YUMNA

YUMNA
Episode 216



Desi di hadang Juna saat dia berada di parkiran mobil , Dia tidak suka dengan sikap nya tadi .


” Masalah mu dimana ? ”


" Dia suami mbak Yumna , kamu mau apa dengan sikap mu tadi ?? ”


" Aku hanya duduk di samping nya dan terpeleset . apa salah nya jika dia mencoba menangkap ku ?? ”


” Oya ? tapi aku merasa tidak seperti itu . Aku tekankan agar kamu menjaga sikapmu .." Lontarnya lalu segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Desi begitu saja .


" Sebenarnya apa yang dia bicarakan ? ” Lontarnya amat bingung , tiba-tiba Yumna menghampiri dan membuka pintu kaca mobil .


” Kamu ngapain Des ?? "


" Ditinggal Juna !! " Katanya sembari menghentakkan kaki .


" Ya udah masuk . kita antar .. ”


" Thanks Na . " Desi segera membuka pintu mobil dan masuk .


" Kalian bertengkar ? ”.Tanya Yumna lagi .


” Enggak , Dia keliatan marah karena .. ” Ucap Desi terhenti memikirkan keanehan Juna .


" Karena ?? ”


" Dia bilang , agar aku menjaga sikap ku pada Dennis . emang dia kira aku ngapain sih Na ?? ”


” Dia kira kamu kecentilan sama suamiku . " Ujar Yumna membuat Desi tertawa , Sedang Dennis hanya melirik nya tidak habis pikir .


" Masa sih ?? ya ampun .. emang dia kira gitu Na .. ?? ”


” Iya . ”


" Huft .. jangan-jangan kamu juga mikir kayak gitu padaku ? ”


" Menurut mu ?? ”


” Ya enggak lah . masa aku kepikiran buat kayak gitu . Kamu udah banyak tolong aku .. masa iya aku lakukan itu ke kamu Na ..”


" Sukur deh kalo kamu merasa kayak gitu. ”


" Yumna .. iih .. perasaanku jadi gak enak . jangan-jangan tadi pas kalian dansa , kalian membicarakan itu ya ?? ”


" Iya . ”


” Gak usah mengada-ada . " Sela Dennis mendelik .


" Santai aja kalo kamu merasa tidak melakukannya . ”


” Kamu kalo cemburu jangan membutakan semuanya dong . ”


" Hehe kalian kena prank . enggak deh .. gak usah dipikirin Des . Juna cuma terlalu berlebihan menyayangiku . " Jelas Yumna tersenyum .


" Ya Alloh Yumna , aku serius kepikiran deh . tapi bener ya .. kamu percaya aku ? aku hanya bingung dengan ucapan Juna . dia kelihatan serius dan marah . gimana kalo dia pecat aku ?? ”


" Ya udah cari kerja lagi aja . ”


" Yee udah .. gak ada yang melirik . aku simpan CV ku di berbagai perusahaan . tapi gak ada satupun yang nyangkut . ”


" Sabar aja . Oya mas di kantor gak ada lowongan buat Desi ? atau kalo enggak aku telepon ayah ya ... siapa tau ada loker . ”


" Ogah . nanti kamu kira yang enggak-enggak lagi .. ”


" Enggak-enggak gimana ? ”


" Ya kamu tau lah ..kamu gak sadar kalo kamu cemburuan ? ”


Mendengar ucapan sang suami Yumna menjadi tertawa , " Apa sih .. aku gak ada cemburu . ”


” Dusta . ”


" Mending mana sama kamu yang baperan ? ”


" Kapan ? ”


" Au ah ."


Dennis tak ingin menjawab ucapan Yumna lagi , dia kembali fokus menyetir .


2 Jam kemudian , Diana dan Adit tiba di kamar hotel . Mereka begitu lelah karena menyambut tamu yang tiada henti .


" Akhirnya ..” Lontar Diana tak karuan sembari menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur .


Sementara Adit malah tersenyum melihat penampakan sang istri yang sedang loyo . Dia memutar bola matanya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


Langkah kakinya di barengi senyuman yang entah apa yang tengah bersarang dalam pikiran Adit .


" Sayang , Aku bebenah dulu ya . " Ujarnya .


" Oke mas . " Jawab Diana dengan nada suara yang begitu lelah .


Adit segera masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan semua bagian tubuh , Dia tidak henti tersenyum sembari sesekali bersenandung .


10 menit berlalu , Adit bersiap untuk keluar , dia mengecek bau mulutnya sendiri " Wah seger . ”


" Sayang , Noh bagian kamu . aku udah selesai . " Lontar Adit sembari menutup pintu kamar mandi .


Adit tidak mendengar Diana menjawab ucapan nya ,Dia segera mengecek keadaan sang istri yang sudah tidak sadarkan diri di atas kasur dengan posisi yang tadi ketika mereka tiba di kamar .


" Sayang ??? ” Panggilnya sembari menyentuh pundak Diana .


Diana sudah teler dan itu membuat Adit kalang kabut .


" Gak lucu .. bangun gak ?? Diii .. Diana !!! " Ancamnya sama sekali tak di gubris .


Diana sudah tidak mampu lagi menahan dirinya untuk mengantuk , sementara Adit hanya bisa menagacak-acak rambutnya yang kesal tiada kepalang .


" Ini malam kita . teganya kamu lakukan ini Diii .. !!! " Keluh Adit setengah menangis .


Keesokan harinya , Pagi itu waktu menunjukkan pukul 7 , Diana membuka mata secara perlahan .


Dia mengeluh sakit di beberapa bagian tubuh karena tidur dengan mengenakan gaun pengantin yang sama sekali tidak nyaman untuk di kenakan untuk tidur .


Dia mulai siuman dan mendapatkan suaminya sedang tidur di sofa seorang diri .


" Aku lupa kalo aku sudah menikah .. ya ampun dasar aku ini . ”


Diana segera beranjak dari tidurnya dan menghampiri Aditya ..


" Sayang ..." Panggil Diana amat manis sembari menyentuh pipi sang suami .


Kemudian Adit membuka matanya dan segera berbalik memunggungi Diana .


Dia masih kesal karena hal semalam " Sayang .. ”


" Aku marah . jadi jauh-jauh sana . ” Usirnya sebal .


" Kok gitu , Apa salahku ? Masa kemarin kita baru nikah udah marahan ?? ”


" Sadar gak salahmu apa ? ”


Diana menggelengkan kepala dengan wajah yang bingung seperti anak Kecil .


"Aku gak tau ?? kalo aku salah bilang , bukan nyuruh aku menebak . ”


" Semalam aku di tinggal tidur !! ”


" Ya terus ? Aku kan kecapean sayang .. ini aja liat aku gak sempet bersihkan makeup dan ganti baju . ”


" Alasan ..”


" Masalah mu apa ? ”


" Apa ? semalam itu waktu nya kita .. malam pertama kita .. !! Cecar Adit semakin kesal .


" Kan masih ada malam kedua dan ketiga . kenapa mesti mempermasalahkan malam pertama . ”


" Bisa ya kamu ngomong . enak banget.. enteng banget .. ”


" Ya udah lah mas .. ini masih pagi dan terlalu sayang kalo kita membuang waktu untuk bertengkar . ya udah aku mau mandi dulu .. dan sarapan sama kamu ya ..” Lontarnya lalu segera beranjak .


" Aku tidak mau menunggu sampai malam lagi . ” Kata Adit datar .


" Maksud mu ?? ”


" Cepat mandi dan kembali . ” Ujarnya masih dengan posisi membelakangi .


" Deg !!! " Bulu kuduk Diana agak berdiri mendengar ucapan sang suami .


” Tidak lucu melakukannya di pagi hari .." Sela Diana agak takut .


” Tutup mulutmu lakukan saja apa yang aku bilang . ”.


Diana menelan ludah bulat-bulat sembari berjalan menuju kamar mandi , " Rupanya dia ingin sarapan daging , Kenapa dia tidak bisa menahan diri . ” Omelnya tidak habis pikir .


Diana tersenyum dan dia sadar jika dia harus taat kepada adit . dia bersemangat untuk mandi dan membuat tubuhnya sewangi mungkin .


" Pagi ini mungkin terakhir aku menjadi seorang perawan . aku harus menghadiahi suamiku .. harus sempurna !! ”


Diana menggosok seluruh tubuh dengan lulur andalan dari mama mertua .


20 Menit kemudian , Adit sudah gusar karena Diana tidak kunjung keluar dari kamar mandi . Dia berjalan bolak balik di depan kamar mandi sembari sesekali menggedor pintu agar diana cepat keluar .


" Bisa gak sih cepat sedikit !! " Cecarnya .


" Sabar mas . ” Lontar Diana lalu segera membuka pintu, Diana begitu seksi dengan handuk yang begitu kekecilan .


Adit hanya menganga menyaksikan pemandangan itu , Dia tidak habis pikir mengapa Diana melakukan itu padanya .


” Ya udah sana mandi , Aku siap-siap dulu . Jangan lupa gosok Gigi ya . " bisik Diana agak nakal .


Adit pontang-panting segera masuk kedalam kamar mandi , Dia semakin tak kuat melihat perlakuan nakal dari Diana yang benar-benar menguras kesabaran ..


Sementara Diana mengenakan pakaian ritual yang di belinya beberapa bulan yang lalu . dia mengambil parfum dan lotion agar tubuhnya semakin wangi .


Kemudian Diana menata tempat tidur yang sudah jauh dari kata rapih .


Diana tersenyum membayangkan sesuatu yang dalam hitungan detik akan segera dia dapatkan .


Entah 10 atau 15 menit , Adit segera keluar dari kamar mandi .


Dia membanting pintu dan berjalan ke arah sang istri Yang belum selesai merapikan bantal .


" Sabar sayang . aku akan menyimpan bantal dulu . ” Ujar Diana santai mengacuhkan sang suami yang sudah tidak sanggup menguasai diri .


Namun Adit tak ingin membuang waktu lagi , Dia segera menarik Diana dan menciumi nya amat ganas .


Diana kehilangan diri saat sang suami terus memberinya rangsangan demi rangsangan .


Entah bagaimana Adit melakukannya , Tapi dia tidak mau mendengar aba-aba dari Diana .


Mereka asik berpagutan dia atas kasur , Sampai saat nya Adit melakukan apa yang menjadi kewajiban sang suami .


Saat semua akan dia mulai , Diana berteriak begitu kencang .


" Aaaaaaaaa !!!!! " teriaknya membuat Adit kaget .


Dia segera membekap sang istri " Apa sih .. ngapain ?? " Lontarnya marah .


” Lepaskan .. sakit !! " Ujarnya mendorong tubuh Adit .


Diana segera merapikan bajunya dan menjauhi Adit , " Kamu mau ngapain ? " Tanya Adit menatap.


" Sakit tau . enggak mau !! ” Ujarnya meringis .


" Apa-apaan kamu . kamu bercanda ? baru sepotong .. ” Kata Adit kelimpungan .


" Sakit mas . gimana semuanya .. pokoknya di tunda dulu .. ”


" Diii ... ” Adit kehilangan kata .


” Aku belum siap. ” Keluhnya lagi .


Diana segera merapikan rambut dan menjauhi Aditya .


Adit hanya menyaksikan kelakuan sang istri yang benar-benar telah membuat nya patah hati untuk yang ke dua kali .


” Haruskah seperti ini Diana ??? " Teriak Adit penuh kecewa .