YUMNA

YUMNA
Episode 171



Dessy pergi ke luar untuk mencari udara segar . Dia merasa bosan seharian tiduran di apartemen .. Di tengah perjalanan , Dia berhenti dan memutuskan untuk duduk sebentar sambil memandangi HP .


Wajahnya masih terlihat sedih , Tiba-tiba seseorang menghampiri dia .


” Ngapain disini ?? Jangan bilang kamu mau bunuh diri lagi ?.” Lontar Juna .


” Siapa juga yang mau bunuh diri . Kamu kok disini ?? Tuh muka kenapa ?? ”


” Ada deh . Terus kamu ngapain bengong disini ? ”


” Nyari angin . Bosan di apartemen ..”


” Kamu tinggal di apartemen ? Kebetulan , Ada apartemen yang kosong yang mau di sewakan atau di jual gak ? ”


” Kenapa gitu ?? Kamu lagi nyari apartemen ? Gak tau deh , Soalnya aku tinggal di apartemen Dennis . Kamu tanya dia aja . ”


” Ah dia mah gak enak di bawa ngomong . Bawaan nya kesel mulu ..”


” Kenapa ?? ”


” Gak usah di bahas . Ngomong-ngomong kamu udah makan ? ”


” Gak selera . ” Katanya dengan wajah malas .


” Aku ngerti apa yang sedang kamu alami . Tapi kamu harus ingat ada ibu ayah atau saudarimu yang sedih dengan apa yang menimpa kamu sekarang . ”


” Sedih ? Ibuku sudah tiada . Papi sibuk kerja , Dan kakakku .. mana perduli dia padaku . ”


” Kamu benci dia ?? ”


” Menurut kamu ?? Dia saudariku , Kami tidur dan makan bersama . tapi dia mengambil sesuatu yang berharga dalam hidupku ... Dia bukan hanya mengkhianati ku , Tapi .. dia telah menghancurkan aku hingga tidak tersisa . ”


” Kamu gak pernah curiga dengan sikap Kakak mu ?? Mungkin saja pacarmu yang datang menggoda dia terus menerus . ”


" Gak tau . Aku mempercayai dirinya lebih dari siapapun . ”


" Hmmm ya ampun aku sangat sedih dengan kisah mu ini .. Wajah kamu gak lugu tapi kenapa kamu bisa di tipu mentah-mentah kayak gini sih ..”


” Aku juga enggak tau . Aku benci semua ini . ”


” Kamu perlu mencari jawabannya . Kakak atau pacar mu yang lebih dulu mengkhianati mu ?? ”


" Kenapa harus mencari tau . Toh sudah jelas kalo mereka mengkhianati ku .. Aku tidak punya tenaga lagi . Uang pun aku tak punya . Habis sudah . ” Keluhnya sembari menunduk .


” Aku akan pinjamkan . Berapa sih yang kamu perlu ?? ”


" Kita tidak kenal . Kenapa kamu mau membantu ku ?? ”


" Aku dengar jika kita memudahkan urusan seseorang ,Tuhan akan memudahkan urusan ku . Aku ingin punya kebaikan dalam hidupku meski tak seberapa . ”


” Apa ? kalo begitu pinjamkan aku uang untuk bekal seminggu saja .. Aku akan ganti jika aku sudah punya . ” Lontarnya melupakan kesedihannya barusan .


" Wajahmu berubah saat membicarakan uang . Aku mencium bau-bau wanita gila uang . ”


” Hahaha .. Masa sih ? " Tanya nya agak tersenyum .


” Dasar wanita . ”


” Cowok juga iya . Uang itu perlu .. ”


Juna tersenyum mendengar ucapan Dessy . Tiba-tiba terdengar nada dering di hp Dessy .


Dia menghela nafas saat melihat nama papi di layar teleponnya .


” Angkat . malah didiemin . ” Kata Juna .


” Hmmm ini papi kenapa sih telepon Mulu . Sejak kapan dia peduli denganku . ” Gerutunya lalu mengangkat telepon .


” Apa sih pi .. ” Nadanya malas Kemudian raut wajah Dessy terlihat tegang .


” Apa ??? ”


” Ada apa ? ” Tanya Juna heran .


” Kakak ku di rumah sakit . Papi bilang dia mencoba bunuh diri . " Katanya sembari menangis .


” Kalo gitu ayo aku antar .. ”


Dessy mengangguk dan mengusap air matanya .


Juna heran mengapa dia bertemu gadis yang hidupnya penuh dengan kemalangan . Dia mulai iba pada wanita di hadapannya yang baru saja dia kenal .


Mereka masuk mobil dan menuju rumah sakit . Tiada henti Dessy mencoba menelepon papi nya lagi sembari menangis .


Juna jadi ikut panik karena hal itu , Dia menyetir dengan kecepatan tinggi .


20 menit kemudian , Mereka segera mencari ruangan Nasya setelah menanyakan kepada receptions .


Dessy berlari dengan nafas yang ngos-ngosan . Sementara Juna hanya mengikuti nya dari belakang . Dia ikut mencemaskan Keadaan Kakaknya Dessy .


Setelah di depan pintu ruangan kakak . Dessy terhenti saat melihat kakaknya sedang bicara dengan papi karena pintu agak terbuka .


” Kalo terjadi sesuatu sama kamu gimana ? Apa yang kamu lakukan bisa membuat mu meninggal. ”


" Apa gunanya hidup Pi . Bayu juga tidak mau bertanggung jawab .. Dia bahkan ingin bayi ini mati .. Aku juga sudah melukai Dessy , Pasti sekarang dia udah benci banget sama aku pi . " Lontar Nasya sembari menangis tak kuasa .


” Berikan ruang kepada adikmu . Dia adalah orang yang sangat terluka dalam hal ini . Kamu , Bayu , Ataupun papi sudah sangat melukai dia . Wajar jika dia bersikap seperti itu . ”


" Aku nyesel Pi .. Aku nyesel udah nyakitin Dessy .. Kenapa aku kemakan bujuk rayu Bayu ?? ”


” Udahlah Nak . Kamu harus hadapi semuanya .. Papi janji akan selalu ada buat kamu . Papi gak akan mementingkan pekerjaan lagi .. ”


Nasya menangis mendengar ucapan papi .. Begitu pula dengan Dessy yang terlihat terluka mendengar pembicaraan mereka . Dia menangis dibalik pintu sembari menutup mulutnya agar tidak ketahuan oleh papi dan kakak . Sementara Juna kembali merasakan kesedihan Dessy , Dia mengusap pundak Dessy agak pelan tanpa mengatakan apapun .


Dessy memandang Juna dan segera mengusap air mata .


Dessy mengetuk pintu dan masuk .


” Des . ” Kata Nasya tidak percaya jika adiknya masih memperdulikan dirinya .


” Kakak mau mati setelah melukai ku ?? ” Lontar Dessy lalu duduk .


Sementara Juna hanya berdiri di samping pintu yang penuh dengan kecanggungan .


” Kakak gak bisa hadapi ini Des . ”


" Gak bisa ? Harus nya kakak berpikir dulu sebelum kakak mau menyerahkan segalanya pada si Bayu itu . Kakak pikir jika kakak mati akan mengurangi luka di hatiku ? ”


Nasya menangis tak kuasa dihadapan mereka , Begitu pula dengan papi .. Dia merasa putus asa menyaksikan kedua putrinya .


” Jalani saja hidup ini . Lahir kan dan rawat bayi mu .. Kakak gak perlu memperdulikan ku . ”


” Merawat bayi tanpa ayah ? Bagaimana aku melakukannya ?? ” Jawab Nasya masih dengan tangisan .


” Saat Kakak menyerahkan tubuh kakak padanya tanpa pernikahan , Harus nya kakak siap jika sesuatu terjadi . Kenapa kakak mau mati dan merepotkan papi ? Harusnya aku yang ingin mati bunuh diri , Bukan kakak . Penghinaan yang kalian lakukan kepadaku adalah sesuatu yang tidak bisa aku maafkan . Aku menyesal mengapa aku punya saudari yang tidak berperasaan seperti mu . ”


” Kakak tau Des . Kakak tidak akan pernah berharap maaf dari kamu . Kakak cukup tau diri .. Kakak udah hancurkan semuanya Dessy . Merenggut kebahagiaan mu dan hidupmu ... Jadi kenapa kakak harus hidup ? ” kata Nasya semakin tak kuasa .


Sementara Dessy masih tak mau menerima atau setidaknya mengulurkan tangan untuk menguatkan hati Kakak . Dia hanya menunduk dengan Air mata yang tiada henti mengalir, sedari tadi sudah dia usap berkali-kali . Sementara papi hanya berdiri kokoh di samping kakak mencoba menguatkan meski dirinya sendiri tengah rapuh .


” Jawab aku Kak .. Apa benar yang Bayu bilang jika kakak menggodanya saat aku ke Jepang ? Bukan hanya saat aku ke Jepang , Saat aku di Jakarta pun kakak selalu mencoba menghubungi nya ? Apa itu benar ?? Aku merasa perlu kebenaran .. Jawab saja ? Kakak tidak perlu takut , Karena aku sudah sangat membenci kakak sekarang . ”


” Apa dia bilang gitu ? Bukankah dia yang selalu mencoba menggoda kakak ? Dia bilang dia sudah enggak cinta kamu . Dia menyukaiku .. Dan dia janji untuk memutuskan hubungan kalian saat kamu pulang . Tapi .. Bukannya putus .. Kalian malah mau menikah . Des , Kakak tau kakak gak tau diri , Maafin kakak kalo kakak datang pada Bayu dan bertengkar karena dia mengingkari janjinya . Dengan mudah dia bilang lebih milih kamu setelah dia merampas sesuatu dari kakak . ”


" Merampas ? Bukankah kakak melakukannya dengan sadar dan sama-sama suka . Tolong jangan meneriaki penjahat kalo kakak sendiri lebih dari iblis . Dimana kak ? Dimana ada seorang kakak yang bisa setega itu ? Kalo pun ada mungkin dia adalah kakak tiri . Sementara kita ? Kita lahir dari rahim yang sama , Darah yang mengalir di tubuh kita adalah darah mami dan papi .. Apa aku harus perjelas segalanya ?? Dari kecil kita bersama , Main dan tidur bersama .. Pakaian mu sering aku pakai dan semua barang ku bisa kamu gunakan semau mu ? Aku mendengarkan semua keluhan mu setiap hari .. Aku memberimu tabungan ku yang susah payah aku kumpulkan hanya agar kakak bisa membeli mobil . Jadi dimana nurani mu ? ” Jelasnya kesal sembari menatap wajah Kakak .


Sementara Nasya malah semakin menangis sesenggukan .


” Jika bagimu itu membahagiakan , maka bahagia lah .. Itu jalanmu kan ? Lebih memilih melukaiku daripada ingin menjadi kakak yang baik buatku . Orang tua kita hanya tinggal satu .. Berhenti membuatnya menangis atau mencemaskan mu .. Dan Papi , Dia sudah besar dan punya otak .. jadi jangan terlalu mencemaskan dirinya . " Lontarnya lalu pergi meninggalkan mereka , Begitu pula Juna .. Dia mengikuti Dessy dari belakang .