
Dennis membawa Yumna ke rumah sakit , Begitu pula dengan Rendy , Raka dan adit . mereka segera mengikuti dengan mengendarai mobil masing-masing .
Dalam perjalanan , Yumna tampak beberapa kali kesakitan . kontraksi di perut nya kian gencar .
" Kenapa jarak mulesnya sekarang jadi cepet banget . " Batinnya menahan rasa sakit .
” Sabar ya sayang . aku akan bawa kamu ke rumah sakit . " Kata Dennis sembari nyetir tidak karuan .
Saat tiba di persimpangan jalan , Mobil mereka terjebak macet . Dennis begitu kesal rupanya jalan yang akan dia lewati sementara di tutup dikarenakan adanya pohon besar yang tumbang . semua kendaraan tampak berjejer amat panjang .
Dennis berpikir untuk memutar arah , Mencari jalan lain . tetapi belum sampe 10 menit mobil orang lain sudah memadati lokasi tersebut sehingga tidak memungkinkan untuk Dennis memutar arah .
" Sial . gimana ini ?? ini kenapa sih gak bisa apa nanti lagi macetnya !! " Cecar Dennis .
" Sabar mas .. jadi gimana ? Aku udah gak kuat ?? " Keluh Yumna agak meringis menahan rasa sakit .
" Aku akan pikirkan jalan nya .. kamu tenang ya .. " Pinta Dennis gemetar dan dahinya berkeringat .
Kemudian dia keluar dari mobil untuk mencari cara agar bisa mengantar Yumna segera ke rumah sakit .
Lalu Adit , Raka dan Rendy segera menghampiri Dennis yang sedang kebingungan .
" Gimana Yumna ?? " Tanya Rendy sembari membuka pintu mobil .
" Pikirkan jalan keluar .. Ayo .. kasian dia . kalo sampe telat di tangani takut nya terjadi apa-apa pada Yumna dan bayinya . " Lontar Aditya semakin membuat Dennis khawatir .
Dennis menarik kerah Adit karena membuat nya sangat takut dengan ucapannya .
" Tidak akan terjadi apa-apa dengan nya . Lo kalo ngomong bisa gak agak bener sedikit ?? " Cecar Dennis masih sanggup marah dengan keadaan yang genting .
" Woi .. Lo tuh ya . bini lagi dalam keadaan darurat malah emosi Mulu . yang ada Lo pikirin jalan keluar gimana caranya supaya kita bawa Yumna ke rumah sakit . " Hardik Raka .
" Emang Lo pikir dari tadi gue lagi santai . dari tadi otak gue juga lagi mikir s*tan .” Teriak Dennis tidak terima .
" Oke gini .. Kita cari dokter dia area mobil-mobil ini .. siapa tau ada keajaiban kan ? kita gak bisa banyak debat .. kita berpencar . ” Lontar Rendy segera membagi tugas kepada mereka .
Akhirnya mereka mau mengikuti ide Rendy untuk menghampiri mobil satu persatu menanyai mereka untuk bisa membantu persalinan .
5 Menit berlalu , Aditya datang dengan seorang pria menuju mobil Dennis .
" Beliau dokter . Tolong lihat keadaan nya dok . ” Pinta Adit cemas .
" Tidak .. dia ini pria . kita cari dokter wanita saja . " Ujar Dennis .
Mendengar ucapan Dennis , Ketiga pria itu sangat geram .
” Maksud Lo apa s*tan ?? Lo pikir kita lagi dimana ? emang kita punya pilihan lain untuk menolong Yumna ?? " Cecar Rendy naik pitam .
" Emang masalah Lo apa ? heran gue sama Lo .. ” Tanya Adit tak kalah geram .
" Gue !! kenapa harus dokter pria ? " Ujarnya agak menunduk .
Kesal dengan sikap Dennis , Raka melayangkan pukulan kepada Dennis .
" An*j*Ng .. lu tuh harusnya di lenyapin Nis . Lo mau bayi sama bini Lo kenapa-napa ?? Lo jangan buang waktu kita .. ”
Dennis hanya diam di maki oleh mereka , Dia begitu bingung karena apa yang mereka katakan adalah benar .
" Dok .. abaikan dia . kita bisa melakukannya di dalam mobil kan ?? Saya akan pindahkan Yumna ke belakang . " Kata Rendy sembari membenahi mobil yang akan dikenakan persalinan untuk Yumna .
Sementara Adit dan Rendy berlari ke mobil masing-masing untuk mencari kain yang bisa di gunakan .
Lain dengan Dennis yang hanya mematung melihat Yumna kesakitan . Dia menangis melihat kondisi sang istri yang menahan rasa sakit .
Lalu dokter segera masuk kedalam mobil Dennis , Tiba-tiba Yumna meraih tangan sang suami ..
” Mas .. kamu sanggup gendong aku ? Ayo kita cari dokter wanita saja . aku masih kuat kok . " Lontar Yumna sembari berusaha menyembunyikan sakit nya .
" Apa ?? Sayang .. gak apa-apa.. aku gak pa-pa .. yang penting kamu dan bayi kita selamat . " Ujar Dennis memegang tangan Yumna .
" Enggak . Bayi kita kuat kok .. dia akan sehat . aku gak mau liat kamu sedih .. ”
" Yumna . sadar dong . udah untung ada dokter .. kalian jangan aneh-aneh ya . kita gak bisa kemana-mana .. ” Maki Rendy penuh nafsu .
” Iya Bu .. Biarpun saya laki-laki . tapi ini pekerjaan saya setiap hari di rumah sakit . menangani persalinan .. saya sudah di sumpah , jadi ibu tidak perlu berpikir yang tidak-tidak ." Jelas dokter meyakinkan .
" Bukan gitu dok . saya tau itu .. masalah nya suami saya ini , dia sangat kompeten dalam hal apapun . tolong jangan tersinggung .. ”
" Sayang .. kita gak punya pilihan lain . aku gak apa-apa serius ..” Kata Dennis lagi .
" Maaf dok . bukannya saya menolak kebaikan dokter .. maaf sekali karena saya bersikap seperti ini .. saya , saya ingin menjaga perasaan suami saya . " Ujarnya lagi .
Mendengar hal itu , Ketiga pria tadi amat kesal dengan sikap Yumna yang keras kepala .
Aditya menendang ban mobil Dennis , Sementara Raka hanya mampu mengepalkan tangan .
Lain dengan Rendy yang pergi entah kemana meninggalkan mereka .
" Sayang .. aku bilang gak apa-apa . ” bujur Dennis lagi semakin gak karuan .
" Ayo kita cari dokter wanita . kayaknya aku masih sanggup jalan . " Katanya berupaya untuk bangun .
Sang Dokter hanya mampu menggelengkan kepala menyaksikan sepasang suami-isteri tersebut .
" Aku bilang enggak . kita gak bisa kemana-mana sayang . jalan nya jelas di tutup .. tidak ada yang bisa kita lakukan .. " Ujar Dennis menangis .
Sementara Yumna tampak tegar dan tidak mau mendengar ucapan sang suami .
Dia bersikukuh untuk mengajak Dennis mencari dokter wanita .
Beberapa menit berlalu , Rendy datang dengan seorang perempuan parubaya mengenakan kebaya .
Rupanya beliau adalah paraji (Dukun anak ) .
" Ibu ini yang bisa membantu persalinan kamu Na . kalo kamu masih gak mau dibantu dia .. aku angkat tangan .. " Kata Rendy mengancam .
" Baik .. silahkan .. Kita bisa melakukannya disini saja bi . " Kata Yumna lega .
" Sayang kamu yakin mau di bantu bibi ini ? " Tanya Dennis ragu .
" Iya mas .. ya udah kamu keluar dan tutup pintunya . aku udah gak kuat . " Pinta Yumna lagi .
" Aku mau disini temenin kamu .. boleh ya ?? ”
" Jangan .. nanti kamu gak kuat .. mending kamu tunggu di luar . ".
" Aku pengen temenin kamu .. aku gak mau biarin kamu sendiri . " Katanya memegangi tangan Yumna .
" Baik .. silahkan di tutup dulu pintu nya ..." Ujar paraji segera menyiapkan kain dari Raka dan Aditya yang seadanya .
Kemudian mereka segera berjaga di luar mobil dengan cemas , Sementara dokter hanya tersenyum dan pergi karena sudah tidak diperlukan .
2-6 Menit suara Yumna mulai terdengar , bulu kuduk para pria agak merinding mendengar teriakkan demi teriakan Yumna di dalam mobil yang sedang berjuang .
Sementara Dennis tidak sanggup melihat wajah sang istri , Wajahnya sangat pucat karena terus berusaha mendorong sang bayi .
Dennis terus mengusap keringat di dahi Yumna " Kuat sayang .. ” Bisiknya sembari tak melepas genggaman .
" Ayo non .. sedikit lagi .. bisa yuk .. tarik nafas ... bismillah .. dorong !!! Oke bagus .. " Ujar paraji mengarahkan .
" Alhamdulillah . cowok ya .. duh gantengnya .. " Puji paraji sembari membersihkan sang bayi dengan tisu basah .
Tangisan sang bayi yang kencang membuat Yumna tersenyum , Dia tidak merasa sakit lagi melihat keajaiban hadir di depan matanya .
Sementara Dennis hanya terpaku melihat bayi yang dia idamkan sudah lahir ke dunia dalam hitungan menit .
Tangisnya semakin pecah saat dia tersadar
. Dennis menciumi Yumna penuh dengan keharuan .
" Terimakasih .. !! " Katanya amat bahagia .
" Yoo ...di adzani nih .. ini ayahnya kan ?? " Kata bibi sembari memberikan bayi yang sudah terbungkus oleh kain kepadanya .
Tangan Dennis amat gemetar untuk yang pertama kali nya dia memangku bayi .
Dennis mendekati telinga nya dan mulai mengadzani seperti yang bibi paraji arahkan .
Mendengar hal itu , Para pria di luar sangat lega . usaha mereka akhirnya membuahkan hasil meski harus banyak drama .
Keesokan harinya , Dennis telah membawa Yumna dan bayinya ke rumah sakit untuk di cek oleh dokter .
Tiba-tiba ibu dan ayah mertua datang menyambut kelahiran cucu pertama di keluarga mereka .
" Ya ampun . manisnya .. omah pengen gendong .." Kata ibu mertua gemas melihat bayi Yumna yang sedang pulas .
" Siapa Namanya Nis ? Kaisar , Rangga , Atau Vanno ??." Tanya ayah .
Sementara Dennis hanya duduk melamun membuat mereka bingung .
" Bu .. Yumna mau ke kamar kecil dulu sebentar . " Kata Yumna .
" Ibu bantu ya ? ”
" Ah enggak usah Bu .. aku bisa kok .. ”
" Bener ?? ya udah ibu bantu kamu deh sini . awas licin ya .."
" Iya Bu .. ” Yumna segera ke kamar mandi .
Lalu ibu segera menghampiri Dennis yang nyawanya entah sedang berada dimana ..
" Dennis !! Kamu ngapain sih .. bengong kayak orang linglung ?? " Tanya ibu heran .
" Bu .. aku lemes .. gak bisa makan . ”
" Lah kenapa ?? ”
" Aku liat Yumna semalam melahirkan .. di depan mataku Bu ... bayi itu keluar dari vag*na Yumna . Dennis gak bisa bayangin sesakit apa . " Katanya berkaca-kaca .
” Kamu kira melahirkan itu kayak gimana ? Ya emang kayak gitu . dulu ibu juga melahirkan kamu kayak gitu . ”
" Haha .. shock ya .." Ledek ayah .
” Gimana bisa bayi sebesar itu bisa keluar Bu ?.”
" Kuasa Alloh sayang . makanya kamu gak boleh nyakitin istri mu .. jangan marah terus sama dia , Perjuangan seorang perempuan melahirkan itu tidak akan terbayar dengan apapun . sakitnya , Luar biasa ..”
" Dengerin tuh Nis .. jadi , jangan bikin sedih istrimu ... ” Ledek ayah puas .
" Kapan Dennis nyakitin Yumna sih yah . si ayah kalo ngomong masih nyebelin aja deh . " Protesnya .
" Hehe ..”
” Bukannya kasih selamat kek . malah ngeledek Mulu . ”
" Tau nih si ayah ... maklum nis , si ayah butuh hiburan . stres dia sama kerjaan di kantor . jadi kalo ketemu kamu bawaannya pengen ngeledek Mulu . ” Lontar ibu membela .
" Iya deh selamat sekarang kamu udah jadi ayah . ayah beneran bahagia liat kalian . ”
" Thanks yah .." Dennis menyambut pelukan dari ayah .
> Di rumah Jihan <
Diana dan Aditya menyambangi rumah Jihan untuk sama-sama menengok Yumna di rumah sakit .
Aditya dan Raka begitu malas untuk pergi , namun para perempuan itu tidak bisa di tolak .
" Suami kamu cerita gak han soal semalam nolong Yumna sama Dennis ? " Tanya Diana agak cekikikan .
Jihan malah tertawa terpingkal mendengar pertanyaan darinya . Mereka tidak bisa menahan diri untuk membicarakan hal itu walaupun para pria ada di hadapan mereka .
" Gak kebayang deh . ”
" Tapi ya Yumna tuh beruntung lho , bisa di tolong para pria hebat ini .. mereka bekerja sama walau tidak saling bicara ..haha . " Lontar Diana puas .
" Apa sih kamu yang . ini kan kamu yang maksa aku buat bantu Yumna . ” Sela Adit sebal .
" Iya . emang kenapa ? gak boleh di bahas ?? ” Tanyanya lagi sembari lanjut tersenyum .
" Gue heran deh sama si Dennis . masa dia masih bisa cemburu disaat suasana lagi genting . dia gak mau Yumna di tangani dokter laki-laki . emang dia hidup di zaman apa sih .. pake gak mau Yumna di tangani dokter laki-laki ?? ” Ujar Raka sembari menggaruk kepala tidak gatal .
" Dia kecintaan banget sama Yumna .. ya sama lah kayak kalian dulu . " Kata Diana kembali membuat kedua pria itu melotot tidak terima .
" Biasa aja deh perasaan . " Jawab Raka lagi .
" Haha .. biasa apa luar biasa ? kita kan saksi mata kalian dulu waktu ngejar Yumna . pura-pura lupa .." Omel Jihan sembari merapikan jaket bayinya .
" Nih cewek-cewek minta diapain sih .. aku udah move on . bisa gak lupain aja . ”
Aditya beranjak dari duduknya dan segera keluar , Lalu dia mengeluarkan sebatang rokok .
Dia tidak ingin terus bertengkar dengan Diana hanya karena semua Ledekan yang terus saja dia lakukan .
Kemudian Diana segera keluar menghampiri sang pujaan .
" Sayang ..”
" Aku mau ke kantor aja ya . kamu bisa kan sama Jihan aja tengok Yumna ? ”
" Dih . kok gitu .. kan aku gak ngomong apa-apa . ”
" Kamu sama Jihan sama aja ya .. cewek-cewek rempong . " Ujarnya datar .
" Hehe .. jangan marah ih .. kan becanda . " Pinta Diana sembari gelendotan di tangan Adit .
" Minggir . ” Pintanya sebal .
" Peace .. damai .. ”
Aditya menekuk Wajah memandangi Diana yang selalu menguji kesabarannya .
"Apa ?? ”
" Bibir nya .. " Batin Adit .