YUMNA

YUMNA
Episode 140



Natan kembali dari rumah sakit setelah beberapa hari dirawat , Sinta mengantarnya untuk pulang .


" Kenapa kamu ingin pulang ke rumah Dennis ? Kamu masih ingin bekerja padanya .. Kemarin aku bicara sampe berbusa , Kamu abaikan begitu saja ? ” Cecar Sinta sembari menyetir .


” Saya tidak akan berhenti kalo Tuan Dennis sudah tidak butuh saya non . ” Jawab Natan .


” Dasar keras kepala . Nanti-nanti kalo hal ini terjadi lagi , Kamu celaka karenanya ..Aku tidak akan perduli lagi sama kamu . ” Ancam Sinta kesal .


” Maaf ya non .. ”


" Lakukan saja semua semaumu . Jangan pedulikan aku .. Bahkan anggap saja aku tidak ada ..”


” Jangan bicara seperti itu . Aku sangat menghargai mu . Terimakasih karena non masih mau perduli kepadaku ..Tapi , Kalo non minta saya untuk berhenti bekerja pada tuan .. Saya tidak bisa . ”


” Kak , Kamu tau enggak kemarin aku bertengkar dengan ibuku karena aku memilih bersamamu . Sulit buatku meyakinkan kedua orang tuaku setelah semua perbuatanmu . Kalo kamu masih ingin bekerja pada Dennis dan tidak mencari pekerjaan yang lain , Ayah dan ibuku mungkin masih menganggapmu tidak berubah . Apa kamu tidak memikirkan hubungan kita bagaimana kedepannya ? Percayalah kalo kamu masih bekerja padanya itu hanya akan memperburuk hubungan kita .. Aku ingin meyakinkan ibu jika kamu sungguh sudah berubah dan mempunyai pekerjaan yang lebih baik . ”


Natan bungkam seribu bahasa mendengar keluhan Sinta , Dia bingung harus mengatakan apa padanya .


” Aku juga tidak ingin melihat kamu terluka . ”


” Maaf ya non , Saya benar-benar tidak tau harus berbuat apa untuk saat ini . ” Batin Natan .


1Jam sudah berlalu , Sinta pergi menemui Yumna setelah mengantar Natan ke kamarnya .


” Bagaimana keadaan Natan ? " Tanya Yumna .


" Dia sedang istirahat , Mbak .. Aku ingin minta bantuan sama Mbak ..”


" Ada apa Sin ? ”


" Aku meminta kak Natan untuk berhenti bekerja pada suamimu , Aku ingin dia punya pekerjaan yang lain .. Tapi dia tidak mau .. Dia bilang dia tidak akan berhenti jika suamimu sudah tidak membutuhkannya . Dia sangat keras kepala .. Aku sangat takut jika sesuatu terjadi kepadanya lagi , Belum lagi aku harus mengatasi ibu untuk kembali merestui kami . Jika dia hanya menjadi supir seperti ini .. Ibuku pasti enggan untuk memberikan kesempatan padanya . ” Jelas Sinta .


” Lalu kamu pengen Mbak ngapain ? ”


” Mintalah suamimu untuk pecat dia . ”


" Nanti Mbak coba bilang sama Mas Dennis ya , Oya Sin , emang kamu udah bilang ke bibi untuk hubungan kalian ? ”


" Udah .. Ibu sangat marah . Tapi aku maklumi saja .. Nanti hatinya pasti melunak . ”


” Kasian kamu sin . Kamu yang sabar ya .. Mbak yakin semua pasti ada jalannya . ”


" Iya Mbak . Terus gimana keadaan Mbak ? Sudah baikkan ? ”


" Alhamdulillah .. ”


Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba bibi datang .


" Permisi Non , Didepan ada tamu . " Kata bibi .


" Tamu siapa ? ”


" Mas Kenan . ”


” Kenan ? Suruh dia tunggu ya bi . ”


" Baik non . Kalo gitu saya permisi . ”


Bibi pun pergi meninggalkan mereka berdua , Sementara itu Dennis pergi dari kamar menuju dapur , Dia melihat Kenan sedang duduk di ruang tamu seorang diri . Dia pun menghampirinya .


" Lo disini . ” Lontarnya sembari duduk .


” Iya ,, Nia gimana keadaan Yumna ? ”


" Udah baikan .. Tumben Lo kesini ..”


" Ya gue mau jenguk aja sih . ”


Tiba-tiba Sinta mendorong kursi roda Yumna menuju ruang tamu .


" Kenan .. " Sapa Yumna .


” Hai Na .. Gimana udah baikan ? aku turut sedih dengan apa yang menimpamu . ”


” Thanks ya . Kamu sendiri aja ? ”


" Iya , Tadinya aku mau ke kantor , Aku putuskan untuk mampir kesini . ”


" Mbak aku Pulang ya . ” Kata Sinta sembari meraih tangan Yumna untuk pamit .


" Buru-buru amat sin . ”


" Iya , Aku juga mau ke kantor ayah .. Ayah bilang hari ini para karyawan kemarin yang di PHK akan demo .. Aku merasa perlu untuk temenin ayah . ”


" Oh iya masalah itu ya . Ya ampun kami melupakan hal itu . ”


" Mbak aku pergi . Kak Ken , Aku duluan ya . ” Kata Sinta tergesa-gesa .


" Iya sin . ”


Sinta pun pergi meninggalkan mereka .


" Memangnya kenapa Paman me - PHK karyawan nya Na ? " Tanya Kenan heran .


" Gitu ya . Oya Na tadi aku lihat Sinta memapah supirmu .. tidak mungkin kalo diantara mereka tidak apa-apa . Aku melihat Sinta sangat perduli dengannya . ”


” Itu . ” Yumna kembali terdiam dengan pertanyaan Ken .


” Mereka saling menyukai . ” Lontar Dennis begitu saja membuat mereka terkejut .


” Mas . ”


” Jadi Sinta meninggalkanku untuk dia ? Yumna apa tidak salah ? ”


” Ken .. Sebenarnya mereka sudah bersama Sebelum aku dan mas Dennis menikah . ”


” Yang bener aja dong Na .. Dia kan cuma supir .. ”


” Udahlah Ken move on aja . Cari yang lain . ” Kata Dennis disusul Senyuman kepadanya .


" Gue heran aja Nis , Gue kira Sinta ninggalin gue buat cowok yang lebih dari gue .. Masa sama supir sih ? ” Lontar Kenan keheranan .


” Aku juga cuma karyawan biasa kok Ken .. Mas Dennis memilihku jadi apa yang salah jika Sinta menyukai seseorang supir ? ”


” Ya kamu bedalah Na . ”


" Bedanya Dimana ? Aku dari keluarga yang sederhana , Suamiku bosku sendiri .. Kenan .. tolong jangan ngomong seperti itu . " Kata Yumna .


" Ya Dennis suka sama kamu dari kalian kecil . ”


” Ya terus kenapa ? Lo gak terima kalo Sinta lebih milih supir daripada Lo ? ” Kata Dennis meledek .


” Iya kayaknya gue gak terima nih . Parah sumpah . ”


Yumna hanya diam menanggapi ucapan Kenan .Lain dengan Dennis yang tiada henti tersenyum melihat gelagat Ken .


" Ya udah deh gue pamit ya . ”


" Oke .. ”


Kenan pergi dengan wajah yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia ketahui .


” Kenan .. Pria seperti kalian itu selalu seperti itu . ”


” Kalian siapa ? Aku ? ” Kata Dennis tidak terima .


” Mentang-mentang dari keluarga berada selalu menganggap sebelah mata orang-orang seperti kami .. Padahal ya belum tentu kalian lebih baik dari kami . ”


" Hmmm ini kalo dilanjut bakal ada pertengkaran lagi . ” Lontar Dennis memijat dahi .


” Sayang , Katanya kamu mau bantuin pamanku .. bohong . ”


" Boro-boro ngurusin Paman , Aku kan sibuk ngurusin kamu sayang . ”


” Gara-gara aku kayak gini kamu lupa deh . ”


”Apasih .. Kamu itu penting buat aku .. Jangan ngomong kayak gitu . ”


" Sayang ih aku meleleh nih .. ” Yumna menarik tangan suaminya dan menciuminya .


” Jangan tangan doang dong yang .. yang lain kek . ”


Lontarnya sembari mendekat dan mengerucutkan bibirnya berharap Yumna menciumnya .


Yumna Hanya tersenyum saja menanggapi kelakuan Dennis .


Yumna berniat membahagiakan Dennis dengan berniat mencium .


Tiba-tiba bibi datang entah dari mana .


” Non . " Katanya berhenti seketika melihat Dennis yang sedang menutup matanya dihadapan Yumna .


" Eh bibi . ”


Dennis membuka mata , Dia sebal melihat wajah bibi yang sudah mengganggu momen barusan .


" Bibi gak liat orang lagi apa ? ”


" Maaf tuan .. Bibi gak liat .. ini bibi mau tanya non mau dimasakin apa buat nanti siang . ”


” Bisa nanti aja gak ? " Kata Dennis kesal .


" Iya gak jadi non nanti saja bibi tanyanya ." Kata bibi lalu pergi .


" Sayang , Gak boleh gitu sama bibi .. Biar bagaimanapun bibi lebih tua dari kita . ”


" Kan kesel tadi kita lagi enak sayang . ”


" Ah kamu sini . ”


Yumna mencubit pipi Dennis lalu menciumnya .


" Puas . ”