WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
eps.3 orang yang tidak dikenal.



"Siapa dia,mengapa aku tidak merasa atau mengingat sesuatu tentangnya?hm...pasti dia sedang mengada ada fakta,aku harus mencari tahunya."



"Baiklah,apakah kamu tahu semua tentangku?"



"Aku tahu semua tentangmu,bahkan hal yang terkecil sekalipun."



WHO ARE YOU?


01.



"Aku merasa menjadi nyamuk disini,mengapa aku sebagai direktur mereka malah diam dan menonton ya?"



"Baguslah kalau kalian sudah saling mengenal,jika tidak ada pertanyaan atau urusan,mohon keluar dari ruanganku SEKARANG!"



Saat itu aku sangat kesal ketika aku tidak bisa membongkar kepalsuan dari orang yang mengaku dirinya pernah kenal denganku,tapi aku tidak mengungkapkannya secara langsung,aku hanya menyimpannya didalam hati.aku pergi keluar menuju ruangan latiahan,tapi yang kudapat bukan senyuman atau seruan namaku.semua melihat aku dengan tatapan seolah mempertanyakan sesuatu,dan aku langsung tersadar bahwa mereka melihat bahuku.sudah pasti ada yang mengikuti ku dari belakang.



"Aku tahu kau mengikutiku Mia semua melihat kearahmu."



Ternyata itu bukanlah Mia,dia berada di belakang orang orang itu.



"Mia...dia berada disitu,jadi siapa yang ada di belakangku?"



Aku berbalik dan melihat seseorang memakai baju berwarna hitam,matanya berwarna merah legam menatapku dengan dingin.



"Si...siapa kamu?"



"Menyingkir dari jalanku!"



Tanpa basa basi,orang itu langsung mendorongku minggir.Aku terkejut dengan sikapnya terhadapku dan ingin melawan.



"Hei kau!..."



Dia menoleh ke arahku.



"Ada apa,apakah ada yang perlu dipermasalahkan disini?"



"Tunggu,aku masih harus berfikir bagus.jika aku melawannya disini imageku akan berkurang.jadi bersikaplah baik dan anggun laras."



"Maaf aku menghalangi jalanmu."



"Hm...orang aneh."



"Kalau tidak ada orang disini,akan langsung ku potong potong dan kubuang ke tempat sampah nih orang."



Saat selesai aku berbicara didalam hati,orang itu spontan terdiam,berbalik arah kearahku dan membisikkan sesuatu.



"Coba saja."



Orang itu membuatku kehabisan kata kata,bahkan aku tidak berani mengumpat di dalam hati. dia berjalan pergi meninggalkanku.barulah aku bisa menghela nafas.



"Ba...bagaimana bisa dia membaca pikiranku?"



Disaat itulah Mia mendekat.




"Ya,aku baik baik saja."



"Ini,minumlah.ayo kita bicara disana,seprtinya tidak ada orang."



Mia berbisik kepadaku.



"Semua orang berbisik bisik satu sama lain sambil melihatmu,ada baiknya kita menjauhi mereka."



Aku mengangguk dan berjalan menjauhi orang orang yang ada di ruangan itu.



"Apakah kau kenal dengan orang itu?"



"Tidak,apakah kau mengenalnya?"



"Tentu saja,dia adalah orang yang sangat membanggakan negara,sekarang dialah pemegang saham perusahaan ini."



"Oh tidak,karirku dalam bahaya."



"Laras,kenapa kau diam saja,apakah kau mengkhawatirkan nasib karir mu ya,haha."



"Ini tidak lucu Mia,sepertinya aku pernah bertemu dengannya,tapi dimana ya?"



"O...oh,baiklah."



"Sepertinya Mia menyembunyikan sesuatu."



"Apakah kau tau sesuatu Mia?kau seperti menyembunyikan sesuatu dariku."



"Apa?tentu saja aku tidak menyembunyikan sesuatu,ya sudah,aku kesana dulu ya,aku masih ada latihan."



"Baiklah."



"Pengalihan yang sangat bagus,dia pikir aku tidak menyadarinya.sudahlah,aku tidak ingin membuatnya tertekan.aku akan menanyakan nya lain kali."



"Hei Laras,disini ternyata,aku sudah mencarimu dari tadi.ayo kita latihan."



"Uh...aku melupakan cecunguk yang mengaku pernah mengenalku ini."



"Hei,kok diam aja,ayo."



"Iya,iya."



"Sebaiknya aku pura pura kenal saja deh.daripada dia ngomel yang nggak jelas lagi."



Akupun mengikutinya untuk latihan,tidak terasa waktu berlalu,semua pulang dan mengucapkan selamat tinggal untuk hari yang melelahkan ini termasuk aku.





bersambung...