
Di rumah Raka *
*
*
Raka mengomeli Juna karena dia telah meng-upload foto nya bersama Yumna di medsos .
” Cepat hapus . Jangan bikin masalah deh . ” Pintanya baik-baik .
” Yeh Kenapa kali . Dia udah bukan siapa-siapa kamu kok Mas . ”
” Jangan bikin Yumna berada dalam masalah . Dia sudah banyak mengalami hal berat. Suaminya cemburuan , Dia akan mengira jika istrinya ada main denganmu kalo liat foto kalian. Juna , Cepetan hapus ..” Pinta Raka membuat Jihan cekikikan .
” Biarin aja Mas , Biar dia langsung didatengin sama Dennis. ” Lontar Jihan .
" Iya Juna , Suami Yumna itu sangat cemburuan . Dulu aja bibi pernah di labrak gara-gara upload foto bersama Yumna . ” Jelas bibi .
” Yang membuat Dennis melabrak ibu bukan
karena fotonya . Tapi caption yang ibu tulis .. Jelas dia meradang . " omel Raka kepada Ibunya.
” Sehebat apa sih dia ? Sampe kalian takut . " Tantang Juna sembari makan .
” Kita bukan takut Jun , Ngeri kalo ngadepin dia . ”
" Hahaha .. Ya udah biarin . Biar dia temuin gue Mas . ”
” Buset nih bocah. Kalo di kasih tau malah nantang . Urusan sama dia tuh ribet tau gak . ” Cecar Raka mendelik .
” Cie dulu pernah adu jotos ya sama dia gara-gara Mbak Yumna . ” Ledek Juna pecicilan.
” Udah biarin Mas . Yang penting kita udah ngasi tau. ” Pangkas Jihan .
” Kamu juga ngapain senyum-senyum kayak ngeledek aku ? ” Ujar Raka pada istrinya.
” Senyum apa ? Aku lagi makan kok . ”
" Aku gak buta ya Jihan . ”
" Ya lucu aja sama Juna . Dia gak akan tau apa yang akan dia lalui . ”
" Kayaknya sih bukan itu . ” Katanya lagi .
” Emang apa gitu Mas ? ”
" Tau deh .. Kamu mah suka banget ngeledek aku soal Yumna . Sebel . Emang kamu pikir aku belum move on apa ? ” Kata Raka lalu beranjak dari duduknya dan pergi .
" Wah ada yang baper nih . Susul gih Mbak .. ” Lontar Juna meledek lagi .
" Nanti juga baik sendiri . Kalo di samperin malah akan membuat suasana menjadi panas. ” Jawab Jihan sembari menyendok Nasi .
” Wah Mbak memang sangat mengerti dia . ”
” Hehehe .. ”
1 Jam Kemudian , Jihan menidurkan bayi nya . Dia menciumi baby El dengan lembut . Lalu dia berniat untuk tidur .
Saat Jihan menarik selimut dan segera untuk tidur tiba-tiba dia melihat Raka sedang cemberut .
Rupanya Raka masih kesal karena kejadian tadi di meja makan.
” Selamat Malam mas . " Lontarnya basa-basi.
” Dasar gak peka . ” Katanya mendelik .
” Apa ? Jangan di perpanjang .. Aku gak ngomong apa-apa deh perasaan . Kamu suka gitu. ”
" Kamu selalu aja ngeledek aku . Dia masa lalu ku .. Kenapa kamu senang mengungkitnya ? " Gerutu Raka .
” Mengungkit ? Emang aku ngomong apa sih tadi ? ”
" Wajah kamu tuh kayak ngeledek aku tau gak kalo ngomongin masalah Yumna . Ngecengin aku terus . ”
" Perasaan kamu doang kali Mas . Aku mana pernah kayak gitu . ”
" Tau ah .. Kamu selalu berkilah . ”
” Ya udah Maaf . Tidur sana .. Istirahat , Besok kamu kan kerja . ”
" Mudah banget kamu minta maaf . ”
” Terus aku harus ngapain ? Minta maaf salah ? ”
” Kenapa kamu harus keberatan hanya karena aku ngecengin kamu tentang Yumna ? Semua yang terjadi antara kalian itu bukanlah hal mudah untuk dilupakan . Aku enggak pernah masalah kalo kamu masih menyukai dia . ”
" Oh jadi kamu masih beranggapan kalo aku belum move on ? ”
” Iya pun tak apa . ”
” Kamu tuh ya ..Kalo aku masih suka sama Yumna , Ngapain aku tidur sama kamu disini , Nge belain kamu waktu ibu gak ngehargain kamu ? ”
” 5 tahun bukanlah waktu yang singkat . Aku ngerti kamu gak enak sama aku . Tapi kenapa kamu memungkiri perasaan ? ”
" Tuh kan arah pembicaraan kamu kesitu . Sumpah ya kamu masih kira aku suka dia ? ”
” Apa yang aku lakukan pada Yumna adalah hal yang tidak bisa di maafkan . Aku hancurkan dia hingga ke dasar . Tapi dia masih mau memaafkan aku dan menerima ku lagi sebagai teman. Bagiku itu lebih dari cukup . Selebihnya aku enggak perduli jika suamiku masih suka dia . ”
" Kamu salah Han . Aku kecewa sama kamu . ”
" Udahlah Mas . Kamu gak perlu berusaha meyakinkan aku kalo kamu sudah enggak suka dia . Hatiku sama sekali enggak keberatan karena Yumna tidak pernah merebut kamu dariku tapi sebaliknya , Aku yang merampas kamu darinya . Mas .. Hingga detik ini aku membenci diriku sendiri setelah apa yang aku lakukan padanya . Tapi apa ? Aku malah tetap dia maafkan .. Aku tidak tau dia itu manusia yang terbuat dari apa . Dia masih Sudi menganggap aku menjadi temannya setelah semua kesalahanku ? " Lontarnya sembari menunduk .
” Jika ada orang yang harus disalahkan itu adalah aku . Aku yang melakukan perbuatan itu kepadamu .. Jadi berhenti kalo kamu merasa melukainya . Jihan , Tidak perduli seberapa besar perasaan yang aku punya untuknya , Itu tidak akan pernah ada artinya buat Yumna . Maaf karena aku membuat semua kekacauan ini .. Seumur hidupku aku sangat menyesal karena sudah membuat kalian berdua terluka . ”
" Jika waktu dapat kita putar kembali . Aku tidak ingin mengantarmu pulang . Mungkin sekarang kalian sudah menjadi pasangan suami istri dan mungkin kalian mempunyai bayi yang lucu . ”
” Tidak , Aku pernah merasa ini adalah kesalahan . Punya bayi darimu dan menerima kamu sebagai ibu dari anak ku adalah kebahagiaan yang baru aku sadari Jihan . Aku belajar banyak dari Yumna , Aku harus bertanggung jawab atas segala yang sudah aku lakukan .. Memiliki Bayi darimu yang samasekali tidak pernah aku inginkan .. ”
” Semua yang kamu lakukan adalah sebuah pengorbanan Mas . Kamu mau menikahi aku yang tidak pernah kamu sukai . Meskipun aku tau kalo kamu melakukannya demi Yumna kan ? ”
” Ya . Dia tidak ingin kamu melahirkan bayi kita seorang diri . Dia masih memperdulikan mu meski dia sedang membenci . ”
Jihan terisak mendengar ucapan suaminya . Dia mengingat kembali apa yang dia lakukan kepada Yumna waktu dulu .
Air matanya mengalir deras , Dia merasa sulit untuk bernafas jika mengingat semua itu .
” Aku sudah menerima mu dengan segenap hatiku . Tolong jangan sangkut pautkan Yumna kepadaku lagi . Jika aku terlihat perduli kepadanya percayalah bukan karena aku masih memiliki perasaan padanya . Itu karena aku merasa bersalah kepadanya , Aku sudah melukainya sangat dalam . Jadi tolong .. semuanya sudah berbeda . Aku bersumpah jika hanya kamu saja . ” Lontar Raka .
” Apa aku pantas terima semua ini Mas . ”
" Kamu sudah lahir kan bayi kita . Kamu sudah sabar menghadapi ku . Itu ganjaran yang setimpal . ”
Raka mengusap air mata Jihan dengan lembut dan segera memeluknya .
” Terimakasih untuk kesabaran mu .. Aku enggak tau harus balas kamu dengan apa . ”
” Ya itu tugasku sebagai istri . ”
" Lalu kamu sendiri , Apa kamu sudah menyukai ku ? ”
” Aku enggak tau ? Aku aja enggak cemburu waktu kamu memperdulikan Yumna . ”
" Jadi kamu mau bilang kalo aku bertepuk sebelah tangan ? ” Tanyanya sembari melepaskan pelukan .
” Aku salah lagi ? ”
" Kamu tuh aneh ya . ”
" Aku salah apa lagi ? ”
" Gak tau ah . " Lontarnya lalu menarik selimut dan tidur membelakangi istrinya .
" Mas kamu ngambek ? ”
Raka tidak menjawab lagi , Dia mendengus kesal dibalik selimut .
" Ya udah bobo aja ..” Kata Jihan lagi membuat Raka uring-uringan karena dia sama sekali tidak peka .
” Sana ah . Jangan deket-deket . ” Pintanya .
” Dingin Mas . ”
" Tapi hatiku panas . ”
" Ya udah sini aku dinginkan . ”
" Apa ? Kamu mau apa ? ” Gerutunya .
" Aku ingin memeluk suamiku . Barusan dia bilang sudah menerimaku dengan segenap hatinya . Tapi .. Ya udahlah . ” Kata Jihan sembari menjauh darinya .. Jihan berada ditepi ranjang agar tidak dimarahi Raka .
" Kamu bisa jatuh . ”
" Aku yang jatuh aku yang sakit . Apa perduli mu . ”
" Kok jadi dia yang marah . " Katanya heran .