WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
BAB 13



"Tunggu Ren, aduh kamu kok cepet banget sih lari nya," Keluh Grace karena tak dapat mengejar Rendra.


"Ayo Grace, harus cepat biar bisa balas aku," Ejek Rendra membuat Grace tambah kesal.


"Udah, udah Ren, aku nyerah capek," Ucap Grace mengangkat kedua tangan nya.


"Padahal baru juga bentaran main nya," Sahut Rendra, " Lagian siapa suruh kamu kejar aku," Sambung nya lagi.


"Yah, basah semua deh," Ucap Grace sambil mengayun-ayunkan baju nya.


"Bisa masuk angin kalau begini," Gumam nya lagi.


Rendra pun berinisiatif membuka jaket yang ia kenakan dan di berikan nya ke Grace, "Nih pakai, biar nggak dingin," Ujar Rendra membuat Grace sedikit gugup.


"Ma-makasi Ren," Ujar Grace bersemu dan Rendra hanya tersenyum sangat manis.


"Iya sama-sama,"Jawab Rendra juga salah tingkah melihat senyum manis nya Grace.


"Ren aku boleh tanya nggak?" Ujar Grace.


"Iya, mau tanya apa?" Sahut Rendra.


"Emm, kamu kok sama aku asyik sih, tapi kalau sama Alexa judes," Ujar Grace penasaran.


"Itu karena, aku....," Jawab Rendra terpotong, Grace menatap Rendra dengan tak sabar dan deg-degan.


"Oh, ayolah Ren, jangan buat orang penasaran," Protes Grace membuat Rendra senyum.


"Nggak ada apa-apa kok, bisa bahas yang lain aja nggak?" Ujar Rendra kesal karena Grace membahas soal penolakan nya ke Alexa.


"Menghindar aja terus, setiap di tanya itu, Huufftt,"Keluh Grace menghembuskan nafas nya pelan.


"Kamu kenapa sih? Ada masalah? Sini cerita sama aku, aku janji akan mendengarkan nya," Balas Rendra memegang kedua pipi nya Grace, seketika wajah Grace bersemu merah.


"Kita duduk dulu yuk," Ajak Grace dan Rendra pun menuruti nya.


"Suasana pantai sore ternyata indah dan sejuk banget ya, gimana kalau kita sering-sering kesini," Pinta Rendra ke Grace.


"Iya indah banget, aku suka banget sama suasana nya, sejuk dan indah banget," Jawab Grace.


"Eh, tadi kamu mau cerita apa?" Tanya Rendra.


"Emm, kamu nggak niat cari pacar?" Ujar Grace.


"Aduh itu bukan mau cerita Grace, tapi bertanya, gimana sih?" Protes Rendra.


"Hehe, nggak apa-apa aku cuma penasaran aja," Jawab Grace sambil nyengir.


"Kok jadi tanya pacar sih? Tadi kata nya mau cerita," Balas Rendra.


"Iya kamu jawab aja dulu apa susah nya sih," Sungut Grace kesal.


"Mau sih, tapi aku nggak mau buru-buru buat nyari, takut kecewa aja," Jawab Rendra sambil memainkan pasir pantai. "Menurut aku, kita harus selektif karena aku udah nggak mau main-main lagi, kan bisa kita temenan dulu, kalau cocok sikat," Sambung nya lagi, membuat Grace kembali berharap.


"Eh kamu nggak salah, bukan nya PDKT dulu, terus pacaran baru kita tau mau lanjut apa nggak?" Ujar Grace menimpali ucapan Rendra.


"Kayak pernah pacaran aja," Ledek Rendra dan langsung mendapat pukulan di bahu nya.


"Kalau seperti yang kamu bilang PDKT terus pacaran, bukan kah setelah pacaran itu kita masih malu-malu, nggak apa ada nya, tentu saja hal semacam itu nggak bisa di tutupi selama nya, ujung-ujung nya akan ketahuan juga, berbeda kalau kita sudah kenal lama pasti kelihatan bobrok nya," Terang Rendra panjang lebar.


"Emm, kamu pernah pacaran,?" Tanya Grace.


"Pernah tapi di bohongi," Jawab Rendra mengingat kejadian dua tahun lalu, dimana ia di selingkuhi oleh pasangan nya.


"Ren, Rendra," Panggil Grace membuat Rendra sadar kembali, "Kok kamu melamun sih," Sambung nya.


"Nggak, ada jadi ingat mantan, hehe," Ujar Rendra jujur.


"Mantan!" Gumam Grace dalam hati. "Emang nya mantan kamu kenapa?" Tanya Grace penasaran.


"Seorang Rendra di selingkuhi, Wah buta kalinya mata nya tu cewek," Geram Grace mendengar cerita Rendra karena ia juga tak suka dengan penghianatan.


"Iya, aku benar-benar nggak tahu kalau dia punya pacar lain, maka nya kita harus temenan dulu baru bisa menentukan akan lanjut atau nggak," Ujar Rendra.


"Be-berarti kita ini masih proses temenan ya?" Tanya Grace dengan ekspresi malu-malu.


"Iya, tapi kan belum tahu kita arah nya kemana?" Jawab Rendra membuat wajah Grace bersemu merah. "Wajah kamu merah, kamu malu-malu ya," Ledek Rendra.


Plaak


"Apaan sih, ini karena wajah ku kena sinar matahari," Ujar Grace sambil memukul bahu Rendra keras, tapi dalam hati Ia tak bisa pungkiri kalau diri nya berharap lebih.


"Nah, sekarang tinggal kamu, mau cerita apa?" Tanya Rendra.


"Ren, aku mau kamu memberikan kesempatan buat dekat dengan Alexa lagi," Ujar Grace membuat Rendra terkejut.


"Hah, apa?" Kata Rendra tak percaya dengan permintaan Grace.


"Iya Ren, kamu belum kenal Alexa sepenuh nya, jadi aku mohon kamu mau ya temenan sama dia juga," Pinta Grace, Rendra hanya terdiam memandang laut lepas.


"Cih, apa-apan sih kamu ini, nggak mau ah," Jawab Rendra.


"Ren, aku tahu Alexa sempurna,".


"Itu tahu,".


"Ta-tapi dia nggak seburuk yang kamu kira, dia punya alasan sendiri,".


"Aku tidak perduli,".


"Tapi setidak nya kamu coba dekat dulu sama dia,".


"Nggak mau Grace," Tolak Rendra.


"Ren, kamu cuma belum mengenal Alexa, ayolah beri dia kesempatan satu kali lagi," Pinta Grace.


"Aku bilang aku tidak mau Grace, aku tidak berminat sama Alexa," Tolak Rendra membuat Grace kesal.


"Aku yakin hubungan kalian pasti tidak sia-sia Ren, dan kalaupun hubungan kalian tidak jadi, pertemanan kita akan tetap terjalin," Terang Grace. "Aku Janji Ren," Sambung Grace.


"Percuma Grace, aku tidak mau," Sahut Rendra meninggalkan Grace sendirian.


"Hey, mau kemana?" Ujar Grace dan mengejar Rendra. "Ren aku belum selesai ngomong," Sambung Grace kemudian berhenti.


Grace tiba-tiba teringat pembicaraan tentang first kiss waktu lalu dengan Alexa,


"Grace aku lagi baca Novel nih, menurut kamu first kiss itu gimana dan kamu kepikiran nggak sih mau first kiss sama siapa?" Tanya Alexa.


"Hah first kiss, bukan nya itu di lakukan sama orang yang kita suka," Ujar Grace.


"Tapi bagaimana kalau kita lagi terdesak misal nya tenggelam," Tanya Alexa lagi.


"Ya itu beda lagi Alexa, itu pertolongan nama nya bukan first kiss, memang nya kamu tahu nanti bakalan tenggelam," Sahut Grace.


"First kiss hanya untuk orang yang di sukai," Balas Alexa.


"Iya betul," Ucap Grace.


Ia kemudian mengejar Rendra dan tiba-tiba menc*um bibir nya, seketika Rendra terkejut namun ia tak bisa berbuat apa-apa.


"Ap-apa yang kamu lakukan Grace," Ucap Rendra terkejut dan sangat gugup atas apa yang telah terjadi barusan.


"Karna aku sangat menyukaimu Rendra," Sahut Grace tapi dengan menutup kedua mata nya, karna ia merasa sangat malu dengan wajah yang bersemu merah.


Rendra terdiam mendengar pengakuan dari Grace, Ia tak menyangka kalau Grace senekat itu.