
Siapa yang tahu bahwa kapan saatnya "dia" akan datang?tidak satu orangpun,tapi aku tidak perlu menunggunya datang karna dia sudah ada di sampingku,aku hanya perlu menunggu dan menunggu.mungkin...dia tidak menyadarinya,tapi aku tidak akan menyerah untuknya.karna itulah arti dari cinta.tapi ketika keadaan menjadi buruk,dia telah pergi ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahnya,dia meninggalkanku.aku tidak pernah sedikitpun melupakannya.saat itulah aku mengalami sebuah kecelakaan besar dan akupun kehilangan separuh ingatanku termasuk ingatan tentang dia.cerita ini dimulai sekitar 12 tahun yang lalu.saat ini dia sudah tidak ada,pergi kehadapan tuhan yang mahakuasa.aku akan menceritakan kisahku tentang kejadian 10 tahun yang lalu.
-_-_-_-_ who are you? _-_-_-_-
01.
10 tahun yang lalu...
"Laras,ini mama nak."
"Mama?aku rindu dengan mama.tunggu...kau bukan mamaku,mama sudah meninggal."
"Dia mamamu laras.papa dan mama kangen sama kamu."
"Papa?nggak!kalian bukan orangtuaku.mereka sudah meninggal!"
"aku mamamu,aku mamamu,aku mamamu,aku belum mati,hahahahaha!"
"Pergi kau dasar iblis,aku bukan anakmu!pergi,pergi,pergi!!!"
"Datanglah ke...kesini na...nak, mama kesakitan,mama tidak mau mati,nak tolong mama, disini panas,hahahaha...hahahaha!"
"TIDAK!!!"
Tuuuuuuut...tuuuuuuut.... tuuuuut....
"Aaaaah!apa...apakah semuanya ha...hanya mimpi?"
Aku merasakan ada seseorang dilantai bawah.
PRANG!
suara piring yang pecah membuatku terkejut dan agak takut.
"Si...siapa disana?!"
Sama sekali tidak ada jawaban,yang terdengar hanyalah suara langkah kaki yang menuju lantai atas.langkah kaki itu mulai mendekati pintu kamarku dan seseorangpun membuka pintu.
Krieeet...
"Laras,ada apa?"
"Tan...Tante Irma,kenapa disini."
"Jadi kamu tidak suka Tante disini?"
"Haha,tidak kok,aku hanya kaget saja Tante datang tanpa mengabariku."
"Tante minta maaf,Tante nggak bermaksud mengagetkanmu,hanya saja...Tante sangat kesepian dirumah.setelah om kamu meninggal,Tante jadi tidak ada yang menemani.jadi,Tante ingin tinggal disini,tidak apa apakan?"
"Eh...Tante,tidak apa apa kok.ya sudah Tante,aku ingin pergi bekerja dulu."
Aku beranjak dari tempat tidurku.tapi,baru saja aku sampai didepan pintu,Tante Irma memanggilku.
"Laras."
"Ya Tante"
"Tante akan selalu menjagamu.jadi tidak usah sungkan sungkan untuk memanggil tante jika ada apa apa."
DEG...
Kepalaku terasa sakit disaat mendengar kata kata Tante barusan,tiba tiba saja ada secercah ingatan masa lalu yang melintasi pikiranku.
"Aku akan selalu menjagamu Laras,jadi tidak usah sungkan sungkan denganku ya.karna kita sahabat."
"Em,terimakasih fa..."
Secercah ingatan itu seperti sangat berharga bagiku,tapi...aku tidak tau siapa yang sedang berbicara denganku di ingatan yang begitu singkat itu,bahkan aku tidak tahu nama orang itu.
Aku tidak sanggup lagi,tubuhku terjatuh dan aku pingsan.aku mendengar samar samar suara Tante Irma memanggilku.
"La... Sad...lah,...te akan mem...wamu ke ru... Sakit." ("Laras sadarlah,Tante akan membawamu ke rumah sakit.")
Sesampainya dirumah sakit...
"Dokter leo,Laras pingsan saat ingin keluar dari kamar,saya mohon bantu dia."
"Astaga,cepat bawa Laras ke ruangan saya!"
"Bagaimana keadaan Laras dok,apakah dia baik baik saja?"
"Laras baik baik saja.karna kecelakaan 2 tahun yang lalu dia kehilangan separuh ingatannya,pasti mbak sudah tahu tentang itu."
"Jadi dok?"
"Jadi...dia hanya refleks mengingat masa lalunya karna aktivitas tertentu,itu hal yang wajar.ini resep untuk memulihkan keadaannya."
"Terimakasih dokter."
"Sama sama mbak."
"AAAAAAA,tolong,tolong aku."
"Itu suara Laras dok,ada apa didalam?!"
"Saya juga tidak tahu,ayo kita segera masuk."
Tante Irma pun mengangguk dan lekas masuk kedalam kamar.
"Laras,bangun Laras!"
aku langsung terbangun mendengar suara teriakan Tante Irma.
"kenapa,apa yang terjadi Laras?"
"ti..tidak apa apa,aku hanya bermimpi buruk."
"baiklah kalau begitu,Laras sudah bisa pulang hari ini,pembayarannya dilakukan di ruang administrasi.laras,mbak Irma,saya permisi dulu,masih banyak hal yang mesti saya kerjakan."
"ya dokter sekali lagi terimakasih saya tidak tahu apa jadinya kalau tidak ada dokter.ayo Laras,kita pulang."
"ya Tante."
dokter pun meninggalkan ruangannya,kamipun juga segera lekas meninggalkan rumah sakit.
disaat perjalanan pulang,Tante Irma menanyakan ingatan apa yang tadi sempat ku ingat,tapi aku mengelak dan mengalihkan pembicaraan,tante Irma sadar aku tidak mau membicarakannya saat ini dan mengikuti alur pembicaraanku.sesampainya kami dirumah hari sudah menjelang fajar,aku tidak percaya aku pingsan selama itu,bahkan aku meninggalkan pekerjaanku.aku dan Tante menyiapkan makan malam,setelah itu kami berdua menghabiskan makan malam itu tanpa ada yang bersuara atau memulai topik pembicaraan,selesai makan kami langsung pergi ke kamar masing masing dan terlelap dalam tidur.
bersambung...