
Di alam bawah sadar nya yang lain Alexa merasa sendirian xi tempat ang gelap, dingin dan begitu sunyi.
"Ini dimana? Derren kamu dimana?" Teriak Alexa namun tak ada jawaban.
Tiba-tiba sebuah cahaya putih muncul, Alexa mencoba menyentuh nya dan tubuh nya seketika menghangat.
"Sangat nyaman dan hangat, Derren aoa ini gara-gara kamu," Batin Alexa lagi.
Diin diiinnn diiin.
Terdengar bunyi klakson mobil dan suara sangat dekat dengan Alexa sehingga membuat ia terkejut.
"Derren dimana kamu? Suara klakson nya semakin kencang, tidak, tidak, aku tidak mau sendirian," Batin Alexa sangat takut.
Diiiinnnnn.
"Aaahhhh," Teriak Alexa membuat Derren berlari ke arah Alexa.
"Alexa ada apa sayang?" Tanya Derren panik mendengar teriakan Alexa.
"Derren kamu dari mana," Ucap Alexa gemetar.
"Sini sayang," Sahut Derren dan kemudian memeluk Alexa kuat.
"Kamu akan tetap disini kan Derren, kamu nggak akan tinggalkan aku sendirian kan? Kita akan selalu bersama kan, apa pun itu aku mohon jangan tinggalkan aku," Ucap Alexa sambil menangis dipelukan nya Derren.
"Alexa!" Panggil Derren dan seketika Alexa sangat terkejut melihat Derren transparan.
"Derren apa yang terjadi, kenapa kamu transparan," Sahut Alexa panik.
"Alexa semenjak kita terlempar itu aku jadi seperti ini, makin lama akan semakin menghilang," Terang Derren.
"Hentikan Derren, jangan bercanda, aku nggak bisa bayangkan kalau kamu pergi, Derren aku mohon jangan seperti ini," Rengek Alexa sambil mencoba meraba Derren namun tak bisa.
"Alexa aku nggak tahu benar atau tidak, tapi aku rasa ada bahaya yang mengancam tubuh asli mu, dan ketika kamu dalam bahaya maka aku yang berada di dalam mimpi mu juga akan menghilang," Jelas Derren.
"Aku nggak mau, aku nggak mau pergi dari sini, aku mau sama kamu Derren," Ujar Alexa sambil menangis.
"Al, pulihkan tubuh aslimu dulu, baru kamu kembali lagi kesini lagi, aku janji akan selalu menunggumu," Ucap Derren dan kemudian menghilang.
"Derren, tidak aku tidak mau sendiri kamu dimana, jangan tinggalkan aku, aku takut, kembalilah, huhuhu," Isak Alexa sendirian dan menunduk memeluk lutut nya gemetar dan tiba-tiba Alexa terbangun dari tidur panjang nya.
"Permisi, keluarga pasien atas nama Alexa Arunika?" Tanya seorang suster pada Grace.
"Iya Sus," Jawab Grace cemas.
"Pasien sudah sadar," Balas Suster itu lagi.
"Apa? Baiklah saya akan segera kesana," Sahut Grace dan segera menghubungi Rendra via Whats *p.
"Rendra!" Panggil Alexa setelah di panggilan nya di angk
"Alexa sudah sadar," Balas Grace membuat Rendra terkejut.
"Apa? Alexa sudah sadar?" Ucap Rendra memastikan perkataan Grace.
"Iya!" Jawab Grace dan Rendra pun segera berlari ke ruangan nya Alexa, ia tak perduli dengan larangan para perawat kalau ia tak boleh berlari di area Rumah sakit.
"Aku harus bagaimana sekarang, aku harus minta maaf, atau aku harus marah? Apa pun itu yang penting Alexa sudah sadar," Batin Rendra.
"Nona Alexa, makan siang nya tolong di makan ya, sebentar lagi dokter akan datang," Perintah perawat yang mengantarkan makan siang untuk Alexa namun ia tak menanggapi dan hanya terdiam.
"Hey Al, itu maka siang nya di makan, lagian kamu ada masalah apa sih sampai minum obat tidur sebanyak itu, buat orang khawatir aja." Ucap Grace.
"Khawatir? Siapa? Orang yang paling mengkhawatirkan aku sedang menungguku," Batin Alexa sedih.
"Terima kasih Grace, aku nggak apa-apa kok, jadi kamu nggak usah khawatir, pulanglah." Kata Alexa sendu dan menyuruh Grace untuk pulang.
"Al, kamu kenapa nggak jujur? Aku mana bisa tahu pikiran kamu," Ucap Grace kesal.
"Grace apa kamu masih ingat janji saat kejadian Aldi dulu?" Tanya Alexa membuat Grace agak terkejut. "Waktu itu kamu yang bilang sendiri kalau kita harus jujur satu sama lain, dan kita juga tidak boleh memendam perasaan sendiri, tapi kenapa sekarang kamu ingkar Grace, kamu masih menyukai Rendra kan?" Sambung Alexa dan membuat Grace terdiam.
"Hah, m-maksud kamu apa Al?" Tanya Grace pura-pura bingung.
"Kamu jangan pura-pura lupa Grace, aku sudah tahu semua nya dari Rendra, dan sekarang aku masih belum menyukai Rendra, kemarin aku pun sempat tanya sama kamu apa kamu masih ada rasa sama Rendra tapi kamu bilang kalau kamu hanya ingin berteman dengan nya, maka nya aku mau dekat dengan nya tapi aku di tolak, dan akhir nya aku pun menyerah, tapi entah kenapa Rendra tiba-tiba datang lagi dan mengajakku jalan, dan hari itu aku tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran nya, dan ternyata semua itu karena kamu Grace," Ujar Alexa panjang lebar.
"Al, aku nggak pernah memaksa Rendra buat jalan sama kamu," Sahut Grace.
"Cukup Grace, kamu mencium Rendra sebelum jalan bersamaku, dan itu membuat nya tidak bisa fokus,dan akhir nya dia mengutarakan perasaan nya ke kamu tapi kamu malah menolak nya, dan kamu malah memaksa nya jalan bersama ku, pada akhir nya aku hanya menjadi pelampiasan Rendra seharian, Apa maksud kamu?" Geram Alexa.
"Aku mencium Rendra supaya dia mau menuruti kemauanku, aku capek Al hidup diantara bayang-bayang kamu yang cantik, semua cowok yang dekat dengan ku hanya untuk mendapatkan kamu, kamu ngga mengerti rasa nya jadi aku Al," Papar Grace dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Jadi begitu? Kamu mau aku merasakan gimana sakit nya? Dan kamu mau aku melihat kalau ada cowok yang lebih memilih kamu dari pada aku? Dan kamu menyuruh Rendra yang jelas-jelas menyukaimu untuk bersama ku? Supaya aku merasakan bagaimana sakit nya?" Sahut Alexa geram menahan kecewa pada sahabat nya.
"A-aku...," Kata Alexa tak bisa meneruskan ucapan nya.
"Baiklah aku sudah mengerti, pergilah dengan Rendra biarkan dia yang menyayangimu," Ucap Alexa.
"Al, aku mencium Rendra karena aku takut kalau ia akan melupakan ku, kalau sudah bersama mu,apa aku salah?" Celetuk Grace membuat Alexa tambah kecewa
"Kamu tidak salah, Rendra juga nggak salah, nggak ada yang salah, yang salah aku karena sudah hadir diantara kalian, sana Grace kejar Rendra, dapatkan hati nya lagi," Ujar Alexa sedih. "Selama ini aku menganggapmu keluarga tapi ternyata semua itu beban buat mu, maafkan ak Grace, karena selama ini sudah membuat mu tertekan." Sambung Alexa lagi dan Grace hanya bisa terdiam tanpa tahu harus menjawab apa.
Braaak.
Alexa mencoba turun dari brankar nya namun kaki nya masih lemas dan kepala nya terasa pusing.
"Pergilah Grace, ini semua salahku, kamu tertekan karena aku begitu pun dengan Rendra, bahkan kedua orang tua ku pun mungkin juga tertekan mempunyai anak seperti aku, maka nya mereka memilih tinggal di Luar Negeri," Jelas Alexa.
"Pergi Grace, lebih baik aku sediri, aku nggak akan ada di tengah kalian lagi, aku minta maaf," Sambung Alexa dan mencoba mendorong tubuh Grace namun ia kalah tenaga.