putra untuk menghilangkan rasa kantuknya, dia pun keliling ke ruangan para bayi dan Putra mendengar tangisan bayi yang begitu kencang.


" kenapa bayinya menangis kuat , Sus ?" tanya Putra


" entahlah dokter kamipun bingung... mungkin bayi ini ada kontak batin dengan ibunya yang di ruangan ICU Nyonya Yumna, dok" jawab perawat itu sambil menenangkan bayi yang menangis di dalam inkubator.


" bayi nyonya yang di ICU ? Ini bayiku " batin Putra.


Putra segera mendekati bayinya dan mengeluarkannya dari inkubator dan segera menggendongnya.


Pada saat itu tiba tiba bayi tersebut terdiam dan Putra lama menggendongnya hingga bayi tersebut tertidur pulas dalam dekapan Putra.


Sambil menggendong tanpa terasa Putra meneteskan air matanya seakan naluri seorang Ayahnya hadir di jiwanya.


" jangan menangis ya nak... doain Mommi ya agar segera terbangun" bisik Putra ke bayinya yang sudah tertidur lelap di pangkuannya.


Disaat Putra sedang menggendong bayinya tanpa di duga Diki melihat dari kejauhan, ya saat itu Diki hendak menemani bayi Yumna tapi langkahnya terhenti saat mendengar pelan tangisan Putra ke bayinya sambil menggendong bayinya dan meninabobokan anaknya.


good ... ayo berubahlah Tra , kebahagian haqiqimu ada di depan matamu , seorang Putra yang dulu sangat dingin angkuh sama wanita wanita saat ini lebur sudah keangkuhanmu dengan hadirnya mahluk kecil ciptaan Allah ini .... batin Diki melihat Putra dengan hati hati mengendong baby boynya.


Keadaan Yumna masih belum stabil, kondisinya naik turun dan sekarang masuk hari ke 2 Yumna berada di ruang ICU dengan bantuan peralatan banyak di mulutnya untuk memberikan oksigen.


Siang itu suasana panik di ICU, yaaa Yumna semakin kritis dan alat yang berada di tubuhnya menunjukkan sudah tidak ada pergerakan di jantungnya 😒 alat menghasilkan garis lurus.


Suasana panik terjadi diruang ICU.


" dokter...dokter...pasien Nyonya Yumna di ruang ICU plus ( meninggal ) alatnya sudah datar dok " kata perawat panik ke ruangan Putra yang sedang menjalankan shalat Ashar di ruangannya.


Sejak Yumna berada di RS Putra tidak sedikitpun pergi dari Rumah Sakit, dia selalu berada di samping Yumna.


" tidakkkkk !!!" kata Putra pelan sambil menahan kesedihannya dan segera berlari ke ruangan ICU


Putra melihat kedua orang tuanya menangis histeris memanggil nama Yumna berkali kali.


" bangunnn Nakk...bangunnnnn ... jangan tinggalin Mami... maafkan Mami, maaf kan kami jika ada buat kamu tersiksa Nak...tapi ku mohon bangun nak, bangun nak 😭😭😭 " kata Mami Putra histeris sambil di peluk Papi Putra


Papi dan Dicki hanya bisa menangis , menangis dan menangis.


Putra lalu memeluk Maminya sambil menangis.


" bukan hanya Mami...bahkan saya pun rela nyawa saya di tukar " bisik Putra sambil menangis memeluk Maminya.


Saat semua keluarga sedang terharu dengan kepergian Yumna tiba tiba perawat dari ruang bayi datang membawa bayi Yumna yang sedang menangis kencang sudah begitu lama dan sepertinya ada ikatan batin antara Yumna dan putranya.


Dokter Putra yang selaku dokter Yumna dan sekaligus suami dari Yumna segera mengambil bayinya yang sedang menangis kencang dan menggendong bayinya dan meletakkannya di dekat Yumna yang sedang tertidur lama.


Di tuangan ICU itu hanya ada isak tangis orang orang yang sangat menyayangi Yumna.


" dek... Na...Yumna...bangun, kasihan anak kita dek..." bisik Putra sedih di telinga Yumna yang sedang terbujur kaku.


Sementara .... 🟠🟠🟠


Yumna yang sedang tertidur lama melihat semua keadaan di dalam rumah sakit itu dan samar samar Yumna melihat cahaya dari arah pintu , sebuah cahaya terang dan Yumna melihat orang tuanya datang beserta Kakeknya


" Mamaaaaaa , Papaaaaaa, Kakekkkk .... Yumna rindu kalian , kenapa kalian begitu cepat meninggalkan Unaaa ... hicks ... hicks ... Una butuh kalian hicks ... hicksss .... " kata Yumna melihat kedatangan orang tuanya dan kakeknya sambil menangis seperti anak kecil yang di tinggal orang tuanya.


Kedua orang tua Yumna dan kakek mendekati Yumna sambil tersenyum dan membelai rambut Yumna, membasuh air matanya putri kecilnya yang sudah dewasa seakan akan ikut merasakan beban penderitaan anak mereka.


" Una kuat , Una harus kuat ya nak ... " kata Mamah Una singkat


" Mamaaaah Paaaaaapaaa Kaaakkkeekk .... Jangan tinggalin Una, Unaaa ikut kaliannn ...hikcss ... hickss .... " teriak Yumna saat melihat kedua orang tuanya dan kakeknya pergi ke arah cahaya


" Jangaan Una ... tugas Una masih panjang , tapi percayalah kami selalu bersamamu , kami selali di hatimu ... " kata kakek Una


( ini ceritanya Una dalam dunia lain gitu ya ... dia bertemua orang tuanya dan kakeknya yang sudah pergi lama meninggalkan dunia πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜’😭😭 )


🟠🟠🟠🟠


Kembali ke cerita di RS


Sementara bayi Yumna hanya menangis dan memeluk wajah Yumna seakan akan meminta ibunya untuk bangun dari tidur panjangnya dan sekali lagi air mata Yumna keluar perlahan lahan seakan Yumna tahu tangisan bayinya 😭😭😭


Sekitar 30 menit bayi Yumna menangis kencang di wajah Yumna seakan akan tidak mengijinkan Ibunya untuk pergi.


Dan... tiba tiba kuasa Allah berkata lain, mukjizat Allah hadir , perlahan lahan Yumna membuka matanya dan bayinya pun langsung terdiam perlahan dari tangis panjangnya.


Yumna melihat Mami Papih, Bang Dicki, dan Putra suaminya berada di ruangannya sambil menangis.


" As... As...Asalamualaikum.." kata Yumna pelan membuka suaranya yang parau.


" Allah ...Allahuakbar... MasyaAllah Na... Yumna putriku " kata Mami Putra segera memeluk erat Yumna dan menangis sambil memeluk Yumna.


Papi , bang Dicki , Putra dan para perawat terharu sedih melihat pemandangan yang sungguh di luar akal nalar manusia ini.


Di mana pasien yang sudah di nyatakan meninggal bisa hidup kembali hanya dengan suara tangisan bayinya, seakan akan hubungan ikatan darah ibu dan anak ini sangat kuat.


😒😒😒