WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
Memulai Hari Baru



Kania bepikir kalau ide Alex memang brilian, setidaknya walaupun semua yang terjadi hanya mimpi, kerinduan keduanya akan kampung halaman bisa terobati.


"Sayang, sekarang yang terpenting kita berdua harus sehat dulu, setelah itu kita berdua akan ikut ujian nasional dan saat liburan kita berdua jalan-jalan ke Sumatera Barat.


Alex memberikan semangat kepada Kania kalau keduanya harus memulai hari baru yang lebih baik dengan bersemangat, setelah itu keduanya akan jalan-jalan sembari menunggu pendaftaran kuliah.


"Bagaimana jika Papaku dan Papamu punya rencana? Bagaimana kalau ini adalah saat-saat terakhir pertemuan kita?" ungkap Kania dengan sejuta rasa sedih yang ia tanggung di dapam hatinya, bahkan ia berpikir terlalu panjang jika hal buruk sampai terjadi pada hubungan mereka. Ya, trauma berat dan ketakutan atas kejadian di masa lalu membuat Kania takut hal-hal buruk terjadi lagi kepadanya. Kania masih tidak bisa terlalu percaya kepada papanya, karena sang papa dalam pengaruh om Galih, terlebih lagi om Galih bukanlah orang yang mudah sekali menyerah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Sayang, jangan memikirkan hal yang tidak-tidak. Jika kamu memamg takut jika hal buruk terjadi lagi maka kita berdua perlu menyusun strategi secara rahasia. Tapi tugas kita sekarang adalah patuh dan menurut kepada orang tua agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan."


Alex mengajak Kania untuk terus berhati-hati, karena Alex sangat paham dan tahu sekali kalau selama ini papa Kana dan papanya memang dalam pengaruh om Galih, si tua bangka yang akan menindas dan akan melakukan apa saja demi memenuhi keinginan hatinya.


"Iya, Sayang, apa kamu ada rencana?" tanya Kania sembari menatap ke arah Alex.


Alex tersenyum, kemudian berbisik di telinga Kania, kalau ruangan yang mereka tempati saat ini penuh dengan cctv, jadi keduanya tidak boleh sembarangan dan harus berhati-hati sekali dalam mengambil tindakan dan bergerak maju.


Alex berbisik seolah ia tengah mencium pipi Kania, hingga tidak akan ada yang curiga kepada keduanya.


Ya, semua kegiatan Kania dan Alex memang terpantau di cctv jadi selain tidak bisa berbuat apapun dan merencanakan apapun, keduanya juga tidak bisa bermesraan seperti dahulu. Ya, setidaknya Kania merasa bersyukur, ia bisa menjaga diri untuk tidak bermesraan dengan Alex karena ia ingat dengan pesan kedua orang tuanya di masa lalu kalau tidak ada obat dua orang yang saling mencintai selain menikah dan tidak ada istilah pacaran dalam islam karena pacaran itu adalah proses yang mendekati zina dan Allah sangat melaknat orang-orang yang melakukan perbuatan zina.


"Sayang, terima kasih banyak ya, karena kamu telah kembali," ucap Alex yang kemudian menatap wajah Kania dengan tatapan yang berbunga-bunga dan penuh dengan kebahagiaan.


Alex sempat berpikir kalau Kania tidak akan kembali dan sadar lagi sebagai Kania, bahkan Alex setiap hari selalu berdoa dan meminta kepada Allah agar kekasih hatinya Kania bisa sadar. Ya, akhirnya kesabaran Alex dalam berdoa, bahkan keyakinan penuh yang teramat sangat akhirnya membuahkan hasil. Kania akhirnya kembali ke jasadnya dan saat ini duduk di sebelah Alex dengan menggunakan kursi rodanya. Bahkan Kania terlihat semakin cantik walapun dengan wajahnya yang teramat sangat pucat sekali. Ya, meskipun Kania berdandan agar terlihat cantik di depan Alex, tetap saja wajah Kani yang pucat karena sudah berbulan-bulan tertidur itu masih kelihatan.


"Sayang, aku juga sangat bersyukur karena kamu juga masih ada disini menemani dan mendampingiku dan aku sangat bersyukur atas semua itu," jelas Kania lembut dengan senyum tipisnya ya g terlihat manis dan mempesona.


"Sekarang yang terpenting kit berdua sudah bertemu dan kita juga bisa saling menatap, jadi tidak perlu khawatir dan jangan memikirkan apapun lagi ya, Sayang," jelas Alex lembut sembari mengacak-acak rambut kekasih yang sangat dicintai dan disayanginya dengan sepenuh hati itu.


Namun, tiba-tiba Kania ingat dengan abak dan bundo di kampung, keduanya sering mengingatkannya untuk berpakaian sopan dan mengenakan penutup kepala. Kania jug ingat ketika ia berkunjung ke kampung dengan menggunakan hijab, hati abak dan bundo sangat senang sekali, karena adat Minangkabau sangat menjunjung tinggi kesopanan dimana adat bersandikan syarak, syarak bersandikan qitabullah, dimana agama berdasarkan pada al-qur'an hadist.


"Sayang, kenapa kamu menangis?"


Alex merasa sangat khawatir karena melihat Kania tiba-tiba meneteskan air mata, padalah sebelumnya gadis cantik itu tengah tersenyum manis kepadanya.


"Sayang, maaf, aku janji nggak akan mengacak-acak rambutmu lagi," ucap Alex dengan wajah yang penuh dengan rasa bersalah.


Alex tahu kalau saat ini keadaan Kania belum normal dan belum baik seperti sedia kala. Kania masih penuh dengan trauma dan ketakutan yang teramat sangat sehingga Alex memilih untuk mengalah dan meminta maaf terlebih dahulu kepada Kania agar kekasih hati yang sangat ia cintai dan sayangi dengan segenap hati dan perasaan itu kembali tersenyum kepadanya.


Alex mencoba memberanikan dirinya untuk menghapus air mata Kania dengan jari-jari tangannya, namun tetap saja Kania tidak bisa membendung air matanya, ia menangis tersedu-sedu, seolah ia sedang sedih dengan kesedihan yang teramat sangat.


"Sayang, aku benar-benar minta maaf, Nia!"


Rasa bersalah membuat Alex terus meminta maaf karena ia tidak ingin Kania terus-terusan menangis.


"Sa-Sayang, kamu tidak salah kok, aku hanya rindu sama Abak dan Bundo, rindu nasehat-nasehat dan kasih sayang beliau," ujar Kania dalam isak tangisannya.


Kania tidak ada maksud menyalahkan Alex, ia menangis bukan karena kesalahan Alex, ia juga tidak ingin menangis dan membuat Alex bersedih, namun kerinduan kepada abak dan bundo dari masa lalu membuat Kania ingin sekali bertemu dengan keduanya, dan Kania sadar kalau keduanya sudah tidak bisa lagi Kania temui, jadi tidak ada yang bisa Keyla lakukan selain menangis, karena orang yang ia rindukan hanya ada dalam mimpinya dan mungkin saja hanya sebuah ilusi yang tidak jelas kebenarannya.


"Sayang, aku tahu bagaimana kerinduanmu kepada Abak dan Bundo, apalagi kalian sempat tinggal bersama dalam waktu yang lama, namun tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang swlain berdoa, meminta kepada Tuhan sang pencipta alam semesta agar di dalam mimpi kamu bisa bertemu dengannya."


Alex tidak tahu bagaimana cara menghibur Kania selain memberikan kata-kata terbaik dan kata-kata manis yang tentu saja sangat dibutuhkan Kania saat ini, dan hanya Alex satu-satunya orang yang bisa menghibur dan membuat Kania berhenti menangis.


"Kalau begitu aku ingin tidur sekarang, aku ingin bertemu dengan Abak dan Bundo walaupun hanya dalam mimpi," ucap Kania sembari menghapus air matanya.