YUMNA

YUMNA
Episode 251



Satu minggu sudah berlalu, Yumna dan Dessy tak menerima kabar apapun dari polisi. Dessy menjadi semakin emosional .


Melihat Dessy yang tak karuan, Yumna berpikir untuk menemui Natan. dia berharap semoga natan bisa membantunya.


Di kafe, Tan menunggu Yumna seorang diri. dia pamit pada dennis untuk makan siang.


" Hai tan. maaf ya lama. tadi jalanan macet. "


" Gak papa non. " Natan melihat pak danang di samping yumna.


Natan begitu takut jika dia akan membocorkan masalah ini pada dennis . Tan tau betul jika sampai detik ini pak danang masih memberikan info kepada dennis.


" Pak, Tolong tinggalin kami berdua ya. " pinta yumna pada pak danang.


" Baik non. " Ujarnya lalu pergi.


" Kenapa non minta ketemu ? ada yang bisa saya bantu ?? " Tanya tan amat sopan.


" Kamu tau kasus Juna ? "


" Iya, saya tau dari tuan. "


" Mas dennis pernah chat aku bahwa dia bisa menemukan pelaku yang sudah menjebak juna, tapi aku tidak bisa meminta bantuannya. Kira-kira kamu bisa bantu gak tan ? "


" Oh, maaf non.. soal itu saya gak punya koneksi untuk orang di Amerika, Tuan punya kaki tangan di sana. Namanya Victor, dia bisa mencari orang. "


" Apa kamu punya nomer telpon atau alamat untuk menghubungi nya ?? "


" Saya juga gak punya non. cuma tuan yang mempunyai semua info itu. "


" Sayang banget ya. masalah nya kamu tau sendiri gimana mas dennis. dia pasti akan mengambil kesempatan dari kesempitan. aku malas berhubungan dengan nya. "


" Tapi non sejauh ini, Yang bisa nona andalkan hanya tuan. kalo nona benar-benar ingin masalah ini selesai dengan cepat, nona harus minta bantuan tuan. "


Yumna meringis mendengar ucapan natan, Bulu kuduk nya berdiri seketika.


" Kamu yakin gak ada cara lain ? tan, harga diri ku ini sudah aku bangun dengan susah payah. "


" Saya hanya menyarankan, keputusan ada di tangan nona. " ujar tan sedikit kasihan.


Yumna terdiam dan mengingat Dessy yang setiap hari muram karena juna.


" Oke tan, makasih udah dateng.. sekarang aku akan memikirkan nya. "


" Kalo begitu saya permisi non. "


" Kamu gak pesan makanan dulu ? "


" Engga non. makasih, saya langsung saja. "


" Oke. "


Natan beranjak dan segera menghampiri pak danang di parkiran mobil, dia ingin meminta pak danang untuk tutup mulut.


" Pak ! " Sapanya ramah.


" Tan.. "


" Saya . "


" Aman, saya tidak akan bicara pada tuan. kasihan nona ya tan, masalah nya tak kunjung selesai. "


" Iya, saya bingung bagaimana bisa membantu nya tanpa sepengetahuan tuan. Soal kasus juna, apa pak danang yang memberitahu pada tuan ? "


" Awalnya saya bungkam, Tuan tau masalah ini bukan dari saya. kemudian tuan curiga jika saya mencoba mengkhianati nya karena tidak memberikan info apapun. terpaksa saya bocorkan tentang pelakunya yang melarikan diri di Amerika. kalo saya tidak menyampaikan, dia akan yakin jika saya tak lagi di pihaknya. saya capek tan, sampai kapan saya terjebak. saya tidak tega pada nona, tapi saya tidak bisa lepas dari tuan. "


" Saya juga pak. saya tidak bisa melakukan apapun untuk nona. kalo gitu saya permisi mau balik ke kantor. "


" Iya tan. "


Natan segera masuk ke dalam mobil dan menyetir , Dia melihat area sekitar, terasa ada yang sedang membuntuti.


Ya natan yakin jika dennis memang mengirim seseorang orang untuk menyelidiki nya, sejak awal memang terasa ada yang aneh ketika dia sampai di kafe lebih dulu.


Dalam perjalanan dia berpikir sangat keras untuk menghadapi dennis, dennis memang sudah tau jika tan bertemu dengan yumna siang ini. tapi tan malah membohongi nya.


Setibanya di kantor, Tan bersikap seperti biasa. Pura-pura tidak tau dengan apa yang dennis lakukan.


Dennis langsung memanggilnya ke ruangan " Anda panggil saya tuan ? "


" Dia sangat cantik memakai baju biru, kenapa kamu tidak Memotret nya untukku ? " Sindir dennis.


" Saya menemui nona karena dia ada perlu tuan. dia meminta bantuan saya untuk kasus juna. "


" Pertanyaan nya, kenapa kamu tidak memberi tahuku kalau kalian akan bertemu. "


" Nona meminta saya untuk merahasiakan nya dari anda. "


" Jadi kamu mendengarkan nya. kamu sudah bosan bekerja dengan ku ?? "


" Tuan, saya kemari untuk menyampaikan soal nona. nona butuh bantuan anda. dia butuh Victor untuk mencari pelaku yang sebenarnya.. ini adalah kesempatan anda mendapatkan nona. "


" Jangan pernah mencoba ingin membodohiku , kamu pikir saya tidak tau kalau kamu dan pak danang sebenarnya berada di pihak yumna . jadi berhentilah bersikap menjijikkan padaku . "


" Saya hanya ingin mencoba membantu nona, jika tuan keberatan saya siap di pecat. "


" Tugasmu hanya menunggu perintah, soal yumna itu adalah bagianku. "


" Saya mohon maaf, saya menerima apapun keputusan anda. "


" 1x lagi kamu coba mengkhianatiku , selain kehilangan pekerjaan dariku, akan ku pastikan untuk membeli sesuap nasi pun kamu tidak akan sanggup melakukan nya . " Ancamnya penuh kebencian.


" Baik tuan, saya akan lebih Hati-hati lagi. "


" Sekarang cepat keluar ."


Natan keluar dari ruangan dennis dengan tergesa-gesa.


Sementara itu setelah tan keluar, yumna memberanikan diri untuk datang ke kantor menemui dennis .


" Tan. " Sapa yumna yang bingung melihat wajah natan yang pucat.


" Nona ?? disini ?? "


" Setelah aku pikir-pikir, aku gak ada jalan lain. "


" Oh gitu non. "


Tan hanya diam mendengar pertanyaan darinya, " Tan ?? "


" Gak kok non.. gak ada apa-apa. "


" Kamu ketahuan mas dennis ya soal pertemuan kita ?? "


Natan langsung terbelalak mendengar tebakannya yang tepat.


" Gak usah di jawab, aku tau jawabannya. dia marahin kamu ?? Ya udah nanti aku coba ngomong sama dia. "


" Kenapa non gak bawa bodyguard kesini, saya takut tuan macam-macam. "


" Kalau dia macam-macam, lalu aku meminta tolong padamu.. apa kamu mau menolong ? "


" Nona. "


" Aku datang hari ini, menurunkan sedikit egoku. jadi akan ku hadapi monster ini sekuat tenaga... "


" Baik non. pesan saya.. jangan pernah ingin mengalah darinya. "


" Pasti. "


" Kalau begitu saya permisi. "


Natan pun segera meninggalkan yumna, Sementara yumna menghampiri meja sekertaris .


" Saya ingin bertemu pak dennis. apa bisa ? "


" Maaf sebelumnya apa sudah membuat janji ? " Tanya sekertaris dennis.


" Belum. "


" Kalau begitu mohon maaf bu, anda tidak bisa bertemu dengan nya tanpa janji terlebih dahulu. " Jawab sang sekertaris.


Yumna mengambil ponsel di tas dan menghubungi dennis " Aku di meja sekertaris mu, apa kamu punya waktu untuk kita bicara ? " Lontar nya di hadapan sekertaris.


Dennis segera menutup telepon yumna dan menghubungi sekertaris nya " Antar dia ke ruangan ku. " ujarnya sembari merapikan rambut ke cermin.


" Baik pak. "


" Sebelah sini bu mari ikut saya. " Ujar nya mengantarkan.


Selang beberapa menit mereka tiba di ruangan dennis " Silakan bu, Pak dennis menunggu. " Ujarnya ramah lalu segera meninggalkan yumna.


Dennis tampak puas dengan kedatangan yumna di kantor nya, " Kenapa mendadak."


" Kenapa ? kamu sibuk. "


" Aku sangat sibuk, tapi untuk mu apa pernah aku melewatkan nya. duduklah. " Ujarnya sembari tersenyum bangga karena dia yakin yumna akan kalah darinya.


" Langsung saja, aku butuh bantuan mu. aku tidak perlu bertele-tele kan menjelaskan ini itu. kamu mungkin lebih tau daripada aku . "


" Siap.. tapi apa kamu siap dengan syarat nya ? " tantang dennis.


" Apa maumu ? "


Dennis malah tersenyum di barengi gelengan kepala " Kenapa kamu masih tanya apa mauku ? "


" Kamu hanya mencari satu orang dan itu tidak sebanding dengan apa yang kamu mau. jangan keterlaluan. " Pekiknya masih sabar.


" Terus kamu kira mudah mencari seseorang , jika mudah.. kenapa para polisi itu tidak sanggup menemukan nya sampai 1 minggu ini ?? sampai hari ini, apa kamu mendapatkan kabar tentang jejaknya ? urusan mereka banyak yumna, tidak serta merta mengunggulkan bocah sialan itu. tapi kalo kamu minta aku untuk melakukanya. akan ku lakukan dengan cepat. "


" Berikan aku pilihan yang lain. "


Dennis memijat keningnya mendengar keinginan yumna.


" Sayang, aku gak mau apa-apa selain. "


" Kamu punya nurani gak sih mas ? apa cuma ini yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan ego mu . menekankanku seperti dulu, Memenjarakan paman atau menikahimu ?? itu saja bisa mu . "


" Jangan bicara nurani sama aku sayang. "


" Kasih aku yang lain atau aku pamit saja, sia-sia aku datang. "


" Jangan terburu-buru sayang. oke aku kalah.. biar ku pikirkan. "


" Dinner romantis di setiap minggu nya, bagaimana ? "


" Setiap minggu ? sampai kapan ?? " cecarnya tak sabar.


" Mmmm 1 bulan saja..jadi 4 x pertemuan. "


" Aku rasa 1x lebih dari cukup. "


" Jangan tawar terus, aku bukan tukang sayur. "


" Aku tidak percaya kalau kamu pandai memanfaatkan waktu . "


" Makian kamu sudah tidak berguna yumna, sekarang kamu putuskan mau Terima atau tidak. aku sudah berbaik hati karena mempertimbangkan semuanya demi kamu, masa sekarang masih keberatan sih ? "


Yumna mengepal kan tangan serasa tak sanggup menghadapi pria di hadapannya.


" Oke. dengan catatan itu pyur makan malam saja. "


" Deal sayang. "


" Aku beri waktu 1 minggu untukmu mencari pria itu. aku sudah mengirimkan poto dan Ciri-ciri nya lewat chat. "


" Tidak perlu 1 minggu, 2 hari saja cukup kok. "


" Jangan sombong kamu mas. "


" Sayang, aku gak pernah sombong kok.. "


" Terserah kamu, dan satu lagi soal aku menemui natan itu tidak ada hubungannya dengan mu. jadi jangan sentuh dia, atau aku akan membunuhmu. " Ujarnya sembari beranjak dan menggebrak meja .


Dennis malah tersenyum semakin tidak tau malu melihat kebencian yumna yang semakin mendalam.


" Atau akan lebih baik kamu lepaskan dia, aku sanggup memberinya pekerjaan seperti pak danang. "


" Nanti kalo aku udah gak butuh dia ya. "


" Aku pergi. "


" Hati-hati di jalan sayang . " ujarnya sembari mengedipkan mata sebelah.