
Menikah itu adalah ibadah terpanjang yang dijalani oleh dua insan yang ditakdirkan oleh Allah. Menikah bukan cuma sehari atau dua hari saja, jadi perlu persiapan yang matang dari dua insan yang akan menjalaninya dan pernikahan yang dijalankan karena Allah itu insaallah akan diberkahi dan rahmati Allah.
Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa :“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga ********. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya."
Kania dan Alex adalah dua insan yang ditakdirkan bersama dan sebentar lagi akan menjalankan ibadah terpanjang itu.
Setelah mendapatkan nasehat pernikahan dari ustadz, hati Kania dan Alex menjadi lebih dibekali dengan iman. Sungguh, menikah itu bukan hanya perjanjian antara dua orang insan akan tetapi perjanjian dihadapan Allah. Jadi, menikah bukanlah hal yang main-main seperti berpacaran. Kedua insan juga tidak boleh dengan mudahnya mengucapkan kata-kata cerai ketika ada masalah yang dihadapi.
"Baiklah, saya mendoakan semoga acara akad nikah kalian berdua akan lancar dan kalian berdua bisa menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah nantinya," ujar sang penasehat pernikahan.
"Aamiin yaa Allah, terima kasih, Pak," jawab Alex sembari menyalami tangan sang ustadz. Sementara Kania masih tertunduk malu.
"Kalian harus rukun ya, karena pernikahan tidak mudah karen dalam pernikahan Allah menitipkan banyak pahala yang akan membawa kalian ke surga jika kalian bisa melewati semua rintangannya. Pesan saya jangan mudah mengucapkan kata cerai atau oerpisahan karena setan sangat suka memecah belah manusia. Jika kalian berdua telah memilih dan memutuskan untuk menikah maka kalian harus berkomitmen untuk memperhatankannya," nasehat terakhir yang disampaikan sebelum mereka keluar dari ruang KUA.
"Baik, Pak," jawab Alex lagi.
Kania sungguh tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau ia juga akhirnya bisa menikah dengan lelaki yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya karena terhalang restu orang tua, namun Alex ialah lelaki terbaik seperti harapan kedua orang tuanya dari masa lalu.
Ya, mungin Siti Nurbaya tidak berhasil menikah dengan Syamsul Bahri, tapi Kania bukanlah Siti Nurbaya, ia adalah Kania dan ia merasa berhak dan sangat pantas sekali untuk bahagia.
"Sayang, yuk kita pulang!" ujar Alex yang membuyarkan lamunan Kania.
"Duluanlah!" ujar Kania mempersilahkan Alex berjalan duluan dan ia mengikuti di belakangnya.
Kania ingin menjadi wanita yang patuh dan taat kepada suaminya, seperti mama kepada papanya, seperti bundo kepada abaknya. Kania ingin menjadi wanita penghunyi surga yang menurut kepada suaminya karena suami adalah surga wanita setelah menikah.
Kania ingin menuruti imamnya dan menjadi makmum terbaik yang akan mendukung apapun yang akan dilakukan oleh imamnya.
Ya, Kania telah belajar banyak hal dari pengalaman-pengalaman hidup yang dialaminya beberapa waktu lalu yang menjadikan Kania menusia yang lebih baik dan banyak mengucap syukur.
"Sayang, kenapa sedari tadi kamu diam dan tidak banyak bicara? Apakah aku melakukan kesalahan kepadamu?"
"Tidak, Sayang," jawab Kania.
"Lantas kenapa kamu berjalan di belakangku, tidakkah kamu ingin berjalan di sampingku?"
"Bukannya aku tidak mahi, aku hanya ingin belajar menjadi makmummu."
Jawaban Kania membuat Alex tidak mampu menahan gejolak di dadanya yang membuat ia terbuai ke dalam lautan asmara yang menggelora.
Alex merasa kebahagiaannya sudah lengkap dan sempurna karena Kania telah melengkapinya dan Kania juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Alex.
"Non, Mas Alex, kenapa senyum-senyum seperti itu?" tanya bibi ketika melihat dua insan yang luar biasa itu tengah tersipu malu.
"Nggak apa-apa, Bi," jawab Kania dan Alex serentak.
"Sekarang Non dan Mas Alex buruan masuk ke dalam karena udah ditungguin sama penghulu."
Mereka berdua benar-benar terlihat salah tingkah dan malu-malu kucing padahal mereka sudah saling mengenal sejak lama.
"Yuk jalan!" ajak Alex.
"Iya," balas Kania singkat.
Berjalan di belakang Alex adalah salah satu impian terbesar Kania, karena Alex adalah calon imamnya dan Kania akan menjadi calon makmumnya yang akan mengikutinya selamanya.
Kania sungguh berharap bisa menjadi istri yang baik untuk suami dan anak-anaknya kelak, membentuk keluarga sakinah, mawadah, warahmah karena niat beribadah kepada Allah.
Dalam al-qur'an Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 34 yang artinya :“ Kaum laki- laki itu adalah pemimpim kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka ( laki- Laki) atas sebagian yang lain ( wanita ) dan karena mereka menginfakkan sebagian harta mereka."
Dan yang juga memuliakan laki-laki adalah surat Ali Imran ayat 36 yang artinya :“Maka tatkala istri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk."
Mereka mendapatkan wejangan sebagai calon pengantin baru, dimana mereka berdua memiliki tanggung jawab masing-masing sebagai seorang istri dan seorang suami. Surga seorang suami tetap ibunya sementara surga seorang istri adalah suaminya. Namun, islam tidak pernah membatasi mereka berdua untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.
Setelah puas mendapatkan nasehat dan sama-sama saling mengerti, Kania dan Alex keluar dengan hati dan perasaan yang lebih baik. Mereka terlihat malu-malu kucing dan saling salah tibgkah dengan wajah yang saling tertunduk malu.
"Masyaallah, calon pengantin baru terlihat malu-malu kucing," ujar bibi lagi. Senyum merekah yang bibi berikan kepada Kania dan Alex ketika ia melihat mereka keluar dari ruang KUA.
"Apaan sih, Bi!" ucap Kania malu-malu dan salah tingkah, sementara Alex terlihat hanya diam dan dengan detak jantung yang berdetak sangat hebat.
"Emang benar Non dan Mas terlihat salah tingkah dan berbeda, terlihat malu-malu, seperti dua orang yang baru saja mengenal."
"Bibi bisa aja!" jawab Alex singkat.
"Non, setelah ini mau kemana?" tanya bibi sembari mengaitkan tangannya di tangan kanan Kania.
"Sepertinya aku ingin langsung pulang saja," balas Kania lembut.
"Yakin mau pulang? Nggak mau jalan-jalan dulu? Nggak mau shopping atau makan diluar?"
Bibi memang sangat paham sekali bagaimana kebiasaan Kania, makanya ia tidak menyangka kalau Kania mengatakan ia ingin pulang ke rumah.
"Iya, Bi, aku hanya ingin pulang."
"Sayang, yakin mau langsung pulang saja?"
Alex juga terlihat tidak percaya dengan sikap Kania yang sangat jauh berbeda dari biasanya.
"Iya, Sayang, kita langsung pulang saja, lagian sebentar lagi kita akan menikah jadi aku ingin menghabiskan waktu di rumah saja."
Kania sepertinya ingin menikmati waktunya sendiri sebelum resmi menjadi seorang istri.
Kania ingin menghabiskan waktu membahagiakan diri sendiri di rumah yang sebentar lagi mungkin saja akan Kania tinggalkan.