
"Kamu mengalami kecelakaan di hari kita berniat kawin lari dan kamu mengalami koma selama berbulan-bulan. Dokter telah berputus asa untuk merawatmu, karena tidak ada harapan lagi bagimu untuk hidup. Namun, aku dan Papamu percaya kalau kamu akan membuka mata kembali sehingga kami memutuskan untuk menjagamu di rumah," jelas Alex dengan mata berkaca-kaca.
Huft ...
Kania menarik nafas panjang, ternyata tidur panjang yang dialaminya bukanlah mimpi tapi mimpi nyata.
Kania akhirnya menyadari kalau semua yang terjadi di masa lalu juga nyata, ia memang kembali ke masa lalu dan berusaha untuk memperbaiki semuanya, sehingga ketika tugas Kania selesai, ia akhirnya kembali ke masa depan dan bangun menjadi Kania yang sesungguhnya.
"Sayang, kamu tidak usah khawatir, Papamu telah merestui hubungan kita dan kita telah diizinkan menikah asalkan kita tamat SMA dulu."
Dengan raut wajah bahagia, Alex menjelaskan kepada Kania tentang hubungan mereka yang tidak harus bersembunyi-bunyi lagi.
"Lantas, bagaimana dengan Om Galih? Beliau tidak akan membiarkan semua itu terjadi dengan mudah!"
Kania sangat paham bagaimana sikap Om Galih yang berambisi. Kania takut Om Galih akan menuntut dan melakukan pembalasan dendam untuknya dan keluarganya.
"Om Galih telah meninggal sebulan yang lalu karena serangan jantung."
Papa Haris terbangun dari tidurnya dan menjawab pertanyaan putri kesayangannya.
Papa Haris berjalan mendekati Kania, ia ingin memeluk dan meminta maaf kepada putri kesayangannya itu.
"Papa, Kania rindu."
Dengan nada suara pelan, aku mencoba bangkit dari pembaringannya, namun tubuh Kania terasa sangat lemah sekali, aku belum bisa bangkit dan bergerak sama sekali.
"Alex, tolong bantu aku!"
Kania meminta Alex membantunya duduk dan menyandarkan tubuhnya pada ranjang king mewah miliknya.
Papa Haris langsung memeluk putri kesayangannya dengan tangisan air mata.
Untuk sesaat dua orang yang tidak lain adalah ayah dan anak itu terhanyut dalam lautan air mata.
"Kania, maafkan Papa, Nak!"
Kata-kata pertama yang keluar dari mulut papa Haris membuat isak tangis Kania semakin menjadi.
"Harusnya Kania yang meminta maaf kepada Papa, selama ini Kania hanya bisa menyusahkan Papa, tidak bisa mengabulkan keinginan Papa, bahkan berniat kabur dari rumah."
Kania mencurahkan semua kesalahan yang telah dilakukannya. Ia teringat dengan pesan kedua orang tuanya di masa lalu, bahwa semua orang tua sayang kepada anaknya. Tidak ada orang tua yang rela menjual anaknya hanya karena uang, hanya saja keadaan yang membuatnya melakukan hal seperti itu.
Semua orang tua sayang sama anak-anaknya dan ingin anak-anaknya bahagia, akan tetapi situasi membuat semuanya berada dalam situasi sulit.
"Sayang, kita lupakan semua yang telah terjadi, kita mulai hidup baru yang lebih baik dan Papa akan menikahkanmu dengan Alex kalau kalian sudah tamat SMA. Alex adalah lelaki baik yang sangat mencintaimu dengan segenap hatinya. Papa sekarang yakin akan menyerahkanmu kepada Alex, lelaki yang tulus dan ikhlas melakukan apa saja demi kebahagiaanmu," jelas papa Haris yang membuat air mata Kania tidak henti-hentinya menetes.
Kania merasa sangat senang dan bahagia, karena satu persatu impiannya menjadi kenyataan, Allah mengabulkan doa-doa Kania dan memberikan kebahagiaan kepada Kania.
"Alex, sini, Nak!"
Papa Haris meminta Alex mendekat kepadanya dan Kania.
Papa Haris menggenggam tangan Alex dan menyatukan tangan itu dengan Kania.
"Setelah Kania sehat dan kalian telah selesai ujian akhir sekolah, Papa akan menikahkan kalian berdua. Kalian berhak bahagia dan kalian akan menjadi pasangan sejati selamanya," ucap papa Haris dengan senyuman.
"Terima kasih, Papa,"
"Terima kasih, Om,"
Ucap Kania dan Alex serentak dengan senyum manis yang tergambar di wajah keduanya.
"Pa, Papa baik-baik saja 'kan?"
Kania ingin menanyakan bagaimana perasaan papanya saat ini, karena Kania tidak ingin lagi melukai hati dan perasaan Papanya. Ia ingin menikah dengan restu papanya dan ia juga tidak mungkin akan meninggalkan papanya hidup seorang diri di hari tuanya. Ya, Kania sangat tahu dan sangat paham kalau setelah menikah maka ia akan menjadi milik suaminya, tapi bagaimanapun juga papa Haris adalah satu-satunya orang tua Kania di dunia ini dan Kania tidak akan lagi menyia-nyiakan kesempatan untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.
"Sayang, Papa telah ikhlas jika putri kesayangan Papa menikah, apalagi dengan Alex. Jadi, tidak perlu lagi mengkhawatirkan Papa, kalian berbahagialah!"
Kata-kata lembut yang terdengar sangat tulus yang keluar dari lisan papa Haris membuat Kania tidak bisa berkata-kata.
Hanya air mata yang jatuh membasahi pipi Kania sebagai bukti kalau ia sangat bersyukur karena kehidupannya telah kembali seperti dulu. Allah telah mengembalikan papanya dan telah mengembalikan kebahagiaannya.
Sungguh, maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?"
"Papa, bagaimana kalau setelah Kania sehat kita jalan-jalan?"
Salah satu keinginan pertama yang ingin Keyla lakukan setelah sehat.
"Iya, Sayang, tentu," papa Haris tersenyum kepada Kania, seolah ingin mewujudkan semua keinginan putri kesayangannya itu.
Ada banyak pelajaran yang biasa diambil dari semua yang telah terjadi.
Kania percaya kembalinya ia ke masa lalu dan bertemu dengan Siti berserta keluarganya, bertemu dengan uda Syamsul dan datuak Maringgih, memberikan pengalaman dan pelajaran baru untuk Kania.
Kania percaya kedatangannya ke masa lalu memberikan pelajaran untukknya di masa depan dan membuat hidupnya menjadi lebih baik saat ini.
"Kania, apa kamu ingin makan sesuatu? Aku akan memasaknya untukmu,"
Alex tiba-tiba saja menawarkan sesuatu untuk Kania.
Sejujurnya saat ini Kania sangat ingin sekali makan masakan bundo, nasi goreng kampung yang bermodalkan minyak goreng kelapa, bawang dan garam saja membuat rasa nasi goreng itu enak di lidah dan menggugah selera makan.
Alex juga pernah merasakan masakan bundo dan ia juga ketagihan dengan makanan yang dibuatkan oleh bundo.
"Sayang kenapa diam? Atau kamu ingin Papa yang memasakkan makanan untukmu?"
Giliran papa Haris yang menawarkan Kania makanan untuk di masak.
Kania merasa sangat beruntung karena kedua orang yang ia sayang memperlakukannya dengan sangat baik.
Kania merasa tenang, akhirnya impiannya untuk membuat papa dan Alex akur menjadi kenyataan.
Kania merasa senang karena papanya merestui hubungannya dengan Alex.
Ya, Kania bukan Siti Nurbaya, hidup ya bisa berubah dan hidupnya tidak sama dengan Siti.
Mungkin di masa lalu, dirinya memang Siti yang memiliki nasip miris dan kurang beruntung hingga harus meninggal dunia dan meminta Kania dari masa depan untuk merubah nasipnya. Ya, Kania sangat bersyukur untuk itu dan Kania percaya semua yang terjadi di hidupnya pasti ada hikmah kebaikan yang Allah titipkan disana hingga Kania lupa betapa pedih dan sakitnya penderitaan yang selama ini ia rasakan.