YUMNA

YUMNA
Episode 265



Yumna di bawa seseorang ke rumah sakit dengan keadaan nya yang belum sadar.


30 menit kemudian Paman, bibi serta sinta datang untuk menjenguk.


" Bagaimana keadaan yumna dok ? " Tanya paman cemas.


" Sudah membaik, mbak yumna hanya sedikit stress. "


" Begitu dok. apa kami boleh masuk menjenguk. "


" Tentu. "


Mereka segera masuk menemui yumna di ruangan .


" Yumna. " panggil paman.


Namun mereka tidak melihat yumna di ranjang pasien. " Kemana yumna ? " kata paman heran.


Paman segera keluar untuk menanyai suster tentang keberadaan yumna.


" Pasien tadi masih gak sadar kan diri kok, tapi kemana dia ??" Kata suster amat heran.


Lalu jihan , nadia dan diana datang juga untuk menjenguk yumna.


Mereka juga di beritahu sinta jika yumna tidak ada di dalam ruangan.


Mereka tampak kalang kabut di buatnya, " Kita berpencar saja. " Kata nadia.


Tiba-tiba rendy melakukan panggilan padanya " Apa kali ni orang. lagi genting juga. " cecar nadia.


" Halo. apa ?? " teriaknya membuat paman dan yang lain kaget.


" Yumna di atap . " Lontar nadia sembari berlari menuju lift yang diikuti oleh yang lainnya.


" Astaghfirullah apa yang Yumna lakukan disana ? " kata paman menangis khawatir.


" Sabar yah. "


Sementara itu di atap yumna hanya duduk asik menggoyangkan kedua kakinya . Dia tidak mau mendengarkan rendy , aditya, dan raka untuk turun.


" Yumna.. semua ada jalan keluar nya. jangan nekat. " Bujuk adit.


" Iya. kamu tenang aja, kita pasti bantu kamu. " tambah raka.


" Cepat turun. " Hardik rendy.


" Kalau kalian melangkah, itu hanya akan mempercepat kematian ku. " ancam yumna sembari memunggungi menatap langit.


Kemudian paman dan yang lainnya segera sampai " Yumna. " Teriak mereka cemas.


Yumna segera menoleh melihat kehadiran paman nya. " Apa yang mau kamu lakukan ? kamu tidak sayang sama paman ? turun Nak. " kata paman tak karuan.


" Aku gak ngapa-ngapain paman. paman ngapain disini.. aku cuma lagi ilangin stress. kata dokter aku butuh udara segar. "


" Tapi tidak baik duduk di sana. ayo paman bantu untuk turun. " Kata paman mengulurkan tangan .


Yumna hanya menatap tangan paman lalu wajahnya. " Aku capek, mau ketemu nenek sama ibu aja. hidup juga gak ada gunanya deh paman. banyu juga gak ada bersamaku. " Lontarnya membuat semua orang menangis.


" Sayang . jangan katakan itu Nak ."


" Yumna lagi ngobrol sama Alloh, semoga dia dengar yumna disini. kenapa dia selalu berada di pihak mas denis, kenapa Alloh izinkan mas denis merenggut banyu dari aku."


" Turun lah dulu, ayo kita bicara ." Bujuk paman lagi.


" Paman mau bujuk aku ? coba deh paman liat aku. aku sangat menyedihkan ya ?? nangis seharian, bahkan sampai duduk disini berpikir semua akan beres jika aku lompat dari sini. "


" Yumna. "


" Tidak ada yang tersisa dariku, aku sanggup menemui kesulitan apapun, Tapi tidak dengan kehilangan banyu. sekarang aku merasa tidak hidup.. masalah yang ku hadapi banyak, aku tidak mengeluh dengan garis tangan yang Alloh takdir kan , tidak ada satu hal pun yang membuat ku sehancur ini, jadi tolong katakan apa yang membuat ku bisa bertahan. "


" Paman ngerti perasaan yumna, kesulitan apapun tidak di benarkan mengambil jalan buntu. itu dosa nak.. ayah ibu serta nenek pasti sangat sedih dengan apa yang kamu lakukan. paman janji akan temui nak denis untuk kamu, paman gak akan biarkan dia memperlakukan kamu kayak gini. tapi paman mohon turun lah nak, jangan kayak gini sayang. " Pinta paman tertatih membujuk yumna sembari tak kuasa menangis.


" Paman tidak akan bisa meluluhkan nya. dia tidak memandang siapa pun, aku tidak tau harus melakukan apa paman. "


" Paman tau, tapi selama ada usaha. pasti ada jalan nya. turun lah nak, apa yumna gak sayang sama paman. yumna bukan sekedar keponakan buat paman. tapi sudah paman anggap sebagai putri paman sendiri. selain itu apa banyu tidak akan sedih menjadi yatim. nanti jika dia dewasa dia akan hancur saat dia mengerti bahwa ibunya memilih jalan ini untuk pergi. pikirkan lah banyu.. kamu gak sendiri. ada paman, bibi dan semua orang .. mereka juga mencintai kamu. " Tangis yumna pecah mendengar ucapan paman.


" Iya yumna. ayo kita sama-sama menghancurkan denis. " Kata nadia berapi-api .


Paman membantu yumna untuk turun " Yumna bisa berjalan ? " Tanya paman.


" Biar suamiku yang menggendong mu ke ruangan. aku tidak apa-apa. " ujar nadia menawarkan.


" Ya kalo kamu tidak mau, suamiku juga boleh. " Sela diana.


" Suamiku juga bisa kok na. aku tidak keberatan . " kata jihan membuat para lelaki melongo kehabisan kata.


" Ngga. kalian jangan korbankan apapun untukku. aku tidak mau merusak apapun yang sudah tertata rapih. "


" Yumna. " jihan memeluknya sembari menangis.


" Katakan padaku, aku harus apa untuk menolong mu. "


" Banyu. bisakah banyu kembali untuk ku??? " Ujarnya menangis untuk kesekian kalinya.


" Kita sama-sama berusaha ya.. tidak perduli seberapa kuat dan kerasnya denis, kita hadapi sama-sama . " Ujar jihan yang kembali memeluknya .


" Tidak apa-apa. nangis aja. " Susul bibi yang tersenyum kepada nya.


Sementara itu para lelaki tampak kesal, entah apa yang harus mereka lakukan kepada denis.


1 Jam berlalu, Dessy dan juna berganti an datang. mereka menyuruh paman untuk pulang istirahat . Sementara Yumna akan di jaga mereka.


" Tidak enak merepotkan kalian. ".


" Ah paman jangan merasa kayak gitu. kami bukan sekedar teman. "


" Kabarin kalo ada apa-apa. "


" Pasti. "


" Yumna, paman pamit ya. paman gak mau kamu seperti tadi.. paman gak akan maafin yumna kalo sampe yumna kayak gitu lagi. "


Yumna hanya mengangguk " Atau paman stay disini saja? "


" Paman harus pulang. aku juga akan segera pulang kok. paman jangan khawatir ya. "


" Janji sama paman, kalo yumna gak akan. "..


" Yumna janji. "


" Ya udah paman pamit, telepon paman kalo ada apa-apa. "


" Iya . "


Paman pun segera pergi meninggalkan yumna bersama Dessy dan juna.


Setengah jam berlalu, ibu denis datang tanpa ayah.


Awalnya Dessy menghadang nya, karena denis.


" Aku datang bukan karena denis, tapi aku ibunya. " Kata ibu geram pada Dessy yang melarang nya untuk menemui yumna.


Ibu tidak terima dan langsung masuk begitu saja " Yumna. " panggil ibu.


" Bu. "


" Kamu kenapa? maafin ibu ya.. ibu gak bisa bujuk denis. "


" Ya. mau di apakan lagi.. mana ayah? "


" Ayah lagi ada kerjaan di luar kota, dia akan pulang secepatnya untuk jenguk kamu. "


" Bilang sama ayah tidak usah buru-buru. "


" Bagaimana keadaan kamu sekarang? "


" Ibu tau dari mana kalau aku disini? "


" Daei media sosial, sekarang semua media meliput kamu tadi saat di jalan, yang kemudian pingsan. "


" Bahkan aku terlihat menyedihkan ya bu, otak ku tidak bekerja setelah putra ibu merenggut banyu dariku. aku melupakan jika aku public figure, harus menjaga penampilan tapi di jalan aku seperti orang yang tidak waras. "


" Jangan pikirkan itu. semua orang tau jika masalah mu berat. "


" Ya, aku juga tidak perduli tanggapan orang. "


" Soal denis, ibu memang tidak bisa menghentikan nya. tapi ibu punya cara buat kamu, itu pun kalau kamu mau. "


" Ibu datang untuk membujuk ku kembali pada putra ibu? ".


" Engga. kalau yumna mau.. yumna bisa menemui banyu kapanpun selagi denis tak ada di rumah. "


" Apa maksud ibu? "


" Ibu dengar bahwa denis tidak akan membiarkan kamu menemui banyu sebelum kembali pada denis. itu benar?? "


" Ya . "


" Jadi ibu berpikir bagaimana cara kamu menemui banyu tanpa sepengetahuan denis. kalau kamu setuju, ibu akan membicarakan ini dengan seluruh pekerja di rumah denis. mereka akan tutup mulut soal kamu mendatangi banyu. "


" Itu akan membahayakan banyak orang. "


" Ibu yang tanggung jawab. kamu mau atau tidak? nanti kalo denis pergi ke kantor, ibu akan meminta bibi mengabari kamu. "


" Aku mau. tapi aku gak yakin. "


" Kenapa? kamu takut sama denis?? "


" Engga, tapi dampaknya. bagaimana kalau nanti dia mengetahui? "


" Ibu sudah bilang itu urusan ibu. "


" Kenapa ibu mau tolong aku? "


" Kesalahan yang pernah ibu buat sama kamu, adalah hal yang paling bodoh. ibu mau memperbaiki apapun jika bisa. tapi hanya ini yang bisa ibu lakukan untuk kamu Na. "


" Aku harus berterima kasih pada ibu sekarang. "


" Tidak perlu. yang ibu lakukan sekarang tidak sebanding dengan dosa ibu sama kamu Na. " ujarnya tulus.