YUMNA

YUMNA
Episode 167



Dessy mengajak Dennis ketemu di cafe pukul 11 Siang .


” Kapan Lo balik ? Tau dari mana nomor telepon gue ? ” Tanya Dennis sembari menarik kursi lalu duduk .


” 2 Hari lalu . tadi gue ke rumah Lo . Nyokap Lo yang kasih . Gimana kabar Lo Nis ? ”


” Baik , Seperti yang Lo liat . .. ”


” Sukur . Oya , tadi gue ketemu mantan pacar Lo Nis . ”


” Mantan ?? Maksud Lo . ”


” Yumna Nis . Lo masih inget ?? Dia makin kece aja . Gue sempet ambil Poto dia lagi sama suaminya . Nih liat . ” Lontarnya sembari memperlihatkan Poto Yumna bersama Natan .


Dennis dibuat melongo dengan Poto itu .. Dia menganga sekaligus kesal .


” Liat suaminya , Dia gak kalah tampan dari Lo Nis .. hehe . ” Ledek Dessy .


Dennis menatap tajam padanya , Dessy malah tertawa terpingkal . Dia merasa berhasil memanasi Dennis .


” Santai . Lo kan juga udah punya bini . Sini gue liat Poto bini Lo . ” Pintanya .


” Lo ketemu dia dimana ? ”


” Di mini market . Napa ? Belum move on Lo hahaha . ”


” Hahaha .. dia bini gue . ” Lontarnya .


Dessy malah semakin tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Dennis .


” Lu tuh ya .. Liat perutnya udah buncit masih aja lu . ” Lontarnya disela-sela tawanya .


Dennis membuka HP dan memperlihatkan Poto pernikahan mereka .


” Gue sih gak percaya, bisa aja nih Poto Lo edit ..”


” Jiah .. Ini asli Gembel . Lo kok gak percaya amat ? ”


” Lo kan benci banget sama dia . ”


” Itulah kesalahan gue . gue salah paham . ”


” Lo beneran Nis ? Terus cowok ini siapa dong ? ”


” Supir gue . Sialan Lo nyamain dia sama gue .. ”


” Terus Kenapa Yumna gak bilang tadi ? ”


" Mana gue tau , Masih kesel kali dia sama Lo . ”


" Terus gimana ceritanya sih Lo bisa nikahin dia ? Cerita dari awal kok gue jadi kepo . ”


” Males amat . Gue mesti buru-buru balik ke kantor . ”


” Eh ini undangan pernikahan gue , Dateng ya . ”


” Ya lah . Kalo sempet ya . ”


” Dih awas Lo kalo gak datang gue ancurin lo . ”


” Siapa elo ? ”


Dennis pergi meninggalkan Dessy dan terburu-buru pergi ke kantor nya .


” Heran tambah kepo deh .”


30 menit kemudian , Dennis tiba di ruangan nya dengan selembar undangan di tangan .


Saat dia masuk , Dennis mendapati Yumna sedang duduk menunggunya .


” Sayang kamu disini ? Udah lama ? Kok gak telepon ? ”


” Enggak kok baru aja . Kamu dari mana ? ”


” Ketemu temen ..”


Yumna menarik tangan suaminya dan mengambil undangan pernikahan itu .


” Dessy ? Oh kamu baru ketemu dia Mas ?? ”


” Iya dia baru datang dari Jepang . Katanya dia mau nikah . ”


” Oh iya . ”


” Sayang sebenarnya aku gak mau kasih tau kamu tapi katanya tadi kalian ketemu ya . Gimana perasaan kamu ?? ”


” Nyesek . Kalo liat mukanya pengen nonjok . Tapi Ya udah lah ya .. Ngomong-ngomong apa yang kamu kasi ke dia saat dia mau bantu kamu dulu ? ”


" Sayang mending kita gak usah bahas ini deh .”


” Kenapa ? Aku yang di tipu mentah-mentah kok kamu yang nyesek sih Mas . ”


” Sayang !!! ”


” Tinggal jawab aja . ”


” Satu set perhiasan . ”


” Dasar manusia ya .. Mereka melakukan segalanya tanpa perduli perasaan orang lain . ”


” Sayang . ”


” Ya udah Makan gih . Aku pulang ya .. ”


” Kok buru-buru . Aku tau nih kamu marah kan ?? ”


” Enggak kok sayang. Bosen marah Mulu .. Kalo kangen kan bingung . ”


” Bingung ?? ”


” Hehe .. Mas , Aku mau pulang mau anterin paket untuk Sinta ke Malang . Kan aku udah bilang . ”


” Kamu udah beli hp nya ? ”


” Udah . Ya udah aku tinggal ya . ”


” Iya Hati-hati . ”


Dalam perjalanan , Yumna menghubungi Sinta Lewat telepon biasa.


” Iya sin , Nanti kita Videocall lagi ya . Mbak kangen deh . Kamu baik-baik ya .. Salam buat Kenan ...Iya , Waalaikum salam ..” Yumna menutup telepon dan menaruhnya ke tas .


Yumna terdiam karena mau gak mau Natan pasti mendengar percakapan nya dengan Sinta barusan .


” Dia sehat kan Non ? ” Tanya Natan tergesa-gesa .


” Sehat Tan . ”


” Syukurlah . ” Jawab Natan kilat .


” Kamu sendiri ? Apa sudah baikan . Harusnya kamu dengar suamiku .. Pergilah berlibur . Kamu butuh waktu untuk menata hati ..”


” Hati hancur tak masalah asal terbayar dengan kebahagiaan Non Sinta . Dia harus bahagia .. Mendengar dia baik-baik saja itu cukup bagiku . ” Lontarnya sembari mengemudikan mobil .


” Ya udah sekarang giliran kamu harus bahagia . Cari kebahagiaan mu sendiri . ”


” Saya tak ingin mencarinya Non . Saya belum siap untuk melupakan dan membuka hati . ”..


" Aku tau .. Itu pasti berat untuk mu . ”


Natan tidak menjawab lagi ucapan Yumna , Dia kembali fokus menyetir .


” Saya tidak sanggup mengganti nya dengan siapapun . Bagaimana dan harus dari mana saya memulai nya non .. Tapi tak apa , Saya tidak apa-apa asal Non bahagia .. saya mohon jangan membuat semua pengorbanan kita sia-sia . Kamu harus bahagia , Jika tidak .. saya tidak tau harus berbuat apa . " Batin Natan .


10 Menit kemudian , Yumna selesai memaketkan barang .


Dia kembali ke mobil dan segera pulang .


" Sepertinya mau hujan Non . ”


" Iya Tan , mendung banget .. Ya udah kita cepetan pulang aja yu . " Kata Yumna .


" Iya Non . ”


Yumna mengirimi pesan kepada Sinta Kalo dia sudah memaketkan Hp nya .


" Kok gak bales . Sinta lagi sibuk apa ya . ” Lontarnya sembari mengotak-atik Hp .


Tiba-tiba Natan menarik rem secara mendadak membuat Yumna menjadi terkejut .


" Lho kenapa sih Tan ? ”


” Gak tau Non .. saya liat dulu ya non . ”


Natan pun segera keluar untuk mengecek mesin mobilnya .


" Tan pake payung .. ujan . ” Lontar Yumna .


" Iya Non ..”


Natan mengambil payung dan keluar dari mobil , Hujan malah semakin lebat .


” Gimana ? ” Teriak Yumna .


" Non kayaknya mogok . ”


" Mogok ? Kok bisa ? ”


" Kayaknya mesti di bawa ke bengkel deh non .. Saya telepon pak Danang buat jemput non kesini ya . ”


" Ah gak usah Tan .. Ini juga lagi ujan .. Kita nyari warung kopi atau apa buat berteduh dulu ujan nya makin gede . Sembari telepon orang bengkel . ”


" Jangan Non .. Non gak usah khawatir sama mobil . non mesti segera pulang .. kalo non keluar takut licin . Saya takut non kepeleset . ” Kata Natan khawatir .


" Ya terus masa aku diem di mobil doang ? ”


" Saya cariin taksi ya non . ”


Natan pergi mencari taksi ke sebrang jalan dengan Payung nya .


Sementara itu Yumna mengambil HP dan mencoba menelepon suaminya .


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kaca mobil .


Yumna membuka pintu mobil dan keluar menggunakan payung .


” Mobil kamu kenapa ? ” Tanya Rendy .


" Mogok . Kamu lagi ngapain Mas ? ”


" Tadi aku lewat . Liat supir kamu . Ya udah ayo aku anterin pulang . ” Ajak Rendy .


” Enggak Mas .. Natan lagi nyari taksi ..Kamu duluan aja . ”


" Yumna .. Aku khawatir sama kamu . Kamu kan lagi hamil .. gimana kalo ada orang jahat ? ” Kata Rendy .


” Ini kan jalanan rame . Udahlah Mas jangan membuat semuanya menjadi ribet .. Mending kamu duluan aja .. Aku gak apa-apa kok disini . ”


” Kamu tuh keras kepala ya . Aku cuman mau antar kamu aja gak lebih . ”


" Aku bersuami . Dan aku tau dia pasti sangat keberatan kalau tau aku di antar pulang sama kamu . Kamu juga harus jaga perasaan Nadia .. ”


” Apa di pikiran kamu cuman mikirin mereka . Apa artinya jika seseorang hanya mengantar pulang . Aku tidak tega sama kamu .. itu aja Yumna . ”


" Makasih Mas . Aku tau kamu itu orang baik .. Tapi Maaf aku gak bisa terima kebaikan kamu ini . ”


Rendy kehabisan kata untuk meyakinkan Yumna .


” Aku udah terima semuanya . Ajakan ku ini semata-mata hanya untuk kemanusiaan .. Jika kamu merasa tidak nyaman karena masa lalu kita tolong maafkan aku .. Aku tau kita sudah benar-benar berakhir setidaknya terimalah ajakan ku ini sebagai teman . Aku tidak bisa pergi meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini . ”


" Tidak . Tolong hargai keputusanku .. Aku harus menjaga perasaan dan hati suamiku . Aku harap kamu memahami ku . Pergilah duluan .. ”


Rendy kembali sedih karena ucapan Yumna yang lembut namun teramat menyakitkan baginya .


” Semua sudah terjadi cukup lama tapi kenapa rasanya masih terasa sakit .. Aku masih sakit mendengar kamu bersuamikan dia . Yumna , Percayalah tidak mudah bagiku menjalani setiap hari ku .. Aku melawan hatiku lebih dari seribu kali .. Kenapa kamu tidak pernah sekalipun tanyakan hatiku . Apa luka di hatiku sudah baik .. Kenapa kamu hanya memikirkan suamimu itu ? Apa yang sudah aku lakukan sampai aku harus mengalami hal seperti ini ? Penjahatnya adalah dia , Tapi kenapa kamu begitu memperdulikannya ?? ” Teriak Rendy emosi hingga payung yang dia pegang pun dibiarkan mengapung terbawa angin .


” Penjahat itu tetap suamiku , Dia Suamiku .. Aku yang sudah merubah dirinya menjadi sejahat itu . Kamu bilang sudah terima semuanya tapi apa ? Kamu masih mengatakannya lagi .. Apa yang harus aku lakukan untuk meminta Maaf mu Mas ? Aku sudah bilang .. pergilah dan kamu tidak perlu menengok lagi meski apapun yang terjadi kepadaku . ”


Yumna memberikan payung kepada Rendy dan kembali masuk ke dalam mobil .


Dia tidak ingin mendengar ucapan Rendy lagi , Karena Yumna tau itu hanya akan semakin membuat Rendy terluka .


” Aku tidak mau melukai siapapun termasuk kamu Mas . Jadi kenapa kamu masih bersikap seperti ini . ”