
"Maaf Ren, aku tidak bisa," Jawab Grace sedih.
"Boleh aku tahu alasan nya? Apa karena Alexa kamu seperti ini?"Tanya Rendra penasaran.
"Sebenar nya, ini adalah cerita masa lalu anatara aku da Alexa, Alexa sahabat ku, masa lalu kita dan persahabatan kita," Ucap Grace menunduk sedih mengingat kenangan yang telah terjadi beberapa waktu silam.
5 tahun yang lalu, ketika aku masih SMA Grace dan Alexa sangat di perlakukan berbeda, Alexa yang di kenal si cantik dan baik, sedangkan Grace hanyalah figura di samping Alexa.
"Alexa, hari ini rambut nya di gerai ya?, tapi makin cantik," Ucap Putri teman satu sekolah mereka.
"Ah, iya makasih," Sahut Alexa tersenyum malu-malu.
"Grace kamu nggak mau ya cantik seperti Alexa? Kok kamu nggak pernah dandan sih?" Tanya Putri lagi mendekati Grace dengan senyum mengejek.
"Hey, kalau ngomong jangan sembarangan, kata siapa Grace nggak cantik," Sungut Alexa membela Grace dia sangat kesal karena Sahabat nya di ejek.
"Al, semua orang juga tahu kali, kalau aku nggak cantik, kamu jangan buat aku merasa tambah down," Keluh Grace karena ia tahu kalau dimana-mana Alexa itu bagaikan Beauty dan di menjadi Beast nya.
Namun meskipun perbedaan mereka sangat jauh, Grace yang tomboy dan Alexa yang anggun, Alexa selalu saja menganggap Grace adalah sahabat dan keluarga nya.
"Hahh, pelajaran kimia memang bikin ngantuk, Hoaamm,"Keluh Alexa, "Eh tapi itu ada Aldi, hari ini juga tetap ganteng, ngantukku jadi hilang," Sambung nya lagi.
Saat jam pulang sekolah Alexa mengajka Grace kerumah nya, " Grace kamu pulang ke rumahku ya siang ini, pleas," Ajak Alexa.
"Siang ini ya? Aku nggak bisa maaf ya," Ucap Grace nggak enak.
"Oh nggak apa-apa Grace, ya udah sampai ketemu besok ya, Bye," Pamit Alexa saat sudah sampai di persimpangan jalan, karena arah jalan ke rumah mereka berbeda.
"Yah, sendirian lagi, aku mau ngapain ya?" Ujar Alexa setelah sampai rumah. "Oh iya belanja dulu aja deh, soal nya stok makanan di rumah habis," Gumam Grace dan berjalan menuju supermarket yang tak terlalu jauh dari rumah nya.
Saat sudah sampai di Supermarket Alexa pun membeli semua kebutuhan nya, di kasir ia pun tak sengaja melihat coklat dan teringat sebentar lagi hari Valentine.
"Beli satu ah," Ujar Alexa dan mengambil satu batang coklat.
Keesokan pagi nya, di sekolah saat Alexa ingin memberikan coklat yang ia beli kemarin, tanpa sengaja ia melihat Grace memberikan coklat ke Aldi, Alexa sangat kecewa melihat pemandangan di depan nya.
"Ternyata Grace buat coklat buat Aldi," Ujar Grace dalam hati, ia pun menyembunyikan coklat yang ingin ia berikan ke Aldi.
"Hai Grace, pagi-pagi begini sudah senyam-senyum aja, kelihatan nya lagi berbunga-bunga nih," Ucap Alexa sambil merangkul pundak Grace.
"Eh, kamu bikin aku terkejut aja,"Protes Grace tapi wajah nya bersemu merah karena malu.
"Ih wajah nya merah, kamu lagi jatuh cinta ya?" Ejek Alexa.
"Apaan sih, nggak kok," Ujar Grace menutup muka nya.
"Oh iya Grace, aku mau ngasih ini," Ucap Alexa dan menyerahkan satu batang coklat ke tangan Grace.
"Wah aku juga dapet, makasi ya Al," Sahut Grace dan memeluk Alexa.
"Maaf Al, aku juga ingin menjadi angsa seperti mu, bukan hanya menjadi bebek, dan aku tahu kamu menyukai Aldi maka nya aku ingin berusaha merebut hati nya," Ucap Grace dalam hati saat memeluk Alexa.
"Kita masuk kelas yuk, udah bel masuk nih, kalau kita telat nanti pak Burhan marah lagi, ihh kan serem," Ajak Grace dan Alexa menganggukkan kepala nya.
Saat pulang sekolah hujan deras mengguyur bumi, itu adalah hujan pertama di musim kamarau.
Grace terlihat murung saat melihat Aldi tak membawa payung, dan ia pun tak membawa nya, akhir nya Alexa menyerahkan payung nya ke tangan Grace dan berlari menghampiri Aldi.
"Al, kamu nggak bawa payung ya?" Tanya Alexa.
"Eh iya Al, aku kira nggak bakal hujan," Jawab Aldi.
"Wah kebetulan, Grace bawa payung bareng dia aja," Ujar Alexa menunjuk ke arah Grace, dan terlihat Grace salah tingkah. "Ayo sana buruan," Sambung Alexa.
"Tapi kamu gimana?" Tanya Aldi.
"Udah aku mah gampang," Balas Alexa dan kemudian berlari menerobos deras nya air hujan.
Grace terperangah melihat pengorbanan Alexa. "Yang aku lihat hanya punggung Alexa yang basah dan tatapan nya yang berbisik seakan mengatakan aku harus berjuang," Cerita Grace panjang lebar ke Rendra.
Hujan masih terus membasahi bumi kala itu, Alexa berteduh di sebuah halte Bus.
"Aduh, jadi basah kuyup deh, untung coklat nya ada," Gumam Alexa dan mengeluarkan coklat yang ingin di berikan ke Aldi dan memakan nya. "Hmm, lumayan ganjal perut," Sambung nya lagi.
Sejak saat itu Alexa selalu membantu Grace mendekati Aldi, ia mengesampingkan perasaan nya sendiri. Alexa selalu memuji Grace di depan Aldi, entah itu tentang kebaikan Grace, masakan nya yang enak. Alexa juga tidak pernah mendekati cowok yang aku suka.
Sejak dulu Grace menganggap diri nya bebek dan Alexa adalah angsa putih yang cantik, tapi kenyataan nya Si angsa lah yang lebih banyak berkorban dari pada si bebek.
Hingga suatu hari saat pulang sekolah Grace mendapati Alexa dan Aldi sedang berduaan.
"Al, kita pul," Ajak Grace ke Alexa namun segera sembunyi karena melihat Alexa dan Aldi sedang berbicara. "Apa-apaan mereka, bukankah Alwxa tahu kalau aku menyukai Aldi, kenapa dia begitu tega," Ucap Grace dalam hati merasa telah di tipu.
"Al, maaf sudah buat kamu terlambat pulang, aku mau bilang kalau selama ini aku suka sama kamu, kamu mau nggak jadi pacar ku?" Ungkap Aldi membuat Alexa marah.
"Aku tidak mau Di," Tolak Alexa.
"Kenapa? Bukan kah selama ini kamu juga menyukai ku Al, jangan munafik kamu," Ucap Aldi merasa kecewa karena di tolak oleh Alexa.
"Pokok nya aku nggak mau Aldi," Balas Alexa dan ingin segera pergi namun tangan nya di tarik oleh Aldi.
"Apa karena Grace? Kamu menolakku, kamu selalu membantu nya mendekatiku dan mengesampingkan perasaan mu, dia hanya memikirkan kebahagiaan nya sendiri, sahabat macam apa itu," Berang Aldi.
Plaakk
Alexa menampar Aldi karena geram mendengar perkataan nya Aldi yang menurut nya sudah keterlaluan, tanpa pernah ia pikirkan kalau Grace adalah satu-satu nya sahabat dan keluarga yang dia punya.
"Sudah cukup Aldi, jangan menjudge orang tanpa tahu yang sebenar nya, terserah orang mau bilang apa tentang Grace, egois lah, apalah aku tidak perduli, Grace itu sahabat ku, orang yang paling aku sayang, kamu mengerti," Sungut Alexa sangat marah dan Aldi hanya terdiam mendengar pengakuan Alexa.
Saat keluar kelas Alexa mendapati Grace terduduk sambil menangis di taman sekolah.