
"Apa maksud mu Grace, kamu mau mempermainkan ku, kalau kamu menyukaiku kenapa kamu mau lihat aku bersama Alexa?" Ujar Rendra sangat marah.
"Tidak, aku tidak bermaksud mempermainkan mu Ren, aku benar-benar menyukai mu, dan aku juga sayang Alexa," Jawab Grace sendu.
"Ren, karena penolakan kamu kemarin, Alexa sangat sedih, meskipun aku menyukaimu aku mau kamu memberikan Alexa kesempatan lagi, karna aku tahu hubungan kita tidak akan lebih dari teman bukan," Sambung Grace, dan Rendra terdiam tak tahu harus menjawab apa. "Jadi aku mohon Ren, beri Alexa kesempatan kedua, kamu belum mengenal nya, aku yakin kalau kalian sudah saling mengenal kalian akan saling menyayangi, kumohon Ren, demi aku, demi persahabatan kita," Ungkap Grace memohon dan menggenggam tangan Rendra.
"Grace, jangan melihat ku seperti itu," Kilah Rendra mengalihkan pandangan nya. "Tapi kalau itu mau mu, terserah aku kan coba tapi ingat ini demi kamu dan aku tidak berani janji kalau aku akan menyukai nya," Ucap Rendra akhur nya pasrah dengan permintaan Grace.
"Iya, terima kasih Ren," Sahut Grace denga mata berkaca-kaca.
"Maaf Ren, aku bukan nya memanfaatkan mu karena kamu baik, tapi demi Alexa dan kesehatan mentalnya, aku harus rela melihat mu bersama nya," Gumam Grace dalam hati.
###
POV Alexa
Didalam kamar nya Alexa merasa sangat kesepian karena tak ada seorang pun yang menemani nya.
"Aku bosan, tak ingin melakukan apa pun, tak ingin makan, keluar rumah, lihta handphone, mata ku sembab. Jam berapa sekarang? Entahlah, aku benci sendirian, aku benci seperti ini, semua kenangan masa lalu terus menghampiri ku, entah itu mimpi, atau kenyataan, sejak kapan aku jadi selemah ini.
Apa iya yang di katakan Rendra tentangku seburuk itu? Apakah benar aku bahagia? Atau kah selama ini aku tidak pernah bahagia?" Keluh Alexa sambil mengingat Mami dan Papi nya.
"Alexa, Alexa kamu sedang apa Nak?" Tanya Mami Sandra ke Alexa kecil.
"Mami, Papi lihat deh burung itu, bertiga seperti kita," Jawab Alexa menunjukkan tiga ekor burung di dahan pohon.
Seketika Mami dan Papi nya melihat ke arah yang ditunjuk oleh Alexa.
"Eh, tapi lihat dua burung nya terbang," Sahut Mami nya lagi.
Alexa Putri, 13 tahun, anak tunggal hidup bersama Mami dan Papi nya, di sebuah perumahan elit di tengah kota. Anak perempuan yang di curahi kasih sayang, dan sangat di manja, hidup nya bisa di katakan sangat sempurna dan membuat semua orang iri, namun siapa sangka di balik kesempurnaan nya gadis kecil ini menyimpan sejuta kerinduan dan luka.
Suara panggilan kepada para penumpang pesawat tujuan Amerika pun terdengar, Alexa kecil harus rela berpisah dengan kedua orang tua nya.
"No problem Mami, Alexa bisa jada diri kok, Mami sama papi cepat pulang, Oke," Ucap Alexa ke Mami nya.
"Iya sayang, kami akan pulang kalau pekerjaan disana sudah selesai," Sahut Mami sandra.
"Alexa jaga diri baik-baik ya Nak," Pesan Papi Riko saat mereka akan berpisah, dan memeluk buah hati satu-satu nya.
"Iya Papi, aku akan sangat merindukan mu," Ungkap Alexa dengan mata berkaca-kaca.
"Eits, tadi kan sudah janji nggak mau nangis," Protes Papi Riko.
"Iya, Alexa kan anak yang kuat," Puji Mami Sandra." Sampai jumpa sayang," Pamit Mami Sandra dan Papi Riko sesaat sebelum meninggalkan Alexa sendiri.
"Benarkah aku kuat, Alexa tidak sekuat itu Mami, Alexa merasa kesepian," Gumam Alexa sambil memeluk lutut nya menangis.
Hari demi hari, minggu demi minggu, hingga tahun demi tahun Alexa selalu menunggu kedua orang tua nya, namun karena kesibukan mereka akhirnya Alexa hanya bisa menunggu tanpa tahu kapan mereka akan kembali memeluk nya.
Suatu hari saat masa SMA, seorang senior menyatakan cinta nya ke Alexa namun ia justru bingung menjawab nya karena belum pernah pacaran sama sekali.
"Wah, kamu hebat banget Al, di tembak sama cowok seganteng Aldi," Ucap Grace.
"Apaan sih, aku belum jawab tau, aku bingung kan aku belum pernah pacaran," Sanggah Alexa mali-malu.
"Emang begitu ya?" Tanya Alexa polos.
" Iya kamu coba deh," Usul Grace.
"Emm, oke deh," Balas Alexa.
Namun setelah menjalani nya, Alexa tetap merasa sendirian dan akhir nya ia pun bosan dan mengakhiri semua nya, play girl adalah image yang melekat pada diri nya.
"Derren mungkinkah kamu tercipta di dalam mimpi ku karena aku kesepian," Gumam Grace.
Alexa menghela nafas panjang dan membuang nya pelan, ia pun mengambil Handphone nya dan membuka sosial media nya, ada satu kata motivasi yang membuat nya seakan semangat kembali.
"Aku harus bisa bangkit, Iya, aku harus bisa, Mami Papi apakah kalian masih sibuk? Tidak apa-apa, aku hanya ingin kalian tahu kalau disini aku sangat merindukan kalian, aku mau berubah aku mau membuang sisi buruk ku, ingin memulai awal baru, mungkin di awal aku akan kesulitan tapi bukankah, Mami dan Papi bilang aku anak yang kuat, Iya kan," Ucap Alexa dan ia pun memotong rambut nya pendek, penampilan baru nya itu pun menambah kesan dewasa pada diri nya.
Saat masuk kantor semua teman-teman Alexa memuji kecantikan dan potongan rambut baru nya, ia benar-benar merasa sangat puas dan semakin semangat.
"Al, kamu potong rambut?" Tanya Grace terkejut melihat penampilan baru Alexa.
"Iya, gimana menurut kamu?" Jawab Alexa dan bertanya tentang penampilan baru nya.
"Terlihat sangat fresh dan cantik dong tentu nya," Ucap Grace memuji sahabat nya itu.
"Ah, kamu bisa aja deh," Sahut Alexa malu-malu.
"Lo emang kenyataan nya begitu Al," Balas Grace.
"Eh, pak bos tuh, Selamat pagi Bos," Sapa Grace dan Alexa.
"Selamat pagi Grace, Alexa," Jawab Pak Damian. "Rambut baru nya bagus," Sambung nya.
"Terima kasih pak," Balas Alexa dengan tersenyum.
"Tuh kan apa aku bilang, bagus, sampai-sampai pak Bos memuji nya," Jelas Grace. "Eh Al, kamu potong di salon mana?" Tanya Grace penasaran.
"Ada deh! rahasia dong," Ujar Alexa membuat Grace manyun.
"Ayolah Al, aku mau ganti warna rambut nih," Desak Grace ke Alexa.
"Nanti kalau aku kasi tau kamu nggak percaya," Celetuk Alexa.
"Beneran deh kali ini aku bakalan percaya," Sahut Grace.
"Aku potong sendiri," Ucap Alexa.
"Apaa? Kamu nggak bercanda kan Al?" Tanya Grace sedikit terkejut.
"Tuh kan di kasi tau malah nggak percaya, ya udah," Sungut Alexa dan masuk ke ruangan nya.
"Al, kamu serius? Kalau begitu gimana kalau kamu aja yang warnain rambut aku," Pinta Grace.
"Boleh, asalkan kamu traktir aku makan seminggu," Sahut Alexa tanpa ekspresi bersalah.
"Deal, aku setuju," Jawab Grace sambil tersenyum.