
Yumna pulang bersama pak Danang . dalam perjalanan dia berpikir untuk mampir ke rumah paman untuk menengok keadaan Sinta ..
Setibanya di rumah paman , Yumna melihat Sinta sudah bisa berjalan .
” Sin . kamu udah jalan ? terapi nya berhasil .. Mbak seneng deh liatnya . ”
" Alhamdulillah Mbak . ”
" Kenapa gak bilang sama mbak kalo kamu udah bisa jalan ? ” Katanya bahagia .
Tiba-tiba bibi datang menghampiri mereka di depan teras .
” Pamanmu melarang memberitahu apapun lagi sama kamu , apalagi kalo masalah berat .. ” Kata bibi membuat suasana menjadi tegang .
" Emang kenapa bi ? ”
" Suamimu datang ke kantor Paman dan meminta agar kami enggak kasi beban pikiran ke kamu lagi . ” Jawab bibi .
” Mungkin mas Dennis khawatir bi .. kemaren aku pingsan . ”
" Emang Yumna mikirin Sinta ya ? ”
" Bu .. " Sela Sinta tidak enak .
” Bilang pada suamimu .. keluarga satu-satunya kamu adalah keluarga ini . kenapa dia bersikap berlebihan , kalaupun kamu memikirkan Sinta .. itu wajar kan ?? ”
" Maafin mas Dennis ya bi . dia cuman takut terjadi sesuatu sama aku . maaf kalo cara dia salah . ”
” Kalo sikap dia kayak gitu gimana dia perlakuan kamu di rumah ? dia bersikap seenaknya sama kamu ?? ”
" Enggak kok bi .. ”
" Kalo dia memperlakukan mu seenaknya lebih baik ceraikan dia. " Kata bibi membuat Yumna diam .
" Udah dong bu .. mending ibu masuk aja . aku mau ngomong sama mbak . " Pinta Sinta .
” Kenapa ? kamu merasa terganggu sama kehadiran ibu disini ?? ”
" Ibu menjadi emosional setelah apa yang menimpaku . sikap ibu hanya akan membuat semuanya menjadi runyam .. Dennis tidak seperti menantu ibu , yang terus melukai hati dan jiwa raga istrinya . ” ucapan Sinta seperti mencambuk dirinya .
” Ya ibu memang selalu salah .. ibu yang membuat semuanya ini terjadi . ” katanya lalu pergi ke dalam rumah .
" Harusnya kamu jangan ngomong gitu sin . pasti bibi sedih . ”
” Ibu udah keterlaluan sama mbak . ”
” Sin .. Mbak minta maaf ya .. ”
" Kenapa Mbak minta maaf ? ”
" Maaf karena mas Dennis . ”
" Dia bersikap seperti itu karena takut Mbak stres , ayah dan aku ngerti kok .. justru aku yang minta maaf karena aku Mbak jadi kepikiran . ”
" Jangan ngomong gitu .. Mbak sayang sama kamu . ”
" Ya udah yuk masuk . aku buatin teh . ” ajak Sinta .
" Iya sin . ”
Yumna masuk ke dalam sementara itu pak Danang mendengar semua obrolan mereka barusan .
* Di kantor *
*
*
*
Dennis memanggil Dewi ke ruangan nya . saat melewati meja sekertaris nya dia melihat wanita yang lain lagi yang duduk di sana .
" Kemana tuh orang .. kok Laen . " Gerutunya lalu mengetuk pintu ..
" Masuk ..”
" Anda panggil saya pak ? ” Katanya ramah .
" Duduk . ”
Dewi merasa tegang menghadapi Dennis , hampir tidak pernah Dennis memanggil dirinya seperti itu .
” Kamu teman istriku dulu kan ? ”
" Iya pak . ”..
”. Kalian sedekat apa ? ”
” Lumayan pak ..” Jawab Dewi disusul senyuman .
” Apa dia pernah menceritakan aku padamu ? ” Tanya Dennis penasaran .
” Seingat ku enggak pak . dulu sih sering curhat soal pacarnya .. kalo ga salah Raka namanya . siang malam dia curhat , dia sangat sayang sekali padanya . senyum nya terukir .. nona sangat bahagia pak . mereka sangat romantis , kerja di antar jemput pakai motor duh saya sering baper pak .. kalo weekend pergi nonton , dinner , apa lagi kalo mereka bikin baju dan jaket couple sweet banget deh. dan paling yang saya ingat adalah saat Yumna lembur pulang malem terus bela-belain bikin kue tart buat ulang tahun pacar nya .. dia masih sempet aja bikin bahagia mas Raka .. itu aja pak . ” Lontarnya panjang lebar tanpa melihat wajah Dennis yang sudah kebakaran jenggot .
Dewi terdiam melihat sang bos yang tidak lagi memasang wajah seperti saat dia datang ke ruangannya .
” Nama ku Dennis bukan Raka . perlukah kamu ceritakan hal itu padaku . kalo kamu bukan teman istriku , mungkin ini hari terakhir mu disini . kamu boleh meninggalkan ruangan ku . ” Pintanya sembari memandangi laptop .
Dewi baru sadar dengan ucapannya .
” Saya minta maaf pak . ”
" Saya bosan mendengar kata itu . ”.
Dennis tidak menjawab lagi , dia mengacuhkan dewi .
” gak bener nih , aku kira dia berlapang dada . ” batin Dewi
Dewi pun keluar dari ruangan setelah merusak mood Dennis .
” Harusnya aku tidak memanggil dia . ”
20 menit kemudian , Dennis keluar dari ruangan meeting .. entah ada apa dengan wajahnya .. seperti biasa jika dia sedang uring-uringan , semua orang akan selalu salah baginya .
Untung semua karyawan memahami Dennis .. mereka hanya terima pasrah saja jika salah satu dari mereka kena omelnya .
Kemudian sekarang giliran pak Riswan yang kena damprat .
Dia lebih tua darinya tapi apa daya Dennis memang bos nya .
Pak Riswan merasa ngeri menghadapi Dennis kali ini , mengingat apa yang terjadi di ruangan meeting .. dia ngomel-ngomel gak jelas .
Sekarang dia harus menyerahkan berkas penting dan menghadapi biawak itu seorang sendiri .
” Harusnya dia meminta berkas ini besok saja ,paling enggak setelah moodnya agak membaik . kenapa harus sekarang .!!! ” batin pak Riswan .
” Ini gak salah pak ? bapak mau bikin saya bangkrut ?? ” Katanya .
” Itu sudah sesuai dengan yang anda minta tuan. silahkan di baca lagi . " Jawab pak Riswan .
” Baca lagi , anda pikir saya apa ? kenapa saya harus membaca 2 kali . Anda kira saya bodoh ?? ”
" Tidak tuan , maksud saya adalah .. mungkin ada yang terlewat . ”
” Buat ulang lagi , saya gak mau seperti ini .. kalo anda masih membuat seperti ini lagi .. anda tau lah maksud saya .. sekarang keluar . ”
” Ba baik tuan .. maaf atas kesalahan saya . saya permisi . " Kata pak Riswan tergesa-gesa .
" Semua orang di kantor ini gak becus kerja apa .. buat apa mereka ada disini . setiap bulan menerima gaji yang besar , di fasilitasi segala-gala .. tapi apa yang mereka beri padaku . " Cecar Dennis terdengar saat pak Riswan hendak keluar .
Setelah pak Riswan keluar dia menghampiri sekertaris baru Dennis .
" Alya , itu bos mu ngomel sepanjang hari .. perasaan tadi pagi dia gak kenapa-napa . siapa sih yang tadi masuk keruangan pak Dennis ? ” tanyanya kesal .
" Kalo gak salah tadi yang masuk Bu Dewi pak . ” jawab Alya kurang yakin .
" Dewi .. siapa ? bagian apa ?? panggil dia .. suruh ke ruangan ku . ”
" Baik pak . ”
Pak Riswan pun pergi membawa berkas .
20 menit berlalu , Dewi melihat ada beberapa staf sedang berdiri di ruangan pak Riswan .
Dia bingung melihat mereka .
” Mbak silahkan masuk . ” Kata sekertaris pak Riswan .
” Ini saya kenapa di panggil ya . saya ada salah apa ? ” Keluhnya takut .
" Mbak masuk aja dulu . ”
Dewi masuk tergesa-gesa .
Pak Riswan memandangi Dewi .
" Anda panggil saya pak ? ”
" Kamu tadi ke ruangan pak Dennis ? ”
" Iya pak .. beliau meminta saya kesana . ”
" Lalu kamu punya salah apa , kerja kamu gak bikin beliau puas atau gimana ? ”
” Saya di panggil bukan masalah kerjaan pak . ” Jawaban Dewi semakin membuat pak Riswan ngeh jika Dennis marah gara-gara masalah pribadi.
" Lalu ? ”
" Beliau bertanya soal dulu saya dan nona Yumna saat kami bekerja . ”
" Jadi kamu teman nona . ”
" Iya pak .. ”
" Lalu apa yang kalian bicarakan ?? ”.
" Dia bertanya apa nona pernah menceritakan soal pak Dennis ke saya , saya bilang enggak . ”
” Terus ?? ”
" Saya bilang , nona sering membicarakan pacarnya bukan beliau . ”
Pak Riswan mendengus mendengar ucapan Dewi barusan .
" Pantes . kamu gak mikir sebelum ngomong gitu sama pak Dennis ?? kamu biang keladinya .. semua orang habis di maki sama dia . ”
” Maaf pak . ”
” Maaf-maaf .. lain kali otak jangan di taro di dengkul . sekarang kamu pergi pusing saya liat kamu . ”
Dewi keluar dan kembali ke ruangan nya dengan lesu .
” Kerja gini amat ya . ”