
Tamu yang mereka tunggu pun akhirnya datang satu persatu .
Aditya nampak enggan untuk masuk , Menurut dia . Dia merasa tidak perlu ada disana .
” Ayo dong Dit . " Bujuk Diana lagi .
” Ngapain sih kamu ngajak-ngajak aku segala . Udah tau tuan rumah ini ngeselin . ” Katanya mendengus kesal .
” Dennis sudah welcome kok sama kamu . Kemarin aja dia tanyain kamu dan Raka . ”
” Oya ? Gak percaya . ” Kamu dusta Diana . ”
Diana tersenyum saja menanggapi kelakuan pacarnya , Tidak menyerah dia menggandeng tangan Aditya dan menyeretnya ke dalam .
Meski berat , Apa daya . Aditya sudah tidak ingin mengecewakan perempuan ini lagi .
Tiba-tiba Jihan juga datang dengan Raka tanpa bayi mereka .
” Han . ” Sapa Diana .
” Hai Na . Wah cantik banget nih kamu . ” puji Jihan .
” Makasih masa sih ? Tapi pacarku nggak ngomong gitu deh . ”
Aditya hanya mendelik menanggapinya .
” Ya udah yuk masuk . ” Jihan merangkul Diana lalu berjalan bersama .
Sementara para lelaki tampak malas menginjakkan kaki nya di rumah Dennis .
Setibanya di taman belakang , Bibi mengantar mereka ke sana . Rupanya yang lain sudah tiba duluan .
” Hai Di , Han ..” Sapa Yumna sembari menciumi pipi kedua temannya .
” Cantik deh Na .. Auranya kok makin keluar aja sih . ” puji Diana membuat Yumna tak sabar ingin memberi tau mereka tentang kehamilan dirinya .
” Gombal , Kamu udah kayak Mas Dennis aja . muji terus . Tapi makasih lho . ”
Dennis tampak sedang ngobrol bersama ayahnya , pandangannya tertuju pada kedatangan 2pria yang datang dari belakang 2 wanita itu .
Ia beranjak dan berusaha untuk menghampiri mereka , Sadar akan hal itu . Raka dan Aditya langsung salah tingkah . Malas sekali bagi mereka menghadapi si Dennis itu .
” ***Tuh orang mau kesini ? Gak bisa apa gak pura-pura liat aja . Malah mau nyamperin .. Bikin gue males aja . ” Batin Adit .
” Si Dennis ini mau apa berjalan kesini . Emang ya dari dulu selalu bikin empet gue aja ..Kalo bukan karena Jihan , Ogah banget gue kesini . ” Batin Raka*** .
” Hai para pejuang yang gugur . ” Sapa nya jahat di susul senyum yang agak manis .
Yumna melihat kelakuan suaminya , Dia pikir Dennis akan mengacaukan suasana hati kedua pria itu . Yumna bergegas menghampiri mereka .
” Hai Dit , ka .. Thanks ya kalian udah datang . Oya yuk duduk . ” Sapa nya .
” Jangan ganggu mereka . ” Bisik Yumna kepada Dennis .
” Dih su uzon . Aku mau nyapa mereka kok . " Sangkal suami nya .
” Jangan berdusta . Aku tau watak suamiku . ” Lontar Yumna tersenyum .
Yumna menggandeng tangan suaminya menuju kursi duduk mereka .
Yumna menyuruh Dennis untuk membuka acara makan malam nya .
” Kamu yang ulang tahun kok ..” Lontar Dennis .
” Kamu kan Suamiku . Mau ribut disini yang ? ”. Ancamnya .
Tanpa pikir panjang , Dennis pun membuka suaranya untuk menyambut tamu mereka .
” Oke selamat malam . Mohon waktunya sebentar .
Sebelumnya terimakasih karena kalian sudah datang memenuhi undangan Istriku . Sebenarnya ini bukan perayaan atau pesta . Kami mengundang kalian karena istriku Yumna sangat mencintai kalian daripada aku .. Undangan makan malam ini tidak lain sebagai bentuk kasih sayang dan syukuran karena istri saya menambah umur . Oke tanpa berlama-lama saya harap kalian menikmati makan malam nya . ” Lontar Dennis gagah menyampaikan kesan-kesan itu . Yumna tak bisa berhenti tersenyum melihat kelakuan Dennis yang acap kali memasukan kata-kata yang prontal .
” Suamiku . ” Batinnya .
Yumna pun berniat untuk bicara .
” Oya aku mau sampein sesuatu , Ini diluar dugaan tapi ini mungkin kado terindah . Aku ingin membaginya bersama kalian ...Tadi pagi aku baru mengetahui jika sekarang di rahim ku sudah ada janin . ” Hal itu membuat mereka kaget dan bahagia .
” Ya ampun sayang selamat ya , Ibu bahagia sekali mendengarnya . ” Ujar Ibu mertua nya menciumi .
” Na selamat ya .. Aku ikut seneng . Akhirnya kamu hamil juga . ” Kata Diana .
” Selamat Naa.. Aku bahagia denger nya .
”
" Sayangku .. Selamat ya . ” Kata Paman berkaca-kaca .
” Akhirnya Nayla akan dapat adik ..” Kata Bibi .
” Kami do'akan semoga bayi kamu selalu sehat , Dan ibunya juga . Semoga kehadiran nya membuat kabahagiaan kalian sempurna . " Kata Ayah Dennis .
" Makasih Yah . " Yumna mulai berkaca-kaca dan memeluk ayah mertuanya .
Ya Yumna memang sudah menggap ayah mertuanya sebagai ayahnya dari dulu .
Dia yang selalu membelanya walau apapun yang terjadi , Dia yang selalu siap menjaga Yumna saat Dennis selalu melukainya .
Air matanya mulai mengalir saat ayah mertuanya itu mencium rambutnya .
" Ayah . ”
" Ayah bahagia Nak . Kamu putriku .. Terimakasih sudah Sudi menikahi putraku .. Terimakasih sudah mau berada disisinya . Terimakasih karena kamu sabar menghadapi putra ayah . ” Lontarnya masih dengan berkaca-kaca .
” Aku yang makasih .. Ayah selalu menganggap ku putri ayah dari dulu , Ayah selalu membela dan mengerti aku .. ” Lontar Yumna memandangi ayah mertuanya .
Ayah mengusap air mata Yumna penuh keharuan , Hal itu membuat Paman dan bibi yakin jika Yumna sudah berada di tempat yang tepat .
Dennis yang bisa melakukan hal gila itu , Sempat membuat Paman agak ragu . Tapi malam itu paman dan bibi tau jika Dennis dan keluarganya sangat mencintai Yumna .
” Duduklah . " Pinta Ayah .
” Tanpa berlama-lama silahkan Nikmati jamuan makan malamnya . Saya harap kalian suka . ” Lontar Ayah .
Mereka pun mulai menikmati makan malam nya .
2 Jam sudah berlalu , Tamu mereka tampak sudah pulang . Yumna membereskan piring dan gelas .
Dennis masih tidak habis pikir dengannya yang selalu saja membuat dirinya bekerja ..
" Apa itu ? Sayang .. Biar bibi yang beresin nanti . ”
" Ini tidak berat kok mas . Kamu duluan gih tidur istirahat .. Aku nanti Nyusul . ”
Bukannya pergi , Dia malah menggendong Yumna untuk masuk kedalam .
" Sayang !!! Rajuknya .
" Jangan membuat pertengkaran di antara kita . Aku tidak mau kamu menyentuh apapun . Besok aku akan mencari pekerja baru untuk membantu bibi di rumah ini . " Jawabnya menuju kamar .
Kali ini Yumna tak lagi berontak , Menurut nya akan sulit untuk bicara dengan Dennis .
" Aku akan membuka kado ah .” Lontarnya .
Kebahagiaan Yumna semakin nyata dengan orang-orang disekitarnya yang sangat dia sayangi ditambah kehadiran janin dalam perutnya .
Dennis membaringkan tubuh Yumna di tempat tidur .
” Jangan macam-macam Mas ..” Lontarnya .
" Kamu belum apa-apa .. Aku gak ngapa-ngapain kok .. Mana aku pengen pegang perut kamu . ”
" Belum besar mas kan baru 3 Minggu . ”
" Gak apa-apa . Aku mau pegang sebentar . ” Lontarnya sambil menyasar perut istrinya itu .
" Apa dia disini ? ” Katanya lagi .
” Kamu bahagia ? ”
” Apa itu tidak terlihat di wajah ku ? Makasih sudah hamil anakku . ”
" Makasih nya sama Allah . Solatnya jangan bolong-bolong .. ”
" Iya . ”
” Aku masih nggak percaya . ”
” Sebentar lagi kita akan dipanggil Ayah dan ibu . ” Celetuk Dennis .
Dennis mulai berkaca-kaca mengusap perut Yumna .