
"Kalau jatuh tangkap ya, dan tangkap nya yang romantis," Goda Derren membuat Alexa kesal.
"Dasar mesum," Sungut Alexa.
"Ye, emang kamu mau lihat aku terluka kalau jatuh," Sahut Derren lagi.
"Oh iya nama Toko nya kira-kira yang bagus apa ya?" Tanya Alexa ke Derren.
"Gimana kalau Derren and Alexa Sweet Home," Ucap Derren.
"Nggak ah, terlalu Alay," Sahut Alexa.
Setelah semua selesai merekapun takjub dengan perubahan toko roti, dan papan nama yang semula hanya bertuliskan Bakkery pun diganti menjadi "TE AMO" yang artinya Saya mencintaimu dalam bahasa Spanyol.
"Tu kan jadi lebih berwarna," Puji Alexa takjub setelah melihat perubahan Toko roti nya.
"Iya Cantik," Sahut Derren juga.
"Sekarang kita hias dalam nya yuk, biar lebih cantik, dan enak di pandang." Usul Alexa lagi.
"Maaf ya Al, Toko roti ku nggak nyaman buat kamu," Ujar Derren.
"Iya, maka nya ayo kita tata biar lebih rapi dan nyaman," Ajak Alexa dan Derren lun setuju.
"Al ini Lukisan nya mau taruh dimana?" Tanya Derren yang membawa likisan bunga Lili dan Aneka kue-kue.
"Itu gantung di pojok aja," Saran Alexa dan Derren pun mulai menggantung nya.
"Awwhh," Teriak Derren dari luar dan Alexa pun langsung berlari ke luar melihat Derren.
"Kamu kenapa?" Tanya Alexa.
"Ini tadi nggak sengaja kena paku," Ucap Derren dan menunjukkan luka di tangan nya.
"Sebentar ya, aku cari kotak P3K dulu," Papar Alexa dan Derren pun mengangguk.
"Ketemu, Sini obatin tangan.....," Ucapan Alexa pun terputus karena melihat sebuah truk merah yang lewat di belakang Derren, ia merasa ada sesuatu dengan Truk itu sehingga ia merasa sangat takut dan menjatuhkan kotak P3K yang ia pegang, jantung Alexa pun berpacu sangat cepat.
"Kenapa mendadak ada Truk?" Batin Alexa gemetar.
"Al, sayang Hey kamu kenapa?" Tanya Derren panik dan khawatir melihat Alexa ketakutan hingga gemetar, Derren pun langsung memeluk nya erat.
"Bawa aku masuk Derren, aku mohon," Pinta Alexa.
"Iya, ayo kita masuk," Ujar Derren memapah Alexa masuk.
Di dalam toko Alexa makan sangat banyak, ia mengahabiskan kue-kue yang tersaji.
"Kamu gemetar karena lapar ya?" Tanya Derren khawatir. "Nggak biasa nya lo kamu makan sebanyak itu," Sambung nya lagi.
"Aku juga nggak tahu Derren, disini nggam ada nasi ya? Aku mau makan nasi," Sahut Alexa.
"Ada kok, yuk kita kedapur," Ajak Derren dan Alexa pun mengikutinya dari belakang.
"Wah ternyata di kulkas lengkap, ada syur dan ikan," Ucap Alexa berbinar melihat bahan-bahan yang bisa ia masak.
Alexa pun memasak Ikan goreng dan Sayur sop sebagai pengganjal perut nya.
"Ayo kita makan," Ajak Alexa ke Derren.
"Padahal aku nggak bisa masak, tapi disini rasa nya kok bisa enak," Batin Alexa saat mencicipi masakan nya.
Setelah selesai makan Derren pun membawa Alexa ke kamar nya untuk istirahat.
"Perutmu apa nggak sakit? Kamu makan banyak banget sola nya?" Tanya Derren ke Alexa.
"Nggak kok," Jawan Alexa tersenyum.
"Itu suara Truk? Sejak kapan ada Truk lewat? Aku tidak suka melihat nya, kira-kira itu siapa?" Batin Alexa saat melihat Truk merah lewat di depan toko roti nya Derren.
"Aku baru tahu kalau disini ada kamar," Ucap Alexa saat Derren membawa nya ke sebuah ruangan dengan nuansa pink pucat.
"Iya, ini kamar ku, tapi kamu bisa pakai Al," Sahut Derren tersenyum.
"Kira-kira kalai aku tidur disnin nggak apa-apa?" Tanya Alexa lagi.
"Memang nya kamu ngantuk Al?" Tanya Derren bertanya tanpa menjawab Alexa.
"Nggak sih, aku nggak ngantuk tapi aku merasa sangat lemah, padahal aku sdah makan banyak," Papar Alexa memegang dada nya yang terasa sesak.
"Sekarang sudah jam berapa ya di dunia ku? Apa sudah pagi atau malam?" Batin Alexa.
"Kamu kenapa? Apa kamu perlu bangun sebentar untuk mengetahui keadaan tubuh mu," Jelas Derren khawatir.
"Nggak Derren aku nggak mau bangun, aku mau disini selama nya, aku nggak mau bangun lagi," Sahut Alexa san langsung memeluk Derren kuat.
"Iya, kamu boleh tinggal disini, ayo kita ke depan balkon disana pemandangan nya lebih bagus," Ajak Derren dan Alexa pun bangun mengikuti langkah Derren.
"Wah, disini sejuk banget, ada pemandangan danau dan bunga tulip," Puji Alexa setelah melihat pemandangan di depan rumah baru nya.
"Awwhh," Pekik Alexa memegang kepala nya dan terhuyung, namun Derren sigap mengkap nya.
"Kamu kenapa Al?" Tanya Derren khawatir.
"Aku nggak tahu, lutut ku lemas sekali Derren," Jelas Alexa dan Derren pun memapah nya kembali ke kamar.
"Kamu istirahat aja dulu, Alexa emmm menurutku kamu hatus bangun sebentar, aku takut di dunia nyata kamu nggak baik-baik saja," Ujar Derren khawatir.
"Aku nggak perduli Derren, aku nggak mau bangun lagi, aku mau disini sama kamu," Isak Alexa membuat Derren pun nggak tega menyuruh nya lagi dan kembali memeluk Alexa erat.
"Ya sudah kamu istirahat aja dulu ya," Pinta Derren dan Alexa pun mencoba memejamkan mata.
"Emm Derren aku sayang kamu, kamu jangan khawatir ya mungkin aku hanya kecapean saja," Ujar Alexa.
"Iya, aku juga sangat sayang Alexa," Sahut Derren.
Keesokan hari nya Rendra ingin menemui Alexa namun sejak malam itu ia tak pernah mendapat balasan Chat dari Alexa, ia pun khawatir dan mencoba mencari Alexa ke rumah nya dan sampai sore Rendra tak mengetahui keberadaan Alexa.
Rendra mencoba masuk ke rumah Alexa karena ternyata tak di kunci.
"Al, aku masuk ya," Ucap Derren saat masuk ke rumah Alexa.
"Kok rumah nya sepi sekali, lampu-lampu juga belum di nyalain, Alexa kemana sih," Batin Rendra.
Saat membuka pintu kamar Alexa, Rendra sangat terkejut karena mendapati Alexa dengan posisi berbaring di lantai dan menggenggam botol obat tidur, bukan cuma satu botol melainkan tiga botol obat yang telah kosong.
"Alexa, bangun Al, gawat aku harus cari bantuan," Ujar Rendra panik.
Ambulan pun datang dan para perawat segera memberikan pertolongan pertama pada pasien.
"Gerakan pada pasien negatif, nafas tak beraturan dan keringat berlebihan," Jelas perawat yang menangani Alexa.
"Al, aku mohon bangun Al," Ucap Rendra masih panik dan khawatir.
"Mohon maaf Tuan, anda tidak boleh masuk," Cegah seorang perawat saat Rendra ingin ikut masuk menemani Alexa.
"Tuan anda keluarga pasien, apakah Tuan tahu kalau pasien punya riwayat penyakit," Tanya Perawat lagi.
"A-aku tidak tahu, tolong selamatkan teman ku," Jawab Rendra tak lepas dari pandangan nya ke arah Alexa.
"Alexa aku mohon kamu bangun, aku tidak akan maafkan diriku kalau kamu sampai kenapa-kenapa," Batin Rendra.
"Grace cepat kerumah sakit, Alexa pingsan, aku dirumah sakit Harapan," Ujar Rendra menelpon Grace.