YUMNA

YUMNA
Episode 139



Dilapas Rinjani di Jenguk ayahnya . Dia tampak kesal pada putrinya itu .


" Ayah , Dimana ibu ? " Tanyanya .


" Ibumu jatuh sakit karena kelakuanmu . ”


" Apa ? ” Lontarnya cemas .


” Kamu sadar dengan semua yang kamu lakukan ? Kamu tidak waras atau apa ? " Lontar ayah kesal .


” Dia menjadi bayang-bayang diantara Aku dan suamiku . ”


" Apapun alasanmu aku tidak perduli . Ayah pernah bilang jangan pernah berurusan dengan Dennis .. Tapi apa ? Kamu bahkan menculik dan berusaha membunuh istrinya . ”


” Maaf ayah , Tapi aku sungguh tidak bisa menahan perasaanku . ”


" Kamu hancurkan semua yang telah ayah bangun selama ini .. Dennis mungkin akan membuat masalah dengan perusahaan kita . Kamu puas ? Kamu tidak pernah tau jika aku susah payah untuk membangun perusahaan . ”


" Memangnya apa yang akan dilakukan Dennis , Mengapa ayah begitu takut padanya ? Perusahaan ayah tidak ada hubungannya dengan semua ini . ”


" Dennis mungkin akan mempengaruhi para investor-investor ayah . Kamu tidak tau seperti apa dia .. Salah jika kamu berpikir dia akan diam saja . Jani , Lebih baik bunuh saja ayahmu ini . ”


" Ayah . ” Lontarnya sedih .


” Kenapa kamu lakukan semua tanpa pikir panjang . Kenapa Jani ? " Tangis Ayah Jani pecah dihadapannya .


” Maafkan aku ayah . ”


” Apa gunanya maaf dari kamu Jani . Ini masalah bom waktu saja , Sebentar lagi ayahmu ini hancur . ”


” Ayah . ”


” Aku juga sudah dengar jika suamimu sudah menalak kamu . Kamu hancurkan kerjasama perusahaan kita dengan perusahaan Rendy .. apalagi yang tersisa sekarang ? Apa ?? " Teriaknya .


Jani menangis mendengar ucapan Ayahnya sudah hampir putus asa .


1 Jam kemudian , Jani melamun di sel . Dia masih memikirkan nasib kedua orangtuanya .. Dia mulai takut jika Dennis benar-benar menyentuh Mereka .


Sementara itu di rumah Dennis , Paman menjenguk Yumna tanpa bibi dan Sinta .


" Kenapa kamu cepat pulang , Kondisimu belum pulih benar . " Lontar Paman cemas .


” Aku bosan disana paman . ”


” Dimana suamimu ? ”


" Dia sedang mandi di atas . Kenapa ? ”


” Yumna , Dennis menarik saham di perusahaan Ayah Rendy .. ” Bisik Paman pelan .


" Apa ? ”


" Bukan cuma itu , Dia juga pasti kasih perhitungan pada ayah Rinjani . ”


” Paman tau darimana ? Suamiku tidak bicara apapun sama aku ? ”


" Ayah Rendy sudah memberitahu paman . ”


" Ya ampun . ”


” Tapi kamu jangan bahas ini pada suamimu ya . Dia pasti marah jika tau paman kasih tau kamu . ”


" Iya paman . Masalahnya menjadi sangat rumit ya paman . ”


" Yumna , Paman mau tanya kamu 1x lagi . Kamu gak takut punya suami kayak Dennis itu .. Paman kok ngeri sih . ”


” Paman kok ngomong gitu ..Ssst nanti mas Dennis dengar . Memang kenapa ? paman pengen aku ceraikan mas Dennis . ”


" Ya bukan gitu . Paman khawatir aja kalo kamu bikin kesalahan , Dia akan berbuat macam-macam sama kamu . ” Jelasnya khawatir .


" Enggak kok paman . Dia tidak pernah macam-macam sama aku .. Paman gak perlu khawatir . ”


” Tetap aja .. paman kepikiran terus sama kamu . ”


” Paman kalo boleh aku cerita ya , Mas Dennis jadi kayak gitu kayaknya gara-gara aku deh . ”


" Kok kamu bilang gitu ? ”


” Dulu aku ninggalin dia , Waktu kami ketemu lagi dia kok jadi gini . ”


" Ah kamu yang bener ? ”


" Dulu mas Dennis gak gitu kok .. Tapi kok aku kepedean banget ya hahaha. " Lontar Yumna tertawa terbahak-bahak .


" Kamu nih paman lagi ngomong serius . ”


" Iya-iya habis paman nanyanya serius banget sih . ”


” Kalian ngomongin apaan sampe kamu ketawa-ketawa ? " Tanya Dennis sembari berjalan mendekati mereka .


" Oya Na , Paman pulang ya .. cepat sehat . ”


" Kok bentar sih ? ”


" Paman harus ke kantor .. Istirahat jangan lupa minum obatnya . ”


” Iya .. Hati-hati ya . ”


Paman pun pergi setelah Yumna mencium tangannya . Dia bahkan tidak menyapa Dennis sama sekali . Sementara Dennis sudah tidak perduli dengan hubungannya dengan paman .


" Kamu ngantor sayang ?.”


" Enggak ah aku disini aja temenin kamu . ”


" Sayang kamu pergi aja gih . Gak baik ninggalin kantor terus .. Aku juga udah baikan kok . ”


” Jangan maksa . Sayang , Aku ambilkan makan ya .”


” Aku udah sarapan kok .. masa disuruh makan terus sih . sini duduk aku mau ngomong . ” pinta Yumna .


” Apasih sayang ? ”


” Mas , Kamu udah ngurusin Jani ? ”


" Udah . ”


" Dia akan berapa lama di penjara ? ”


" Pasti sangat lama sayang . Kasusnya kan berat , Dia menculik dan berusaha membunuh jadi dia akan di kenakan pasal yang cukup berat . Belum lagi kemarin dia kabur dari lapas dan nyerang kamu lagi .. Harusnya tambah berat hukuman buat dia . ”


Yumna terdiam mendengar ucapan suaminya .


” Kenapa ? Kasian ? Aku gak akan lepasin dia sayang ..”


" Tapi kamu gak macem-macem sama keluarganya kan ? ”


” Soal itu sih apa ya .. gini loh sayang , Dia harus mendapatkan apa yang sudah dia lakukan sama kamu . ”


" Sayang , Kamu mau apa dengan keluarganya ?? Mas , Apa tidak cukup dengan Jani dihukum saja .. Kenapa kamu juga harus mengganggu keluarganya ? ”


" Sayang kamu gak usah khawatir , Aku cuman kasih sentilan doang kok .. mereka harus tau dengan siapa mereka berurusan . ”


" Mas !!


” Sayang , Terkadang kita harus menjadi orang yang jahat untuk melindungi diri kita sendiri . ”


” Mas .. kamu tau gak sih semua sikap kamu ini bikin pamanku takut . Dia sampe tanya aku 2x tentang aku yang beneran mau jadi istri kamu.. Sayang kamu itu nakutin tau gak . ”


" Emang paman mikir aku bakal nyiksa kamu apa ? Mukul kamu gitu ? ”


" Ya kamu gitu sih .. ”


" Nih paman kamu mau aku beresin juga kali ya . ”


" Apa ? Kamu macem-macem sama pamanku , Abis kamu . ” Ancam Yumna .


" Ya udah makanya kamu gak usah komplen . Aku tau kok apa yang aku lakuin . Semuanya demi kamu .. ”


" Sayang ..”


” Sini .. Maafin aku ya , Aku gak mau bikin kamu sedih . Mulai sekarang kamu tidak perlu khawatir dengan semua yang aku lakukan .. Aku cinta sama kamu sayang . ”


” Paman benar , sepertinya Mas Dennis memang akan mencari perhitungan dengan orang tua Jani . ” Batinnya .


" Aku potongi buah ya . "


Tiba-tiba HP Dennis berbunyi , Tertera Nama Pak Irawan yang tertera di layar ponselnya .


" Aku angkat telepon dulu . " Lontarnya sembari beranjak menjauhi Yumna .


Yumna menjadi penasaran dengan sikap Dennis yang menjauhinya saat mengangkat telepon .


" Ya pak .. Iya , Saya pengen maksimal ya .. pastikan semuanya menarik semua sahamnya . Kalo ada yang tersisa , Anda kirimkan saja nama perusahaannya kepada saya .. ya terimakasih . ” Dennis menutup telepon sementara itu Yumna menguping dibalik dinding , Dia menjadi semakin Yakin jika Dennis benar-benar mengacaukan Perusahaan Ayah Jani .


” Nenek .. Suamiku ini .. Apa yang harus aku lakukan ? ” Batin Yumna .


" Sayang , Kamu ngapain ? ”


" Nguping .. ”


" Sini duduk . ”


" Kamu berubah jadi monster lagi sekarang . ”


" Terpaksa sayang .. Udah sini aku mau ambilin buah . ”


” Buah tidak akan membuatku baikkan . " Keluhnya kesal . Sementara Dennis berlalu mengambil buah ke dapur .