WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
BAB 22



"Alexa kenapa ya? Apa gara-gara aku yang seharian judes sama dia," Batin Rendra saat akan masuk ke mobil nya dan mengingat semua perlakuan nya ke Alexa hari ini dan kemarin.


Braakk


"Kenapa aku kacau begini sih, dan Alexa pun tidak pernah marah sekalipun sikap ku kurang baik ke dia, Aarrgghh," Batin Rendra kesal.


Setelah Rendra pulang Alexa pun masuk ke kamar nya dan ingin segera tidur agar bertemu dengan Derren, karena hanya dia yang bisa membuat Alexa nyaman dan merasa tenang, dan benar saja Alexa langsung tertidur setelah meminum obat tidur.


"Derren kamu dimana?" Ucap Alexa mencari keberadaan Derren.


"Di sini Al, ayo masuk," Sahut Derren dari arah dapur.


Alexa pun berlari ke arah Derren dan langsung memeluk nya, Derren bingung dengan sikap Alexa, " Biarkan aku begini sebentar saja Derren," Pinta Alexa sambil terisak.


"A- Alexa? Dia bergetar," Batin Derren sambil membalas pelukan Alexa erat.


"Kamu kenapa Al, ayo cerita ke aku," Ucap Derren sambil mengusap kepala Alexa pelan.


"Aku capek Derren, Mommy sama Daddy aku nggak peduli sama aku, Grace nggak angkat telepone ku, Rendra dia aahhh," Papar Alexa sambil menangis sesenggukan.


"Sahhh, sudah nggak apa-apa Al, aku akan selalu ada buat kamu disini," Sahut Derren menenangkan Alexa.


Alexa pun menceritakan semua yang terjadi pada Derren, Ia tidak perduli dengan mata yang sembab, bahkan air mata yang membasahi baju Derren, yang pasti selama Alexa menangis Derren tidak pernah melepaskan pelukan nya.


"Aku nggak tahu kalau Rendra dan Grace saling menyukai, kalau aku tahu aku nggak bakalan mau dekat sama dia Derren, aku nggak mau," Ungkap Alexa mengeratkan pelukan nya.


"Iya, aku ngerti kok, menangis lah Alexa sampai kamu merasa tenang," Sahut Derren dan mengusap punggung Alexa lembut. "Eh, jangan keras-keras kucek mata nya, nanti sakit," Sambung Roy memperingatkan Alexa.


"Kamu tenang saja, ada aku di sini yang akan selalu menemanimu sayang," Ujar Derren dan memeluk Alexa lagi.


"Hahh, apa kamu bilang?" Ucap Alexa terkejut dengan perkataan Derren.


"Aku akan selalu menemanimu sayang, apa aku salah ngomong? Aku minta maaf ya," Kata Derren menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Bukan begitu, tapi aku merasa ada yang aneh saat kamu panggil aku dengan sebutan sayang, aku bisa gila beneran ini," Balas Alexa sambil mengusap wajah nya.


"Aneh bagaimana? Kamu tu ya aku tunggu kamu disini, malah datang nya sambil nangis, dan ngomongin cowok lain, seharus nya yang gila itu aku, karena kamu mau melupakan aku," Papar Derren kesal.


"Eh, iya aku minta maaf Derren, habis nya aku bingung kamu kan cuma imajinas aku, sedangkan aku nyata," Ujar Alexa bingung dengan perasaan nya.


"Meskipun aku cuma imajinas kamu, tapi kan aku selalu ada di mimpi kamu," Jelas Derren dan memeluk Alexa dari belakang.


"Eh, eh lepasin, asar cowok mesum," Ucap Alexa menyikut perut Derren.


"Aku nggak mesum kok, kamu tenang saja aku bukan Fedofil," Celetuk Roy dan membuat Alexa tambah kesal.


"Lepas nggak, dasar mesum Derren jelek," Ucap Alexa dan menggigit tangan Derren.


"Eh, ini anak udah di hibur malah ngatain orang, dasar nggak tahu terima kasih," Balas Derren dan mencubit pipi Alexa.


"Iya, iya terima kasih Derren, Dasar." Ucap Alexa kemudian.


"Kok bisa sakit ya pipi ku? Padahal ini kan cuma mimpi," Batin Alexa memegang pipi nya.


"Hey Derren, aku jadi berpikir apa sebaik nya aku tinggal di sini ya? Sama kamu," Ungkap Alexa membuat Derren terlihat senang.


"Iya aku yakin, disini aku lebih bahagia, kamu tidak pernah meninggalkan aku, kamu lembut dan aku merasa tak kesepian lagi, kamu memberikan aku perasaan nyaman, boleh kah aku berada di sini selama nya?" Ujar Alexa sendu dan memeluk Derren lagi.


Namun tak berapa lama Alexa pun terbangun dan ia merasa kesepian lagi.


"Kenapa aku bangun? Disini aku kesepian, ini bukan rumah, aku ingin segera kembali ke Derren, aku tidak perduli lagi dengan dunia ini, karena disana ada dia yang menungguku." Batin Alexa kemudian bangkit dari tidur nya dan mengambil pil tidur yang banyak dan kemudian meminum nya agar ia kembali tertidur.


"Kamu kembali Al?" Tanya Derren dengan tersenyum manis.


"Iya, aku mau terus bersama mu, disini selama nya, aku tidak mau bangun lagi Derren," Ucap Alexa dan kemudian mereka berc*uman.


Alexa dan Derren duduk di depan toko roti dengan Derren yang tak pernah melepas pelukan nya.


"Kamu tahu nggak Al, aku sangat menyayangimu," Ungkap Derren membuat Alexa tersenyum.


"Iya, aku juga Derren," Sahut Alexa.


"Oh iya, karena sekarang aku bakalan tinggal disini, gimana kalau toko roti nya kita renovasi," Sambung nya.


"Hah, emang perlu ya?" Tanya Derren karena ia tak pernah terpikirkan sama sekali tentang itu.


"Iya, pentinglah biar nggak jadul.banget, gimana kalau cat nya kita ubah jadi warna biru, iya biru pasti cantik," Sahut Alexa lagi.


"Ya sudah terserah kamu saja Al," Balas Derren setuju.


Alexa dan Derren pun memandang Toko roti agar cocok untuk pemilihan warna cat dan lain sebagai nya.


"Toko roti nya belum ada nama ya? Ntar deh kita pikirkan, oh iya gimana kalau di depan nya kita taman bunga Lili dan berbagai macam tanaman lain nya, biar kelihatan lebih menarik gitu," Papar Alexa panjang lebar dan Derren hanya mendengar kan saja.


"Ini pasti aku yang jadi tukang nya," Batin Derren.


"Kalau ada yang retak nanti kamu tambal aja ya, dan papan nama juga jangan lupa kamu cat biar lebih bagus, Yuk kita mulai sekarang," Ajak Alexa membuat Derren terkejut.


"Hah sekarang?" Tanya Derren memastikan.


"Nggak tahun depan, ya sekarang lah Derren bodoh," Ucap Alexa sambil mencubit lengan Derren.


"Tapi kan bahan nya belum ada," Ujar Derren lagi.


"Udah di bayangin aja, ini kan di dalam mimpi, ntar juga pasti bakalan muncul," Celetuk Alexa.


Dan benar saja saat mereka membayangkan dalam sekejap mata apa yang mereka pikirkan sudah tersedia di depan nya.


"Derren kamu pijak nya hati-hati ya," Ucap Alexa khawatir nanti Derren jatuh.


"Iya kamu tenang saja Al, aku sudah jago kok," Sahut Derren sambil mengecat diding luar Toko nya.


"Kamu perlu bantuan tidak," Tanya Alexa menawarkan diri.


"Sudah nggak apa-apa, aku bisa sendiri lebih baik kamu tunggu di dalam aja seyang," Ujar Derren.


"Hati-hati nanti kamu jatuh Derren, itu tinggi lo," Papar Alexa.