YUMNA

YUMNA
Episode 263



Ibu menemui dennis di rumah , dia ingin meminta dennis untuk membatalkan niat nya.


" Apa maksud ibu ? Kan ibu juga tau ini adalah satu-satunya cara untuk membuat yumna kembali. " Kata denis heran.


" Kasihan yumna, ibu gak tega. kamu mau kan membatalkan semuanya . kamu cari cara lain sajalah nis. " bujuk ibu.


" Cara apa bu ? aku tau.. kesannya , aku sangat tega sama yumna, tapi setelah dia kembali sama aku. aku janji tidak akan melukainya lagi. "


" Nis, ibu ini seorang ibu. pasti rasanya hancur jika harus di pisahkan dari darah daging nya sendiri. "


" Siapa juga yang mau misahin banyu dari yumna. aku udah bilang ini cuma caraku . "


" itu kalo dia mau, kalo engga gimana ? yang ibu rasain yumna malah semakin benci sama kamu nis. yumna gak bisa di kerassin.. kamu harus sabar dekati dia. "


" Sesabar apa bu ? aku minta baik-baik sama dia sampai puluhan tahun pun percuma bu. aku berpengalaman mengatasi yumna. kalo dia sudah memilih A , sampai matipun dia tidak akan berubah . jadi aku harus sedikit memaksanya. "


" Kamu gak takut ? kalaupun yumna balik , dia hanya terpaksa melakukan nya ? "


" Tempo hari aku makan malam sama yumna, tidak sengaja dia meminum wine. dia langsung tak sadar karena segelas wine. dia mengatakan semuanya padaku, dia tetap ingin bercerai walaupun dalam keadaan tidak sadar. tapi saat aku tanya apa dia masih menyukaiku ? dia menjawabnya, dia masih sangat menyukai ku. dia masih mencintai ku tapi terhalang egonya. aku ingin menangis saat dia tidak bisa melupakan aku. jadi kenapa aku harus menyerah padanya ? jika dia mundur, maka aku yang tidak akan berhenti memperjuangkan cinta kami. "


Mendengar dennis bicara, ibu menjadi sedih dan serba salah " Semua karena ibu. ibu yang menghancurkan kalian. ibu lupa bagaimana kamu mendapatkan yumna. " Kata ibu berkaca-kaca.


" Sudah lah bu, tugas ibu hanya mendoakan saja. aku tau apa yang harus ku lakukan. "


" Tapi melihat yumna sedih karena gugatan kamu, ibu tak sanggup dennis. bisakah kamu tidak menyulitkan nya.. biarkan banyu tetap dengan Yumna . "


" Maaf bu, sebelum yumna minta balik. aku gak akan berhenti. lagipula persidangan tinggal 1 hari lagi. "


Seperti dugaan nya, ibu pasti tidak berhasil membujuk putra sata wayangnya .


Keesokan harinya, yumna dan seluruh keluarga paman, sahabat serta media tampak hadir.


Dessy terus memacu pengacara untuk memenangkan hak asuh banyu.


Sementara yumna duduk dengan wajah yang terlihat takut, hati bergetar, tangan nya pun mulai dingin.


Siap atau tidak dia harus menerima keputusan, Saat pak hakim belum hadir. yumna memutuskan pamit untuk pergi ke toilet terlebih dahulu.


Saat berjalan mencari toilet, dia sudah melihat denis berdiri dihadapan nya. " Masih ada waktu untuk menghentikan semua ini . " Kata denis memandang nya tak tega.


" Jangan sombong kamu mas. kamu bukan tuhan. "


" Siapa yang bilang kalau aku ini tuhan ? hanya saja aku bisa meyakinkan diriku bahwa aku bisa menang dari kamu untuk hal apapun. aku tidak mau menyulitkan kamu kayak gini, jadi ayolah. kamu cukup bilang Ya. aku ingin mendengar kata itu dari mulutmu apa sulitnya sih. maka semua akan beres. "


" Kamu jangan berharap kalau aku akan tunduk, cara menjijikkan seperti ini hanya akan membuat ku semakin yakin untuk tidak kembali . " Cecar yumna.


" Kamu yakin ? baiklah kita naikan levelnya lagi. kemarin-kemarin aku bilang kamu bebas temui banyu di rumah, tapi sekarang aku akan lebih keras sama kamu, kamu tidak bisa menemuinya sampai kapanpun kecuali kamu mau balik sama aku. " Ancam dennis semakin membuat yumna berapi-api.


" Kamu gak berhak larang aku ketemu banyu. aku ibu nya yang melahirkan dia. camkan itu mas. "


" Tapi dia juga anakku, semua keputusan ada di tangan kamu. kalau kamu masih bertenaga melawanku, akan aku hadapi sampai dimana. tapi kalau sudah lelah, kamu cukup kirim chat saja. maka aku yang akan berlari kepadamu. "


" Jangan mimpi di siang bolong. aku beritahu ya, kamu tidak akan mendapatkan apapun yang kamu mau dariku. "


Denis pergi meninggalkan yumna begitu saja, Dia meninggalkan area persidangan dan tak mau menyaksikan persidangan, dia akan sedih melihat kekalahan yumna. sementara yumna tampak benci dan takut jika semua itu akan terjadi.


Yumna masuk ke toilet dan menangis, dia sangat tertekan dengan masalah ini.


" Apa yang harus aku lakukan. " ujarnya di sela-sela tangisan.


1 Jam berlalu, di depan hakim kedua pengacara saling menuturkan argumennya. mereka sama-sama berusaha memenangkan persidangan.


" Nona yumna tak mempunyai waktu yang banyak untuk bayi mereka. Setiap hari nona menjalani syuting bahkan pulang sampai larut malam. jadi bagaimana dia bisa mengurus anak.. " Ujar pengacara dennis.


" Keberatan yang mulia !!! "


" Silahkan. " Kata pak hakim mengizinkan pengacara yumna untuk membela.


" Klien saya kan single parent, otomatis harus mencari nafkah seorang diri buat anak nya. apa salahnya pekerjaan yang menyita waktu. dia bisa mencukupi kebutuhan anak nya, menggaji suster untuk menjaga. dia harus bekerja menghasilkan uang yang banyak untuk pendidikan anaknya kelak. apa yang salah ? Klien saya bekerja pada umumnya kok, dari senin hingga sabtu saja. kalau weekend dia gak ambil job. itu juga tidak sampai pulang larut malam. jadi apa yang mau di permasalahkan ? " Jelas pak pengacara .


" Boleh ditambah kan pak ?? " Pinta pengacara dennis.


" Silahkan. "


" Kalau masalah uang dan pendidikan, klien saya lebih dominan. jika banyu di bawah asuhan pak dennis. beliau bisa memberi kan waktu yang lebih banyak buat nya. tidak masalah jika mendadak cuti untuk menemani banyu. beliau tidak akan pergi bekerja hingga larut malam . Akan ada banyak perhatian dan kasih sayang buat banyu. " Ujar pak pengacara membuat yumna meringis kesakitan.


Pengacara dennis benar-benar menyudutkan pekerjaan yumna. dia tidak lengah sedikit pun dengan pembelaan yang di lontarkan pengacara yumna.


Seakan lebih lihai dalam segala urusan, dia memang sulit di kalahkan jika menangani kasus kliennya.


Apalagi, dennis memberinya uang yang fantastis, keinginan untuk memenangkan hak asuh semakin menggebu-gebu.


" Baik , bari kami waktu untuk memberi keputusan. persidangan di tunda 1 jam lagi. " Ujar pak hakim berikut ketukan palu.


Yumna semakin ciut dan sedih menyaksikan persidangan " Sabar. keputusan nya belum keluar. kita berdoa sama-sama ya. " Kata paman menguatkan.


" Bagaimana kalau. "


" Ssst.. jangan katakan itu. pengacara sudah berusaha yang terbaik. "


" Aku tidak siap paman. " Ujarnya sedikit takut.


Paman segera meraih tangan yumna " Serahkan semuanya sama Alloh. "


" Kamu gak usah takut, kalau pun denis mendapatkan hak asuh banyu. tidak mungkin dia melarang kamu menjenguk banyu. " Lontar bibi malah membuat yumna sedih.


" Justru itu, mas dennis tidak akan membiarkan aku bertemu banyu sebelum aku mau kembali padanya. " Katanya megusap air mata yang hampir jatuh di ujung mata.


" Apa ? masa harus setega itu. "


" Paman akan bicara dengan Nak dennis. dia tidak bisa memperlakukan kamu kayak gini..". Ujar paman.


" Paman tidak akan bisa membujuknya, ayah dan ibu sudah bicara dengan mas dennis. tapi hasilnya nihil. "


Paman dan bibi tampak resah dengan ucapan yumna.