
WHO ARE YOU?
07.
"Karin,ternyata kau lebih berpihak kepadaku."
"Ini rencananya kan."
Selain memegang serpihan kaca,Ternyata Karin menyembunyikan pistol dibelakang punggungnya.aku sama sekali tidak mengetahui hal itu.Karin pun menembak orang itu.
"Kamu?ternyata kamu berkhianat!uhuk...uhuk..."
"Aduh,masih kena bahunya yah,langsung ku lenyapkan aja deh kamu dasar orang tidak tahu diuntung."
"Lihat saja Karin,kamu akan ma..."
DOR!
"Banyak bacot!"
"Karin...terimakasih."
"Aku kan sahabatmu yang paling tidak bisa ditebak."
"Haha,iya."
"Maaf ya soal yang tadi.hiks...hiks...aku akan selalu ada dipihakmu,apapun rintangan dan caranya."
"Karin...hiks,aku juga akan selalu begitu."
Kami berpelukan di dalam keheningan yang cukup lama,sampai polisi datang.
sebelum membuat rencana,Karin sengaja menelepon polisi untuk datang agar lebih mudah untuk menangkap pelakunya.setelah kami berbincang dan menceritakan kejadian yang terjadi,kami pulang kerumah masing masing.
Keesokan harinya...
07.41
Driiiiiiit...driiiiiiit....driiiiiiit....
Hpku berbunyi menunjukkan jam sudah hampir pukul 8,aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri,pergi sarapan dan langsung pergi ketempat kerja.saat perjalanan menuju tempat kerja,aku berjumpa dengan Fandi dan Karin yang berada jauh dibelakangnya,merasa seperti ketakutan.
"Karin!sini,kenapa kamu jalan sangat pelan seperti itu?"
Aku yang tidak tahu yang sebenarnya hanya bisa bersikap seperti biasa.karin melihatku dan menutup mulutnya dengan satu jari.
"Kenapa dengan Karin,apakah terjadi sesuatu?aku harus menanyakannya."
Fandi yang melewatiku begitu saja tanpa ada teguran sedikit pun,dia hanya menoleh kebelakang dan mengernyitkan alisnya.
"Hmmm...dasar sombong,ada apa dengan perubahan sikapnya yang berbeda hari ini?"
"Laras,kemari."
"Ada apa Karin,kenapa kamu menjauhi Fandi?"
"Aku akan beritahu sesuatu,ok."
"Baiklah aku akan mendengarkan."
"Kamu jangan percaya kepada siapa siapa yang ada disekitarmu,termasuk Tante atau siapapun itulah,mereka bisa jadi adalah dalang dibalik semua ini."
"Karna aku dapat SMS dari nomor tidak dikenal,ini coba kamu lihat sendiri."
Aku menutup mulutku saat membaca pesan itu.pesannya berisi,"jangan coba coba mempermainkan kami,karna kami ada di manapun kamu berada,kapan saja kami bisa melenyapkanmu,jangan lapor polisi,atau nyawa Laras akan melayang dalam sekejap mata!"
"A...apa maksud dari pesan berantai ini?"
"Aku juga tidak tahu.dan coba kamu lihat foto yang dia kirimkan dari WhatsApp ini."
Foto itu menunjukkan sebuah boneka yang ada foto diriku,kepala boneka itu ditusuk menggunakan paku dan fotoku dicoret coret dengan kata kata yang kasar.
"Dari mana dia mendapat kan fotoku?hiks...aku takut karin."
"Aku juga takut Laras,tapi kita harus melawan mereka."
"Tapi..."
Tiba tiba saja ada pesan dari WhatsAppku,pesan itu berisikan sebuah foto,saat kubuka,aku sangat terkejut dan menangis tersedu sedu.itu foto tanteku yang sudah dimutilasi oleh seseorang menggunakan gergaji.
"Hiks...hiks...hiks...Tan...tante!!!"
"Tenang Laras,aku masih disini.hiks..."
"Karin!hiks...ba...bagaimana ini!aku harus menolong Tante!"
"Laras ingat,nyawamu masih dalam bahaya,jangan bersikap gegabah!"
"Ta...tapi Tante,hiks...a...aku harus menolongnya,bagaimanapun caranya!"
"Laras,tunggu!"
Aku yang sudah tidak punya akal sehat lagi langsung berlari menuju rumah tanpa sadar aku meninggalkan sesuatu yang penting,sebuah pesan dari Tante sebelum dia dimutilasi.
"Laras,jangan kemari,apapun yang terjadi jangan kemari!nyawamu dalam bahaya!"
aku sama sekali tidak melirik hpku,padahal aku mendengar bunyi notifikasinya saat itu,aku sangat menyesal.sekali lagi nyawaku hanya bernasib pada takdir.
bersambung...