
WHO ARE YOU?
04.
Jam 00.41
Driiiiiiit....driiiiiiit.... Driiiiiiit.
hp ku berdering sangat keras dan lama sekali,aku sama sekali tidak bisa tidur dengan nyaman.
"Siapa sih yang nelfon tengah malam begini?"
"Nomor tidak dikenal"
"Ini siapa,jangan jangan penipuan?hm...coba angkat dulu deh."
Tuuut.
"Halo siapa ini?"
"Ini aku Fandi."
"Kenapa telfon tengah malam begini sih?nggak cukup ya bikin aku kesel dari pagi sampai sore?bla...bla...bla..."
"Berisik amat sih,dengerin aku dulu Napa ras."
"Nggak usah sok akrap,kita baru pertama kali ketemu!udah deh nggak ada yang penting juga kan,mendingan aku tidur.bye..."
"Tunggu ras aku mau ngomong....tuuuut...tuuut...tuuuut."
"Bikin muak aja,mendingan aku cepat tidur."
Aku kembali terlelap tidur.aku tidak tahu menahu kejadian di tempat yang lain,mungkin saja ditempat itu sedang terjadi hal yang buruk dengan orang yang ku kenal.
"Kenapa dimatikan sih,padahal kan aku mau memberi tahu bahwa...."
"Hmmm....hm...hmmmm..."
"Temannya yang paling dia sayangi ini ingin ku lenyapkan,hihihi lucu sekali kan Karin."
"Hmmm....hmmmm....hmmmm!"
"Aku buka dulu ya penutup mulutnya.agar kita bisa berbincang bincang sebelum kau mati."
"Maafkan aku Laras,aku tidak sempat memberi tahumu tentang ini."
2 hari yang lalu...
"Laras kenapa nggak masuk ya hari ini?aku jenguk deh kerumahnya.mau beli kado apa ya?"
Saat Karin berjalan menuju toko untuk membeli kado,dia melihat Fandi dengan .....
"Ini uang untukmu,mengaku ngaku lah sebagai Fandi dan lenyapkanlah Laras."
"Itu kan .... lagi sama siapa ya?"
"Hoho,kalau untuk uang aku nggak akan menolaknya,aku akan mengerjakannya dengan lancar."
"Hahaha,kali ini Laras tidak akan lolos lagi."
"A...apa, tidak mungkin.aku harus memberi tahu Laras soal ini."
Karin mundur secara perlahan lahan,sayang nya dia menabrak sesuatu dan pecah.
"Kenapa ada pot bunga sih di gang ini,bikin repot aja.semoga mereka tidak mendengarnya."
Karin menoleh kembali ketempat dan di dan "orang itu" berdiri,tapi mereka sudah tidak ada.
Saat Karin berbalik untuk pergi,Fandi palsu dan orang itu sudah ada didepan matanya sambil menodongkan kan pistol ke arah kepala Karin.
"Ba...bagaimana kalian ada disini."
"Karin...Karin...apakah kau ingin member tahu Laras soal ini?kau tidak akan pernah bisa."
"Dasar kejam,apa yang ingin kau lakukan dengan ku jika saja aku memberi tahu Laras tentang ini?!"
"Jika kau memberi tahu Laras, peluru itu akan langsung melesat ke kepalamu.tidak akan sempat lagi.Karin yang malang,sebenarnya aku nggak mau melibatkannya dengan ini,tapi kamu sendiri yang melibatkan dirimu."
"Tolong jangan bunuh aku."
"Kami tidak akan membunuhmu jika saja kau ingin melakukan sesuatu untukku."
"Apa itu?"
"Berpura pura lah kau tidak tahu apa apa tentang semua ini termasuk hubungannya dengan Fandi,karna yang tahu tentang ini hanyalah kamu dan Fandi yang asli."
"Baiklah,akan ku lakukan asalkan kau tidak membunuhku."
"Orang ini mudah sekali ku tipu,tidak mungkin aku mengikuti apa perintahnya,salah satunya cara hanyalah memberi tahu Fandi yang asli tentang ini."
Karin pun diam diam merencanakan pertemuanku dengan Fandi,dia mencari tahu semua tentang Fandi dan berusaha melacak keberadaannya,tapi sayangnya orang itu mengetahui rencana karin dan melenyapkannya malam itu juga.
"Maaf kan aku Laras,aku tidak bisa menemanimu dengan semua cobaan ini,semoga kamu berhasil mencari fandi dengan surat yang ku letakkan di rumahku."
"Maafkan aku Karin,aku harus melenyapkannya malam ini juga."
"Kamu memang benar benar membenciku ku sampai sampai kamu tidak mau bicara denganku ya?pasti didalam hatimu kamu sedang meminta maaf dengan laraskan,sudah terlambat Karin."
"PERGILAH KE NERAKA DASAR KEPARAT BAJINGAN.LARAS PASTI AKAN MEMBONGKAR KEDOKMU!"
DOR....!DOR...!DOR...!
"AAAAAA!"
"Ups...aku melakukannya tiga kali dan salah sasaran terus.maaf ya,sekarang pasti tidak akan salah lagi,haha."
"uhuk...Ma...maaf la...ras"
DOR!
Bersambung....