
who are you?
06.
"...siapa?kenapa Karin jadi seperti ini?!apa yang kamu lakukan padanya?!"
"Oh...aku hanya membolonginya sedikit,bagus kan?selanjutnya kamu lho...jadi siap siap lari,aku hitung sampai 10 ya,1..."
"Dasar bedebah sialan!"
"2..."
"Karin,aku akan datang kembali..."
"3..."
"...tunggu aku Karin,hiks."
"4..."
Akupun lari menuju pintu keluar,tapi pintunya tertutup.
"Bagaimana aku bisa keluar dari sini,disini tidak ada tempat untuk sembunyi."
"Hei,setelah dipikir pikir,aku gak bisa hitung sampai sepuluh.langsung ku cari dan kulenyapkan aja deh kamu,hihihi."
"Tidak ada waktu lagi,aku harus cari tempat sembunyi."
"Yep,kamu dimana ya ngumpetnya?ah disitu ternyata."
"Gawat,apakah dia menemukan tempat persembunyian ku?"
"Haaaa!yah...ternyata bukan disini.dimana yah?adu susah banget sih."
"Ah...untung dia tidak menemukanku.bagus juga aku menemukan tempat ini."
2 menit yang lalu...
"Bagaimana ini?dia sudah mau datang,dimana aku harus bersembunyi?"
Tap...tap...tap...
"Dia datang."
"Dimana kamu Laras?hmmm...aku tahu loh kamu berada di dalam tong itu,cepat keluar.atau mau kuperiksa?"
"Bagiamana ini?dia mengetahuinya,matilah aku."
"Ok,akan kuperiksa."
Dong...gledeng...prang...
"Hmpppp."
"Ternyata bukan disini ya,ok akan ku cari lagi."
"Kali ini aku beruntung,tapi tidak mungkin beruntung lagi nanti."
1 menit setelahnya...
Tap...tap...tap...
"Apakah dia sudah pergi?aku harus cepat cepat keluar dari tempat ini."
Tiba tiba saja hpku berbunyi.
Tring...tring...tring...tring...
"Hpku...kenapa tidak ku senyapkan.apakah dia mendengarku?kurasa tidak,chat dari...Karin."
"Disana yah ternyata."
"Keluarlah atau kutembak,ahhhh aku sudah tidak sabar untuk melenyapkanmu."
"Inilah akhirnya,hiks."
Tiba tiba saja kakiku seperti menyenggol sesuatu yang ada didalam tong kecil itu,aku mengangkat kakiku dengan bersusah payah.
"Apa ini...akh,ternyata pisau,tanganku sampai berdarah.tapi tunggu dulu,aku bisa melukainya dengan ini.ya masih ada harapan,bersabarlah Karin."
"Cepat keluar Laras!"
Akupun keluar dan mengangkat tanganku.pisau yang kudapatkan kusembunyikan dibelakangku.
"Ya Laras,ini akan jadi akhirmu."
Pelan pelan aku maju mendekatinya,dia tidak menyadari ada keanehan yang terjadi.
"Bagus,inilah kesempatanku.
Matilah kau dasar mesum keparat!"
Aku menancapkan pisau itu ke perutnya,pistolnya terjatuh dan aku lekas mengambil pistol itu.
"Apakah terasa seperti hidup dan mati?!"
Dia tidak bergeming selama beberapa saat dan tertawa kecil.aku mendekatinya dan melihat sesuatu dibalik bajunya.yang kulihat adalah sebuah rompi anti peluru.
"A...apa."
"Apakah kau tidak berfikiran akan hal ini Laras?"
"Diam!selama aku masih punya pistol ini,kau tidak akan berkutik di hadapanku!
"Hihihi...bukan aku yang akan melenyapkanmu Laras."
"Si...siapa,cepat jawab."
"Dia."
"Ka...Karin."
"Ma...maaf Laras aku sudah berusaha."
Aku langsung mundur satu langkah kebelakang dan melakukan hal yang tidak terduga difikirkan mereka.
"Jika kalian mendekat,aku akan membunuh diri ku sendiri!"
mereka tidak bergeming beberapa saat,tapi aku melihat muka mereka yang sedikit cemas serta merasa khawatir.
"Ada apa?!kenapa kalian diam?!apakah kalian takut jika aku mati,kalian tidak akan mendapat apa yang kalian inginkan.itu termasuk kau Karin,aku kecewa kepadamu."
"La...Laras jangan lakukan ini."
"Kau!Coba saja kalau kau berani!"
"Baiklah kalau kalian tidak memberiku pilihan,aku akan mengakhiri hidupku!"
Posisi ini,seperti pernah aku rasakan sebelumnya.aku tidak tahu takdir akan berpihak kepada siapa.kami bertiga seperti musuh di arah yang berlawanan,tapi hanya aku lah yang tidak memiliki kepercayaan untuk memegang kehidupanku saat ini.dan sampai akhirnya...
DOR!
...kehidupan siapakah yang akan berakhir.
Bersambung....