WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
eps.8.ternyata...



Who ARE YOU?



Eps.8



Aku berlari dengan sekuat tenaga menuju rumah...meninggalkan Karin sendirian disana.tiba tiba tanpa sadar aku menyenggol seseorang sampai jatuh.



"Ah...maaf,saya tidak sengaja,saya sedang buru buru."



Aku kembali berlari tanpa menghiraukan orang yang terjatuh tadi.



"Hah...hah...hah...."



Saat aku tiba di rumah,pintunya sudah dirusak oleh orang lain.



"Tanteeeee!"



Tidak ada jawaban sama sekali.seisi rumah terdengar hening dan anehnya barang barang tampak masih tersusun rapi.



"A...aneh sekali.kenapa seperti tidak terjadi apa apa?tapi aku harus tetap waspada,siapa tahu dia masih ada disini."



Aku melihat setiap sudut rumah,tetapi sama sekali tidak ada yang aneh,semuanya masih tersusun rapi dan bersih.



"Kenapa begini.apa yang terjadi sebenarnya?"



Tiba tiba,ada banyak orang yang memakai jubah hitam masuk kedalam rumah melalui jendela dan ruangan yang belum kumasuki.



"Ahhhh...tidak!siapa kalian?!jangan mendekat!"



Aku tertunduk kaku dan sama sekali tidak bisa lari karena mereka sudah mengepungku.


Saat mereka sudah sangat dekat mereka berteriak dan bersorak kepadaku.



"SELAMAT ULANG TAHUN!"



mereka membuka jubah mereka dan terkejutnya aku saat semuanya ada disana.



"Ka...Karin,tante.ke...kenapa kalian membohongiku!?jadi semua ini cuma rekayasa?!"



"Haha...tentu saja semua ini Rekayasa,menurutmu?"



"Acting kalian sangat bagus.aku sudah tertipu."



"Tunggu apa lagi...waktunya berpesta."



Tangisan dan ketakutan yang menyelimutiku berubah menjadi tawa dan kebahagiaan,rasanya aku tidak mau momen ini berakhir.



Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.


Tante dan yang lain berbisik dan tersenyum melihatku.



"A...ada apa,kenapa kalian tersenyum seperti itu?"



"Ada satu kejutan lagi untukmu."




"Si...siapa kamu?"



"Aku Fandi...sahabt lamamu."



"Te...teman lamaku?"



Kepalaku langsung terasa sangat pusing aku menahan rasa sakit itu agar tidak jatuh pingsan,aku melihat wajah itu...mata itu,dia...benar benar orang yang aku cari."



"Fa...Fandi,aku mengingatnya.kecelakaan itu...teman temanku,semuanya,haha...aku mengingatnya,aku mengingatnya Tante,Karin!"



Aku senang dan semuanya nampak ikut senang mendengarnya.apa yang sebenarnya menghantuiku dengan ingatan masa lalu sudah tidak akan pernah lagi terngiang ngiang di pikiranku.



"Aku senang kau mengenaliku...Laras"



"Aku juga.semoga kita tidak akan terpisahkan lagi oleh amnesia ini,karna kita adalah sahabat yang akan selalu bersama.kita bertiga akan selalu bersama...selamanya."



"Iya.fandi,laras.aku sangat senang bisa mengenal kalian."



Aku dan Fandi tersenyum mendengar perkataan Karin.



"Owh,aku hampir lupa.ada yang ingin bergabung dengan kita sekarang.toni,vlora,Arif,ayo kemari."



Aku terkejut dan langsung bersembunyi dibelakang Fandi.



"A...ada apa Laras?"



"Di...diakan..."



"Owh,jangan takut,kan sudah kami bilang bahwa semua itu hanya rekayasa.mereka membantu kami untuk mengerjaimu."



"Oh...iya.maafkan aku."



"Tidak masalah,wajar.salam kenal aku Toni."



"Aku vlora.salam kenal,lain kali kita yang akan mengerjai mereka,haha."



"Haha,iya...tunggu saja."



"Haha.kalau aku sudah tau kan,orang yang berpura pura membunuh Karin semalam,aku Arif."



"Ya...aku ingat,acting mu sangat bagus,aku hampir saja mati."



"Haha."



Dengan waktu yang singkat kami semua nampak terlihat akrab dan mengobrol dengan santai.waktu sudah menunjukkan pukul 9 dan semuanya pergi pulang untuk istirahat.aku dan Tante menghabiskan waktu berdua sambil menonton televisi sampai kami berdua pun tertidur di sofa.



Bersambung...