
Dilapas Rinjani di Jenguk ayahnya . Dia tampak kesal pada putrinya itu .
" Ayah , Dimana ibu ? " Tanyanya .
" Ibumu jatuh sakit karena kelakuanmu . ”
" Apa ? ” Lontarnya cemas .
” Kamu sadar dengan semua yang kamu lakukan ? Kamu tidak waras atau apa ? " Lontar ayah kesal .
” Dia menjadi bayang-bayang diantara Aku dan suamiku . ”
" Apapun alasanmu aku tidak perduli . Ayah pernah bilang jangan pernah berurusan dengan Dennis .. Tapi apa ? Kamu bahkan menculik dan berusaha membunuh istrinya . ”
” Maaf ayah , Tapi aku sungguh tidak bisa menahan perasaanku . ”
" Kamu hancurkan semua yang telah ayah bangun selama ini .. Dennis mungkin akan membuat masalah dengan perusahaan kita . Kamu puas ? Kamu tidak pernah tau jika aku susah payah untuk membangun perusahaan . ”
" Memangnya apa yang akan dilakukan Dennis , Mengapa ayah begitu takut padanya ? Perusahaan ayah tidak ada hubungannya dengan semua ini . ”
" Dennis mungkin akan mempengaruhi para investor-investor ayah . Kamu tidak tau seperti apa dia .. Salah jika kamu berpikir dia akan diam saja . Jani , Lebih baik bunuh saja ayahmu ini . ”
" Ayah . ” Lontarnya sedih .
” Kenapa kamu lakukan semua tanpa pikir panjang . Kenapa Jani ? " Tangis Ayah Jani pecah dihadapannya .
” Maafkan aku ayah . ”
” Apa gunanya maaf dari kamu Jani . Ini masalah bom waktu saja , Sebentar lagi ayahmu ini hancur . ”
” Ayah . ”
” Aku juga sudah dengar jika suamimu sudah menalak kamu . Kamu hancurkan kerjasama perusahaan kita dengan perusahaan Rendy .. apalagi yang tersisa sekarang ? Apa ?? " Teriaknya .
Jani menangis mendengar ucapan Ayahnya sudah hampir putus asa .
1 Jam kemudian , Jani melamun di sel . Dia masih memikirkan nasib kedua orangtuanya .. Dia mulai takut jika Dennis benar-benar menyentuh Mereka .
Sementara itu di rumah Dennis , Paman menjenguk Yumna tanpa bibi dan Sinta .
" Kenapa kamu cepat pulang , Kondisimu belum pulih benar . " Lontar Paman cemas .
” Aku bosan disana paman . ”
” Dimana suamimu ? ”
" Dia sedang mandi di atas . Kenapa ? ”
” Yumna , Dennis menarik saham di perusahaan Ayah Rendy .. ” Bisik Paman pelan .
" Apa ? ”
" Bukan cuma itu , Dia juga pasti kasih perhitungan pada ayah Rinjani . ”
” Paman tau darimana ? Suamiku tidak bicara apapun sama aku ? ”
" Ayah Rendy sudah memberitahu paman . ”
" Ya ampun . ”
” Tapi kamu jangan bahas ini pada suamimu ya . Dia pasti marah jika tau paman kasih tau kamu . ”
" Iya paman . Masalahnya menjadi sangat rumit ya paman . ”
" Yumna , Paman mau tanya kamu 1x lagi . Kamu gak takut punya suami kayak Dennis itu .. Paman kok ngeri sih . ”
” Paman kok ngomong gitu ..Ssst nanti mas Dennis dengar . Memang kenapa ? paman pengen aku ceraikan mas Dennis . ”
" Ya bukan gitu . Paman khawatir aja kalo kamu bikin kesalahan , Dia akan berbuat macam-macam sama kamu . ” Jelasnya khawatir .
" Enggak kok paman . Dia tidak pernah macam-macam sama aku .. Paman gak perlu khawatir . ”
” Tetap aja .. paman kepikiran terus sama kamu . ”
” Paman kalo boleh aku cerita ya , Mas Dennis jadi kayak gitu kayaknya gara-gara aku deh . ”
" Kok kamu bilang gitu ? ”
” Dulu aku ninggalin dia , Waktu kami ketemu lagi dia kok jadi gini . ”
" Ah kamu yang bener ? ”
" Dulu mas Dennis gak gitu kok .. Tapi kok aku kepedean banget ya hahaha. " Lontar Yumna tertawa terbahak-bahak .
" Kamu nih paman lagi ngomong serius . ”
" Iya-iya habis paman nanyanya serius banget sih . ”
” Kalian ngomongin apaan sampe kamu ketawa-ketawa ? " Tanya Dennis sembari berjalan mendekati mereka .
" Oya Na , Paman pulang ya .. cepat sehat . ”
" Kok bentar sih ? ”
" Paman harus ke kantor .. Istirahat jangan lupa minum obatnya . ”
” Iya .. Hati-hati ya . ”
Paman pun pergi setelah Yumna mencium tangannya . Dia bahkan tidak menyapa Dennis sama sekali . Sementara Dennis sudah tidak perduli dengan hubungannya dengan paman .
" Kamu ngantor sayang ?.”
" Enggak ah aku disini aja temenin kamu . ”
" Sayang kamu pergi aja gih . Gak baik ninggalin kantor terus .. Aku juga udah baikan kok . ”
” Jangan maksa . Sayang , Aku ambilkan makan ya .”
” Aku udah sarapan kok .. masa disuruh makan terus sih . sini duduk aku mau ngomong . ” pinta Yumna .
” Apasih sayang ? ”
” Mas , Kamu udah ngurusin Jani ? ”
" Udah . ”
" Dia akan berapa lama di penjara ? ”
" Pasti sangat lama sayang . Kasusnya kan berat , Dia menculik dan berusaha membunuh jadi dia akan di kenakan pasal yang cukup berat . Belum lagi kemarin dia kabur dari lapas dan nyerang kamu lagi .. Harusnya tambah berat hukuman buat dia . ”
Yumna terdiam mendengar ucapan suaminya .
” Kenapa ? Kasian ? Aku gak akan lepasin dia sayang ..”
" Tapi kamu gak macem-macem sama keluarganya kan ? ”
” Soal itu sih apa ya .. gini loh sayang , Dia harus mendapatkan apa yang sudah dia lakukan sama kamu . ”
" Sayang , Kamu mau apa dengan keluarganya ?? Mas , Apa tidak cukup dengan Jani dihukum saja .. Kenapa kamu juga harus mengganggu keluarganya ? ”
" Sayang kamu gak usah khawatir , Aku cuman kasih sentilan doang kok .. mereka harus tau dengan siapa mereka berurusan . ”
" Mas !!
” Sayang , Terkadang kita harus menjadi orang yang jahat untuk melindungi diri kita sendiri . ”
” Mas .. kamu tau gak sih semua sikap kamu ini bikin pamanku takut . Dia sampe tanya aku 2x tentang aku yang beneran mau jadi istri kamu.. Sayang kamu itu nakutin tau gak . ”
" Emang paman mikir aku bakal nyiksa kamu apa ? Mukul kamu gitu ? ”
" Ya kamu gitu sih .. ”
" Nih paman kamu mau aku beresin juga kali ya . ”
" Apa ? Kamu macem-macem sama pamanku , Abis kamu . ” Ancam Yumna .
" Ya udah makanya kamu gak usah komplen . Aku tau kok apa yang aku lakuin . Semuanya demi kamu .. ”
" Sayang ..”
” Sini .. Maafin aku ya , Aku gak mau bikin kamu sedih . Mulai sekarang kamu tidak perlu khawatir dengan semua yang aku lakukan .. Aku cinta sama kamu sayang . ”
” Paman benar , sepertinya Mas Dennis memang akan mencari perhitungan dengan orang tua Jani . ” Batinnya .
" Aku potongi buah ya . "
Tiba-tiba HP Dennis berbunyi , Tertera Nama Pak Irawan yang tertera di layar ponselnya .
" Aku angkat telepon dulu . " Lontarnya sembari beranjak menjauhi Yumna .
Yumna menjadi penasaran dengan sikap Dennis yang menjauhinya saat mengangkat telepon .
" Ya pak .. Iya , Saya pengen maksimal ya .. pastikan semuanya menarik semua sahamnya . Kalo ada yang tersisa , Anda kirimkan saja nama perusahaannya kepada saya .. ya terimakasih . ” Dennis menutup telepon sementara itu Yumna menguping dibalik dinding , Dia menjadi semakin Yakin jika Dennis benar-benar mengacaukan Perusahaan Ayah Jani .
” Nenek .. Suamiku ini .. Apa yang harus aku lakukan ? ” Batin Yumna .
" Sayang , Kamu ngapain ? ”
" Nguping .. ”
" Sini duduk . ”
" Kamu berubah jadi monster lagi sekarang . ”
" Terpaksa sayang .. Udah sini aku mau ambilin buah . ”
” Buah tidak akan membuatku baikkan . " Keluhnya kesal . Sementara Dennis berlalu mengambil buah ke dapur .