
Pak Tejo melihat Natan sedang menarik pistol di balik jaket yang ia kenakan .
Natan selalu membawa senjata kemanapun dia pergi , Apalagi jika dia pergi bersama Yumna . Dennis memang memfasilitasi senjata untuk melindungi istrinya .
Dalam perjalanan , Natan meminta pak Tejo mengantar Dirinya ke kantor Kenan .
Setibanya di kantor Kenan .. Natan meninggalkan pak Tejo di luar .
Natan masuk dan menanyai semua staf tentang keberadaan Kenan .
Salah satu dari mereka mengatakan jika Kenan sedang berada di ruang meeting . Terpaksa Natan menunggu nya .
Wajahnya penuh dengan kebencian , Dia terus memandangi pintu ruangan meeting . Tak sabar dia ingin mencari perhitungan dengan Kenan .
10 menit kemudian , Tiba-tiba 2 scurity menghampiri .
” Maaf pak . Anda sedang menunggu siapa disini ? Tunggulah diluar jangan disini . ”
” Kenan .. Saya harus disini pak . “
“ Tapi apa anda sudah ada janji buat bertemu ?? ”
” Belum . ”
” Kalau begitu maaf , Lebih baik anda pulang saja . Silahkan buat janji dengan beliau dahulu . ”
” Enggak bisa pak . Tolong jangan menghalangi saya . Atau jangan-jangan ini perintah dari bos kalian ?? Dia tau saya disini ?? ”
” Bukan begitu pak . Tapi itu memang sudah menjadi tugas kami . Mohon kerjasamanya . ”
” Peraturan apa ? Saya malah semakin curiga kalo seseorang sudah mengirim kalian kesini . ”
” Tugas kami disini menjaga keamanan disini pak . Memang tadi ada salah satu staf yang memberi tau saya jika ada orang asing yang menanyakan keberadaan pak Kenan , Padahal anda belum membuat janji dengannya . ”
” Kalo saya tidak mau .. Kalian mau apa ? ” Tantang Natan yang memang sudah berusaha sabar sedari tadi .
” Kami bisa melakukan kekerasan jika itu di perlukan . ” Ancamnya masih dengan nada bicara yang ramah .
Natan tersenyum dan mengeluarkan pistol .
" Pak , saya datang kesini dengan santun . Tolong jangan paksa seseorang berbuat nekat . ” Lontarnya sembari kembali menaruh pistol tersebut ke balik jaketnya .
Kedua scurity tersebut jelas mulai panik .
” Anda mau membuat kekacauan disini pak ? " Tanyanya .
” Saya hanya mau bertemu bos mu , Jadi lebih baik kalian pergi saja . saya tidak mau membuat kekacauan apapun . ”
Saat mereka beradu argument , Tiba-tiba orang-orang yang di ruang meeting keluar .
Mata Natan langsung sibuk mencari Kenan , Kesempatan itu di pakai scurity untuk menjegal Natan . Mereka mengira jika Natan akan membahayakan bosnya .
Kedua scurity itu memegang tangan Natan erat , Membuat semua orang panik karenanya .
Begitu pula dengan orang-orang yang baru saja keluar dari ruang meeting .
" Maaf Pak , Anda kriminal . " Lontar salah satu scurity tersebut .
Natan memberontak berusaha melepaskan diri dari mereka .
" Saya tidak ingin menyakiti kalian . Lepaskan . " Pintanya masih ramah .
" Tidak , Kami akan membawa anda ke kantor polisi . ”
Natan malah tersenyum mendengar ucapan scurity tersebut , Tiba-tiba Kenan keluar paling terakhir .. Wajah Natan berubah bak monster melihat pria itu .
Natan menarik pegangan kedua tangan scurity tersebut hingga keduanya beradu .
Kenan melihat hal itu dan mulai shock .
Natan menarik pistol dan membuat suasana semakin tegang .
Dengan amarah yang menggebu , Dia menarik kerah Kenan dan membanting kepalanya mengenai wajah Kenan .
Kenan berusaha melawan namun tidak mampu untuk menghindar .
Dengan amarah yang tidak berhenti , Natan membabi buta memukuli Kenan .
” Lo nikahi dia buat Lo siksa ?? ” Lontarnya sembari terus menghantam Kenan .
Wajahnya kini mulai berlumuran darah , Tidak seorangpun bisa mencegah Natan .
Natan sama sekali tidak melepaskan pistol ditangannya meski dia sibuk memukuli .
Tapi salah satu dari mereka berusaha menghubungi polisi .
” Jawab An***g . Lo apain Sinta ? Lo harus dapat membayar apa yang udah Lo lakuin . ” Cecar nya disela-sela pukulan yang tidak kunjung berhenti .
Dia menendang dan membanting Kenan dihadapan semua orang .
Kenan terus berupaya untuk bangkit dan kembali menyerang , Namun Natan tidak membiarkannya .
Membayangkan keadaan Sinta dirumahnya yang penuh luka dan tidak dapat melihat malah membuat Natan semakin membabi buta menghabisi Kenan .
” Ini bukan apa-apa . ”
Natan membawa Kenan ke rumah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada orang tua Sinta .
15 Menit kemudian , Natan kembali menyeret Ken .
Dia melemparkan dirinya ke depan pintu masuk .
” Brugg . ”
Hal itu mengagetkan Bibi dan paman yang tengah menangis memeluk Sinta .
Pandangannya berubah seketika melihat menantunya yang penuh lumuran darah .
Paman beranjak dan segera menghampiri menantunya yang terlempar tidak berdaya .
” Kenapa Nak .. Apa yang telah kamu lakukan pada putriku ? ” Katanya dengan air mata yang tiada henti mengalir sedari tadi .
Lalu bibi ikut menghampiri dan memegang kerah baju Natan kuat-kuat .
” Jelaskan semua pada kami .. Apa yang sudah kamu lakukan ?? Aku menerima mu dengan sepenuh hati .. Tapi apa yang kamu buat ? Cinta apa yang kamu punya pada putriku ?? Apa salah dia ?? Jelaskan ??? " Teriak Bibi sembari memukuli dada Ken .
” Salah dia adalah ... telah menyia-nyiakan hatiku . Seluruh hati dan pikirannya sibuk memikirkan pria lain yang bukan suaminya . ” Jawab Ken berapi-api .
” Kamu tau sendiri kan kalo sinta mencintai pria lain ? Kenapa waktu itu kamu mau menikahinya ?? kamu ingin menjadikan dia istri hanya untuk kamu siksa ? Apa ini rencana mu sebelum kalian menikah ?? " Cecar Paman putus asa .
” Ya . Itu spontan saja .. Aku harus memberinya pelajaran . Aku sangat menyukai dia tapi apa ?? Apa gunanya cinta di hatiku .. Jika dia mengabaikan ku . ”
” Jadi kamu puas karena kamu sudah membuat perhitungan dengan nya ?? Kamu puas melihat dia terluka seperti itu ? ”
” Tidak ayah . Aku terluka karena aku tidak bisa mengendalikan emosi ku . Aku tidak bisa mengontrol diriku .. Aku hanya ingin dia merasakan sakitnya hati ku . ” Jawabnya membuat paman marah .
Paman menampar Ken bertubi-tubi .
” Apa kamu tidak waras ? Suami macam apa yang tega melakukan hal separah itu . Kamu tidak layak untuk di cintai . Dengar , Aku tidak akan melepaskan mu . Aku akan membuatmu membayar setiap goresan luka yang telah kamu buat padanya , Jika di negara ini tak ada hukum , Mungkin detik ini aku sudah meminjam pisau di dapurmu untuk menghilangkan nyawa . Beri tau aku bagaimana kamu tega kepada dirinya ?? Dia lebih dari nyawaku , 22 Tahun Aku mengurusinya , Aku tidak pernah sekalipun mencubit atau membentak putriku . Lalu bagaimana kamu bisa membuat luka di sekujur tubuhnya ?? Kamu tau Nak , Meski dia bukan darahku .. Aku menyayanginya dengan segenap hatiku . Kenapa kamu membalas seperti ini setelah kepercayaan yang kami beri ? Ini lebih menyakitkan daripada apapun . Aku bersumpah , Setelah hari ini .. hari-harimu berikutnya akan lebih menyakitkan . ” Ancam Paman penuh kemarahan.
Sementara itu Natan hanya mematung menatap Sinta yang tertegun mendengar kan pembicaraan Kedua orang tua nya .
Wajah sedihnya Jelas terlihat , Dia khawatir jika Kenan akan melukai mereka .
” Ayah .. Ibu . Tolong menjauh darinya . Aku takut dia berbuat yang tidak-tidak pada kalian . " Teriaknya.
Mendengar putrinya bicara , Membuat Ibu malah ikut melayangkan pukulan di wajah menantu kesayangannya itu .
" Plak !!
” Plak !!
Menerima tamparan dari ibu mertuanya , Ken hanya diam seribu bahasa .
” Ini saja tidak akan cukup . tidak .. seribu atau dua ribu kali tidak akan pernah cukup untuk membayar dosa mu .
4-5 kali dia memukuli ken , Sementara itu Yumna menangis di balik dinding sembari memeluk Nayla . Dia tidak mau memperlihatkan suasana yang begitu kacau .. Dengan kedua tangannya , Yumna menutup telinga gadis polos itu .
Meski bingung , Nayla mendengar saja apa kemauan Yumna untuk tetap berada di pelukannya .
Sesekali Nayla mengusap pipi Yumna yang memang sedari tadi tidak terkontrol ..
Reaksi wajahnya seperti menanyakan keadaan Mbaknya itu .
” Ya saya akan terima segala resikonya . Saya tidak akan meminta maaf .. karena percuma . ” Lontar Ken membuat Natan mengepalkan tangan .
Lagi , Natan menendang badan Ken .
Dia memukuli pria itu dengan bringas , Paman dan bibi hanya menangis melihat menantunya habis-habisan di pukuli pria yang hanya berseragam supir .
” Bagus kalo gue mati . Gue gak perlu di penjara kan . ” Lontar Ken .
” Jadi Lo mau mati ? Gue akan buat kematian Lo Sangat menyakitkan . ” Jawab Natan , Membuat Sinta mengenali suaranya .
Natan sudah tidak mampu mengontrol emosi nya lagi , Tidak perduli dengan apapun .. Dia beranjak dan hendak mengambil guci besar yang tertata di ruangan itu .
Dia mengangkat dan hendak membanting benda itu ke badan Ken yang memang sudah tidak berdaya .
Kenan sudah terkapar di lantai dengan darah yang tiada henti mengalir .
Melihat hal itu , Paman langsung menghentikan Natan .
” Tidak Nak . Jangan lakukan .. Justru kamu yang akan sangat dirugikan . Turunkan .. ” Pinta Paman .
” Saya tidak perduli kalo saya harus dipenjara karena membunuhnya . B* j**g* n seperti dia .. tidak layak berada di dunia ini . ”
” Tidak , Tolong dengarkan saya . ”
Mendengar permintaan Paman , Membuat Natan berat hati menaruh kembali guci itu ..
” Saya merelakan putrimu untuk menikahinya demi untuk membuat dia bahagia . bukan untuk ini . Percayalah tuan .. tidak ada satu hari pun yang terlewat untuk mendo'akan non . Saya ingin dia bahagia .. itu lebih dari cukup buat ku .. Tapi apa ? Ini baru 3 Minggu , Dia membuat luka di sekujur tubuhnya . Buta dan lumpuh pula .. apa yang tersisa darinya ? Jadi biarkan saya habisi B*j**Ng*n ini . ” Pinta Natan dengan air mata yang terus menerus dia hapus .
” Tidak Nak .. Tidak .. jangan membuat sebuah penyesalan . Aku juga terluka .. Kami semua terluka .. ”
Paman memeluk Natan yang sudah tak kuasa dengan keadaan .
Natan menangis di pelukannya , Sementara bibi baru menyadari jika cinta Natan benar-benar tulus kepada putrinya .