
WHO ARE YOU?
05
Jam 04.00
"Laras bangun Laras,Tante mau pergi ke toko sebentar ya"
"Hmm...iya tante,jangan lupa kunci pintunya ya."
"Terus kamu gimana?"
"Ada kunci cadangan kok tan hoaaaam...yaudah Tante,Laras mau tidur dulu."
"Tante pergi dulu ya Laras, assalamualaikum.jangan lupa solat subuh."
"Iya Tante."
Krieeeet...
1 jam kemudian.
Jam 05.00
"Ahh...udah jam 5 pagi,aku mau mandi dulu deh baru salat biar segar,hihihi."
Kriiing...
Aku mendengar bel pintu berbunyi saat ingin pergi ke kamar mandi dan lekas menuju pintu.
"Siapa sih pagi pagi begini?ah...pasti Karin."
Kriiing...
"Iya,iya Karin tunggu sebentar."
Krieeeet...
"Hah nggak ada siapa siapa."
Saat aku ingin masuk kembali ke dalam rumah,kakiku menendang sesuatu dan kurasa sesuatu itu adalah kotak.
"Kenapa ada kotak disini?"
Aku celingak-celinguk kesana kemari berusaha melihat ada seseorang yang berada didekat rumahku.tapi tidak ada siapapun disana.aku membuka kotak dan melihat sebuah foto serta surat yang aneh.
"Ini...bukankah ini taman yang ada di alun alun kota?"
Aku membaca suratnya.surat itu berisi:"ikutilah arah foto itu diambil,jangan kembali kedalam rumah dan menelepon siapapun termasuk polisi atau kau akan MATI."
DEG...DEG...DEG...
Jantungku berdegup kencang,aku melihat kembali sekitar berharap ada seseorang disana.tapi jalanan begitu sepi dan sama sekali tidak ada orang.aku melihat jam tanganku menunjukkan pukul 05.27.
"Apakah aku harus mengikuti petunjuk petunjuk foto ini?aku tidak percaya dengan surat ini,tapi jika benar,nyawaku dalam bahaya."
Aku segera mengambil mobil dan pergi ketempat foto itu diambil.sesampainya disana aku langsung mencari dan mencari.saat aku pergi kebelakang pohon yang rindang aku melihat kembali foto yang menunjukkan sebuah rumah kosong dipinggiran kota.
Sama sekali tidak ada yang menjawab pertanyaanku.Aku melihat seorang pejalan kaki dan berusaha meminta bantuannya.
"Pak,saya butuh bantuan."
"Ya,ada apa dik?"
"Apakah bapak tau tentang foto ini dan apakah bapak melihat ada seseorang yang mencurigakan?"
"Hmmmm....ya bapak melihat..."
Tiba tiba saja bapak itu terlihat ketakutan dan berusaha menjauhiku.
"Ada apa pak?"
"Tidak,tidak ada apa apa,bapak tidak tahu tentang foto itu bapak permisi dulu ya dik."
Bapak itu berlari semampunya,dan sama sekali tidak melihat kebelakang.
"Kenapa dengan bapak itu?yasudahlah kalau dia tidak tahu,aku akan mencarinya sendiri,hmmm pinggiran kota ya."
Aku kembali ke mobilku dan melaju ke pinggiran kota tempat rumah itu berada.
"Sudah sampai,aku akan segera masuk dan mencari tahu apa yang terjadi.hiiiii kotor sekali."
"Pintu depannya terkunci,aku sama sekali tidak bisa masuk."
aku mencari jendela untuk bisa masuk kedalam. Untungnya aku mendapatkan jendela yang sama sekali tidak ada pembatas kayu dan bergegas memasuki rumah tersebut.
Disana aku melihat kembali sebuah foto.aku melihat foto sebuah ruangan seperti ruang bawah tanah.
Akupun kembali mencari pintu menuju ruang bawah tanah.
"Dimana sih pintunya?sama sekali tidak ada,apakah bukan disini?hmmm...oh ya,halaman belakang."
Aku pergi ke halaman belakang dan tentu saja aku mendapatkan sesuatu,sebuah pintu besar menuju kebawah tanah.
"Gatcha!"
Segara aku memasuki ruang bawah tanah dan melihat sebuah kamera kamera yang mengawasi semua ruangan yang ada di rumahku.
"Bagaimana bisa?ini kan ruangan yang ada dirumahku.bahkan semua kamar mandi pun disoroti,jadi selama ini.KYAAAAAA! dasar mesum,siapa yang melakukan ini?"
Aku melihat satu pintu berwarna merah dan memasukinya,aku sangat terkejut dan menangis saat ku lihat Karin sudah tewas tergelantung dengan 4 luka tembak di kepala,bahu dan perutnya.
"Karin!hiks...hiks...hiks...siapa yang melakukan ini kepadamu?bangun karin,bangun!"
"Hihihi,sudah selesai sedih sedihnya,LARAS!?"
"KAU...!"
bersambung...