
"Pantai ya? aku pernah kesana sama Grace, dan baru sebentar saja sudah banyak yang terjadi," Gumam Rendra dalam hati mengingat kebersamaan nya bersama Grace termasuk first kiss mereka.
"Ren, Rendra," Panggil Alexa agak keras karena Rendra tak menggubris pertanyaan nya.
"Hah," Balas Rendra terkejut.
"Aku tanya, disini pantai nya bagus nggak? Kok kamu malah melamun sih?" Sungut Alexa sedikit kesal, karena lagi-lagi ia merasa tak di hargai.
"Oh pantai itu ya? Nama nya pantai Malimbu, pemandangan nya bagus kok, dan nggak terlalu ramai juga pengunjung nya, kamu mau kesana?" Tanya Rendra akhir nya.
"Iya, aku mau," Balas Alexa sambil tersenyum.
"Kamu nggak takut ke pantai lagi?"Tanya Rendra karena mengingat kejadian Alexa pernah tenggelam.
"Nggak kok Ren," Balas Alexa.
Suara deburan ombak menambah suasana indah pantai Malimbu sore itu, Alexa dan Rendra berjalan-jalan menikmati suasana sejuk di pantai itu.
"Waah, ternyata kamu benar Ren, pantai nya indah banget, aku batu tahu kalau di sekitar sini pantai nya bagus," Puji Alexa melihat panorama pantai yang indah. Tapi lagi-lagi Rendra hanya terdiam.
"Aku sebenar nya ngapain sih hari itu, meskipun aku pernah First kiss sama Grace, nggak mungkin kan aku melakukan hal yang sama ke Alexa," Ucap Rendra dalam hati.
"Wah kerang nya banyak, lihat Ren aku dapat kerang yang bagus-bagus," Alexa memperlihatkan kerang-kerang temuan nya ke Rendra, dan Rendra hanya tersenyum melihat tingkah Alexa seperti anak kecil yang baru saja dapat mainan baru.
"Iya bagus," Balas Rendra sambil mengusap kepala Alexa pelan.
"Aduh, kok aku begitu ya, bukan nya bikin Alexa kesal jalan sama aku nanti malah dia keasyikan," Ucap Rendra dalam hati menyesali perbuatan nya barusan.
"Kamu tahu nggak ren, dulu aku seruing main ke pantai sama Mommy dan Daddy, kita sering mengumpulkan Kerang-kerang yang cantik dan Daddy buatkan aku kalung, di rumah banyak banget kalung kerang, kapan-kapan kamu ke rumah ya, aku tunjukin kalung kerang-kerang aku," Ujar Alexa panjang lebar. Namun Rendra hanya diam tanpa menjawab perkataan Alexa.
"Kerang itu cantik ya Ren? Tapi meskipus cantik dia sering bersembunyi di bawah pasir, aneh nggak sih?" Lanjut Alexa namun lagi-lagi Rendra hanya menatap pantai yang luas di depan nya, ia tampak seperti memikirkan hal lain dan tak tertarik dengan cerita Alexa.
"Tapi meskipun cantik dia akan menutup diri dari pandangan orang-orang, dan di injak-injak sehingga membuat orang terluka, padahal dia tidak mereka tidak sengaja melukai, aku juga pernah terluka rasa nya sakit sekali, tapi Daddy bilang Its Oke my Baby, its not Hurt," Ucap Khanza, Rendra masih dengan tatapan kosong nya membuat Alexa sedikit kesal.
"Ren, terima kasih ya untuk hari ini, aku senanh sekali, semoga hari-hari mu selalu menyenangkan ya," Ujar Khanza.
"Hahh," Sahut Rendra sadar dari lamunan nya.
"Emm Ren, aku lihat dari tadi kamu nggak fokus, aku minta maaf kamu harus menemaniku hari ini, pasti nggak enak banget ya? Pikiran mu entah kemana, mungkin kamu lagi punya masalah, jadi jangan paksakan diri ya, terima kasih untuk hari ini, habis dari sini kita pulang aja ya," Kata Alexa tak enak hati.
"Apa yang sudah aku lakukan," Ucap Rendra mengingat perlakuan nya yang tidak menyenangkan ke Alexa.
"Alexa!".
"Maaf ya hari ini aku nggak fokus, kamu benar aku ada sedikit masalah, kalau kamu nggak senang aku minta Maaf sekali lagi," Ucap Rendra merasa bersalah. "Meskipun ini bukan kemauan ku, bukan berarti aku bisa seenak nya ke Alexa," Ucap Rendra dalam hati.
"Ah, nggak apa-apa kok, aku mengerti rasa nya bagaimana? Memang tidak enak nemenin orang kalau lagi ada masalah, lagi pula lain kali kita bisa pergi lagi kan, Eh maksud ku kalau kamu mau jalan sama aku lagi." Balas Alexa sambil tersenyum.
"Anak ini kenapa ceria sekali, padahal seharian aku nggak pernah ladenin dia ngomong," Batin Rendra melihat sikap Alexa yang cerewet.
"Emm, minggu depan kamu ada acara nggak?" Tanya Rendra tiba-tiba.
"M-mingu depan ya? Kayak nya nggak deh Ren," Jawab Alexa, namun seketika ia terkejut karena Rendra memasangkan jaket nya ke bahu Alexa, persis seperti yang di lakukan nya ke Grace.
"Meskipun ini bukan ide ku, aku memang nggak mau kamu berharap Al, semua ini aku lakukan karena Grace," Ucap Rendra dalam hati.
"Angin nya sudah mulai kencang kalau sore, kita pulang yuk," Ajak Rendra dan Alexa pun setuju.
Sesampai nya di rumah Alexa berpikir kenapa Rendra tiba-tiba menghubungi nya, padahal terakhir ketemu Ia begitu marah karena Alexa mengajak nya jalan, Alexa pun berpikir kalau semua itu ada sangkut paut nya dengan Grace.
"Grace kok nggak pernah hubungi aku ya? padahal kalau aku lagi jalan sama cowok dia yang paling heboh," Batin Alexa sambil melihat Handphone nya.
Alexa pun bingung karena hari itu Rendra mengajak nya ke toko kue, dan satu-satu nya yang tahu tentang itu semua hanyalah Grace sahabat nya.
"Ah aku tanya Rendra aja deh," Ide Alexa dan langsung mengetik pesan Via aplikasi hijau ke Rendra.
"Ren, kamu audah sampai rumah belum, aku mau bicara, boleh aku kesana?".
"Belum nih, aku masih di jalan, besok aja ya Al, soal nya aku ada kerjaan," Balas Rendra.
"Hmm besok ya, ya udah deh," Jawab Alexa lagi kemudian mematikan handphone nya.
"Sebenar nya apa Grace masih menyukai Rendra? Kalau aku tanya seperti itu apa Grace akan jujur, lagian hari ini aku sudah ngantuk," Ucap Alexa dalam hati dan beberapa detik kemudian ia pun tertidur pulas.
Alexa mencoba membuka mata nya, dan ia berpikir akan terbangun di toko roti lagi, namun kali ini ia salah menduga karena Alexa terbangun di taman bunga kesukaan nya, yaitu Bunga Lili.
"Bu-bunga Lili, ini dimana ya? Udara nya sejuk sekali, dan banyak bunga Lili," Batin Alexa, ia terus berjalan melewati bunga-bunga yang bermekaran hingga Alexa tak sadar kalau dia sudah sampai di tepi pantai yang sangat indah, berpasir putih yang sangat lembut.
"Apakah ini mimpiku? Kalau benar ini mimpi lalu dimana Derren?" Sambung nya lagi tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan mencari keberadaan penghuni mimpinya.
"Derren! Derren!" Panggil Alexa namun tak ada jawaban. "Derrren, kamu diamana? Jawab aku?" Panggil Alexa lagi.
"Hey, My Dream," Sahut Derren mengejutkan Alexa. "Kamu kemana saja? Aku udah lama tungguin kamu di sini, kamu lupa ya kalau kita ada janji kencan?" Ucap Derren panjang lebar dan tersenyum ia begitu tampan memakai tuxedo berwarna Hitam dengan kaos putih dan rambut yang coklat mengkilap.