WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
Kebenaran Yang Terungkap



"Sepertinya kamu harus mencubitku, Sayang!" Kania juga tidak kalah heran dengan apa yang terjadi, sehingga ia juga meminta Alex mencubit tangannya, agar ia sadar kalau semua yang terjadi itu nyata bukan mimpi.


"Aw, sakit!" pekik Kania.


Ternyata semua yang terjadi nyata dan bukan mimpi. Dalam keadaan bingung dan masih syok, Kania dan Alex beristigfar.


"Astagfirullahalazim," ucap keduanya serentak.


"Sayang, kita harus segera pergi dari sini," ucap Alex dengan wajah yang terlihat sangat panik dan pucat sekali.


"Sayang, sebelum kita pergi, kita harus membaca surat ini dulu, mungkin saja setelah ini kita kembali mendapatkan petunjuk selanjutnya," ujar Kania.


Kania kemudian membuka surat itu, dan secara perlahan membaca surat yang ternyata memang dipersiapkan dan ditulis oleh Siti untuknya.


"Sayang, ternyata keajaiban itu memang ada, surat ini benar-benar diperuntukkan untukku," ujar Kania dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya.


"Teruntuk Kania, diriku di masa depan. Aku berharap kamu datang ke masa lalu dan menemukan surat ini. Surat ini adalah surat khusus yang aku buat untukmu dan hanya kamu yang akan menemukannya. Kania apakah kamu tahu kalau aku bersyukur karena diriku di masa depan adalah gadis yang teramat sangat sempurna seperti kamu. Wanita cantik dan berani bejuang dengan sisa-sisa tenaga yang kamu miliki. Tapi Nia, tahukah kamu, ada hal yang tidak bisa kita di ubah atau berjalan sesuai dengan rencana kita, karena ada Allah yang mengatur semuanya. Sebagai seorang hamba kita harus mengimani dan percaya dengan takdir hidup yang Allah pilihkan kepada kita adalah yang terbaik. Jangan seperti aku, Nia, karena aku memilih jalan yang sangat dibenci oleh Allah. Sungguh, keegoisanku membuatku menyesal. Aku meninggalkan Abak dan Bundo dalam kesendirian padahal beliau berdua telah berjuang banyak untukku. Harusnya aku tidak kabur dan menikah saja dengan Datuak Maringgih agar Abak dan Bundo bisa hidup tenang dan masih melihatku. Aku egois Nia, aku mengejar cinta Syamsul dan ingin kawin lari dengannya, namun lelaki itu memilih meninggalkanku di hari dimana aku dan dia berjanji akan pergi dari kampung ini. Uda Syamsul pergi ke pulau Jawa sendirian tanpa membawaku dan itu membuatku sangat terluka. Aku menjadi gila, Kania, gila karena cinta, dan kamu harus tahu, sampai akhir hayatku aku hidup dalam kegilaan hingga ajal menjemputku. Ya, aku memang tidak jadi menikah dengan Datuak Maringgih, namun aku juga gagal menikah dengan Syamsul. Yang terparahnya kedua orang tuaku tersiksa karena anak yang teramat sangat beliau cintai sudah seperti mayat hidup. Kania, kamu tahu entah kesadaran apa yang kudapatkan sekarang, tetapi aku menulis ini dalam keadaan sadar dengan tubuh yang terasa sangat lemah. Aku sangat sadar kalau umurku sudah tidak lama lagi, jadi satu hal yang bisa kukatakan, berbahagialah, Kania."


Surat yang ditulis oleh Siti untuk Kania membuat air mata jatuh membasahi pipinya. Kania terisak dan menangis sejadi-jadinya, apalagi ketika Siti berpesan untuk Kania kalau Kania jangan menjadi seperti dirinya, Kania jangan membuat orang tuanya bersedih karena memikirkannya.


"Kania, berbahagialah!"


Itu adalah kata-kata terakhir di surat Siti yang membuat Kania meraung sejadi-jadinya. Ya, Kania akhirnya paham kenapa Siti dan Syamsul bersedih dengan sejuta penyesalan yang mereka bawa bersamanya.


"Kasihan sekali kisah cinta Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri di masa lalu, cinta mereka tidak bersatu dan mereka berdua dalam penyesalan yang teramat dalam," ucap Kania dalam isak tangisnya yang tidak bisa ia kendalikan.


"Sayang, sudahlah, jangan menagis! Kita sudah tidak lagi berada di masa lalu, kita ada di masa depan dan tugas kita adalah memastikan kalau semua yang terjadi di masa lalu tidak akan lagi terjadi pada kita di masa depan."


Alex memeluk Kania dan berusaha menenangkan gadis cantik kesayangannya itu, walaupun ia sendiri juga tidak bisa menahan air matanya, karena ia juga terbawa oleh suasana dan kesedihan di masa lalu yang ia rasakan juga.


"Sayang, rahasia terselubung telah terungkap, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" ucap Kania dalam isak tangisnya.


"Bagaimana kalau kita berdoa untuk Syamsul dan Siti?'


Alex memberikan usul kepada Kania, karena mungkin saja arwah Siti dan Syamsul akan tenang ketika mereka telah dikunjungi dan didoakan.


"Tapi dimana letak kuburan Siti Nurbaya?"


Kania penasaran di mana Siti dikuburkan di masa lalu karena ia tidak mendapatkan petunjuk apa-apa dari surat yang ia baca.


"Bagaimana kalau kita tanyakan saja kepada pemuka adat atau penjaga museum ini, mungkin saja ia tahu tentang sejarah masa lalu, atau kita coba cari di geogle saja," jelas Alex yang masih bersikap tenang dan tidak panik.


Ide Alex tidak bisa Keyla tolak karena apa yang dikatakan oleh Alex memang benar adanya, mungkin Siti ingin didoakan agar arwahnya tenang di sana dan kehidupan Kania dan Alex bisa menjadi baik tanpa bayang-bayang masa lalu.


Setelah mencari tahu lewat geogle dan bertanya kepada orang-orang terpercaya, akhirnya Kania dan Alex kembali berangkat ke kota Padang untuk mengunjungi kuburan Siti Nurbaya yang konon katanya terletak di sebuah bukit di gunung Padang.


"Sayang, aku tidak menyangka kalau Siti Nurbaya meninggal ketika ia dan Syamsul akan kabur untuk kawin lari," ucap Kania sedih setelah mendengarkan cerita menyedihkan tentang Siti.


"Iya, Sayang, kamu benar, namun aku lebih tidak menyangka lagi ternyata aku di masa lalu adalah orang yang sangat lemah sekali, lelaki yang tidak punya pendirian yang memilih kabur sendirian."


Alex terlihat sedih ketika mengetahui kalau Syamsul lari ke pulau Jawa dan meninggalkan Siti di pelabuhan Teluk Bayur. Ya, hal itulah yang membuat Alex sedikit terpukul dan merasa malu dengan dirinya yang tidak bertanggung jawab sama sekali.


Lelaki bernama Syamsul itu berkata kalau ia mencintai Siti, akan tetapi ia memilih menjadi pengecut dan mengorbankan cintanya.


"Sayang, kamu jangan bersedih seperti itu, kamu bukan Syamsul. Lagi pula, apa yang terjadi padamu sekarang adalah doa Uda Syamsul, karena ia ingin di masa depan menjadi orang yang bertanggung jawab."


Kania berusaha menguatkan calon suaminya yang merasa syok dan terpukul dengan apa yang baru saja diketahuinya.


Bagi Kania, Syamsul dan Alex adalah dua orang yang berbeda walaupun memiliki wajah yang sama atau mungkin bereinkarnasi, yang Kania tahu kalau Alex adalah orang baik yang jauh berbeda dengan Syamsul.


Alex adalah lelaki yang sangat bertanggung jawab, mencintai dan menyayangi Kania dengan tulus.