
Yumna segera mengantar dennis ke garasi menghindari masalah dengan juna. Juna tak ingin pulang meski yumna memintanya.
" Kamu menyingkirkan suamimu dari rumah demi bocah tengik itu. " Lontar Dennis sebal.
" Sayang, dia itu lagi labil.. aku mencium bau-bau patah hati. " Ujarnya beralasan.
" Maksud mu.. dia suka Dessy ? enggak mungkin deh. "
" Makanya itu aku mau memastikan dia benar-benar suka atau enggak. kalo kamu masih stay di rumah.. dia gak bakal ngomong. "
" Bisa gak sih gak usah perduli dia, mereka, dan semua orang ? Urusi aja kita. "
" Aku gak ngurusi mereka mas . udah sana kamu berangkat. entar aku kirim makan siang kesukaan kamu ya. " Bujuk yumna lagi sembari mencium pipi sang suami yang terus manyun 5 centi.
" Aku cuma dapat 1 ciuman doang ? beri aku hadiah yang lain.."
" Ya udah apa ? kamu mau apa ?? "
Dennis nyengir bak kuda mendengar pertanyaan dari sang istri.
" Aku tau otakmu. kalo udah waktu nya.. akan aku berikan. " Tegasnya gemas.
" Berapa lama ? kenapa lama sekali ?? " Keluhannya seperti anak kecil.
" Berangkat, carilah uang sebanyak mungkin. aku dan banyu menunggumu. "
" Oke. ! " Lontar nya lemas lalu segera masuk kedalam mobil.
Yumna melambaikan tangan kepada sang suami dan segera masuk menemui juna.
" Apa dia sudah pergi ?" Tanya juna.
" Sudah, lain kali rendahkan nada bicaramu pada suamiku. dia tidak menyukaimu.. "
" Emang mbak pikir aku menyukainya ?? aku sudah bilang dia tidak pantas untukmu. ceraikan. " Omelnya.
" Waduh kalo ngomong . dia itu hidupku.. "
" Akan aku carikan pria yang pantas untukmu."
" Apa masalah mu sampe mau menggantikan posisi suamiku , Dia sangat tampan bagaimana aku bisa melupakannya. " Pekik yumna.
" Dia tidak membiarkan ku bicara denganmu dengan tenang. cemburuan banget.. "
" Haha.. cerita deh sebenarnya masalahmu bukan dengan suamiku kan ? kamu kesal karena Dessy dekat dengan pria lain ?? "
" Aku gak peduli dia mau dekat dengan siapa. aku hanya tak suka dengan caranya bekerja. dia terus menerus telepon pria itu. sampe kerja nya berantakan."
" Masalahmu bukan pekerjaannya. tapi jelas kamu tak suka dia dekat dengan pria lain. "
" Apa yang membuatnya lebih menonjol dari semua wanita sampai-sampai aku harus menyukainya ? Aku datang untuk mengeluh pada suamimu.. gara-gara dia, wanita itu jadi tidak fokus. "
" Ya ampun.. baiklah tutup mulutmu dan pergilah. "
" Mengapa mbak jadi pemarah begini. tidak biasanya. "
" Bayiku bangun. aku akan ke kamar dulu. " Lontar yumna yang mendengar tangisan banyu.
Kemudian disaat yang bersamaan diana datang seorang diri dengan langkah kaki yang cukup membuat juna bingung " Apa yang terjadi dengannya? Mengapa dia berjalan seperti bebek. " batin juna terheran .
" Hai jun. " Sapa diana kemudian segera duduk amat pelan membuat juna melongo memperhatikan wanita itu.
" Hai . " Jawabannya.
" Mana Yumna ? Bibi bilang dia ada diruang tamu denganmu ?? "
" Dia sedang mengambil banyu. "
" Oh. kamu kesini gak di hadang dennis ? Dia kan enggak suka jika yumna menerima tamu pria. " Tanyanya.
" Dia memandangku sinis. Tapi, tak apa lah.
toh wajahnya memang seperti itu. "
" Oh. "
Tiba-tiba yumna menuruni anak tangga sembari menggendong banyu menuju ke ruang tengah.
" Hai di.. kapan kamu datang ? " Sapa yumna lalu duduk.
" Baru. "
" Ada apa ? "
Diana meringis sembari memandang juna mendengar pertanyaan dari yumna .
Juna pun peka jika diana malu untuk bicara karenanya .
" Mmm mbak aku pamit dulu ya.. " Kata juna sembari beranjak segera.
" Buru-buru amat jun ?? "
" Tadi di usir kan. lagian aku udah selesai kok.. Dah.. " Juna segera bergegas meninggalkan mereka.
Kemudian diana segera beranjak dari sofa untuk mendekati yumna, melihat caranya berjalan.. yumna dibuat melongo seperti juna " Kenapa dengan langkah mu ? Kamu sakit ?? " Tanya nya agak khawatir.
" Memang kamu tidak merasakan hal yang sama sewaktu menjadi pengantin baru ?? "
" Maksud kamu ? kemana arah bicaramu ?? "
" Yumna !!! " Diana terisak dan mengerucut kan bibirnya.
" Ada apa dong di ? ngomong ?? Adit mukul kamu sampe kamu kayak gini ?? "
" Dia tidak membiarkan ku satu malam pun. sepertinya **** ***** ku lecet. " Keluh nya pelan membuat yumna menelan ludah.
" Ya ampun. dia itu binatang buas atau apa.. kenapa sampe langkah kaki mu seperti itu? Apa saja yang dia lakukan .. ayo kita pergi ke dokter. "
" Enggak. Ini memalukan.. aku tidak bisa datang kesana Na.. aku datang kesini untuk meminta solusimu.. apa yang harus aku lakukan untuk membuat suamiku mengerti ?? "
" Aditya itu.. untung aku tidak menikahinya. " Lontarnya reflek membuat diana agak melotot padanya " Apa ? "
" Sabar-sabar. maksudku kenapa dia bisa melakukan itu ?? "
" Dia bilang semua pengantin baru akan melakukannya rutin setiap malam. "
" Dih.. aku enggak kok.. dia mengada-ngada. aku akan telepon dia. "
" Jangan !!! mati aku na kalo kamu telepon dia, Dia tidak akan bicara padaku kalo dia tau aku menemui mu dan bercerita ini. aku bingung mau curhat ke siapa coba ? Kalo aku cerita ke jihan, yang ada dia ketawa gak abis-abis. "
" Ya ampun. terus kamu ingin aku melakukan apa ?? "
" Beri aku solusi untuk menolaknya malam ini. Soalnya dia itu udah lebih dari perempuan yang lagi menstruasi.. sensi banget. "
" Pekerjaan yang rumit dan menggelitik. Aku tidak bisa bayangkan mengapa cobaan mu selucu ini diii.. ?? "
" Jangan terus mengejekku. pikirkan solusinya.. aku udah buntu. otakku udah enggak bisa mikir. "
" Bilang aja kamu lagi haid. "
" Udah . Tapi dia gak percaya. "
" Kamu pura-pura tidur pules aja. "
" Udah, tetap saja bajuku dibukanya. "
" Kalo gitu aku akan temui dia. "
" Aku bilang jangan bicara dengannya.. "
Yumna memandangi sahabatnya dengan penuh kebingungan " Bunuh aku saja di.. ini gak boleh itu jangan. maumu apa ?? " cecarnya meradang.
" Aku juga bingung.. Kamu bilang menikah itu hal yang membahagiakan, mana buktinya. "
" Kenapa Orang-orang yang datang ke rumahku pagi ini menguras kesabaran. "
" Jangan mengeluh, Aku kan teman mu. " Rajuk diana tak kalah meringis .
" Bicara yang baik padanya. kalo dia tidak mengerti juga.. bunuh dia. "
" Apa ? kasi solusi yang benar dong. aku serius !!! "
" Mas Dennis benar, Harusnya aku tidak mengurusi kalian. diana.. IQ mu lebih tinggi dariku.. kamu lebih tau apa yang harus kamu lakukan daripada aku. "
" Siapa bilang ?? aku malah tidak percaya pada diri ku sendiri kalo masalah mas Adit. dia ambekan dan senstif. "
Yumna menepuk jidat kehabisan kata.
Siang pun tiba, Yumna lupa mengirimkan makan siang kepada Dennis. Dia sibuk menggendong banyu yang kebetulan sedang rewel.
" Sayang.. kamu kenapa nak ? dimana yang sakit ?? " Lontarnya agak bingung.
Bibi segera menghampiri mencoba membantu yumna menenangkan banyu yang tiada henti menangis.
" Sini non.. biar bibi gendong. "
" Ah .. iya bi .. makasih. "
Yumna segera menarik nafas dan duduk sejenak, Namun banyu tidak bisa berhenti menangis meski bibi berusaha menimang-nimangnya.
" Badannya gak panas tapi kenapa ya ? "
" Kita bawa ke dokter aja non. "
" Ke dokter ? Sini sayang sama mami lagi. "
Yumna mengikuti ucapan bibi untuk menemui dokter, Dalam perjalanan yumna tidak membawa ponsel karena terburu-buru.
Setibanya di rumah sakit, Yumna segera mengantri menunggu giliran.
Dia sibuk menggendong menenangkan si bayi, Yumna begitu gelisah menunggu antrian .
" Sabar ya sayang !! " Ujarnya lagi.