WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
BAB 19



"Ayo ikut aku, hari ini kita bersenang-senang, aku sudah menyiapkan semua nya, tapi kamu tutup mata dulu ya," Pinta Derren kemudian mengambil slayer dan menutup mata Alexa.


Alexa pun hanya bisa diam menuruti semua perintah Derren hari itu. "Derren ini aku mau di apain ya?" Tanya Alexa ke Derren yang menuntun nya berjalan.


"Udah kamu ikut aja, percaya sama aku," Jawab Derren.


"Derren kalau kamu mau culik aku, nggak ada untung nya kali, nggak bisa dimintai tebusan," Celetuk Alexa membuat Derren tersenyum.


"Yang mau nyulik siapa Sih Al, nah kita sudah sampai," Sahut Derren dan membuka penutup mata Alexa.


"Awas ya kalau kamu bawa aku ke tempat yang nggak ba....gus," Ucap Alexa dan alangkah terkejutnya ia melihat pemandangan di depan nya begitu indah,


"Gimana?" Tanya Derren.


"Ini kamu yang siapin semua?" Alexa bertanya tanpa menjawab pertanyaan Derren, ia terpaku melihat dekorasi sebuah meja makan yang sangat cantik, banyak terdapat bunga-bunga dengan dua buah kursi dan roti berwarna pink yang sangat cantik.


"Iya, aku nyiapin ini semua sambil berpikir, Alexa suka bunga apa ya? Alexa suka makanan apa ya? Tau-tau jadi nya Cake itu," Timpal Derren menuntun Alexa dan mendudukkan nya ke kursi.


"Ini untuk mu Al," Ucap Derren lagi dan memberikan buket bunga Lili putih yang cantik.


Alexa pun menerima bunga itu dengan perasaan yang sangat bahagia, karena ia memang sangat menyukai bunga Lili.


"Kenca kita yang pertama, aku ingin melihat kamu bahagia Al, air mata yang kemarin aku tidak ingin melihat nya jatuh dari mata indah mu, aku ingin kamu bahagia setidak nya saat bersama ku," Ungkap Derren membuat Alexa terharu. "Kamu suka bunga Lili kan?" Tanya Derren lagi.


"Entah kenapa, mungkin karena tidak lagi berada di dalam toko roti atau karena pantai yang indah ini, perasaan ku jadi sangat bahagia, dan si tengil ini terlihat sangat tampan, aku berharap tidak terbangun saat ini," Batin Alexa berharap.


"Al, kenapa melamun, apakah kamu bahagia?" Tanya Derren karena melihat Alexa hanya terdiam.


"Heeh, aku sangat bahagia, terima kasih ya sudah mau berusaha buat ini semua," Jawab Alexa sambil tersenyum sangat manis.


"Bunga Lili, wah aku tidak menyangka bisa melihat nya lagi, ternyata bagus banget," Ungkap Khanza senang.


"Ini kan cuma mimpi Al, jadi nggak asli," Celetuk Derren.


"Mau mimpi mau asli kek, yang penting aku kan bisa pegang Bunga ini, kamu nggak bisa apa lihat aku bahagia sedikit," Sungut Alexa kesal.


"Heh, Alexa kalau aku nggak mau buat kamu bahagia, buat apa aku sampai susah-susah bikin ini semua, udah aku nunggu nya lama banget lagi," Ujar Derren.


"Oh, iya makasih ya Derren, hehe," Sahut Alexa nyengir.


"Aduh, jaim dikit kek Al, nggak ada anggun-anggun nya," Kelakar Derren melihat Alexa tersenyum lebar.


"Habis nya sudah lama sekali aku tidak merasa sesenang ini, kencan di taman bunga tulip dan di tepi pantai yang indah, mendapat buket bunga lagi, makasih ya Derren," Ucap Alexa terharu.


Alexa tidak pernah merasa se damai saat itu, ia sangat bahagia dengan kejutan yang di siapkan oleh Derren.


"Hari ini aku jalan sama Rendra juga, mana bisa kencan dengan dua orang sekaligus, meskipun ini cuma mimpi, aku kan sudah janji kalau aku harus berubah, bagaimana ya cara nya aku batalin kencan ini," Batin Alexa dengan ekspresi sendu. Derren pun merasa heran melihat perubahan wajah Alexa.


"Alexa!".


"Derren!".


"K-kamu dulu aja yang ngomong," Ucap Derren mendengar Alexa.


"Nggak kamu aja yang ngomong duluan," Sahut Alexa juga.


"Nggak, aku hanya penasaran kenapa hari ini rambut mu pendek," Tanya Derren.


"Oh begitu, tapi menurutku mau panjang atau pendek, kamu tetap cantik, bahkan botak pun cantik," Ujar Derren menggoda Alexa.


"Kamu bosan hidup ya?" Balas Alexa marah.


"Aku suka sekali melihat rambut kamu tergerai, pasti sangat indah kalau di tertiup angin," Ujar Derren.


"Apa nggak aneh, kan jadi berantakan," Kata Alexa lagi.


"Nggak kok, malahan sangat cantik," Puji Derren.


"Yuk kita makan, aku lapar sekali," Ajak Derren dan di ikuti oleh Alexa.


"Ini kan di dalam mimpi emang kamu bisa lapar juga," Tanya Alexa namun di jawab dengan anggukan dan senyuman oleh Derren.


Alexa akhir nya tidak bisa membatalkan kencan mereka, karena mendengar perkataan Derren yang telah susah payah menyiapkan semua nya, Makhluk penghuni mimpi yang satu ini memang berbeda, ia tak nyata tapi sangat tulus dan itu membuat Alexa menjadi luluh.


Saat Alexa sampai di meja makan, ia melihat begitu banyak makanan, Alexa sampai melotot tak percaya.


"Ya ampun Derren banyak banget, ini kamu yang buat semua nya?" Tanya Alexa melihat berbagai aneka kue.


"Iya, aku nggak tahu kamu suka yang mana, jadi aku buat beberapa jenis kue," Sahut Derren memberitahukan Alexa.


"Ini kebanyakan Derren, ya ampun," Celetuk Alexa.


"Hehe, ayo kita makan," Ajak Derren.


"Ini beneran aku bisa makan sebanyak ini?" Tanya Alexa bingung.


"Iya lah, nggak usah takut gemuk ini kan dalam mimpi," Ujar Derren. "Ini cobain Puding Coklat nya," Lanjut Derren dan menyerahkan sepiring Puding berlapis coklat.


"Wah ada puding Coklat, persis seperti buatan Mommy," Papar Alexa berbinar melihat nya. "Ya udah aku cobain ya," Sambung Alexa.


"Gimana rasa nya," Tanya Derren.


"Persis seperti buatan Mommy," Ungkap Alexa mengingat rasa Puding buatan Ibu nya.


"Ngomong-ngomong, aku suka lihat kamu pakai baju seperti ini, sangat Cantik," Puji Derren melihat dress yang di kenakan Alexa.


"Kamu lebih cantik Derren, Hahahha," Ejek Alexa karena ia memasangkan bunga di atas kepala Derren.


"Kalau memang ini adalah dunia yang ku ciptakana sendiri, kenapa aku tidak menikmati nya, di dunia nyata aku tidak pernah sebahagia dan sedamai ini," Batin Alexa.


"Enak nya tiduran disini, udara nya sangat sejuk, tidak seperti di duniaku, banyak polusi, asap kendaraan, aku bisa betah lama-lama disini, rasa nya aku tidak ingin bangun," Ungkap Alexa sambil tiduran si pasir.


"Berarti Alexa senang disini ya?" Tanya Derren.


"Iya, senang banget, tapi kira-kira jam berapa ini, semoga tidak cepat pagi," Ujar Alexa.


"Kalau begitu, Alexa Sayang please jangan bangun, tetaplah disini bersama ku, jangan pernah tinggalin aku disini sendiri Al," Papar Derren dan menggenggam tangan Alexa kuat.


"Derren, Siapa kamu sebenar nya?" Batin Alexa dan sebelum Alexa benar-benar bangun Ia sempat mendengar kalau Derren berucap sangat menyayangi Alexa.


"Aku terbangun dan tangan ku sangat dingin, Derren apakah kamu ada di dunia ini, kalau kamu memang benar ada kamu dimana? Kenapa dari sekian banyak manusia di dunia hanya aku yang bermimpi seperti ini?" Batin Alexa.