
"Apa? Alexa pingsan? Apa yang terjadi?" Ucap Grace terkejut mendengar kabar sahabat nya sakit.
"Aku nggak tahu, kamu cepat kesini," Papar Rendra.
"Iya tunggu aku lima menit," Sahut Grace panik dan segera menyambar tas serta kunci mobil nya.
"Pasien atas nama siapa Sus?" Tanya seorang dokter ke perawat yang menangani Alexa.
"Atas nama Alexa Dokter," Jawab Perawat tersebut.
"Alexa? Apa yang terjadi?" Tanya Dokter Bram kemudian.
"Pasien terlalu banyak menelan obat pil tidur Dok," Sahut Perawat yang bernama Ema.
"Baiklah kalau begitu biar saya yang akan menangani nya," Ujar Dokter Bram.
"Baik Dok," Ucap Ema kemudian.
"Permisi anak muda, apakah kamu teman nya Alexa?" Tanya Dokter Bram ke Rendra.
"Iya, saya teman nya Alexa, dan saya menemukan nya sudah tidak sadar kan diri, dan di tangan nya juga saya menemukan obat ini," Jawab Rendra dan menyerahkan botol obat yang di konsumsi oleh Alexa ke tangan Dokter Bram.
"Baiklah, untuk malam ini kamu pulang saja, oh iya saya Dokter Bram paman nya Alexa," Ucap Dokter Bram memperkenalkan diri.
"Paman? Bukan kah Alexa disini sendirian," Batin Rendra.
"Saya memang baru pulang dari Luar Negeri, dan saya bertemu Alexa saat masih kecil jadi wajar kalau Alexa tidak tahu," Ucap Dokter Bram seakan tahu apa yang ada di pikiran nya Rendra.
"Bolehkah saya menemani nya, hingga ia sadarkan diri," Pinta Rendra ke Dokter Bram.
"Kamu kembali saja besok, saya akan menjaga nya malam ini," Ucap Dokter Bram ke Rendra.
"Tidak apa-apa saya akan menunggu," Kata Rendra sambil melihat Brangkar Alexa yang di bawa masuk ke ruangan ICU.
Sementara di dunia mimpi Alexa sudah lebih baik ia pun bisa di ajak berkeliling melihat pemandangan di sekitar toko.
"Aku pernah mau kasih coklat ke Cowok nama nya Aldi, tapi pas nyampai di sekolah malah aku melihat Sahabat ku sendiri yang kasih coklat nya ke Aldi jadi aku nggak jadi deh berikan coklat itu," Cerita Alexa ke Rendra.
"Hahahah, masak sih? Keduluan dong?" Ujar Derren.
"Iya, aku langsung aja sembunyiin Coklat nya di tas biar nggak ketahuan," Sahut Alexa.
"Oh iya Al, kamu udah nggak apa-apa kan?" Tanya Derren masih khawatir dengan keadaan Alexa.
"Iya nggak apa-apa kok, bukti nya aku bisa jalan-jalan sama kamu," Jawab Alexa sambil tersenyum.
"Bagus deh kalau begitu," Ucap Derren membelai rambut nya Alexa.
"Derren kamu benar-benar sendiri ya disini? Kota ini sangat besar tapi kenapa sepi sekali?" Tanya Alexa yang penasaran karena sedari tadi ia tak melihat satu orang pun. "Kok berhenti?" Tanya Alexa lagi karena melihat Derren menghentikan langkah nya.
"Kita cuma bisa sampai disini, ada pembatas yang tidak bisa kita lewati, aku juga sebenar nya tidak mengerti kenapa aki tidak bisa melewati area ini," Kata Derren panjang lebar.
"Pembatas? Aku sama sekali nggak lihat," Ucap Alexa bingung.
"Lihat baik-baik," Pinta Derren dan kemudian menyentuh pembatas dan benar saja ia tak dapat menembus dinding transparan itu.
"Hah, benar?" Ucap Alexa kaget melihat semua itu.
"Di ujung sana juga ada danau tapi entah kenapa kita tidak bisa melewati nya," Ujar Derren.
"Derren, meskipun cuma sampai disini, nggak apa-apa kok, asal kan aku bersama mu, itu sudah cukup buatku bahagia," Ucap Alexa tersenyum. "Aku juga nggak perduli meskipun disini kita cuma berdua," Sambung Alexa sambil memeluk Derren.
"Iya, sama kamu juga orang paling penting buat aku," Sahut Derren namun tiba entah kenapa tubuh mereka seakan ada pembatas, Derren dan Alexa sama-sama terhempas kebelakang.
Bruukk.
"Awwhh," Pekik Alexa dan Derren saat terjatuh di tanah.
"Alexa apa yang terjadi?" Tanya Derren panik.
"Aku nggak tahu Derren, apa itu?" Ucap Alexa gemetar karena takut.
"I-iya aku bisa berdiri," Sahut Alexa dan masih gemetar karena takut.
"Tidak kamu gemetar Al, aku gendong aja ya," Ucap Derren dan kemudian menaikkan Alexa di punggung nya.
"Pertama Truk merah itu, ini mimpi ku tapi aku benar-benar tak mengerti apa yang terjadi," Batin Alexa.
Sementara di rumah sakit Dokter Bram tengah panik karena Alexa sempat henti nafas.
"Mesin Defibrilator sudah Ready, Jangan ada yang menyentuh pasien," Ucap Dokter Bram. "Energi siap? Tim lain Siap?" Sambung nya lagi.
"Siap," Jawab semua Tim.
"Sekali lagi," Perintah Dokter Bram dan menaruh menekan alat Defibtilator di dada Alexa.
"Sudah mulai stabil Dokter," Sahut Perawat yang bernama Nia.
"Huuftt, Syukurlah," Ujar Dokter Bram melihat perkembangan Alexa.
"Dokter Obat nya juga sudah di keluarkan dari tubuh nya, hanya sisa yang sudah terlanjur di serap tubuh tapi tidak membahayakan nyawa pasien," Terang Perawat yang menangani Alexa.
"Baiklah, saya mau dia di taruh di ruangan ICU semalam, dan tetap pantau perkembangan nya, dan berikan hasil laporan nya setiap jam," Perintah Dokter Bram.
"Baik Dokter," Jawab Perawat tersebut.
###
"Tunggu sebentar ya, aku turun sebentar ke dapur buat ambil minum," Ujar Derren setelah sampai lagi di kamar nya Alexa pun mengangguk.
Setelah sampai di dapur Derren pun segera menuangkan air putih di dalam gelas, namun ada yang aneh tiba-tiba saja nafas nya terasa sesak dan ia berkeringat banyak.
Praang.
Gelas yang di pegang Derren pun terjatuh ia melihat tubuh nya transparan, Derren sangat bingung dan takut.
"Tubuh ku? Apa yang terjadi sebenar nya," Batin Derren panik.
Di rumah sakit Dokter Bram menelpon Mommy nya Alexa dan mengabarkan kalau Alexa sedang dirawat.
"Halo Linda, ini aku Bram,".
"Halo, Ah iya Bram, apa kabar?".
"Aku baik-baik saja, tapi ini menyangkut anak mu Alexa,".
"Kenapa dengan Alexa, apa.dia berulah lagi Bram,".
"Bu-bukan tapi dia sedang dirawat di Rumah sakit tempat aku bekerja, akibat menelan 4 botol Obat tidur,".
"Apa? Kenapa bisa begitu? Bagaimana keadaan nya?".
"Dia tidak sadarkan diri, dan kalau sampai berhari-hari ia todak bangun maka akan fatal akibat nya,".
"Aku akan secepat nya pulang setelah urusan di kantor selesai Bram, aku percayakan Alexa pada mu, Bye,".
"Oke Bye," Telpon pun terputus. "Urusan kantor ya, Hahh?" Lanjut Dokter Bram lagi dan menghela nafas panjang.
"Dokter Bram," Panggil seseorang yang ternyata adalah Rendra.
"Ahh, kamu teman nya Alexa," Ucap Dokter Bram saat melihat siapa yang datang.
"Bagaimana keadaan Alexa hari ini, apa aku bisa menjenguk nya?" Tanya Rendra.
"Bisa, dan seperti biasa kalau ia yidak bangun selama beberapa hari maka dia akan koma," Sahut Dokter Bram, tergambar jelas di wajah nya raut khawatir pada Alexa.
"Baiklah Dok, terima kasih," Balas Rendra dan kemudian berlalu ke ruangan tempat Alexa di rawat.
"Alexa ternyata kamu kurus dan kecil sekali, dan sekarang sangat terlihat rapuh, kenapa kamu minum obat itu Al, apa kamu menderita selama ini? Aku minta maaf Alexa." Batin Rendra melihat tubuh kurus Alexa. "Tangan nya begitu dingin," Sambung Rendra saat menggenggam tangan Alexa.