WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
Sarapan Bersama Yang Tersayang



Mama menoleh ke belakang, menatap putri kesayangannya yang tengah menangis tersedu-sedu.


Mama Kania melambaikan tangannya dan tersenyum kepada putri kesayangannya itu.


"Kania, Mama harus pergi, jadi hapuslah air matamu, Nak! Karena Mama sudah tidak lagi bisa menghapus air mata yang ada di pipimu, Nak!" Itu adalah kata-kata terakhir yang Kania dengarkan dari mamanya.


"Mama ..., jangan tinggalkan Kania!" teriak Kania dengan air mata yang terus bercucuran membasahi pipinya.


"Sayang ..., Sayang ..., bangun!"


Kania mendengar seseorang memanggil-manggil namanya sembari menepuk-nepuk pipinya.


"Sayang, kamu kenapa?"


Kania melihat Alex ada di depan matanya tengah khawatir dan cemas melihatnya.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Alex sekali lagi.


Tanpa berkata apa-apa, Kania langsung melingkarkan kedua tangannya pada Alex. Kania memeluk Alex dan menangis sejadi-jadinya.


Untuk sesaat Alex terdiam, yang ia lakukan hanya menepuk-nepuk lembut punggung Kania sembari membelai rambut gadis itu yang terurai panjang.


"Sayang, aku bermimpi bertemu dengan Mama dan beliau merestui hubungan kita, bahkan beliau berharap kita berdua cepat dapat momongan. Mama berpesan padaku kalau aku harus bahagia aku tidak boleh menangis," ucap Kania dengan nada suara terisak-isak.


"Iya, Sayang, sebentar lagi kita akan mewujudkan keinginan Mama kamu." Alex melepaskan pelukan Kania, kemudian menatap wajah yang sedang sendu itu, perlahan Alex menghapus air mata yang mengalir membasahi pipi kekasihnya itu. Alex tidak ingin kekasih hatinya itu merasakan kesedihan yang mendalam, apalagi saat ini terlalu banyak masalah yang mereka hadapi dan harus mereka selesaikan.


"Sayang, jangan menagis lagi ya! Aku punya kado buat kamu," ujar Alex sembari tersenyum manis kepada Kania.


"Kado? Kado apa, Sayang?" tanya Kania penasaran dengan nada suara yang masih terisak.


"Tunggu, Sayang, sabar ya! Insyaallah kado terakhir akan berakhir bahagia," ujar Alex lembut.


"Tapi, apa kadonya, Sayang?" tanya Kania sekali lagi.


"Oh iya, Sayang, sebelum aku memberikan kadonya, bagaimana kalau kita mengunjungi rekan-rekan kita di panti asuhan orang-orang yang membutuhkan karena apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba," pinta Alex dengan serius.


"Masyaallah, Sayang, aku sangat salut sama kamu. Tentu saja aku sangat setuju, kita sudah lama tidak melakukan kegiatan sosial. Kamu adalah lelaki idaman banget ini," puji Kania dengan memberikan dua jempolnya.


Kania benar-benar merasa sangat bahagia ketika mendapatkan kekasih yang sangat baik yang sangat peduli kepada sesama, hingga Kania bisa belajar banyak hal darinya.


Sungguh hidup seseorang bisa sangat berubah 360 derajat, beberapa bulan yang lalu Kania hanya peduli pada dirinya sendiri, tapi saat ini semua langsung berganti dengan kepedulian, bukan hanya kepada keluarga tetapi kepada semua orang yang membutuhkan bantuannya. Dan jalan Kania terbuka untuk menatap dunia yang berbeda salah satunya datang dari Alex, kekasih hatinya.


"Hehehe, Sayang kamu bisa aja," ucap Alex tersipu malu ketika Kania memujinya.


"Oh iya, Sayang, aku sangat penasaran, apa kejutan yang akan kamu berikan kepadaku?" tanya Kania sekali lagi dengan rasa penasaran yang ia bawa bersamanya.


"Sabar, sekarang kamu siap-siap gih, Sayang?" ucap Alex sembari mengacak-acak rambut Kania.


"Sayang, kita pergi sepagi ini?" tanya Kania dengan muka bantalnya.


"Kita sarapan dulu, Sayang, aku sudah membuatkan sarapan buat kamu," ucap Kania.


"Iya, Sayang, ini aku udah bikinin jus mangga kesukaan kamu," jelas Alex.


"Beneran, Sayang, makanya sekarang kamu siap-siap, aku tunggu di apartemen sebelah," jelas Alex.


"Iya, Sayang, aku akan segera kesana!"


Kania bangkit dari tempat tidurnya dan bersiap-siap, sementara itu Alex kembali ke apartemennya untuk menyiapkan sarapan untuk kekasih hati yang sanga dicintai dan disayanginya itu.


Selang beberapa menit kemudian, Kania berangkat ke apartemen Alex yang ada di sebelahnya. Gadis cantik itu mengenakan pakaian sederhana tanpa make up sama sekali, akan tetapi tidak mengurangi kecantikannya.


"Sayang, aku datang!" ucap Kania sembari tersenyum dengan manis dan terlihat sangat ceria sekali pagi ini.


"Sini, Sayang, langsung sarapan aja."


Alex langsung memberikan piring yang telah ia hidangkan untuk kekasihnya itu.


Romantis!


Ia memperlakukan Kania layaknya seorang ratu yang sangat dicintainya.


Alex kemudian memberikan satu gelas jus mangga kesukaan Kania.


"Terima kasih, Sayang," ucap Kania.


Gadis cantik itu terlihat sangat menikmati semua makanan yang dihidangkan untuknya.


"Masyaallah, semua masakan buatan kamu benar-benar enak sekali, aku selalu suka sama masakan kamu, Sayang."


"Terima kasih, Sayang, aku senang jika kamu menyukainya."


"Sayang, aku bahagia banget karena ada kamu di hidupku," ujar Alex sembari memegang tangan kekasih hatinya itu.


Tidak hanya Alex, Kania juga sangat bersyukur karena menjadi kekasihnya, bertemu dengannya adalah bagian yang paling Kania syukuri dan ia merasa sangat bahagia sekali.


"Sayang, yuk kita makan, aku sudah tidak sabar ingin pergi ke panti asuhan dan bertemu dengan anak-anak untuk mengadakan kegiatan sosial," ujar Kania dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya, Sayang, aku juga tidak sabar berbagi dengan mereka yang membutuhkan, sekalian aku juga udah nggak sabar ngasih kejutan dan kado buat kamu," ujar Alex.


Dua insan yang sedang kasmaran itu akhirnya makan bersama-sama dan menghabiskan sarapan mereka dengan hati yang teramat sangat bahagia.


"Sayang, biar aku yang mencuci piringnya," ujar Kania sembari tersenyum dan bersemangat membereskan meja makan.


"Kamu bisa mencuci piring? Kamu tidak takut tangannya jadi kasar, Sayang?" tanya Alex yang seolah tidak percaya kekasihnya itu mau mencucu piring dan mengorbankan tangan berharganya untuk melakukan pekerjaan rumah yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan.


"Bundo dari masa lalu mengajarkanku menjadi seorang gadis yang merupakan kodratku sesungguhnya. Lewat Siti aku belajar banyak tentang hidup dan aku bersyukur bisa kembali ke masa lalu," ucap Kania.


Wajah Kania langsung berubah menjadi sedih dan sendu lagi.


Gadis cantik itu menunduk dan memalingkan wajahnya dari Alex karena ia tidak ingin kekasihnya merasa sedih juga dengan sikapnya.


"Sayang, apa yang terjadi? Kamu kenapa? Apa kamu merindukan Abak dan Bundo?" tebak Alex.


Alex sangat paham bagaimana kerinduan Kania kepada orang-orang di masa lalu, apalagi rasa bersalah Kania yang sampai saat ini belum menemukan cara kembali ke masa lalu dan menyelamatkan Siti dari perjodohan di masa lalu dengan membayar hutang-hutang keluaga Siti. Belum lagi papa Kania yang saat ini masih disekap di tempat om Galih.