
who are you?
selamat datang!
------vlora,Laras,Fandi,Doni,Tomi,Arif,karin.--------
Doni:"awas!"
Laras:"aaah!"
aku jatuh kedalam pelukan Doni karna dia menarikku dengan cepat.
Doni:"apa itu?"
aku melihat mata Doni yang sedikit khawatir.
Laras:"kamu...khawatirin aku nih?
Doni:"hm?nggak tuh!"
dia melepas tangannya dan akupun terjatuh.
Laras:"aduh,kamu ini nggak waras ya!?"
Doni:"haha...biarin."
Fandi:"hei...sepertinya aku tahu siapa yang hampir menabrakmu."
aku melihat Fandi dan langsung berbalik kearah matanya menatap.disana aku melihat ada sebuah motor sport berwarna merah uang sangat bagus.
???:"hei,hei...maaf ya."
Karin:"kamu lagi ya?sahabat lama."
Mia:"sudah lama nggak jumpa karin,makin rindu nih."
Laras:"Mia!kemana saja kamu akhir akhir ini?!"
Mia:"yah...begitulah,banyak urusan."
vlora:"hai...namaku vlora."
Mia:"ha...hai."
Laras:"oh iya,kenalin ini teman temanku,itu Fandi,vlora,Tomi,dan disana...DONI."
Doni:"biasa ajalah nadanya,nggak usah ngegas."
Laras:"terserah aku dong!iiiih,sewot amat."
Mia:"hihihi~sepertinya kalian sudah sangat mengenal ya."
Laras:"nggak tuh,baru beberapa hari dan dia...bisa membaca pikiran orang,jadi berhati hatilah dengan yang satu itu."(berbisik)
Arif:"bisik bisik apaan sih?"
Tomi:"yang dibelakangmu tuh siapa?"
Mia:"oh dia...dia itu ya biasalah,my boyfriend."
Laras:"hahaha,siapa namanya?"
vlora:"aku vlora!nama kamu siapa?"
Arif:"yeeeeh...nengok cowok cakep aja lu langsung cepet.ingat woi udah punya orang!"
Mia:"haha...nggak apa."
???:"namaku...Astra."
vlora:"owh...salam kenal."
Doni:"udah kan basa basinya?cepet masuk,lama amat?"
Laras:"iiiih...sabaran dikit ngapa.mau ngapain ko cepet cepetan masuk?mau jadi Tarzan?"
Karin:"Lo kok cepet amat sih ras respect nya Ama si Doni,sebenarnya salah apa dia sama mu,curiga..."
Laras:"apaan sih nih anak,nggak jelas amat.suka suka gue dong."
Karin:"iya,iya,jangan marah gitu dong manis."
Tomi:"asem gitu Lo bilang manis...coba Lo jilat noh."
Karin:"-_-"
Fandi:"yuk masuk,lama amat Lo semua pada."
Astra:"tunggu bentar."
Karin:"kenapa?"
kami semua menatap bingung Astra yang mulai celingak celinguk kesana kemari seperti mencari seseorang."
Astra:"kalian sadar nggak sih..."
Tomi:"kenapa?kamu...takut ya,hahaha."
Astra:"aku serius!tempat ini lumayan aneh dan agak kurang bagus untuk jadi tempat kita,coba lihat ranting ranting disana.tadi sebelum kalian datang aku sudah memperhatikan semua seluk beluk hutan ini bersama Mia,tapi...seperti ada yang janggal."
Laras:"ada apa?kenapa?"
Astra:"lihat ranting ini.rantinganya seperti sudah pernah dilewati seseorang semuanya patah."
Fandi:jadi?bagus dong,kita jadi mempunyai teman baru di dalam nanti,atau mungkin hanya hewan."
Astra:"awalnya aku berfikiran sama,tapi coba kalian lihat sekeliling kalian,rantingya juga sudah ada bekas patahan yang sama seperti ini,kalaupun itu hewan atau seseorang.tidak mungkin sepi sama sekali tidak ada suara dan hewan tidak mungkin ada yang setinggi ini.bukankah itu sedikit aneh?"
kami semua menatap satu sama lain karna mendengarkan penjelasan dari astra.kami sedikit ketakutan mendengarnya."
Tomi:"aaaah!mungkin hanya halusinasi mu saja."
Arif:"betul,lagian kita udah sampai jadi mau diapain lagi?nggak mungkin kita pulang,itu hanya membuang buang waktu dan tenaga kita semua."
aku pun mulai takut dan sekilas aku melihat Doni yang tanpa suara menyilang tangannya dibawah dada dan mulai memperhatikan sekitar.
Mia:"ya sudah deh sayang,kita masuk aja.kasian kan mereka,jangan membaut cerita yang bukan bukan.itu membuat kita semua takut dan khawatir."
Astra:"hmm...yasudahlah,mungkin kalian benar.maafkan aku sudah menakuti kalian."
Tomi:"tidak apa apa.mungkin kamu hanya sedikit khawatir,itu hal yang sangat wajar."
kamipun sepakat untuk melanjutkan perjalanan.tapi tiba tiba seseorang menghentikan kami sekali lagi.
Doni:"tunggu!apakah kalian mendengar sesuatu."
grasak...grasak...grasak...
mungkin tidak terlalu jelas tapi kami semua mendengarnya.
Karin:"sebentar...vlora,vlora kemana?!"
kamipun mulai melihat sekitar dan suara rerumputan itu semakin keras.
GRASAK...GRASAK...GRASAK...
Mia:hentikan suara rumput ini!"
Fandi:"vlora!jangan main main,ini sama sekali tidak lucu!"
suara rerumputan tetap saja tidak berhenti,malah semakin lama semakin keras dan disitulah kami semuan sadar bahwa...sesuatu atau seseorang telah menanti kami.
bersambung...