YUMNA

YUMNA
Episode 208



Dennis membawa Yumna ke rumah sakit , Begitu pula dengan Rendy , Raka dan adit . mereka segera mengikuti dengan mengendarai mobil masing-masing .


Dalam perjalanan , Yumna tampak beberapa kali kesakitan . kontraksi di perut nya kian gencar .


" Kenapa jarak mulesnya sekarang jadi cepet banget . " Batinnya menahan rasa sakit .


” Sabar ya sayang . aku akan bawa kamu ke rumah sakit . " Kata Dennis sembari nyetir tidak karuan .


Saat tiba di persimpangan jalan , Mobil mereka terjebak macet . Dennis begitu kesal rupanya jalan yang akan dia lewati sementara di tutup dikarenakan adanya pohon besar yang tumbang . semua kendaraan tampak berjejer amat panjang .


Dennis berpikir untuk memutar arah , Mencari jalan lain . tetapi belum sampe 10 menit mobil orang lain sudah memadati lokasi tersebut sehingga tidak memungkinkan untuk Dennis memutar arah .


" Sial . gimana ini ?? ini kenapa sih gak bisa apa nanti lagi macetnya !! " Cecar Dennis .


" Sabar mas .. jadi gimana ? Aku udah gak kuat ?? " Keluh Yumna agak meringis menahan rasa sakit .


" Aku akan pikirkan jalan nya .. kamu tenang ya .. " Pinta Dennis gemetar dan dahinya berkeringat .


Kemudian dia keluar dari mobil untuk mencari cara agar bisa mengantar Yumna segera ke rumah sakit .


Lalu Adit , Raka dan Rendy segera menghampiri Dennis yang sedang kebingungan .


" Gimana Yumna ?? " Tanya Rendy sembari membuka pintu mobil .


" Pikirkan jalan keluar .. Ayo .. kasian dia . kalo sampe telat di tangani takut nya terjadi apa-apa pada Yumna dan bayinya . " Lontar Aditya semakin membuat Dennis khawatir .


Dennis menarik kerah Adit karena membuat nya sangat takut dengan ucapannya .


" Tidak akan terjadi apa-apa dengan nya . Lo kalo ngomong bisa gak agak bener sedikit ?? " Cecar Dennis masih sanggup marah dengan keadaan yang genting .


" Woi .. Lo tuh ya . bini lagi dalam keadaan darurat malah emosi Mulu . yang ada Lo pikirin jalan keluar gimana caranya supaya kita bawa Yumna ke rumah sakit . " Hardik Raka .


" Emang Lo pikir dari tadi gue lagi santai . dari tadi otak gue juga lagi mikir s*tan .” Teriak Dennis tidak terima .


" Oke gini .. Kita cari dokter dia area mobil-mobil ini .. siapa tau ada keajaiban kan ? kita gak bisa banyak debat .. kita berpencar . ” Lontar Rendy segera membagi tugas kepada mereka .


Akhirnya mereka mau mengikuti ide Rendy untuk menghampiri mobil satu persatu menanyai mereka untuk bisa membantu persalinan .


5 Menit berlalu , Aditya datang dengan seorang pria menuju mobil Dennis .


" Beliau dokter . Tolong lihat keadaan nya dok . ” Pinta Adit cemas .


" Tidak .. dia ini pria . kita cari dokter wanita saja . " Ujar Dennis .


Mendengar ucapan Dennis , Ketiga pria itu sangat geram .


” Maksud Lo apa s*tan ?? Lo pikir kita lagi dimana ? emang kita punya pilihan lain untuk menolong Yumna ?? " Cecar Rendy naik pitam .


" Emang masalah Lo apa ? heran gue sama Lo .. ” Tanya Adit tak kalah geram .


" Gue !! kenapa harus dokter pria ? " Ujarnya agak menunduk .


Kesal dengan sikap Dennis , Raka melayangkan pukulan kepada Dennis .


" An*j*Ng .. lu tuh harusnya di lenyapin Nis . Lo mau bayi sama bini Lo kenapa-napa ?? Lo jangan buang waktu kita .. ”


Dennis hanya diam di maki oleh mereka , Dia begitu bingung karena apa yang mereka katakan adalah benar .


" Dok .. abaikan dia . kita bisa melakukannya di dalam mobil kan ?? Saya akan pindahkan Yumna ke belakang . " Kata Rendy sembari membenahi mobil yang akan dikenakan persalinan untuk Yumna .


Sementara Adit dan Rendy berlari ke mobil masing-masing untuk mencari kain yang bisa di gunakan .


Lain dengan Dennis yang hanya mematung melihat Yumna kesakitan . Dia menangis melihat kondisi sang istri yang menahan rasa sakit .


Lalu dokter segera masuk kedalam mobil Dennis , Tiba-tiba Yumna meraih tangan sang suami ..


” Mas .. kamu sanggup gendong aku ? Ayo kita cari dokter wanita saja . aku masih kuat kok . " Lontar Yumna sembari berusaha menyembunyikan sakit nya .


" Apa ?? Sayang .. gak apa-apa.. aku gak pa-pa .. yang penting kamu dan bayi kita selamat . " Ujar Dennis memegang tangan Yumna .


" Enggak . Bayi kita kuat kok .. dia akan sehat . aku gak mau liat kamu sedih .. ”


" Yumna . sadar dong . udah untung ada dokter .. kalian jangan aneh-aneh ya . kita gak bisa kemana-mana .. ” Maki Rendy penuh nafsu .


” Iya Bu .. Biarpun saya laki-laki . tapi ini pekerjaan saya setiap hari di rumah sakit . menangani persalinan .. saya sudah di sumpah , jadi ibu tidak perlu berpikir yang tidak-tidak ." Jelas dokter meyakinkan .


" Bukan gitu dok . saya tau itu .. masalah nya suami saya ini , dia sangat kompeten dalam hal apapun . tolong jangan tersinggung .. ”


" Sayang .. kita gak punya pilihan lain . aku gak apa-apa serius ..” Kata Dennis lagi .


" Maaf dok . bukannya saya menolak kebaikan dokter .. maaf sekali karena saya bersikap seperti ini .. saya , saya ingin menjaga perasaan suami saya . " Ujarnya lagi .


Mendengar hal itu , Ketiga pria tadi amat kesal dengan sikap Yumna yang keras kepala .


Aditya menendang ban mobil Dennis , Sementara Raka hanya mampu mengepalkan tangan .


Lain dengan Rendy yang pergi entah kemana meninggalkan mereka .


" Sayang .. aku bilang gak apa-apa . ” bujur Dennis lagi semakin gak karuan .


" Ayo kita cari dokter wanita . kayaknya aku masih sanggup jalan . " Katanya berupaya untuk bangun .


Sang Dokter hanya mampu menggelengkan kepala menyaksikan sepasang suami-isteri tersebut .


" Aku bilang enggak . kita gak bisa kemana-mana sayang . jalan nya jelas di tutup .. tidak ada yang bisa kita lakukan .. " Ujar Dennis menangis .


Sementara Yumna tampak tegar dan tidak mau mendengar ucapan sang suami .


Dia bersikukuh untuk mengajak Dennis mencari dokter wanita .


Beberapa menit berlalu , Rendy datang dengan seorang perempuan parubaya mengenakan kebaya .


Rupanya beliau adalah paraji (Dukun anak ) .


" Ibu ini yang bisa membantu persalinan kamu Na . kalo kamu masih gak mau dibantu dia .. aku angkat tangan .. " Kata Rendy mengancam .


" Baik .. silahkan .. Kita bisa melakukannya disini saja bi . " Kata Yumna lega .


" Sayang kamu yakin mau di bantu bibi ini ? " Tanya Dennis ragu .


" Iya mas .. ya udah kamu keluar dan tutup pintunya . aku udah gak kuat . " Pinta Yumna lagi .


" Aku mau disini temenin kamu .. boleh ya ?? ”


" Jangan .. nanti kamu gak kuat .. mending kamu tunggu di luar . ".


" Aku pengen temenin kamu .. aku gak mau biarin kamu sendiri . " Katanya memegangi tangan Yumna .


" Baik .. silahkan di tutup dulu pintu nya ..." Ujar paraji segera menyiapkan kain dari Raka dan Aditya yang seadanya .


Kemudian mereka segera berjaga di luar mobil dengan cemas , Sementara dokter hanya tersenyum dan pergi karena sudah tidak diperlukan .


2-6 Menit suara Yumna mulai terdengar , bulu kuduk para pria agak merinding mendengar teriakkan demi teriakan Yumna di dalam mobil yang sedang berjuang .


Sementara Dennis tidak sanggup melihat wajah sang istri , Wajahnya sangat pucat karena terus berusaha mendorong sang bayi .


Dennis terus mengusap keringat di dahi Yumna " Kuat sayang .. ” Bisiknya sembari tak melepas genggaman .


" Ayo non .. sedikit lagi .. bisa yuk .. tarik nafas ... bismillah .. dorong !!! Oke bagus .. " Ujar paraji mengarahkan .


" Alhamdulillah . cowok ya .. duh gantengnya .. " Puji paraji sembari membersihkan sang bayi dengan tisu basah .


Tangisan sang bayi yang kencang membuat Yumna tersenyum , Dia tidak merasa sakit lagi melihat keajaiban hadir di depan matanya .


Sementara Dennis hanya terpaku melihat bayi yang dia idamkan sudah lahir ke dunia dalam hitungan menit .


Tangisnya semakin pecah saat dia tersadar


. Dennis menciumi Yumna penuh dengan keharuan .


" Terimakasih .. !! " Katanya amat bahagia .


" Yoo ...di adzani nih .. ini ayahnya kan ?? " Kata bibi sembari memberikan bayi yang sudah terbungkus oleh kain kepadanya .


Tangan Dennis amat gemetar untuk yang pertama kali nya dia memangku bayi .


Dennis mendekati telinga nya dan mulai mengadzani seperti yang bibi paraji arahkan .


Mendengar hal itu , Para pria di luar sangat lega . usaha mereka akhirnya membuahkan hasil meski harus banyak drama .


Keesokan harinya , Dennis telah membawa Yumna dan bayinya ke rumah sakit untuk di cek oleh dokter .


Tiba-tiba ibu dan ayah mertua datang menyambut kelahiran cucu pertama di keluarga mereka .


" Ya ampun . manisnya .. omah pengen gendong .." Kata ibu mertua gemas melihat bayi Yumna yang sedang pulas .


" Siapa Namanya Nis ? Kaisar , Rangga , Atau Vanno ??." Tanya ayah .


Sementara Dennis hanya duduk melamun membuat mereka bingung .


" Bu .. Yumna mau ke kamar kecil dulu sebentar . " Kata Yumna .


" Ibu bantu ya ? ”


" Ah enggak usah Bu .. aku bisa kok .. ”


" Bener ?? ya udah ibu bantu kamu deh sini . awas licin ya .."


" Iya Bu .. ” Yumna segera ke kamar mandi .


Lalu ibu segera menghampiri Dennis yang nyawanya entah sedang berada dimana ..


" Dennis !! Kamu ngapain sih .. bengong kayak orang linglung ?? " Tanya ibu heran .


" Bu .. aku lemes .. gak bisa makan . ”


" Lah kenapa ?? ”


" Aku liat Yumna semalam melahirkan .. di depan mataku Bu ... bayi itu keluar dari vag*na Yumna . Dennis gak bisa bayangin sesakit apa . " Katanya berkaca-kaca .


” Kamu kira melahirkan itu kayak gimana ? Ya emang kayak gitu . dulu ibu juga melahirkan kamu kayak gitu . ”


" Haha .. shock ya .." Ledek ayah .


” Gimana bisa bayi sebesar itu bisa keluar Bu ?.”


" Kuasa Alloh sayang . makanya kamu gak boleh nyakitin istri mu .. jangan marah terus sama dia , Perjuangan seorang perempuan melahirkan itu tidak akan terbayar dengan apapun . sakitnya , Luar biasa ..”


" Dengerin tuh Nis .. jadi , jangan bikin sedih istrimu ... ” Ledek ayah puas .


" Kapan Dennis nyakitin Yumna sih yah . si ayah kalo ngomong masih nyebelin aja deh . " Protesnya .


" Hehe ..”


” Bukannya kasih selamat kek . malah ngeledek Mulu . ”


" Tau nih si ayah ... maklum nis , si ayah butuh hiburan . stres dia sama kerjaan di kantor . jadi kalo ketemu kamu bawaannya pengen ngeledek Mulu . ” Lontar ibu membela .


" Iya deh selamat sekarang kamu udah jadi ayah . ayah beneran bahagia liat kalian . ”


" Thanks yah .." Dennis menyambut pelukan dari ayah .


> Di rumah Jihan <


Diana dan Aditya menyambangi rumah Jihan untuk sama-sama menengok Yumna di rumah sakit .


Aditya dan Raka begitu malas untuk pergi , namun para perempuan itu tidak bisa di tolak .


" Suami kamu cerita gak han soal semalam nolong Yumna sama Dennis ? " Tanya Diana agak cekikikan .


Jihan malah tertawa terpingkal mendengar pertanyaan darinya . Mereka tidak bisa menahan diri untuk membicarakan hal itu walaupun para pria ada di hadapan mereka .


" Gak kebayang deh . ”


" Tapi ya Yumna tuh beruntung lho , bisa di tolong para pria hebat ini .. mereka bekerja sama walau tidak saling bicara ..haha . " Lontar Diana puas .


" Apa sih kamu yang . ini kan kamu yang maksa aku buat bantu Yumna . ” Sela Adit sebal .


" Iya . emang kenapa ? gak boleh di bahas ?? ” Tanyanya lagi sembari lanjut tersenyum .


" Gue heran deh sama si Dennis . masa dia masih bisa cemburu disaat suasana lagi genting . dia gak mau Yumna di tangani dokter laki-laki . emang dia hidup di zaman apa sih .. pake gak mau Yumna di tangani dokter laki-laki ?? ” Ujar Raka sembari menggaruk kepala tidak gatal .


" Dia kecintaan banget sama Yumna .. ya sama lah kayak kalian dulu . " Kata Diana kembali membuat kedua pria itu melotot tidak terima .


" Biasa aja deh perasaan . " Jawab Raka lagi .


" Haha .. biasa apa luar biasa ? kita kan saksi mata kalian dulu waktu ngejar Yumna . pura-pura lupa .." Omel Jihan sembari merapikan jaket bayinya .


" Nih cewek-cewek minta diapain sih .. aku udah move on . bisa gak lupain aja . ”


Aditya beranjak dari duduknya dan segera keluar , Lalu dia mengeluarkan sebatang rokok .


Dia tidak ingin terus bertengkar dengan Diana hanya karena semua Ledekan yang terus saja dia lakukan .


Kemudian Diana segera keluar menghampiri sang pujaan .


" Sayang ..”


" Aku mau ke kantor aja ya . kamu bisa kan sama Jihan aja tengok Yumna ? ”


" Dih . kok gitu .. kan aku gak ngomong apa-apa . ”


" Kamu sama Jihan sama aja ya .. cewek-cewek rempong . " Ujarnya datar .


" Hehe .. jangan marah ih .. kan becanda . " Pinta Diana sembari gelendotan di tangan Adit .


" Minggir . ” Pintanya sebal .


" Peace .. damai .. ”


Aditya menekuk Wajah memandangi Diana yang selalu menguji kesabarannya .


"Apa ?? ”


" Bibir nya .. " Batin Adit .