YUMNA

YUMNA
Kisah 5



Mami dan Bibik membantu membersihkan kamar buat Yumna di sebelah kamar Putra.


" nak... kamu gpp kan kalo tidur di kamar ini ?" tanya Mami


" gpp Mami, Alhamdulillah kamar ini terlalu mewah buat Yumna " jawab Yumna pelan sambil menunduk wajah dari Maminya


Mami mendekati Yumna dan memeluk Yumna


" Maafkan Putra ya nak, biarkan dia memikirkan jalannya dan Mami tau kamu pasti tidur di sofa sehingga Mami pisahkan kalian dulu biarkan dia berpikir... tapi kamu masih bisa melakukan tugasmu sebagai istri dengan menyiapkan makan minum dia atau membersihkan kamarnya silahkan nak... " kata Mami


" iya Mih... terima kasih..Maafkan Yumna tidak sempurna ya Mih " kata Yumna sambil menahan sedihnya.


" nak... tolong jangan tinggalkan Putra dalam kondisi apapun ya nak, Mami titip anak lelakiku nak " pesan Mami dalam pelukannya ke Yumna


Malam ini Yumna tidur terpisah dari Putra tapi Yumna tetap menjalankan tugasnya sebagai istri seperti malam ini Putra belum pulang kerja padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.30 dan Yumna masih menunggu Putra di ruang keluarga.


" nak kenapa belum tidur ?" tanya Mami melihat Yumna masih duduk di ruang keluarga.


" Mas Putra belum pulang Mami... Yumna tidur setelah Mas pulang Mami " kata Yumna


" ooo mungkin dia ada lembur pasien, oke Mami tidur dulu ya nak " pamit Mami yang segera ke kamar.


Yumna menunggu suaminya sampai tertidur di sofa dan jam 02.00 Putra baru sampai rumah.


Yumna segera membuka pintu buat suaminya dan tidak ada sepatah katapun kata keluar dari mulut Putra melihat Yumna masih belum tidur dan Putra segera ke kamarnya.


" Assalamualaikum... " kata Yumna mengetok kamar Putra pelan.


" ada apa ? " tanya Putra membuka pintu kamarnya


" ini teh hangat dan sedikit camilan buat Mas, siapa tau Mas mau minum " kata Yumna


Putra mengambil gelas yang di pegang Yumna dan melemparnya ke bawah hingga pecah berkeping keping dan Putra menutup pintu kamarnya dengan kasar sehingga membuat Yumna kaget.


Yumna segera memungut pecahan gelas di depan pintu kamar suaminya sambil mengeluarkan air mata.


Tanpa Yumna sadari bibik melihat semua kejadian dan mengelus dada melihat Yumna sabar menghadapi sikap dingin dan arogan suaminya.


sabar ya neng.... Allah pasti melindungimu nak kata bibik dalam hati.


Setelah selesai membereskan gelas yang pecah, Yumna segera melaksanakan shalat tahajud di kamarnya dan membaca Al Qur ' an seperti yang biasa Yumna lakukan dulu di pondoknya.


💙💙💙


Kini usia pernikahan Putra dan Yumna sudah berjalan 2 bulan dan sikap Putra masih dingin dan kasar sama Yumna tapi Yumna tetap sabar menghadapi Putra.


Siang itu Yumna ijin ke Mami untuk ke pondok berkunjung ke rumah Abah Uminya.


" nak biar dianter Pak supir ya... " kata Mami


" gak usah Mami... Yumna naik angkutan umum saja " kata Yumna memberi penjelasan


Siang ini Yumna sudah berada di panti dan pondok dan bersenda gurau dengan adik adiknya di panti...sedikitpun Yumna tidak menunjukkan raut wajah sedih, semua dia simpan rapat rapat.


" nak...apakah kamu bahagia ? apakah keluarga Wijaya baik kepadamu nak ?" tanya Umi


" baik sekali Umi...Dan Yumna bahagia " jawab Yumna sambil tersenyum ke Umi


Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 dan Yumna pamit pulang kembali ke rumah keluarga Wijaya.


Dalam perjalanan pulang tiba tiba Yumna mengalami insident kecil yaitu Yumna di serempet mobil saat sedang jalan sehingga menyebabkan Yumna pingsan di tempat.


Si pemilik mobil sangat bertanggung jawab dan mengantar Yumna ke rumah sakit terdekat.


" dokter tolong bantu wanita ini, tadi tanpa sengaja saya menyerempetnya..." kata pemilik mobil meminta tolong kepada dokter di IGD


" baiklah anda silahkan duduk di luar dulu " kata perawat yang menerima Yumna.


Tidak lama datang dokter yang sedang bertugas di IGD dan segera memeriksa pasien.


" pasien korban Dok, dan yang melakukan kesalahan yaitu penabrak ada di luar dok " kata perawat saat dokter akan memeriksa.


" astagfirulloh... ini istri Putra " batin Diki saat memeriksa kondisi Yumna


Yah ternyata Yumna di bawa ke Rumah Sakit tempat Putra dan Diki bekerja.


Diki begitu teliti memeriksa kondisi Yumna dan alhamdulillah kondisi Yumna baik tidak ada yang perlu di khawatirkan.


" bagaimana dokter kondisi pasien ?" tanya si pemillik kendaraan yang menyerempet Yumna.


" inshaAllah gpp, kita tunggu saja sampai dia sadar " jawab dokter Diki.


Diki lalu menelpon Putra untuk memberi tahu kondisi istrinya.


Eloo di mana ? istri loe ada di rumah sakit habis ada kecelakaan kecil...untuk si penabrak tanggung jawab kata Diki di telpon


Putra menjawab sambil cuek


Gue lagi makan siang sama Cindi... udahlah biarin dan syukur ada yang tanggung jawab


Diki mendengus kesal dengan sikap sahabatnya


Gila loooee... ini bini looee , gak habis pikir gue cara berpikir loe ... Diki langsung menutup telponnya.


20 menit kemudian Yumna sadar dan dia kaget berada di rumah sakit.


" mbaa maafin saya, saya akan bertanggung jawab akan semua pengobatan mba dan akan memberi kompensasi buat mba " kata pemilik mobil itu sambil memberikan Yumna amplop


Setelah mengurus semua adminitrasi Yumna pulang dari rumah sakit


" mba gimana kalo saya anter ? " tanya si pemilik kendaraan


" tidak usah , terima kasih saya bisa jalan kok " jawab Yumna pelan menolak halus.


Tanpa Yumna sadari ternyata Diki diam diam memperhatikan Yumna.


" maaf... masih ingat saya ?" tanya dokter Diki mendekati Yumna


" maaf saya lupa " jawab Yumna pelan


" saya Diki teman Putra...." kata Diki sambil mengulurkan tangannya


" maaf saya baru ingat ya... salam , maaf kita bukan muhrim " kata Yumna sambil mengangkat kedua tangannya memberi tanda salam.


" maaf saya harus ssgera pulang " pamit Yumna buru buru


" hhhmm gimana kalo saya anter ya... " tawar Diki


" tidak usah maaf dan terim kasih sebelumnya tapi biar saya jalan saja " jawab Yumna sambil berlalu dari dokter Diki.


" Yumna.... serius kamu jalan ??? ini jauh dari rumah suamimu " kata Diki


" inshaAllah saya kuat, tadi saya berangkat aja kuat maka kembalipun saya kuat , permisi... wassalamualika " jawab Yumna .


Diki masih memperhatikan Yumna sampai Yumna tidak terlihat dari pandangan matanya.


Diam diam Diki mengikuti Yumna dan astaga apa yang dia katakan betul...dia jalan kami dengan jarak tempuh jauh.


Sesampainya di rumah... Yumna segera menuju kamarnya segera dan membersihkan badannya agar tidak terlihat mertuanya.


Setelah shalat maghrib Yumna membantu bibik membereskan meja makan dan sore itu Diki sudah berada di rumah Putra... ya Diki sudah akrab dengan keluarga Putra.


" nak...kenapa tangan dan lututmu nakku ?" tanya Mami saat melihat Yumna


" hhmm tidak apa apa Mami tadi Yumna terjatuh dan ada orang yang menolong Yumna, Mih...Alhamdulillah " jawab Yumna pelan.


Diki yang mendengar cerita Yumna yang menutupi semakin respek dengan istri sahabatnya itu.


Malam itu di meja makan yang hadir adalah Mami Papi ,Putra dan Diki .


Yumna menuangkan makanan dan minuman buat Mami Papi dan pelan pelan ke piring suaminya tapi saat itu Putra lalu mengambil alih seakan tidak ingin di bantu oleh Yumna, semua yang melihat kaget.


" saya bisa minta tolong nasi sedikit dan sayur juga ikan itu Na... ? " kata Diki mencairkan suasana.


" oo iya baiklah..." kata Yumna mengambilkan sesuai yang di minta sahabat suaminya.


Selama makan malam Diki selalu meminta perhatian Yumna dan diam diam Putra curiga jangan jangan Diki menyukai Yumna.


Setelah selesai membereskan meja makan , Yumna ke kamarnya dan segera beristirahat karena dia masih merasakan nyeri yang luar biasa.


Sementara Diki masih ngobrol bersama Putra dan orang tuanya.


" gue lihat eloo sepertinya menyukai istri gue Ki... " kata Putra membuka pembicaraan.


" bisa jadi... kalo eloo buang dia, gue siap menerimanya , wanita solehah di muka bumi ini semakin susah di temuin brooo " jawab Diki santai


" wahhh hebat loo mulai tau tentang wanita soleha " kata Putra


" yahhh...dulu gue tau dari buku dan hari ini gue melihat langsung gimana wanita soleha itu... dia sangat menjaga marwah suami dan keluarganya, dia tidak menerima sedikitpun uang dari orang yang menabraknya , sampai gue mau anter istri loo pulang dia gak mau... eloo tau Putra dari rumah sakit sampai sini istri looo jalan tau !!!! di mana pikiran looe sementaea eloo sedang asik berdua dengan pacar eloo " kata Diki mulai emosi


" Diki... apa yang kamu bilang barusan nak ?" tanya Mami.


" siang tadi tante... saat Diki tugas ada pasien IGD korban kecelakaan kecil untungnya si penabrak bertanggung jawab mengantar korban... dan siapa dia ? korbannya Yumna istri Putra... dia pingsan Tante... saat itu tidak sedikitpun Yumna mengungat atau meminta menerima imbalan uang orang itu TIDAK !!! dan yang kasihan lagi dia dari rumah sakit sampe rumah jalan kaki Tante, karena saya ikuti dia dan apa yang terjadi saat saya menghubungi suaminya ? suaminya malah sedang asik makan siang dengan pacarnya, gilllaaa kan Tante Om ???? " kata Diki menjelaskan


Mami kaget dan menangis sambil menutup matanya karena gak tega mendengar menantu kesayangannya di sia siakan anaknya.


" Tante Om...jika anak Tante ni sudah mau membuang berliannya biarkan saya menjaganya " kata Diki sambil menatap tajam ke arah Putra.


Papi lalu mendekati Putra dan melayangkan tamparan keras ke pipi Putra


" Papi malu punya anak sepertimu !!!!!" kata Papi.


Mami lalu pelan pelan datang ke kamar Yumna


" nakk...boleh Mami masuk..." tanya Mami di pintu


" Mami...masuklah..." kata Yumna membuka pintu buat Mami.


Mami lalu memeluk Yumna dan menangis sambil memeluk Yumna


" Mami kenapa Mi ? Mami sakit...biar Yumna pijit ya " kata Yumna heran


" nak... maafkan Mami telah memaksamu menikah dengan anak Mami yang kurang ajar ,kenapa kamu gak bilang kalo kamu mengalami kecelakaan nak kenapa menyembunyikan dari Mami nakk...hicks hicks... " kata Mami sambil menangis


Yumna lalu membelai pipi ibu mertuanya dan membersihkan air mata yang jatuh


" Mami...Alhamdulillah Yumna gpp... bukan Yumna gak mau cerita tapi Yumna gak mau buat Mami cemas... kehadiran Yumna disini sudah membuat repot Mami Papi..." kata Yumna sambil tersenyum menahan air matanya jatuh.


" Ya Allah engkau kirimkan surgamu ke istana kami... " tangis Mami sambil memeluk Yumna dengan kuat.


Sementara di kamar Putra termenung, memikirkan kesalahan yang dia buat selama beberapa bulan ini ke Yumna...sebenarnya Putra diam diam mulai menyukai Yumna hanya jika Cindi hadir selalu membuat Putra untuk membuang rasa sayangnya ke Yumna.