YUMNA

YUMNA
Episode 122



Tamu yang mereka tunggu pun akhirnya datang satu persatu .


Aditya nampak enggan untuk masuk , Menurut dia . Dia merasa tidak perlu ada disana .


” Ayo dong Dit . " Bujuk Diana lagi .


” Ngapain sih kamu ngajak-ngajak aku segala . Udah tau tuan rumah ini ngeselin . ” Katanya mendengus kesal .


” Dennis sudah welcome kok sama kamu . Kemarin aja dia tanyain kamu dan Raka . ”


” Oya ? Gak percaya . ” Kamu dusta Diana . ”


Diana tersenyum saja menanggapi kelakuan pacarnya , Tidak menyerah dia menggandeng tangan Aditya dan menyeretnya ke dalam .


Meski berat , Apa daya . Aditya sudah tidak ingin mengecewakan perempuan ini lagi .


Tiba-tiba Jihan juga datang dengan Raka tanpa bayi mereka .


” Han . ” Sapa Diana .


” Hai Na . Wah cantik banget nih kamu . ” puji Jihan .


” Makasih masa sih ? Tapi pacarku nggak ngomong gitu deh . ”


Aditya hanya mendelik menanggapinya .


” Ya udah yuk masuk . ” Jihan merangkul Diana lalu berjalan bersama .


Sementara para lelaki tampak malas menginjakkan kaki nya di rumah Dennis .


Setibanya di taman belakang , Bibi mengantar mereka ke sana . Rupanya yang lain sudah tiba duluan .


” Hai Di , Han ..” Sapa Yumna sembari menciumi pipi kedua temannya .


” Cantik deh Na .. Auranya kok makin keluar aja sih . ” puji Diana membuat Yumna tak sabar ingin memberi tau mereka tentang kehamilan dirinya .


” Gombal , Kamu udah kayak Mas Dennis aja . muji terus . Tapi makasih lho . ”


Dennis tampak sedang ngobrol bersama ayahnya , pandangannya tertuju pada kedatangan 2pria yang datang dari belakang 2 wanita itu .


Ia beranjak dan berusaha untuk menghampiri mereka , Sadar akan hal itu . Raka dan Aditya langsung salah tingkah . Malas sekali bagi mereka menghadapi si Dennis itu .


” ***Tuh orang mau kesini ? Gak bisa apa gak pura-pura liat aja . Malah mau nyamperin .. Bikin gue males aja . ” Batin Adit .


” Si Dennis ini mau apa berjalan kesini . Emang ya dari dulu selalu bikin empet gue aja ..Kalo bukan karena Jihan , Ogah banget gue kesini . ” Batin Raka*** .


” Hai para pejuang yang gugur . ” Sapa nya jahat di susul senyum yang agak manis .


Yumna melihat kelakuan suaminya , Dia pikir Dennis akan mengacaukan suasana hati kedua pria itu . Yumna bergegas menghampiri mereka .


” Hai Dit , ka .. Thanks ya kalian udah datang . Oya yuk duduk . ” Sapa nya .


” Jangan ganggu mereka . ” Bisik Yumna kepada Dennis .


” Dih su uzon . Aku mau nyapa mereka kok . " Sangkal suami nya .


” Jangan berdusta . Aku tau watak suamiku . ” Lontar Yumna tersenyum .


Yumna menggandeng tangan suaminya menuju kursi duduk mereka .


Yumna menyuruh Dennis untuk membuka acara makan malam nya .


” Kamu yang ulang tahun kok ..” Lontar Dennis .


” Kamu kan Suamiku . Mau ribut disini yang ? ”. Ancamnya .


Tanpa pikir panjang , Dennis pun membuka suaranya untuk menyambut tamu mereka .


” Oke selamat malam . Mohon waktunya sebentar .


Sebelumnya terimakasih karena kalian sudah datang memenuhi undangan Istriku . Sebenarnya ini bukan perayaan atau pesta . Kami mengundang kalian karena istriku Yumna sangat mencintai kalian daripada aku .. Undangan makan malam ini tidak lain sebagai bentuk kasih sayang dan syukuran karena istri saya menambah umur . Oke tanpa berlama-lama saya harap kalian menikmati makan malam nya . ” Lontar Dennis gagah menyampaikan kesan-kesan itu . Yumna tak bisa berhenti tersenyum melihat kelakuan Dennis yang acap kali memasukan kata-kata yang prontal .


” Suamiku . ” Batinnya .


Yumna pun berniat untuk bicara .


” Oya aku mau sampein sesuatu , Ini diluar dugaan tapi ini mungkin kado terindah . Aku ingin membaginya bersama kalian ...Tadi pagi aku baru mengetahui jika sekarang di rahim ku sudah ada janin . ” Hal itu membuat mereka kaget dan bahagia .


” Ya ampun sayang selamat ya , Ibu bahagia sekali mendengarnya . ” Ujar Ibu mertua nya menciumi .


” Na selamat ya .. Aku ikut seneng . Akhirnya kamu hamil juga . ” Kata Diana .


” Selamat Naa.. Aku bahagia denger nya .



" Sayangku .. Selamat ya . ” Kata Paman berkaca-kaca .


” Akhirnya Nayla akan dapat adik ..” Kata Bibi .


” Kami do'akan semoga bayi kamu selalu sehat , Dan ibunya juga . Semoga kehadiran nya membuat kabahagiaan kalian sempurna . " Kata Ayah Dennis .


" Makasih Yah . " Yumna mulai berkaca-kaca dan memeluk ayah mertuanya .


Ya Yumna memang sudah menggap ayah mertuanya sebagai ayahnya dari dulu .


Dia yang selalu membelanya walau apapun yang terjadi , Dia yang selalu siap menjaga Yumna saat Dennis selalu melukainya .


Air matanya mulai mengalir saat ayah mertuanya itu mencium rambutnya .


" Ayah . ”


" Ayah bahagia Nak . Kamu putriku .. Terimakasih sudah Sudi menikahi putraku .. Terimakasih sudah mau berada disisinya . Terimakasih karena kamu sabar menghadapi putra ayah . ” Lontarnya masih dengan berkaca-kaca .


” Aku yang makasih .. Ayah selalu menganggap ku putri ayah dari dulu , Ayah selalu membela dan mengerti aku .. ” Lontar Yumna memandangi ayah mertuanya .


Ayah mengusap air mata Yumna penuh keharuan , Hal itu membuat Paman dan bibi yakin jika Yumna sudah berada di tempat yang tepat .


Dennis yang bisa melakukan hal gila itu , Sempat membuat Paman agak ragu . Tapi malam itu paman dan bibi tau jika Dennis dan keluarganya sangat mencintai Yumna .


” Duduklah . " Pinta Ayah .


” Tanpa berlama-lama silahkan Nikmati jamuan makan malamnya . Saya harap kalian suka . ” Lontar Ayah .


Mereka pun mulai menikmati makan malam nya .


2 Jam sudah berlalu , Tamu mereka tampak sudah pulang . Yumna membereskan piring dan gelas .


Dennis masih tidak habis pikir dengannya yang selalu saja membuat dirinya bekerja ..


" Apa itu ? Sayang .. Biar bibi yang beresin nanti . ”


" Ini tidak berat kok mas . Kamu duluan gih tidur istirahat .. Aku nanti Nyusul . ”


Bukannya pergi , Dia malah menggendong Yumna untuk masuk kedalam .


" Sayang !!! Rajuknya .


" Jangan membuat pertengkaran di antara kita . Aku tidak mau kamu menyentuh apapun . Besok aku akan mencari pekerja baru untuk membantu bibi di rumah ini . " Jawabnya menuju kamar .


Kali ini Yumna tak lagi berontak , Menurut nya akan sulit untuk bicara dengan Dennis .


" Aku akan membuka kado ah .” Lontarnya .


Kebahagiaan Yumna semakin nyata dengan orang-orang disekitarnya yang sangat dia sayangi ditambah kehadiran janin dalam perutnya .


Dennis membaringkan tubuh Yumna di tempat tidur .


” Jangan macam-macam Mas ..” Lontarnya .


" Kamu belum apa-apa .. Aku gak ngapa-ngapain kok .. Mana aku pengen pegang perut kamu . ”


" Belum besar mas kan baru 3 Minggu . ”


" Gak apa-apa . Aku mau pegang sebentar . ” Lontarnya sambil menyasar perut istrinya itu .


" Apa dia disini ? ” Katanya lagi .


” Kamu bahagia ? ”


” Apa itu tidak terlihat di wajah ku ? Makasih sudah hamil anakku . ”


" Makasih nya sama Allah . Solatnya jangan bolong-bolong .. ”


" Iya . ”


” Aku masih nggak percaya . ”


” Sebentar lagi kita akan dipanggil Ayah dan ibu . ” Celetuk Dennis .


Dennis mulai berkaca-kaca mengusap perut Yumna .