
Sinta mengejar Yumna hingga ke pintu, dia tidak mau membuat Yumna salah paham akan sikapnya .
” Mbak .. please , Mbak tau semua maksudku . dari awal aku tidak bisa kembali padanya . ” katanya mengejar Yumna .
” Tidak perlu berlari . kamu jangan lupa bayimu , sudahlah sin .. kamu gak perlu merasa gak enak . Mbak paham ..” Tepis Yumna.
Sinta meraih tangan Yumna agak pelan , pandangan nya amat teduh .
” Bayi ini sekarang adalah salah satu dari tujuan hidupku Mbak . aku ingin hidup dengan tenang dan baik-baik saja . apa salah jika aku ingin fokus merawatnya saja tanpa memikirkan seorang pria ? Jalan kak Natan masih panjang . dia pasti bisa melupakan aku . ”
" Sekarang Mbak tanya sama kamu , jika seandainya Natan benar-benar melupakan mu dan menyukai gadis lain .. apa kamu rela ? ”
” Ya . memang itulah yang terbaik buatnya . sudah ku bilang berkali-kali kalo dia layak mendapatkan gadis yang lebih baik dariku . ”
” Itu menurut versi mu , tapi untuk Natan , keputusan kamu ini malah membuatnya amat terluka . kamu lupa bagaimana dia merelakan kamu dengan Kenan agar kamu bahagia , tapi sekarang apa yang mempengaruhi pikiranmu hingga kamu berpikir seperti ini . maaf mbak begitu ikut campur , mbak perduli sama kamu . kamu tau itu kan ?? “
“ Aku tau . aku minta maaf karena sering membuat mbak , ayah dan ibu sedih . “ Katanya berurai air mata .
“ Saat paman dan bibi tidur , lihatlah wajah mereka .. kesedihan itu pasti terlihat nyata . mbak pamit , katakan pada bibi , mbak tidak sempat pamit . “
Yumna segera masuk ke dalam mobil meninggalkan kekalutan di wajah sinta .
Kemudian dia segera berbalik dan masuk ke dalam rumah , saat langkahnya terasa begitu berat .. tiba-tiba bibi sudah tampak berdiri di hadapannya .
“ Yumna sudah pulang ? perutnya sudah besar , dia masih sempat mengunjungi kita . “ Puji bibi memberikan sedikit senyuman .
Sinta memandangi ibunya seperti ucapan Yumna barusan . tentu saja Sinta tau jika dari awal ibunya memang tiada henti menangis dengan apa yang menimpa dirinya .
” Jangan tersenyum jika tidak mau Bu . aku tidak memerlukan itu . maaf sudah membuat ibu semakin sedih . ”
” Enggak sayang , bukankah kita sudah membahas ini . kita akan bahagia dengan apa yang sudah terjadi. ”
” Tadi ibu bicara apa pada Mbak ? Mbak Yumna tampak kesal padaku Bu . dia tidak pernah bicara seperti itu pada ku . saat datang Mbak langsung membicarakan keputusan ku tentang kak Natan . ”
” Maafkan ibu . tadi Yumna melihat ibu lagi agak melamun. ”
” Ibu masih khawatir karena aku melahirkan bayi ini seorang diri ? ” Tanya Sinta membuat bibi sedih .
Bibi menggelengkan kepala untuk membuat Sinta tak mengkhawatirkan nya lagi .
” Aku tau jawabannya dari mata ibu . sampai hari ini , aku hanya mampu memberikan air mata buat kalian . ”
” Sin . ”
Sinta masuk ke dalam rumah tanpa ibunya , dia begitu rapuh namun dia sadar jika apa yang dia lakukan memang yang terbaik meski salah di mata Yumna dan bibi .
1 Jam kemudian , Yumna menyiapkan bahan masakan di dapur .
” Aku harus apa untuk meluluhkan hati Sinta .. dia begitu keras kepala . ” Katanya sembari memotong sayuran .
Tiba-tiba handphone Yumna berdering , Yumna meraihnya dan heran dengan nomor baru tersebut .
” Halo ..” Sapanya .
” Non , ini saya .. Natan . non saya tidak bisa kerja lagi , tolong sampaikan permohonan maaf untuk tuan juga . terima kasih untuk kebaikan kalian berdua selama ini . ” ucap Natan membuat Yumna semakin tersengal mendengarnya .
" Tapi Tan .. kenapa ? kamu bilang akan balik setelah cuti ?? ”
” Tidak bisa non .. maafkan saya , saya tidak bisa lama . sekali lagi terima kasih non . ” Katanya lalu sambungan telepon nya segera terputus .
” Natan .. kok buru-buru amat sih telepon nya . kenapa dia pake nomor telepon dengan kode seperti ini . apa dia juga harus mengganti nomor telepon demi untuk melupakan Sinta . mereka yang berpisah , kenapa aku yang galau . ” Gerutu Yumna terdengar oleh bibi yang baru masuk ke ruangan itu .
” Kenapa non ?? ”
” Natan bi , dia gak mau kerja lagi . barusan dia telepon . ”
” Kasian ya mas Natan . gak apa-apa lah non .. mungkin berat buat dia kalo masih harus kerja disini takut ketemu dengan non Sinta . ”
” Terus gimana dong ?? ”
” Tuan bisa kok cari sopir plus bodyguard yang lain . nona tenang aja . ”
” Hmmm bukan gitu bi ..”
” Bibi tau , non pengen mereka sama-sama lagi ya ?? ”
" Kalo boleh jujur sih iya , tapi mana bisa bi . Sinta nya aja kayak gitu . ”
” Udahlah non jangan mikirin mereka . non fokus aja sama bayi . bentar lagi mau lahiran . ”
” Iya sih bi .. ” Yumna nampak tidak semangat dengan apa yang terjadi .
” Sana istirahat , biar bibi yang masak . ”
" Gak apa-apa ? ”
” Gak apa-apa lah . ”
Yumna segera berdiri dan pergi dari dapur .
“ Telepon mas Dennis kali ya , tapi .. takut dia lagi sibuk . ya ampun kenapa sih semuanya malah jadi kayak gini . ” Lontarnya bingung .
Tiba-tiba terdengar suara bel dari luar , Yumna mencari tau siapa yang datang . ia melihat kaca dan memperhatikan sebuah mobil yang baru saja masuk ke dalam garasi rumahnya .
Rupanya yang datang adalah Nadia , dia datang seorang diri .
Yumna bergegas ke depan untuk menyapanya .
” Tumben Nad . ” Sapa Yumna .
” Di kantor bete banget na .. ayahku lagi ke Bandung . gak apa-apa kan kalo aku kesini ? ”
” Kamu datang bukan untuk melabrak ku lagi ? bagaimana hubunganmu dengan mas Rendy ?? coba perbaikilah . ”
” Suruh aku duduk dan tawari aku minum dulu . kenapa kamu harus menanyakan itu sih ?? ” Omelnya sebal .
” Sejak kapan wanita seperti mu harus disuruh dulu untuk duduk . ”
” Aku tamu di rumah ini . ”
" Duduk lah Nad , aku akan berbaik hati padamu sekarang . jadi gimana ? ” Tanyanya lagi amat penasaran .
” Apa nya yang gimana , aku sudah mengumpulkan berkas untuk menggugat nya . ”
” 2 orang harus berpisah karena sesuatu yang rumit . Nadia ataupun Sinta , mengapa mereka membuat ku khawatir . ” gumam Yumna lirih .
” Jangan merasa bersalah , ini bukan salahmu kok . bukan salahmu jika suamiku masih tergila-gila dengan mu . ” Ucap Nadia membuyarkan lamunan .
” Tidak bisakah kamu memberi nya kesempatan . aku yakin semua akan baik-baik saja . ”
” Ayahku bilang aku tidak punya harga diri sebagai seorang perempuan , sudah tau tidak diinginkan .. masih saja mempertahankan pernikahan . ”
” Kenapa kamu menyadarinya saat kamu sudah melangkah sangat jauh ? ”
” Aku pikir aku bisa meluluhkan hatinya , menggantikan posisi mu dihatinya , rupanya setelah aku jalani .. semua itu cukup membuatku sengsara . aku tidak bisa lagi berdiri mengejarnya .. ”
Yumna hanya diam mendengar ucapan Nadia yang begitu terluka namun masih bisa tersenyum padanya.
” Di dunia ini tidak ada yang menginginkan aku sepertimu , aku heran .. apa aku kurang cantik atau kurang seksi sih ? ” upayanya agar yumna tidak memasang wajah sedih .
” Jangan mengasihani ku . aku bukan pengemis . aku akan move on dan menerima takdir ini . ”
” Pulanglah , aku tidak mau dengar apapun lagi . kalian berdua selesaikan urusan kalian sana . ”
” Apa yang harus di selesaikan , semua sudah selesai ..”
Sore pun tiba , waktu menunjukkan pukul 5 .. Dennis selesai mandi dan pergi ke ruang kerjanya .
Yumna datang dengan segelas kopi di tangannya .
” Mas . kamu banyak kerjaan ya ? kamu kan baru pulang . kok udah ngecek berkas lagi . ”
” Iya sayang . kerjaan aku lagi banyak banget . kenapa ?? wajah kamu sedih gitu sih ?? ”
” Natan .. tadi dia telepon , dia gak bisa kerja lagi sama kita . ”
” Iyalah , gimana dia mau kerja lagi .. sekarang dia lagi di tahan polisi kok . ” Lontarnya datar sembari memandangi laptop .
" Apa ?? Maksud kamu gimana ? kok bisa ?? ” Tanya Yumna khawatir .
” Anak buah ku yang bilang tadi pagi . katanya si Natan di klub tertangkap tangan lagi beli sabu . dia di bawa polisi . ”
" Kok kamu gak bilang aku sih mas ? kenapa sih kamu kayaknya gak shock dia di amankan polisi ?? ”
" Ya terus aku harus gimana ? lagian kejadiannya juga jauh .. dia kan pergi ke malang . ”
” Tapi mas anak buah kamu kan banyak , kamu gak kirim salah satu dari mereka buat bantu Natan ? ”
" Ngapain ?? dia juga gak mau kerja lagi kan . ”
" Kok gitu sih , aku gak nyangka ya kamu gak punya perasaan banget jadi orang . dia kerja lama sama kita lho , kok bisa kamu sesantai ini ? " Tanya Yumna heran .
” Sayang , kita gak perlu ngurusin hidup banyak orang . buat apa ? ”
Yumna semakin kesal dengan ucapan Dennis , dia segera pergi tanpa mengatakan apapun lagi .
" Salah lagi . ini Yumna kenapa sih selalu membesar besarkan masalah orang lain . sayang .. jangan ngambek dong . ” Lontarnya lalu menyusul sang istri .
" Yumna , sayang !!! ” Panggilnya namun sama sekali tidak di gubris oleh Yumna .
Dia pergi ke kamar dan duduk di sudut ranjang .
” Aku gak mau kita ribut , apa yang salah dari ucapanmu tadi .. coba bilang ? " Pintanya mendekati .
” Natan bukan sekedar sopir disini , dia jaga aku , mematuhi semua keinginan kita .. dia tidak pernah berperilaku buruk . ”
” Semua orang yang bekerja padaku juga mematuhi semua keinginanku , ”
” Ya justru itu , kamu gak bisa dong gak perduli kayak gitu sama semua karyawan kamu . ”
” Karyawan ku lebih dari 20ribu orang , apa aku harus ikut andil dengan semua yang mereka alami ? ”
” Natan kan beda mas . kamu ngerti itu gak sih ? ”
” Oke , jadi sekarang kamu maunya apa ? ”
" Ya kamu kasih bantuan lah sama dia kirim pengacara atau apa buat dia . ”
” Iya , oke .. nanti kalo dia udah di pindahin ke Jakarta . orang-orang ku akan suruh memantau kasusnya . ”
” Gitu dong . tapi mas kenapa dia bisa sampai membeli barang itu ?? ”
” Mungkin dia butuh ketenangan sayang . orang patah hati itu bisa melakukan apapun kan ? ”
” Aku tidak melakukan apapun saat patah hati . ”
" Ya kalo buat para pria yang lemah imannya mungkin lain . ”
” Kalo kamu ? apa yang kamu lakukan saat patah hati ? ” Tanyanya sembari memandangi dengan sinis .
” Hmmmm .. ”
” Kamu juga melakukan itu ? membeli barang seperti itu. uangmu kan banyak ?? ”
” Enggak , aku sayang ibuku .. jika aku memakai barang itu , ayahku sudah mengancam akan menghabisi ku . ”
" Apapun yang kamu alami , kamu tidak patut memakai barang itu . terlebih hanya karena seorang perempuan seperti ku ..” Katanya menasehati .
" Apa yang kamu bilang , kamu bukan sekedar seorang perempuan buatku . jangan katakan seperti kamu tidak berharga untukku . ”
” Memang iya . lalu apa yang kamu lakukan saat kita putus ?? ” Hardiknya .
” Saat aku patah hati , aku malah berpikir dengan keras untuk mendapatkan kamu kembali . aku harus punya kekuatan untuk membuatmu kembali . ”
” Dengan menjadi orang sukses dan mengancam pamanku ?? ”
” Sayang !!! itu hanya rencana . ”
Yumna mendelik melihat wajah suaminya yang mengelak .
” Kenyataan nya kamu memang begitu . ”
" Iya deh biar pertikaian ini berakhir. ”