
_-_-_-_-_-_-_-_-_- who are you? _-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
02.
Keesokan harinya...
Rasanya kemarin hari yang sangat melelahkan.aku terbangun dari ranjang ku dan bersiap untuk berangkat bekerja,sebenarnya itu bukan pekerjaan...bisa disebut itu adalah hobiku,aku adalah seorang musisi yang belum lama ini sedang naik daun.
"Kemarin hari yang melelahkan,apakah aku bisa melewati hari ini tanpa merasa pusing?"
Aku bergegas keluar dari rumah untuk menghindari Tante Irma.
"Aku tidak mau Tante Irma mengatakan hal yang membuatku pusing seperti kemarin."
Tanpa kusadari,Tante Irma mengintip dari jendela kamarnya dan melihatku pergi terburu buru.
"Apakah Laras mencoba menghindari ku karena kejadian kemarin?"
Sesampainya di depan stadion...
"Laras,untung kita bertemu disini.kenapa kamu tidak masuk kemarin,pak direktur hampir saja memecatmu,hahaha."
"Haha mia,kau sangat suka menjahili ku dengan kata katamu.
Aku kemarin pingsan dan langsung dibawa kerumah sakit oleh tanteku,kepalaku sangat pusing dan aku seperti mengingat sesuatu."
"Astaga,kamu mengingat apa?"
"Entahlah Mia,aku juga tidak tahu pasti.didalam ingatanku,aku melihat seorang cowok sedang mengobrol denganku."
"Siapa ya kira kira?"
"Kukira kamu mengetahuinya,kita kan satu angkatan."
"Benarkah?aku tidak tahu apa apa tentang cowok itu."
"Ya sudahlah,lupakan saja.ayo kita masuk,nanti dimarahi oleh direktur."
Mia mengangguk dan mengikuti ku masuk.mia sangat aneh saat aku mengucapkan tentang "cowok" itu.dia seperti menyembunyikan sesuatu,tapi aku sama sekali tidak memperdulikannya.
"Sudah jam berapa ini,kenapa kalian baru masuk?kita harus cepat berlatih untuk pentas Minggu depan.ada apa dengan performa kalian?"
"Maaf,kami hanya terlambat bangun."
"Yasudah,pergi sana.jangan membuang waktuku."
"Dasar ibu direktur aneh,kan dia yang mengomel dan membuang waktunya sendiri,dasar orang tidak waras."
Aku tidak berani mengatakan perasaanku langsung didepan Bu direktur,aku hanya bisa diam dan mengumpat di dalam hati.berbeda dengan Mia,dia sangat berani mengatakannya langsung didepan Bu direktur,kurasa dia tidak takut pekerjaannya melayang begitu saja,Mia kan adalah orang kaya raya.
"Laras,masuk kedalam ruangan saya,SEKARANG!"
"Aneh,padahal aku tidak membuat kesalahan apapun?"
Saat masuk kedalam ruangan, aku melihat Bu direktur berdiri sambil menyilangkan tangannya.
"A...ada apa ya direktur,apakah saya berbuat kesalahan?"
"Tidak,kamu tidak berbuat kesalahan."
"kenapa ibu memarahi saya tadi dan ada perlu apa ya Bu direktur?"
"Tidak,saya tidak memarahimu,saya hanya menggertak mu untuk cepat masuk kedalam ruangan,kamu kan selalu lama ketika saya menyuruh kamu untuk menemui saya."
"Dasar Bu direktur."
"Laras,kenapa kamu diam saja?"
"Ah...tidak apa apa."
"Ya sudah,kalau begitu aku ingin memperkenalkan kamu dengan mentor barumu.fandi,silahkan masuk."
Krieeeet.
"Selamat siang,nama saya fandi praga syaputra.saya akan menjadi mentor baru anda."
Aku merasa mengenali nama itu di pikiranku,ketika aku berbalik,Fandi langsung terkejut melihatku.
"La...Laras?!"
"Y...ya,bagaimana kamu bisa mengenaliku?bahkan aku belum memperkenalkan diri."
"Apakah kalian saling mengenal?"
"Ya."
"Tidak."
Pertanyaan mulai muncul dibenakku.bagaimana dia bisa tau namaku?kenapa namanya seperti aku kenal,seperti dekat sekali denganku?
"Apakah kamu lupa atau pura pura tidak ingat,aku adalah sahabatmu,Fandi."
"A...apa?"
Bersambung...