
Papa Haris membalikkan badannya, beliau berjalan mendekati Alex, karena beliau benar-benar tidak menyangka jika Alex memiliki nyali yang sangat luar biasa. Papa Haris penasaran melihat Alex yang bersikap nekat dan sangat tidak takut sama sekali kepada dirinya itu apakah masih tetap menjaga keteguhan hatinya atau malah menyesal ketika digertak.
"Alex, apa yang kamu katakan?"
Seolah tidak mendengar atau lebih tepatnya ingin mendengar Alex mengulang kata-katanya.
Alex menatap mata papa Haris dengan seksama, tidak bermaksud menantang tapi lebih tepatnya ingin serius untuk menyampaikan niatnya.
"Om, saya minta maaf jika sikap saya lancang, tapi saya benar-benar sangat mencintai dan menyayangi Kania dengan segenap hati dan perasaan saya. Saya ingin menikah dengan Kania karena hanya Kania seorang gadis yang saya cintai dan sayagi baik di masa lalu maupun di masa sekarang, hingga masa yang akan datang, di dunia dan di akhirat.
Alex benar-benar berbicara seolah-olah ia telah dewasa, sama sekali tidak terlihat seperti remaja SMA.
"Alex, cinta monyet seperti yang kalian rasakan sekarang pasti akan hilang kalau kalian berdua sebentar lagi akan memasuki masa kuliah dan masing-masing dari kalian bertemu dengan orang baru," ucap papa Haris sembari tersenyum tipis kepada Alex dan memegang pundak Alex yang menatapnya dengan penuh pengharapan.
"Pa, Kania cinta sama Alex," ucap Kania lemah dengan nada suara berat seperti orang yang terbangun dari tidur panjangnya.
"Kania, Sayang kamu sudah bangun?" ucap papa Haris dan Alex serentak.
Keduanya langsung menatap ke arah Kania dan merasa sangat senang sekali karena Kania terbangun dari tidurnya, namun ada juga sedikit rasa bersalah karena keributan yang keduanya sebabkan membuat Kania malah terganggu tidurnya.
"Papa, Kania tahu kalau Kania saat ini masih muda, bahkan Kania dalam keadaan sakit dan tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan orang lain, tapi satu hal yang harus Papa tahu kalau Kania dan Alex saling mencintai dan kami berdua ingin menikah setelah tamat SMA."
Tidak hanya Alex yang bersikap berani, tapi Kania juga tidak ragu-ragu menyampaikan isi hatinya.
Kania memang adalah Siti Nurbaya dari kehidupan di masa lampa, namun Kania yang saat ini ada disini bukan Siti Nurbaya. Kania yang sekarang ingin menikah dengan lelaki pilihannya sediri dan Kania juga sangat ingin sekali memperjuangkan cintanya, bukan hanya menerima saja keinginan dan kehendak hatipapanya untuk menjodohkan ia dengan lelaki yang tidak pantas sama sekali.
"Sayang, apa yang kamu katakan? Kamu ingin menikah muda? Kamu tahu apa yang sedang kamu katakan?" ucap papa Haris dengan mata melotot karena rasa tidak percaya.
Kania sangat tahu kalau papanya tidak akan membiarkannya menikah apalagi ia adalah pewaris tunggal yang akan melanjutkan dan meneruskan usaha papanya, jadi papa Haris tidak akan sembarangan menikahkan Kania dengan lelaki yang bukan pilihannya apalagi lelaki itu tidak berasal dari keluarga kaya atau pewaris tunggal.
Ya, pernikahan bisnis memang sering terjadi diantara pengusaha-pengusaha kaya, dimana anak tidak lagi dianggap manusia tapi lebih tepatnya sebagai barang yang bisa ditukar seenaknya demi kemajuan dan kuatnya sebuah perusahaan.
"Om, saya yakin kalau ide saya akan sangat menguntungkan nantinya untuk perusahaan, saya akan menggambar dan menghasilkan banyak keuntungan untuk perusahaan."
"Pa, tolong izinkan Kania dan Alex menikah, kami berdua akan menjadi pasangan yang solid. Kami akan kuliah jurusan bisnis atau sesuai keinginan Papa, bahkan Kania akan terjun ke dunia bisnis sesuai dengan keinginan Papa," sambung Kania.
Papa Haris memang sangat menginginkan Kania terjun ke dunia bisnis karena Kania adalah anak satu-satunya, namun selama ini Kania terlalu manja, ia hanya sibuk bermain dan tidak pernah ingin serius belajar sehingga muncullah godaan untuk menikahkan Kania dengan tua bangka itu.
"Pa, please," ucap Kania dengan merengek manja. Wajah sedih dan pucat itu membuat sang papa tidak kuasa menahan iba, apalagi ayah dan anak itu sudah lama tidak berjumpa.
"Papa tidak akan memaksa Kania menikah dengan Om Haris, tapi Kania jangan nekat menikah dengan Alex, karena Kania adalah harapan Papa satu-satunya, jadi Papa punya harapan lebih pada Kania," ucap papa Haris menyampaikan isi hatinya.
"Papa, Kania sangat cinta sama Alex, dan bukankah tidak ada obat dari dua orang yang saling mencintai selain menikah?" ungkap Kania hingga membuat papa Haris terdiam.
Papa Haris sadar, apa yang dikatakan oleh putrinya benar, karena ia juga pernah muda dan ia sangat paham ketika hasrat ingin menikah dimiliki oleh dua insan yang sedang jatuh cinta, tentu saja dunia terasa seperti milik berdua dan akan melakukan apapun yang dianggap benar.
"Pa, Kania tidak akan meninggalkan Papa sendirian, Kania juga tidak akan membuat Papa kesepian, Kania pasti akan menjaga Papa dan membantu memperbesar serta memajukan perusahaan kita," jelas Kania meyakinkan keinginannya kepada ayah yang sangat ia cintai dan sayangi dengan segenap hati dan perasaan.
"Baiklah, Papa akan mengizinkan kalian berdua menikah tapi dengan satu syarat,"
Papa Haris menghentikan ucapannya, seolah memberikan jeda agar keyakinan sang putri untuk menikah tergoyahkan.
"Apa syaratnya, Pa?" tanya Kania dengan rasa penasaran dan antusias yang sangat tinggi sekali.
"Apakah kalian berdua yakin akan menikah?"
Kania dan Alex mengangguk serentak, sungguh terlihat seperti orang dewasa yang memang sangat ingin sekali menikah.
"Kalian berdua harus sehat terlebih dahulu dan jadilah yang terbaik di sekolah, luluslah dengan nilai yang paling tinggi, dan jika kalian berdua bisa melaksanakannya maka kalian berdua akan menjalankan tahap ujian selanjutnya dari Papa."
Papa Haris sepertinya ingin memberikan beberapa syarat kepada Kania dan Alex sebelum keduanya benar-benar akan menyerah untuk menikah, karena papa Haris akan memberikan beberapa syarat dan tantangan yang harus keduanya lewati agar keduanya akhirnya sadar kalau menikah itu tidak semudah yang mereka bayangkan, tapi karena semangat dan keinginan yang sangat kuat dari keduanya, seberat apapun halangan dan rintangan yang akan dihalangi di depan maka Kania dan Alex akan menghadapinya, karena mereka percaya kalau niat baik mereka akan diridai oleh Allah sang pencipta alam semesta.
"Karena kalian berdua siap dan tidak menyerah, maka kalian berdua harus melaksanakannya dan buktikanlah pada Papa kalau kalian bisa. Satu hal lagi untuk kami Alex, kamu bisa terus menggambar dan memberikan ide terbaik kamu kepada saya, agar saya dan Papa kamu bisa mendiskusikannya dengan tim design untuk pengembangan ide kamu," ucap papa Haris sembari menatap serius kepada Alex.
"Om, saya beneran boleh menikah dengan Kania?"