
Hanya itu kata-kata yang keluar dari lisan Kania untuk menggambarkan betapa ia juga merasa sangat senang.
"Bibi jauh lebih sayang sama Non Kania."
Bibi berbicara terisak-isak karena ia todak kuasa menahan air mata yang jatuh membasahi pipinya.
Kania menghapus air mata bibi, kemudian mereka berdua akhirnya berjalan ke dalam rumah dan beristirahat untuk melepaskan penat hari ini dengan hati yang terasa sangat bahagia.
Kania menggandeng tangan bibi untuk masuk ke kamarnya.
Bibi juga tidak bisa menolak lagi karena ini adalah permintaan Kania.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama, mulai dari salat bersama sampai makan bersama hingga malam datang untuk kami beristirahat dengan tenang.
"Non, nggak terasa ternyata sudah malam," ujar bibi dengan mata yang sudah mulai memerah dan mulut menguap.
"Yuk istirahat, Bi!" ujar Kania sembari tersenyum.
Kania dan bibi akhirnya menutup mata mereka dan berlayar ke pulau kapuk hingga akhirnya hari yang mendebarkan datang, yaitu hari dimana Kania akan bertemu dengan Alex. Hari dimana Kania dan Alex akan pergi ke kantor KUA.
"Non, yuk cepat! Sebentar lagi mas Alex akan datang menjemput kita," ucap bibi.
Ya, saat ini Kania masih sibuk memilih baju terbaik dan sopan untuk ia kenakak bertemu dengan Alex pada acara screening di kantor KUA.
"Kania pusing memilih baju apa yang akan Kania kenakan, Bi" jelas Kania dengan wajah paniknya.
"Non, rasanya semua baju yang ada telah Non coba, apa masih ada yang kurang?" ujar bibi.
Bibi memperlihatkan kepada Kania tumpukan pakaian yang sudah berantakan di atas kasur karena Kania telah mencoba semua pakaian itu.
Bibi menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah mahikannya itu.
"Habisnya bingung mau mengenakan pakaian yang mana," ujar Kania dengan senyum tipis dan tersipu malu.
"Gunakanlah pakaian terbaik dan jangan berlebih-lebihan, Non," jelas bibi.
Allah berfirman dalam al-qur'an yang artinya :“Wahai Ahlul Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agama kamu dengan cara yang tidak benar. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dan mereka telah menyesatkan banyak (orang) dan mereka sesat dari jalan yang lurus," (QS. surat Al Maidah ayat 77).
"Tapi, apakah Kania tidak terlihat biasa saja di mata Alex, Bi?" tanya Kania dengan sedikit kecemasan yang terlihat di wajahnya.
Kania adalah gadis yang sangat meperhatikan penampilannya. Baginya penampilan yamg utama dan baginya penampilan akan memperlihatkan jati dirinya yang sesungguhnya.
Kania ingin orang memandang takjub ketika menatapnya, terutama Alex dan Kania tidak ingin ada celah dari penampilannya.
Kania tahu kalau Alex pasti akan selalu memujinya walaupun bagaimanapun penampilannya, hanya saja Kania ingin hari ini penampilannya terlihat berbeda dari biasanya agar ia memberikan kesan yang terbaik untuk Alex kekasih hati yang sangat dicintai dan disayangi oleh Kania.
"Non, sekarang Non adalah wanita muslimah dan wanita muslimah yang sudah hijarah menjadi manusia yang lebih baik, itu artinya kalau berpenampilan Non juga harus sederhana seperti layaknya wanita muslimah. Agama kita mengajarkan untuk kuta agar tidak berlebih-lebihan dalam apapun termasuk dalam urusan berpakaian. Bukankah Non mengatakan ingin menjadi wanita saleha yang dirindukan surga?"
Kata-kata yang keluar dari lisan bibi membuat Kania takjub. Asisten rumah tangganya itu memiliki pengetahuan agama yang sangat luar biasa yang membuat Kania merasa malu dan tidak sebanding dengan bibi.
Kania memeluk bibi dengan kehangatan cintanya, dan Kania merasa sangat bersyukur karena ia mengenal bibi, wanita mulia dan wanita terbaik yang tuhan kirimkan untuk melengkapi hidup Kania yang sudah tidak lagi memiliki ibu.
Bibi menepuk-nepuk lembut pundak Kania, kemudian ia tersenyum kepada gadis cantik itu.
"Tapi, Bi,"
Kania bukannya tidak mu, hanya saja ia takut jika penampilannya terlalu biasa ketika bertemu dengan calon suaminya di hari yang sangat penting ini.
"Non Kania, Non sudah sangat cantik dan Mas Alex juga tidak akan mempermasalahkan tetang penampilan Non karena setiap wanita sudah cantik dengan keunikannya sendiri," ujar Bibi.
Allah berfirman dalam al-qur'an dam surat Al-Hujurat yang artinya : "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti."
Tok ..., Tok ..., Tok ....
Terdengar suara pintu kamar ada yang mengetuk dan mengucapkan salam.
"Nia, keluar, Nak!" ujar papa Haris.
Tentu saja Kania mendengar suara yang sangat Kania kenal, suara yang membuat jantung Kania berdetak sangat hebat dan tidak menentu, ialah calon suami Kania, calon imam yang akan menjaga Kania dengan tulus dan ikhlas karena Allah.
Dengan segera Kania dan Bibi menjawab salam itu dan menghampiri Alex di ruang tamu yang tengah mengobrol dengan papanya.
"Apakah Kania sudah siap, Pa?" tanya Alex dengan wajah yang tertunduk.
"Kania sudah siap kok, Nak, sebentar lagi juga keluar," jawab papa Haris mewakili Kania yang saat ini juga tengah tertunduk malu dengan detak jantung yang berdetak sangat hebat di balik kamarnya.
Bibi menggenggam tangan Kania dan membawa Kania untuk keluar dari kamarnya.
Jantung Kania bergerar hebat luar biasa, seolah ada kelinci-kelinci kecil yang sedang berlarian di dalamnya.
Alex bukanlah orang baru dalam kehidupan Kania, mereka bahkan telah berpacaran bertahun-tahun. Mereka juga sering bertemu dan berkencan, namun entah mengapa hari ini Kania merasakan perasaan yang sangat berbeda dari biasanya.
Kania keluar kamar dengan wajah tertunduk, gaun berwarna merah muda dengan balutan pasmina berwarna putih membuat Kania terlihat sangat cantik mempesona.
Kecantikan luar biasa yang membuat Alex tidak bisa memalingkan diri dari menatap wajah Kania yang terlihat sangat cantik itu.
"Alex, tolong jaga anak gadis kesayangan Papa."
Kata-kata yang keluar dari lisan papa Haris membuat Alex yang sedang menatap Kania akhirnya salah tingkah dan malu-malu.
"I-iya, Pa," jawab Alex gugup.
"Yuk, Sayang!" ujar Alex.
Alex dan Kania yang ditemani oleh bibi dan supir akhirnya berjalan bersama menuju parkiran. Ya, meraka mengenakan mobil berwarna putih milik Alex.
Mereka hari ini pergi ke KUA untuk melakukan sreening menjelang pernikahan dengan hati yang sama-sama berdebar.
Selangkah demi selangkah mereka memasuki kantor KUA dengan debaran luar biasa yang dirasakannya.
Kania dan Alex terlihat menarik nafas panjang ketika sang penasehat pernikahan mempersilahkan mereka untuk duduk dan mendengarkan nasehat pernikahan.
Allah berfirman :“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri, menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik-baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?”