WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
Kerinduan Kepada Alex



Kania tidak bisa menerima apa yang bibi katakan, karena semuanya diluar nalar dan bagaimanapun juga ia terpikir tetap saja semua yang dikatakan oleh bibi terdengar seperti sebuah kebohongan.


"Nona, Bibi tidak main-main, Bibi mengatakan hal yang sebenarnya kalau Nona mengalami kecelakaan bersama Tuan Alex dua bulan yang lalu, ketika Nona dan Tuan Alex berencana kabur dari pertunanganan Nona dengan Om Galih."


Bibi mengatakan semua hal yang terlalu sulit diterima oleh akal, terlebih lagi semua yang dialami Kania terasa sangat nyata sekali.


"Bi, bisa tolong jelaskan mendetail?"


Bagaimanapun juga, Kania ingin tahu semua hal yang terjadi pada dirinya, kalau semua yang dialaminya hanyalah mimpi yang terjadi berbulan-bulan.


"Nona dan Tuan Alex mengalami kecelakaan mobil hingga Nona mengalami koma selama dua bulan lebih. Awalnya Nona dirawat di rumah sakit selama tujuh minggu, namun keadaan Nona sama sekali tidak membaik, hingga Dokter menyerah. Dokter dan para tenaga medis di rumah sakit ingin mencabut semua slang yang ada di tubuh Nona karena harapan Nona untuk hidup hanya sekitar 0,00 %. Tapi, Tuan Haris bersikeras ingin merawat Nona karena beliau mengatakan kalau masih ada harapan, Nona akan hidup dan akan sadar seperti sedia kala, sehingga Nona dibawa pulang ke rumah dan mendapatkan perawatan di rumah," jelas sang bibi dengan detail dan terlihat tanpa kebohongan sama sekali.


'Apakah keadaanku memang separah itu?'


Kania kemudian mengeluarkan kristal-kristal bening dari bola mata bulatnya, ia tidak menyangka kalau ia merepotkan orang lain lebih dari dua bulan lamanya, bahkan ia hampir saja mati.


"Bi, bagaimana dengan pesta pernikahan saya dengan Om Galih dan bagaimana dengan Alex?" tanya Kania penasaran.


"Non Alex saat ini masih menjadi pasien rawat jalan, ia mengalami luka dan patah tulang yang sangat parah yang mengharuskan ia untuk beristirahat total. Sedangkan Tuan Galih, beliau marah besar karena pernikah tidak terjadi sehingga beliau menarik seluruh aset dan saham yang dimilikinya dari perusahaan milik papanya Nona."


Ternyata begitu banyak kejadian yang terjadi dalam kehidupan Kania sejak ia tidak sadarkan diri, namun anehnya kali ini Kania bersikap tenang dan dewasa dalam menghadapi permasalah. Berbeda dengan Kania yang sebelumnya, ia biasanya akan mengamuk dan marah-marah jika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan kehendaknya.


Kania seperti menjadi orang lain, sifatnya tidak seperti sifatnya yang sesungguhnya, dan sifat ini adalah sifat Siti Nurbaya.


'Apakah yang sebenarnya terjadi, apakah koma pertanda aku memang kembali ke masa lalu?'


Kania sangat yakin kalau semua yang terjadi kepadanya dalam mimpi itu adalah kenyataan, ia benar-benar telah kembali ke masa lalu dan belajar banyak hal disana untuk merubah banyak hal, salah satunya adalah sifat dan kepribadiannya.


"Bi, apa yang terjadi dengan Papa?"


"Tuan depresi untuk waktu yang lama, beliau juga menyesal dengan apa yang terjadi dengan Nona. Beliau juga rela jika semua hartanya habis demi kesembuhan Nona, bahkan perkara Tuan Galih sudah tidak lagi beliau hiraukan karena yang terpenting bagi beliau adalah kesehatan putrinya."


Bibi menjelaskan kalau Papa Galih merasa sangat bersalah kepada Kania, beliau teramat sangat takut kehilangan Kania dan kalau beliau diberi kesempatan lagi maka beliau berjanji akan membahagiakan Kania.


"Bi, sekarang Papa dimana?"


Mata Kania kembali berkaca-kaca, ia benar-benar sangat merindukan sosok papa yang sangat ia cintai, karena hanya papa yang beliau miliki di dunia ini setelah mamanya tiada.


Bibi juga menceritakan kepada Kania, bahwa sang papa dan sekretaris pribadinya berjuang sangat keras setiap harinya untuk mencari investor agar perusahaan mereka kembali berkembang pesat seperti sedia kala.


'Fix, aku memang kembali ke masa lalu, ini bukan mimpi,' ungkap Kania di dalam hati.


Kania terbayang detail semua kejadian yang ia alami di masa lalu, bahkan usaha kerasnya untuk merubah nasip di masa depan. Sehingga ketika melihat usaha dan kegigihan papanya membuat Kania merasa kalau ia telah berhasil merubah masa depannya.


Kania sangat tahu bagaimana serakah dan berambisinya sang papa terhadap harta benda, apalagi sejak mamanya meninggal. Bahkan sifat ambisius itu diwarisi oleh Kania, karena Kania juga tipe gadis yang harus mendapatkan apa yang ia inginkan dengan berbagai cara yang ditempuhnya.


'Tapi, bagaimana nasip Siti di masa lalu?'


Kania tahu kalau hati Siti terpaut kepada Syamsul, namun di masa lalu Siti tidak memiliki pilihan untuk menolak perjodohan paksa, atau lebih tepatnya tumbal untuk melunasi hutang-hutang keluarganya.


'Kania, kamu berada di masa depan bukan masa lalu, jadi kamu tidak boleh lagi memikirkan masa lalu karena semua yang terjadi di masa lalu telah terjadi dan tidak dapat lagi diulang dan dirubah. Berbeda dengan kamu yang berada di masa depan, kamu hadir untuk merubah nasip buruk di masa lalu agar kejadian masa lalu tidak terulang kembali,' ucap Siti yang terngiang-ngiang di di gendang telinga Kania.


Ya, Kania masih bisa mendengarkan masa lalu walaupun ia tidak lagi bisa berinteraksi dengan orang-orang dari masa lalu secara langsung.


"Bi, apakah Alex pernah datang menjengukku?"


Kania penasaran dan ingin tahu tentang kabar kekasih hatinya yang kini sedang dalam keadaan lemah juga di rumah sakit.


Kania ingin bertanya kepada lelaki itu, apakah ia menyesal menjadi kekasih Kania.


"Non, sejak Nona dipindahkan ke rumah, Tuan Alex tidak pernah datang kesini karena kondisinya juga sedang tidak baik-baik saja."


"Bi, apakah Bibi mau jujur kepada Kania?"


Kania menatap mata bibi dengan sorot mata yang penuh dengan pengharapan dan sejuta tanda tanya yang harus dijawab oleh sang bibi, karena obat dari rasa penasaran adalah mengetahui semua jawaban dari rasa penasaran itu.


"Tentu boleh, Non, mana mungkin Bibi berani tidak menjawab pertanyaan Nona Kania," ucap sang bibi dengan wajah yang juga terlihat serius dan tidak berani menolak.


"Apakah Papa melarang Alex untuk menemui Kania?"


Kania sadar kalau papanya tidak suka jika ia berpacaran dengan Alex karena Alex adalah anak dari sekretaris pribadinya. Papa Haris sangat ingin sekali kalau Kania bisa menikah dengan orang kaya yang memiliki banyak harta lebih dari harta yang dimiliki keluarganya, namun karena sebuah hasrat yang teramat sangat tinggi membuat sang papa menjodohkan Kania dengan tua bangka yang memiliki banyak harta, karena ia berharap ketika si tua bangka meninggal maka seluruh harta kekayaannya akan ia serahkan kepada Kania.


"Non, setiap hari Tuan Alex melakukan panggilan video call untuk memastikan keadaan Non baik-baik saja, bahkan ia terlihat ingin terbang untuk bisa datang kemari dan bertemu dengan Non, namun keadaannya saat ini sangat jauh dari kata baik, ia juga terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit, tidak bisa melakukan apapun.