YUMNA

YUMNA
Episode 190



Yumna pulang bersama pak Danang . dalam perjalanan dia berpikir untuk mampir ke rumah paman untuk menengok keadaan Sinta ..


Setibanya di rumah paman , Yumna melihat Sinta sudah bisa berjalan .


” Sin . kamu udah jalan ? terapi nya berhasil .. Mbak seneng deh liatnya . ”


" Alhamdulillah Mbak . ”


" Kenapa gak bilang sama mbak kalo kamu udah bisa jalan ? ” Katanya bahagia .


Tiba-tiba bibi datang menghampiri mereka di depan teras .


” Pamanmu melarang memberitahu apapun lagi sama kamu , apalagi kalo masalah berat .. ” Kata bibi membuat suasana menjadi tegang .


" Emang kenapa bi ? ”


" Suamimu datang ke kantor Paman dan meminta agar kami enggak kasi beban pikiran ke kamu lagi . ” Jawab bibi .


” Mungkin mas Dennis khawatir bi .. kemaren aku pingsan . ”


" Emang Yumna mikirin Sinta ya ? ”


" Bu .. " Sela Sinta tidak enak .


” Bilang pada suamimu .. keluarga satu-satunya kamu adalah keluarga ini . kenapa dia bersikap berlebihan , kalaupun kamu memikirkan Sinta .. itu wajar kan ?? ”


" Maafin mas Dennis ya bi . dia cuman takut terjadi sesuatu sama aku . maaf kalo cara dia salah . ”


” Kalo sikap dia kayak gitu gimana dia perlakuan kamu di rumah ? dia bersikap seenaknya sama kamu ?? ”


" Enggak kok bi .. ”


" Kalo dia memperlakukan mu seenaknya lebih baik ceraikan dia. " Kata bibi membuat Yumna diam .


" Udah dong bu .. mending ibu masuk aja . aku mau ngomong sama mbak . " Pinta Sinta .


” Kenapa ? kamu merasa terganggu sama kehadiran ibu disini ?? ”


" Ibu menjadi emosional setelah apa yang menimpaku . sikap ibu hanya akan membuat semuanya menjadi runyam .. Dennis tidak seperti menantu ibu , yang terus melukai hati dan jiwa raga istrinya . ” ucapan Sinta seperti mencambuk dirinya .


” Ya ibu memang selalu salah .. ibu yang membuat semuanya ini terjadi . ” katanya lalu pergi ke dalam rumah .


" Harusnya kamu jangan ngomong gitu sin . pasti bibi sedih . ”


” Ibu udah keterlaluan sama mbak . ”


” Sin .. Mbak minta maaf ya .. ”


" Kenapa Mbak minta maaf ? ”


" Maaf karena mas Dennis . ”


" Dia bersikap seperti itu karena takut Mbak stres , ayah dan aku ngerti kok .. justru aku yang minta maaf karena aku Mbak jadi kepikiran . ”


" Jangan ngomong gitu .. Mbak sayang sama kamu . ”


" Ya udah yuk masuk . aku buatin teh . ” ajak Sinta .


" Iya sin . ”


Yumna masuk ke dalam sementara itu pak Danang mendengar semua obrolan mereka barusan .


* Di kantor *


*


*


*


Dennis memanggil Dewi ke ruangan nya . saat melewati meja sekertaris nya dia melihat wanita yang lain lagi yang duduk di sana .


" Kemana tuh orang .. kok Laen . " Gerutunya lalu mengetuk pintu ..


" Masuk ..”


" Anda panggil saya pak ? ” Katanya ramah .


" Duduk . ”


Dewi merasa tegang menghadapi Dennis , hampir tidak pernah Dennis memanggil dirinya seperti itu .


” Kamu teman istriku dulu kan ? ”


" Iya pak . ”..


”. Kalian sedekat apa ? ”


” Lumayan pak ..” Jawab Dewi disusul senyuman .


” Apa dia pernah menceritakan aku padamu ? ” Tanya Dennis penasaran .


” Seingat ku enggak pak . dulu sih sering curhat soal pacarnya .. kalo ga salah Raka namanya . siang malam dia curhat , dia sangat sayang sekali padanya . senyum nya terukir .. nona sangat bahagia pak . mereka sangat romantis , kerja di antar jemput pakai motor duh saya sering baper pak .. kalo weekend pergi nonton , dinner , apa lagi kalo mereka bikin baju dan jaket couple sweet banget deh. dan paling yang saya ingat adalah saat Yumna lembur pulang malem terus bela-belain bikin kue tart buat ulang tahun pacar nya .. dia masih sempet aja bikin bahagia mas Raka .. itu aja pak . ” Lontarnya panjang lebar tanpa melihat wajah Dennis yang sudah kebakaran jenggot .


Dewi terdiam melihat sang bos yang tidak lagi memasang wajah seperti saat dia datang ke ruangannya .


” Nama ku Dennis bukan Raka . perlukah kamu ceritakan hal itu padaku . kalo kamu bukan teman istriku , mungkin ini hari terakhir mu disini . kamu boleh meninggalkan ruangan ku . ” Pintanya sembari memandangi laptop .


Dewi baru sadar dengan ucapannya .


” Saya minta maaf pak . ”


" Saya bosan mendengar kata itu . ”.


Dennis tidak menjawab lagi , dia mengacuhkan dewi .


” gak bener nih , aku kira dia berlapang dada . ” batin Dewi


Dewi pun keluar dari ruangan setelah merusak mood Dennis .


” Harusnya aku tidak memanggil dia . ”


20 menit kemudian , Dennis keluar dari ruangan meeting .. entah ada apa dengan wajahnya .. seperti biasa jika dia sedang uring-uringan , semua orang akan selalu salah baginya .


Untung semua karyawan memahami Dennis .. mereka hanya terima pasrah saja jika salah satu dari mereka kena omelnya .


Kemudian sekarang giliran pak Riswan yang kena damprat .


Dia lebih tua darinya tapi apa daya Dennis memang bos nya .


Pak Riswan merasa ngeri menghadapi Dennis kali ini , mengingat apa yang terjadi di ruangan meeting .. dia ngomel-ngomel gak jelas .


Sekarang dia harus menyerahkan berkas penting dan menghadapi biawak itu seorang sendiri .


” Harusnya dia meminta berkas ini besok saja ,paling enggak setelah moodnya agak membaik . kenapa harus sekarang .!!! ” batin pak Riswan .


” Ini gak salah pak ? bapak mau bikin saya bangkrut ?? ” Katanya .


” Itu sudah sesuai dengan yang anda minta tuan. silahkan di baca lagi . " Jawab pak Riswan .


” Baca lagi , anda pikir saya apa ? kenapa saya harus membaca 2 kali . Anda kira saya bodoh ?? ”


" Tidak tuan , maksud saya adalah .. mungkin ada yang terlewat . ”


” Buat ulang lagi , saya gak mau seperti ini .. kalo anda masih membuat seperti ini lagi .. anda tau lah maksud saya .. sekarang keluar . ”


” Ba baik tuan .. maaf atas kesalahan saya . saya permisi . " Kata pak Riswan tergesa-gesa .


" Semua orang di kantor ini gak becus kerja apa .. buat apa mereka ada disini . setiap bulan menerima gaji yang besar , di fasilitasi segala-gala .. tapi apa yang mereka beri padaku . " Cecar Dennis terdengar saat pak Riswan hendak keluar .


Setelah pak Riswan keluar dia menghampiri sekertaris baru Dennis .


" Alya , itu bos mu ngomel sepanjang hari .. perasaan tadi pagi dia gak kenapa-napa . siapa sih yang tadi masuk keruangan pak Dennis ? ” tanyanya kesal .


" Kalo gak salah tadi yang masuk Bu Dewi pak . ” jawab Alya kurang yakin .


" Dewi .. siapa ? bagian apa ?? panggil dia .. suruh ke ruangan ku . ”


" Baik pak . ”


Pak Riswan pun pergi membawa berkas .


20 menit berlalu , Dewi melihat ada beberapa staf sedang berdiri di ruangan pak Riswan .


Dia bingung melihat mereka .


” Mbak silahkan masuk . ” Kata sekertaris pak Riswan .


” Ini saya kenapa di panggil ya . saya ada salah apa ? ” Keluhnya takut .


" Mbak masuk aja dulu . ”


Dewi masuk tergesa-gesa .


Pak Riswan memandangi Dewi .


" Anda panggil saya pak ? ”


" Kamu tadi ke ruangan pak Dennis ? ”


" Iya pak .. beliau meminta saya kesana . ”


" Lalu kamu punya salah apa , kerja kamu gak bikin beliau puas atau gimana ? ”


” Saya di panggil bukan masalah kerjaan pak . ” Jawaban Dewi semakin membuat pak Riswan ngeh jika Dennis marah gara-gara masalah pribadi.


" Lalu ? ”


" Beliau bertanya soal dulu saya dan nona Yumna saat kami bekerja . ”


" Jadi kamu teman nona . ”


" Iya pak .. ”


" Lalu apa yang kalian bicarakan ?? ”.


" Dia bertanya apa nona pernah menceritakan soal pak Dennis ke saya , saya bilang enggak . ”


” Terus ?? ”


" Saya bilang , nona sering membicarakan pacarnya bukan beliau . ”


Pak Riswan mendengus mendengar ucapan Dewi barusan .


" Pantes . kamu gak mikir sebelum ngomong gitu sama pak Dennis ?? kamu biang keladinya .. semua orang habis di maki sama dia . ”


” Maaf pak . ”


” Maaf-maaf .. lain kali otak jangan di taro di dengkul . sekarang kamu pergi pusing saya liat kamu . ”


Dewi keluar dan kembali ke ruangan nya dengan lesu .


” Kerja gini amat ya . ”