WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
BAB 17



"Grace kamu di sana? Aku kira kamu sudah pulang," Ucap Alexa mendekati Grace, "Loh Grace kamu kenapa kok nangis?" Tanya Alexa melihat Grace berderai air mata.


"Al, aku sudah dengar semua nya, terima kasih karena kamu sudah membelaku, dan aku juga minta satu hal sama kamu, jangan pernah mengorabankan perasaan mu hanya demi aku, karena bagiku juga sama Alexa yang terpenting dan paling aku sayang," Ungkap Grace membuat Alexa terkejut dan tak enak hati.


Disitulah Grace sadar akan arti sahabat, Alexa menganggap Grace orang yang paling penting dalam hidup nya, begitupun juga dengan Grace, ia rela melakukan apa saja demi sahabat nya termasuk perasaan nya sendiri.


"Alexa sangat jarabg menangis, ia hanya menangis kalau ia merindukan orang tua nya, dia sering memendam perasaan nya sendiri, dan dia membutuhkan mu Ren," Ucap Grace berkaca- kaca agar Rendra mau mengerti.


"Dia membutuhkan ku, tapi aku membutihkan mu Grace, sulitkah buat kamu mengerti akan hal itu?" Ucap Rendra dalam hati.


Rendra menarik nafas nya pelan,' Hahh, baiklah kalau sudah tahu alasan nya seperti itu, dan aku tidak tahu apa saja yang pernah kalian lewati dan sedalam apa rasa persahabatan kalian, yang terpenting bagiku sekarang adalah kamu, dan ingat aku melakukan semua ini untuk kamu Grace," Ucap Rendra panjang lebar, Grace hanya terdiam mendengar pengakuan Rendra.


"Baiklah, terima kasih Ren," Sahut Grace lalu tersenyum.


Rendra pun pamit karena ia ingin menjemput Alexa sesuai janji nya. Terdengar suara pesan masuk ke Hp nya Rendra.


"Ren, ingat ya jangan mengecewakan Alexa," Pinta Grace.


"Alexa ya?" Gumam Rendra sambil melihat rumah Alexa dari jauh.


Rendra memencet bel rumah dan Alexa membuka pintu dengan gugup.


"Hari ini, aku akan buktikan kalau ku sudah berubah," Gumam Alexa sambil membuka pintu nya dengan tangan yang gemetar.


"Selamat siang Ren, kamu sudah nunggu lama ya?" Sapa Alexa dengan senyum yang sangat manis membuat Rendra terkesima.


"Alexa, penampilan nya berbeda hari ini," Ucap Rendra dalam hati dan menatap Alexa sedikit gugup.


"Ah nggak kok, baru saja sampai," Balas Rendra dengan senyum. "Kamu terlihat cantik," Puji Rendra.


"Terima kasih," Sahut Alexa dengan wajah bersemu merah.


"Oh iya Ren, hari ini kita mau kemana?," Tanya Alexa ke Rendra namun Rendra tak menjawab pertanyaan Alexa. "Kok ni orang diam aja sih? Dari tadi aku nanya nggak di jawab-jawab," Gumam Alexa kesal dengan sikap dingin Rendra.


"Kita mau ke toko roti," Jawab Rendra singkat.


Seketika membuat Alexa teribgat dengan Derren. "Toko Roti?" Ucap Alexa dalam hati.


"Bisa nggak jangan ke toko roti, ke taman aja gimana? Atau kemana aja jangan ke toko roti," Protes Alexa dan Rendra menatap nya tak suka.


"Hari ini aku yang ngajak kamu jalan, jadi kalau kamu nggak mau ikut ya sudah terserah, dan kalau mau pergi ke taman pergi aja sendiri, aku malas jalan sama cewek yang cerewet." Balas Rendra panjang lebar membuat Alexa kesal.


"Apa cerewet, kamu yang cerewet," Ucap Alexa dalam hati. "Ya sudah aku ikut," Ujar Alexa mengalah.


Setela berjalan sekitar 10 menit akhir nya mereka sampai di sebuah toko roti yang sangat nyaman, di kelilingi oleh bunga-bunga yang sangat cantik, membuat setiap mata yang melihat nya terkesima.


"Ini ya toko roti nya?" Tanya Alexa.


"Iya, Ayo masuk," Ajak Rendra namun Alexa hanya diam terpaku karena yang ia lihat bukan lah Rendra namun Laexa membayangkan yang mengajak nya adalah Derren.


"Ke-kenapa harus dia, nggak mungkin" Gumam Alexa lirih sambil mengucek mata nya.


"Ada apa? Kok bengong, ayo masuk," Ajak Rendra menyadarkan Alexa.


"I-iya," Sahut Alexa setelah sadar.


"Dia kenapa sih? Dasar aneh," Ucap Rendra agak Ilfil ke Alexa.


"Silahkan menu nya Mas," Ucap pelayan.


"Iya sebentar, teman ku belum balik dari toilet," Sahut Rendra, dan pelayan pun meninggalkan nya. "Dia ngapain sih, kok lama banget," Gerutu Rendra dalam hati.


Sementara di toilet Alexa membasuh muka nya agar ia sedikit tenang, "Tenang Alexa, semua akan baik-baik saja," Ucap Alexa pada diri nya sendiri.


"Maaf ya Ren, aku agak lama soal nya tadi ngantri," Ujar Alexa merasa tak enak.


"Nggak apa-apa kok, ayo mau pesan apa?" Kata Rendra memaksakan senyum nya.


"Ah iya, aku pesan Ice Coffe aja," Balas Alexa dan Rendra pun mencatat pesanan mereka, setelah itu ia pun memanggil pelayan kembali.


"Kok muka nya pucat ya, apa dia sakit?" Gumam Rendra dalam hati, "Ah, bukan urusanku, ini semua aku lakukan untuk Grace," Sambung nya tak perduli.


"Terima kasih ya Ren, sudah mau ajak aku keluar hari ini, aku senang sekali" Ucap Alexa canggung.


"Tidak masalah, apa salah nya kan aku beri kamu kesempatan ke dua, kita tidak boleh menilai orang dari luar nya saja kan" Sahut Rendra santai. Alexa sedikit terperanjat mendengar perkataan Rendra.


"Iya," Jawab Alexa dengan tersenyum sangat manis.


"Eh, Ren kok kamu cuma pesan minum aja? Nggak makan?" Tanya Alexa saat pelayan menghidangkan pesanan mereka.


"Nggak, aku nggak lapar, kamu makan aja sendiri," Jawab Rendra acuh.


"Oh, ya udah, Oh iya Ren, kamu di sini tinggal sama siapa?" Tanya Alexa basa basi.


"Sendiri," Sahut Rendra singkat.


"Wah sama dong, aku juga sendiri, kadang aku merasa kesepian tapi untung ada Grace yang selalu menemaniku," Tambah Alexa lagi namun Rendra hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Alexa.


"Dia kenapa sih, kok cuek banget," Gumam Alexa dalam hati.


"Cerewet banget sih, padahal aku nggak perduli dia mau sendiri kek, rame-rame kek," Ucap Rendra dalam hati terlihat dongkol.


"Kamu suka nonton kartun nggak Ren," Tanya Alexa berusaha mencairkan suasana.


"Nggak, aku nggak suka,".


"Kalau aku suka banget nonton kartun apalagi Kartun Nemo, kamu tahu kan seekor ikan yang mencari anak nya?," Sahut Alexa semangat menceritakan kartun kesukaan nya.


"Hmmm," Sahut Rendra.


"Kamu pernah nonton nggak kartun nya?".


"Tidak," Lagi-lagi Rendra hanya menjawab singkat.


"Dia kenapa sih, dari tadi pertanyaan ku cuma di jawab singkat, dan kalau di lihat dari raut wajah nya terlihat tidak tertarik sama sekali, mungkin dia lagi ada masalah," Ucap Alexa dalam hati agak kesal karena sikap Rendra masih saja dingin.


"Aduh kenyang banget, oh iya Ren, habis ini mau jalan kemana lagi?" Tanya Alexa.


"Terserah," Sahut Rendra.


"Oh iya Ren, di sekitar sini bukan nya ada pantai?" Tanya Alexa lagi.