YUMNA

YUMNA
Episode 279



Ibu meminta yumna untuk pindah ke rumah Denis, hal itu menjadi perdebatan antara Dessy dan juna.


" Tidak serumah saja dia berani melakukan hal yang tidak-tidak. apalagi serumah. " Timpal Dessy amat sebal .


" Aku sudah bilang serahkan padaku, aku tidak akan mengalah padanya. "


" Hah yang udah-udah aja gimana ? denis itu bukan lawan kamu na. jadi lebih baik kalau ini hanya sandiwara tolong akhiri. "


" Tidak bisa sekarang. kamu berdua sabar dan tidak usah ikut pusing. "


" Lebih baik kalian beneran rujuk aja deh. percuma buang-buang tenaga. " Cecar juna.


" Hentikan semua omong kosong kalian . untuk sementara aku akan tinggal di rumah mas denis . kalian segera lah menikah dan tempati rumah ku. "


" Baru jadian udah di suruh married. nikah itu harus siap uang siap mental siap segala-gala. tabungan ku juga belum cukup. "


" Pakai uang ku saja. aku tidak akan berikan bunga satu rupiah pun. " Celoteh nya sembari menata pakaian yang hendak dia bawa.


" Enak saja. itu kan uangmu.. " Timpal Dessy mendelik.


" Lagian orang udah nikah banyak persoalan mbak. ya kayak mbak gini. " ledek juna.


" Dasar kamu jun . lantas kamu tidak akan menikah ? "


" Akan. tapi nanti lah. "


Dessy menatap nya seperti menantang.


" Ah sudah kalian ini. "


1 Jam berlalu, yumna menyelesaikan pekerjaan nya dulu sebelum pindah ke rumah Denis. ia menyuruh pak danang mengantarkan beberapa koper ke rumah denis.


Sementara itu saat ayah tertidur pulas, Ibu meminta denis keluar ruangan. Dia terus mengingatkan denis untuk menjaga kelakuannya saat Yumna tinggal di rumah.


Tak hanya itu, ibu juga mengatakan akan menjodohkan dirinya dengan seseorang malam ini. denis hanya mampu tunduk untuk membuktikan bahwa dia sudah menyesal dan benar-benar ingin melepas yumna.


Akhir-akhir ini ibu bersikap keras pada putranya agar tak terus melangkah ke jalan yang salah.


" Pengorbanan yumna harus ada hasilnya. kamu dengar ibu kan ? Mosha akan datang ke restauran malam ini. dia putri sahabat ibu. temui dia , ibu rasa dia cocok dengan mu.. " Jelas ibu.


" Apa tidak bisa menunggu sampai ayah pulih dulu ? baru melakukan perkenalan dan dinner ?! "


" Lebih cepat lebih baik nis. ibu terus di hantui rasa bersalah pada yumna, kamu ngerti kan maksud ibu ? "


" Padahal ini adalah hal yang aku inginkan bu, apa aku tidak boleh menata semuanya dari awal bersama yumna. ibu begitu tidak ingin aku mengacaukan rencana. " Batin denis lumayan sendu.


" Denis ?? buang pikiran mu yang ingin memperbaiki semuanya pada yumna. " kata ibu seolah tau putranya mengatakan apa.


" Akan ku lakukan seperti mau ibu. "


" Baguslah, ibu sudah menyiapkan jas untuk malam ini kamu kenakan. ibu sudah mengirim nya ke rumah . "


" Iya bu. "


" Ibu akan kirimkan poto Mosha ke kamu , ibu rasa kamu akan suka . dia 3 tahun lebih muda darimu. dan itu pas. " Ujarnya lagi penuh semangat.


Saat mereka selesai bicara, ibu segera masuk menemui ayah. Sementara denis membuka ponsel dan melihat poto calon jodoh yang akan ibu pilihkan untuk nya.


" Cantik. tapi apa bisa menyingkirkan yumna di hatiku bu . " katanya lirih.


Malam pun tiba, Yumna datang seorang diri setelah pulang dari studio poto.


Dia mendapatkan denis sudah tampil memukau di hadapan nya " Nih orang mau ngapain? " Batin yumna melongo melihat denis amat tampan.


Setelan jas yang ibu pilihkan membuat denis semakin menawan, bahkan yumna sampai menelan ludah menyaksikan mantan suaminya.


" Kamu udah pulang ? selamat beristirahat ya. bibi sudah menata barang kamu. "


" Kamu kasih aku kamar mana ? "


" Kamar tamu yang utama. sebelah kamar banyu. "


" Oke. "


" Aku pamit dulu ya ? "


" Mau kemana ? " Tanya yumna mendelik.


" Ibu sedang mempersiapkan makan malam di restoran bersama calon ku. dia sangat buru-buru beraksi supaya aku cepat mengakhiri pernikahan kita. pernikahan yang Membebanimu. "


" Baguslah. aku udah bilang kamu harus move-on . good luck, semoga berhasil. " Katanya sembari berjalan melewati nya.


Denis tersenyum melihat wajah yumna yang benar-benar tidak perduli dia mau kemana dan melakukan apa.


" Perasaan , dia tidak pernah dandan habis-habisan saat mau dinner dengan ku. bahkan minyak wanginya baru. dasar menyebalkan. " Maki yumna di dalam hati sembari menaiki anak tangga.


Sementara denis mengajak natan untuk mengantarnya ke restoran.


Dengan sigap natan segera memanaskan mobil dan menunggu nya di luar rumah.


" Jalan. " Katanya sembari masuk yang kemudian natan menutup pintu mobil.


" Kamu membeli bunga tan ? " Tanyanya setelah mendapati bucket bunga di sisi jok mobil.


" Nyonya mengirimkannya tadi sore tuan. beliau bilang pertemuan malam ini harus perfect. " Jawab natan sembari menyetir.


" Ibu bahkan menyiapkan semuanya dengan cepat. dia tidak mau aku mengambil kesempatan apapun bersama yumna. "


" Tuan siap ? " Tanya natan lagi.


" Siap untuk apa ? "


" Siap tidak siap apa aku punya pilihan ? ibu sangat khawatir padaku. dia takut aku mengacaukan segalanya. "


" Lakukan saja tuan. ini takdir yang harus tuan jalani . "


" Thanks tan. aku mau mencoba nya meski aku tak yakin . "


Beberapa menit kemudian, denis tiba di restoran yang ibu siapkan untuk nya. dia berjalan di ikuti natan dengan bucket bunga.


Saat sampai Mosha segera menyapanya amat sopan. dia berdiri dan tersenyum semanis mungkin . Namun yang membuat nya menyebalkan , Mosha berjalan melewati denis dan menyapa natan dengan mengulurkan tangannya " Halo kak denis !! aku mosha. " Tuturnya membuat ke 2 pria melongo.


" Maaf non. ini tuan denis . " Tolak natan tak enak.


" Oh ya ?? " Katanya lalu segera mundur dan mengulurkan tangan pada denis .


" Denis. "


" Mosha.."


" Maaf membuat mu lama menunggu. "


" Engga kok kak.. ayo kita duduk. "


Denis dan mosha segala duduk berlawanan, kemudian natan memberikan bucket bunga pada gadis mungil tersebut." Diterima non, ini untuk perkenalan. " Pinta natan.


" Hehe makasih cantik sekali bunganya. "


" Kalau begitu saya pamit tuan , saya akan menunggu di parkiran. " Katanya membuat mosha mengerti bahwa natan hanya seorang supir.


" Iya. "


" Mengapa ada supir setampan itu , dia hanya mengenakan kaos dan jaket tapi auranya!!! mati aku. " Batin mosha yang menatap kepergian natan.


" Kamu udah pesan? " Tanya denis basa basi .


" Udah kak. "


Denis memanggil pelayan untuk memesan makanan nya.


" Terimakasih mohon di tunggu pesanan anda tuan. " ujar pelayan yang segera berlalu pergi.


" Oya aku dengar dari ibuku kalo kamu baru lulus kuliah di Amerika ? "


" Iya. seminggu yang lalu aku pulang. "


" Kenapa mau dinner dengan ku ? kamu tidak ada pacar ? "


" Tidak ada. ibu melarang ku berpacaran. "


" Kenapa ? "


" Tidak boleh saja . nasibku ada di tangan nya . daripada pacaran dan patah hati, lebih baik aku tunduk dengan pilihan ibu. ibu tidak akan membiarkan aku menyukai pria manapun. "


" Karena ibumu bukan orang sembarangan. "


" Berarti ibu mu juga. buktinya mereka ingin kita bersama dan mencoba hubungan ini. " keluh mosha.


" Kenapa? kamu kecewa ?? apa supirku lebih tampan dariku ?? " Kata denis seolah tau jika mosha tertarik pada natan.


" Ah kak denis ngomong apa sih ?? "


" Sikap mu tadi menjelaskan semuanya. "


" Maksud kak denis ? "


" Tidak usah di jelas kan. "


Kemudian pelayan datang membawa hidangan yang mereka pesan.


" Selamat menikmati tuan, nona. "


" Terimakasih . "


Pelayan pun pergi namun mosha masih cemberut entah mengapa. Denis segera mengirim chat kepada natan untuk menemuinya.


" Kita makan yuk. " Ajak denis.


" Iya kak. "


5 menit kemudian, natan tiba di sana " Tuan panggil saya ? " Katanya.


Mosha kembali berbinar melihat kedatangan natan.


" Duduk. " pinta denis membuat natan tak habis pikir.


" Duduk ? tuan, tidak sopan kalau saya ikut duduk disini. " Bisik natan kepadanya.


" Aku bilang duduk. kita makan malam sama-sama. "


" Tapi tuan ?? "


" Bantah ? "


" Tidak tuan. "


Natan segera duduk di samping mereka, betapa canggung dan tak tak karuan nya natan duduk bersama mereka. Namun denis semakin yakin jika mosha menyukai natan.


Tatapan mosha pada nya agak lain. " Makan saja. jangan banyak pikiran. " Pinta denis padanya yang masih bingung.