
Who are you?
Eps.10
"Hei,bisa diam tidak,berisik!"
Dalam kegelapan malam,dia menatapku dengan dingin,dan aku mengenali tatapan itu.dia adalah Dani,managerku.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Apa salahnya?inikan tempat umum."
"Lancang kamu bicara padaku."
"Ini di luar jam kerja...jadi bebas aku mau bilang apa."
"Terserah,akan kutemani."
"Hah?nggak usah aku bisa pergi sendiri!"
"Biar aku yang temani kubilang,apa mau gajimu kupotong."
"Grrrrr...yasudah,yang penting jangan dekat dekat jauh jauh sana.hush...."
Tiba tiba saat aku berjalan,aku menyandung batu dan terjatuh.
"AAAAAA!"
Sesaat kupikir dia akan menolongku tapi dia malah melihatku dan berbicara
"Jangan teriak kencang kencang,hanya jatuh.ga usah lebay"
"Heeeeeh...iya iya,sakit tau,lihat nih sampai lecetkan."
"Terus...bukan urusanku."
"Dasar cowok dingin dan keji."
"Apa kau bilang?"
"Heh...tidak ada."
Suasana menjadi hening...aku diam diam meliriknya sesekali.
"Jika dilihat lihat dia tampan juga.heh...tidak,tidak,apa yang barusan aku bicarakan."
"Aku tau kau sedang melirikku,dan kau bilang aku tampan."
"Hah...ba...bagaimana bisa?aku tidak bilang begitu"
"Kau tau...aku bisa mendengar apa yang mau kudengar."
"Terserah,paling hanya kebetulan kau menebak dan benar dan jangan salah paham aku hanya bilang kau sedikit tampan."
Aku melamun beberapa saat memikirkan dia.
"Bagaimana dia bisa mendengarnya.aku...bicara di dalam hati kan tadi?"
Tiba tiba dia menepuk bahuku.
"Hei,kau mau pergi ke supermarket kan,sudah kelewatan tuh."
"Aku kan tidak bilang aku mau kesupermarket.ba...bagaiman kau bisa tahu."
"Sudah kubilang kan."
Aku berlari kesupermarket dengan berlari menutupi mukaku yang memerah karena malu.
Setelah aku masuk,aku langsung membeli makanan dan peralatan yang ada untuk besok.
"Berapa pak?"
"70.500"
"Ka...kau,kenapa kau ada dimana mana?"
"Tak apakan,ini tempat umum."
"Huh,kalau tahu kau juga kerja disini aku akan pergi ketempat lain."
"Y sudh,kembalikan saja barang barang yang kau ambil,lagian supermarket didekat sini 2km lagikan."
"Huh tau saja dia."
"Aku harus hati hati jika berbicara dengan dia walau hanya di dalam hati."
"Bagus dong."
"Grrrrr..."
Aku langsung mengambil barang barang yang sudah kubeli dan buru buru pulang agar dia tidak lagi mengikutiku kemanapun aku pergi.
"Aku pulang... assalamualaikum."
"Waalaikumsallam,kenapa lama sekali."
"Eh,Tante belum tidur?"
"Iya,Tante menunggumu,Tante khawatir kau tidak pulang"
"Haha,iya...maaf Tante,tadi aku bertemu dengan orang yang sangat menjengkelkan."
"Siapa?"
"Menegerku,dia sangat menyebalkan."
"Haha,nanti suka lho."
"Gak lah,amit amit."
"Ya sudah pergi tidur sana."
"Tante gimana?"
"Tante masih mau nonton."
"Ya udh,aku akan tidur.selamat malam Tante."
"Ya,selamat malam."
Aku menjernihkan pikiranku dengan tidur di kasurku yang nyaman dan hari pun dengan cepat berganti.tidak disangka inilah harinya...aku pergi dengan teman teman baruku.
"Hoaaaaam....uhh,jam berapa ini?"
Aku melihat jam masih menunjukkan jam 5 pagi.
"Masih jam 5,mendingan aku solat subuh dulu,lebih baik kan,aku bisa dapat pahala."
Setelah siap aku mengerjakan solat subuh...aku langsung kembali tidur.tapi ada suara dijendela rumahku seperti suara kaca yang dilempari batu.
"Suara apa itu?"
Aku segera pergi ke depan kaca dan melihat keluar,tapi tidak ada siapa siapa disana.
"Siapa sih?dasar orang orang jahil."
Aku menutup jendela dengan gorden dan kembali tidur.
PRAAAANG!!!
"AAAAAA!!!"
Suara kaca yang pecah disertai suara teriakanku menyebar ke seluruh ruangan.aku merasa sangat takut dan berlari ke pojok ruangan.aku terduduk dan menutup mataku.
"Si...siapa itu!jangan main main!"
Tante masuk ke kamarku dengan khawatir dan melihatku duduk dipojok dengan gemetar.
"A...apa yang terjadi?kenapa jendela nya bisa pecah begitu?apakah kau terluka?"
"A...aku ti...tidak apa apa."
"Siapa yang melakukan ini?"
"Aku tidak tahu Tante,aku sangat takut,hiks hiks."
"Sudah...tidak apa apa."
Malam itu aku disuruh tidur dikamar Tante,tapi aku sama sekali tidak bisa tidur karena kejadian mengerikan itu.aku terjaga sampai matahari terbit sambil memperhatikan pintu kamarku.aku melihat jam sudah menunjukkan jam 6 pagi,tiba tiba ada yang membuka pintu kamarku secara perlahan seperti pencuri.
"Si...siapa itu?"
Bersambung...