YUMNA

YUMNA
Episode 129



Dennis pulang dari kantor dan langsung duduk sembari melonggarkan dasi.


Yumna menghampiri Suaminya itu sembari membawa segelas air putih .


” Capek ya Mas . Nih minum . ”


" Makasih yang , Kerjaan hari ini banyak banget . Apalagi tadi aku di labrak Jihan di kantor . " Lontarnya membuat Yumna kaget .


" Apa ? Jihan ? Dia ngapain ke kantor ? ”


” Dia marah karena aku membuat kamu stres , Sayang .. Kamu beneran tersinggung ya . aku habis-habisan di maki si Jihan . Sayang .. aku harus apa agar kamu mau Maaf in aku ? ”


” Jihan itu , Dia nekat ke sana Mas ? Sebenarnya aku sudah jelaskan sama dia kalo akhir-akhir ini aku sangat sensitif sampe kamu ngomong bercanda aja langsung kesel . Maafin Jihan ya . ”


" Kok jadi kamu yang minta maaf sih Sayang. Aku yang salah kok . ”


" Aku yang salah karena sudah membuat Jihan datang dan memaki suamiku ini . Apa dia tidak tau jika Suamiku Bos di kantor nya . Berani sekali dia memakimu .. Nanti aku akan bicara sama dia .. ”


" Aku enggak tau kalo dia bisa semarah itu lho sayang . Dia membuat ku kehilangan harga diri di depan karyawan ku . ”


" Aku akan habisi dia .. Jangan sedih ya . ” Bujuknya manis sembari mengusap wajah suaminya .


" Sayang !!! Lontarnya terkesima .


" Oya sayang kok Natan dari pagi belum balik-balik sih. Telepon nya juga mati .. Aku cemas .. Kamu sih bilang sama dia gak boleh pulang kalo belum dapat .. Pasti dia nyasar dan kebingungan nyari tuh tukang cilok .. Kamu suka keterlaluan deh sama pegawai . Kalo ada apa-apa sama dia gimana ? Kamu mau tanggung jawab ? ” Cecarnya .


” Sayang , Barusan sikapmu manis sekali . Tapi kenapa kamu berubah memakiku seperti ini cuman gara-gara si Natan itu . Biarin aja dia lakukan tugasnya , Aku melakukan itu untuk kamu kan ? Kenapa aku jadi salah lagi . ”


" Tapi kenapa kamu bilang sama dia untuk tidak pulang kalo belum dapat . Itu namanya kamu keterlaluan ..ini sudah sore lho Mas .. Gimana kalo dia di culik atau di begal di jalan . ”


” Sayang berhenti mengkhawatirkan dia , Kamu pikir kenapa aku ingin dia bekerja denganku ? Itu karena dia pintar dan bisa bela diri . Kalo sesuatu terjadi dengannya , Dia bisa mengatasinya sendiri . ”


" Pokoknya kamu harus cari dia . Aku khawatir . ”


" Sayang , Aku ini bos nya .. Dimana harga diri ku . Sayang , Kenapa setiap waktu kita selalu bertengkar masalah sepele ? Pagi-pagi kamu selalu ngajak bertengkar . Aku pulang kerja pun kamu masih ngajak bertengkar .. Kamu gak kasian sama aku ? " Keluhnya meringis membuat Yumna merasa bersalah .


” Sayang maksudku enggak gitu . Aku cuman khawatir dengan Natan . Dari tadi aku coba hubungi dia . ” Lontarnya sembari memeluk suaminya .


” Jangan khawatir . Natan itu bukan orang yang mudah di lumpuhkan . Tenang saja . ”


" Apa kita perlu menelepon polisi ? ”


" Tidak usah . Dia pasti pulang membawa cilok mu itu . ”


" Kenapa dia harus pergi selama ini . Kalo tidak ada kenapa tidak pulang aja . Apa dia pikir kamu akan membunuhnya jika dia pulang tidak membawa cilok . "


” Dia tau sifat ku . Dia bekerja denganku cukup lama . Jadi dia akan melakukan apapun Mauku . ”


" Ya kamu memang keterlaluan . Sangat keterlaluan .. Kasian kan dia .. Gimana kalo di jalan dia lapar dan tidak punya uang . Kalo dia pingsan karena kelaparan bagaimana ? ”


" Sayang , Dia supirku .. Kamu pikir aku tidak memberinya gaji . Lain kali kamu harus lihat saldo rekening nya .. Kamu pikir aku bos amatiran apa ? Sana tanya bibi , Pak Anto dan pak Danang .. Berapa tabungan mereka selama bekerja denganku . ”


" Aku heran kesombongan mu itu tidak luntur-luntur . Kalo begitu beri aku juga uang yang banyak . Aku tidak mau seratus juta atau 1 milyar .. Aku ingin lebih dari itu .. Transfer sekarang . ” Cecar nya .


” Kamu selalu mengabaikan notifikasi di handphone mu . Cek HP mu sana .. Periksa berapa aku mengirimkan uang ke rekening mu tadi siang . Setelah Jihan memakiku habis-habisan , Aku langsung transfer uang ke kamu . ”


" Apa ? Aku sudah bilang .. Aku tidak meminta di balikin kok . ”


" Periksa sana . Tapi satu pesanku .. Tolong jangan pingsan melihat nominalnya . ”


Yumna langsung mendelik mendengar kesombongan suaminya itu .


” Berapa sih . " Lontarnya sembari meraih hp di meja .


" Deg !!!


Matanya melotot memperhatikan nominal uang dari suaminya itu .


” Angkanya berapa biji ini Mas ? " Katanya di susul wajah putih pucat dan dahi yang berkeringat .


" Aku memberimu seribu kali lipat kan ? Jadi wajar gak kalo aku sombong ? ”


" Sayang !!! Apa yang harus aku lakukan dengan uang sebanyak ini ? Apa ini permintaan maaf dari mu ? Kamu pikir uang segalanya ? " Lontarnya lemas .


" Kenapa ? Kamu gak mau . Ya udah sini aku transfer lagi aja ke rekening ku . " Pintanya sembari mengulurkan tangan meminta Hp Yumna .


” Tidak baik meminta kembali sesuatu yang sudah kamu kasih . Sayang itu pamali . ” Alasannya membuat Dennis tersenyum geli .


” Bilang aja kamu ogah balikin . Tapi enggak deh , Sekarang kan kamu sensi .. Sayang , Aku itu bercanda cuman sama kamu doang tau . Jangan marah kalo aku agak nyebelin . ”


" Iyalah ..Kamu mana bisa bercanda dengan orang lain . Kamu cinta banget sih mas sama aku .. Aku kan jadi geer banget tau . ”


" Dih . Sayang aku gak kuat . ” Lontarnya menggoda .


" Hanya itu ? Aku mau lebih . ” Godanya lagi .


” Aku kan baru hamil 1 bulan . Kamu harus puasa sampe janinku 4 bulan .. Kamu sabar ya Mas . ”


” Selama itu ? Kenapa dokter tega minta aku selama itu . Sayang .. ” Keluhnya .


” Jangan mengeluh . Ini demi Dennis Junior kan kan kan ? Kamu harus berkorban . ”


” Baiklah sayang . Semoga aku kuat . ”


Yumna tersenyum melihat wajah suaminya yang putus asa .


Keesokan harinya ,


*


*


Yumna menyiapkan sarapan untuk Dennis .


" Oya bi tolong ambilkan gelas yang lain ya . ” Pintanya sembari menata meja .


” Iya non . ”


" Tunggu bi . Apa Natan sudah pulang ? ”


" Belum Non .. Mobilnya belum ada di garasi . ” Jawab bibi .


" Apa ? Ya ampun jadi dia belum balik juga . "


Yumna mengambil Hp nya dan mencari kontak Natan .


" Pagi sayang . " Sapa Dennis kepadanya .


" Mas , Natan belum balik .. Kan ini pasti terjadi sesuatu deh sama dia .. Ayo kita lapor polisi . ” Lontarnya cemas .


Tiba-tiba saja terdengar suara klakson mobil , Yumna dan Dennis pergi ke depan mencari tau siapa yang datang .


Benar saja Natan yang pulang , Yumna mulai lega karena kedatangan nya .


" Pagi non , Tuan . " Sapa nya sambil menenteng keresek hitam kecil di tangannya .


" Kamu nyari cilok ke Arab ? ” Lontar Dennis gemas .


” Iya Natan , Kamu kemana aja bikin aku khawatir deh ? Kamu baru pulang dari kemaren pagi ? ”


" Iya non ..Saya mencari tau kontrakan tukang cilok yang non maksud . Tetangga nya bilang dia pulang kampung dan menetap di sana .. Saya meminta alamatnya dan pergi ke Sukabumi mencari rumahnya . Setelah saya dapat , beliau tidak ada di rumah nya , Istrinya bilang dia sedang bekerja di ladang .. jadi saya terpaksa menunggu beliau sampe sore , Setelah beliau pulang ke rumah .. Saya memintanya untuk membuat cilok untuk non . ” Jelasnya membuat Yumna terharu , Lain dengan Dennis yang memasang wajah datar dan biasa saja .


" Tapi kenapa HP kamu gak aktif ? Kamu bisa pulang lho Natan walaupun kamu gak bawa cilok itu . Kamu mikirin omongan suamiku ya ? Jangan di ambil hati .. " Lontarnya menyesal .


" Tidak non , Saya tidak mau mengecewakan tuan . Ini non ciloknya . Tukang cilok nya membuat nya tadi pagi jam 3 non . ” Katanya sembari menyodorkan keresek hitam tersebut .


" Natan .. Hanya demi sebuah cilok kamu harus melakukan perjalanan yang jauh . Bagaimana aku memakannya ? " Keluh Yumna mengerutkan bibirnya .


" Sayang cepat ambil dan makan . Sudahi drama ini .. Aku lapar . ” Kata Dennis .


Yumna mencubit perut suaminya itu di depan Natan


" Kamu keterlaluan .. Tanya kek Natan gimana-gimana.. Kamu ini punya hati gak sih Mas . " Cecarnya .


" Wah kenapa sarapan pagi ku selalu di omeli kamu terus sayang . Sini ah , Ayo masuk kita sarapan . Dan kamu Natan sana masuk dan mandi . " Suruh Dennis .


" Baik tuan .”


" Natan . " Panggil Yumna lagi menghentikan langkah kaki Natan .


" Iya non ? ”


” Maaf dan terimakasih . ” Lontarnya penuh rasa bersalah.


" Tidak apa-apa non ...Saya masuk ya . ”


Dennis merangkul istrinya lalu kembali kedalam .


" Upahi dia ya . Kasian . ”


” Kamu pikir aku nyuruh dia beli gorengan ke depan ? Aku akan mendengarkan kamu .. Aku gak mau di omelin kamu melulu . Berapa uang yang mesti aku beri buat dia ? ”


" Seikhlasnya saja . ”


" Oke . ”