YUMNA

YUMNA
Episode 225



Dennis pergi ke kantor dengan raut wajah yang sangat kesal.


Semua karyawan dan staf memberi salam padanya, Namun dia tak membalas mereka sama sekali .


" Mood nya lagi gak beres. "


" Baiknya kita jauh-jauh. takut kena masalah. " Ujar mereka yang sudah tau watak bosnya.


" Kenapa dia selalu bertengkar dengan istrinya. yang kena kan semua orang di kantor.. abis di maki . " Gerutu salah satu dari mereka.


" Belum tentu bos bertengkar, Siapa tau dia lagi ada masalah. "


" Masalah apa ? permasalahan bos itu kalo masang wajah kecut kayak tadi pasti gara-gara istrinya. "


" Sok tau banget. "


" Gue kadang suka pengen ketemu sama istrinya, pengen ngomong gitu jangan di ajak bertengkar mulu tuh pak Dennis. yang abis bakal kita.. "


" Haha lu kalo ngomong kayak iya aja berani, udah sono dateng ke rumah nya. "


" Idih gak berani gue. "


" Ngomong sama tembok sana. udah ah lanjut kerja, Kalo kedengaran pak Dennis kan kacau. "


Mereka saling menggunjingkan satu sama lain tanpa tau apa-apa.


Di ruangan Dennis, Dennis mengecek semua berkas dan segera pergi ke ruangan meeting.


Semua staf sudah menunggunya, Mereka segera berdiri menyambut kedatangan Dennis.


" Selamat pagi pak. " Ujar mereka amat sopan.


" Pagi. "


" Ini pak berkas yang anda minta. " Ujar pak dani .


" Ya di mulai saja . " Pinta dennis memimpin meeting di pagi ini.


30 menit kemudian Dennis tampak fokus mendengarkan satu persatu ide dari semua orang untuk rencananya membuat terobosan baru dengan semua produk yang akan dia jual.


Dia melupakan sejenak pertengkaran nya dengan Yumna di rumah.


" Jadi menurut anda gimana pak ? Mana yang menurut pak Dennis lebih bagus ?? semua idenya sangat menunjang untuk produk kita. " Tanya pak dani sumringah.


" Bagus. tapi kita tunda dulu aja ya..saya mau memikirkan nya lagi dengan matang. Oke terima kasih atas ide-ide kalian.. meeting hari ini selesai ..".Dennis segera beranjak dan meninggalkan ruang meeting.


sementara semua orang tampak bingung dengan sikap Dennis yang menunda waktu untuk memikirkan. padahal 2 hari yang lalu Dennis begitu gentar meminta mereka untuk mencari ide, agar semuanya cepat terealisasikan.


" Ada apa dengan bos ? Bukannya kemarin dia meminta cepat. Ini malah di tunda..kalo gini caranya gimana mau mendapatkan terobosan baru yang lebih dari perusahaan lain. "


" Iya padahal kita udah ngabisin banyak waktu . malah di tunda. si bos kenapa lagi sih ? "


" Enggak ngerti deh, paling mood nya lagi oleng. "


" Udah yuk balik ke ruangan. "


Mereka meninggalkan ruangan meeting segera dengan hati yang menggerutu, Mereka tidak habis pikir mengapa bos nya selalu mempermainkan mereka dalam pekerjaan.


Sementara itu pak dani pergi ke ruangan dennis untuk membicarakan gagasan baru yang baru saja dia tunda.


" Mereka tidak terima aku menundanya ? kenapa pak dani datang seperti mau menyalahkan saya ?? disini kan bos nya saya. "


" Ah tidak pak, Bukan kayak gitu. hanya saja saya mau meluruskan kenapa anda menundanya. semua orang sudah bekerja keras demi semua gagasan yang anda minta pak ? terlebih jika kita menunda terlalu lama, saingan perusahaan kita bisa lebih kuat dari kita. "


" Saya, entahlah pak saya mungkin tidak profesional. jujur saja saya lagi gak fokus.. biasalah di rumah . " Jelasnya membuat pak dani mengerutkan kening.


" Istri ya pak ? Saya juga sering bersitegang dengan istri. tapi saya tidak membawanya ke kantor. maaf saya bicara lancang. "


" Gak apa-apa. Saya tidak bisa berhenti memikirkan nya kalo kami sedang berselisih. "


" Pak .. Anda kan pria yang hebat. mengapa anda biarkan istri anda menguasai anda.. "


" Coba jelaskan lebih spesifik maksud ucapan anda pak. "


" Pak.. Jika seorang istri hanya mampu membuat kepala pusing, Anda bisa mengganti nya dengan yang lain.. di dunia ini siapa yang tidak ingin menjadi istri anda. "


Dennis mulai keberatan dengan ucapan pak dani yang makin kesini makin tidak pantas.


" Bagaimana mungkin saya bisa mengganti seorang wanita dengan wanita yang baru dengan mudah. "


" Mudah saja jika anda mau pak. anda punya semuanya. seharusnya wanita yang harus menghormati anda. "


" Bukan begitu pak. tapi yang saya liat.. anda terlalu mengalah padanya. "


" Sudah seharusnya. dia melahirkan anakku dengan mempertaruhkan nyawanya. bagaimana anda bisa bicara seolah tidak memperdulikan jabatan seorang istri. bagaimana anda memperlakukan istrimu di rumah kalo anda berpikir seperti itu. "


" Bukankah itu sudah menjadi kodrat seorang wanita untuk melahirkan. "


" Ya.. tidak ada yang salah dari ucapanmu. tapi cara berpikir mu terlalu merendahkan seorang wanita. saya sangat menyayangkan itu. Tanpa seorang wanita, Anda tidak akan ada di dunia ini. bagaimana penerusmu akan lahir jika wanita tidak ada. "


" Maaf jika saya salah pak. saya hanya memberi pendapat kepada anda. kalo begitu saya permisi. "


" Pak.. " Panggil Dennis lagi.


" Ya? "


" Sebaiknya anda resign saja dari sini. saya tidak suka anda. " Ujar Dennis membuat pak dani terbelalak.


" Anda memecat saya hanya karena pembicaraan kita barusan?? " Tanya nya amat heran.


" Iya. maaf karena saya tidak profesional. tapi, Anda terlalu merendahkan istri ku tadi. "


" Tidak pak. tolong jangan menggoda saya. "


" Saya memecat anda hari ini tanpa alasan. Tapi tenang saya pasti akan memberi uang pesangon. "


" Tidak pak, Saya membutuhkan pekerjaan ini? "


" Gaji yang besar membuatmu menjadi merasa hidup ada dalam genggaman mu pak. sampai-sampai anda berpikir mudah mengganti seorang wanita. jadi semoga dengan anda kehilangan pekerjaan ini, Anda bisa merubah mindset anda sendiri. sekarang keluarlah buat surat resign . "


" Pak.. tolong jangan pecat saya. saya mengabdi untuk perusahaan ini tidak 1atau dua tahun. kita bekerjasama sudah puluhan tahun. " Pintanya mulai merintih.


" Justru anda mendapatkan gaji yang besar disini sampai merendahkan orang lain. itu lah penyebabnya. lain kali sebaiknya anda melamar menjadi karyawan biasa dengan gaji minim. agar anda belajar menghargai orang lain. " Lontar Dennis mempesona.


" Pak. saya mohon maaf jika ucapan saya melukai hati anda. saya menyesal , beri saya kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Lontar pak dani sangat menyesal.


" Saya tidak terluka dengan ucapan anda , Tapi beraninya anda menyarankan saya mengganti wanita di rumahku dengan yang baru. Anda tau apa? Suasana hati saya tidak baik dari rumah, mengapa anda membuatnya semakin keruh?? semarah apapun saya, Saya tidak pernah ingin menggantikan posisi istriku untuk wanita lain. jadi sebelum saya kehabisan kesabaran, lebih baik cepat pergi.." Pintanya masih dengan nada bicara halus.


Pak dani segera meninggalkan ruangan Dennis dengan wajah yang begitu sedih.


1 Jam kemudian, Jam makan siang pun tiba. yumna mengirimkan makan siang untuk sang suami.


Namun Dennis masih keukeuh tak mau makan.


" Apa kurang jelas tadi pagi, Gak usah kirim bekal ke kantor.. " Tulis Dennis kepada yumna.


Yumna tersenyum sembari membalas pesannya.


" Oya? masa?? ya udah aku akan suruh pak anto buat ambil balik kotak bekalmu. " Balas yumna.


Dengan kilat pak anto segera datang ke ruangan Dennis.


" Ada apa? " Tanya Dennis sinis.


" Maaf tuan, non minta saya mengambil kembali kotak makan itu. " Kata pak anto gemetar.


" Terus saya mau makan apa kalo ini di ambil? "


" Saya hanya menjalankan apa yang non suruh. "


" Bos mu itu nona atau saya pak? emang dia yang menggaji?? "


" Beliau kan istri anda tuan. jadi saya harus menghormati nya. " Ujar pak anto segera meraih kotak bekal tersebut di atas meja.


" Berhenti, Atau pak anto mau kehilangan pekerjaan ini? "


" Jangan tuan, Saya masih butuh pekerjaan ini. "


" Saya mau makan ini, Nanti pak anto pergi ke rumah makan untuk mengganti nasi dan lauk yang sama persis ya. bilang pada istriku saya tidak makan.. "


" Hah?? "


Dennis segera membuka kotak makan tersebut dan me motonya.


Sementara pak anto sangat kebingungan dengan sikap Dennis.


" Pak anto duduk dulu, saya mau makan . Barusan saya udah kirim poto lauknya ke chat. Udah ini pak anto langsung cari ya capcay dan sambal goreng kentang. tata persis seperti yang di poto jangan lupa nasinya juga. Kalo udah , bilang sama istriku , saya gak makan gitu ya. " Lontar Dennis sembari melahap makan siangnya di tengah-tengah reaksi wajah pak anto yang tak habis pikir olehnya.


" Sebenarnya maunya tuan apa sih? kenapa harus seribet ini coba. bener kata pak danang males banget kalo mereka lagi bertengkar. Yang susah malah kita, Di turutin ribet, gak di turutin lebih ribet. ini lagi pak danang pake acara ngilang , giliran di suruh anterin makan siang tuan. padahal kan ini tugas pak danang.. sekarang jadi saya kan yang di suruh non ." Batin pak anto meringis menghadapi Dennis.