WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
BAB 20



Keesokan pagi nya sesuai janji Rendra ingin menemui Alexa, namun alangkah terkejut nya ia karena Alexa sudah berada di depan rumah nya.


"Lo Al, kok kamu kesini sih? Baru aja aku mau jemput kamu," Ucap Rendra.


"Iya, Ren ada yang ingin aku tanyakan ini penting, yang kemarin itu karena Grace kan yang suruh makanya kamu mau jalan sama aku," Jawab Alexa dan langsung menanyakan ini permasalahan nya.


"KIta ke depan dulu yuk, sambil cari sarapan, pasti kamu belum sarapan kan, kebetulan di sini ada Cafe mini," Ajak Rendra dan Alexa pun mengiyakan.


Setelah berjalan selama sepuluh menit akhir nya mereka sampai di tempat tujuan sebuah Cafe sederhana bernuansa modern, dan sangat cocok untuk tempat nongkrong anak-anak muda.


"Kalau aku malas masak, aku sering kesini makanan yang paling aku suka adalah ....," Ujar Rendra terpotong.


"Nasi goreng sea food," Jawab Alexa dan Rendra bersamaan.


"Kenapa bisa sama Ren?" Tanya Alexa heran karena makanan favorit mereka sama.


"Ya udah kalau gitu pesan yang itu aja ya, kalau minum aku pesan Jus melon saja," Ujar Rendra kemudian menulis nya.


"Samain aja Ren, aku juga suka sama Jus Melon," Sahut Alexa kemudian dan Rendra pun mengangguk.


"Setelah ini rencana nya mau kemana?" Tanya Rendra ke Alexa.


"Nggak ada Ren, dan kamu juga belum jawab pertanyaan ku yang tadi," Papar Alexa lagi. "Apa kami suka sama Grace," Sambung nya.


"Memang nya kenapa? Apa kamu curiga kalau Grace yang suruh aku ajak kamu jalan?" Tanya Rendra.


"I, iya, dan kalau kamu juga suka sama Grace, Aku...," Ucap Alexa terpotong.


"Kamu nggak bakalan mau jalan sama aku? Aku sudah tahu Alexa, dan aku tahu dari Grace," Ungkap Rendra membuat Alexa sedikit terkejut.


"Ja-jadi firasat ku selama ini benar Ren?" Tanya Rendra.


"Bisa nggak sih kalian beri aku waktu berpikir, aku juga punya perasaan dan bukan barang yang bisa kalian oper kesana dan kemari," Keluh Rendra.


"Jadi ini semua ide nya Grace?" Sahut Alexa.


"Iya, Grace yang suruh, dia bilang suruh aku beri kesempatan untuk mengenalmu, karena aku sudah mengecewakan mu kemarin," Sungut Rendra.


"Jadi Grace melakukan itu semua, seharusnya aku tahu," Batin Alexa.


"Ren aku minta maaf, kalau selama ini kamu merasa seperti barang, tapi aku benar-benar nggak tahu kalau semua ini ide nya Grace," Balas Alexa merasa bersalah.


"Grace adalah perempuan yang baik Al," Ungkap Rendra.


"Iya, dia memang orang yang paling baik, yang pernah aku kenal," Ungkap Alexa membenarkan ucapan Rendra.


"Karena itu, dia rela melakukan apapun buat kamu, termasuk mengorbankan perasaan nya," Ucap Rendra dan lagi membuat Alexa terdiam.


"Ma- maksud kamu Ren," Tanya Alwxa bingung karena perkataan Rendra.


"Memohon? Grace memohon sama kamu? Ren coba ceritakan semua nya biar aku paham," Ujar Alexa bingung dengan pengakuan Rendra.


"Masak dia benar-benar nggak tahu sih? Ah bodo amat lah aku udah nggak sanggup berbohong lagi," Batin Rendta karena melihat ekspresi bingung dari Alexa.


"Iya dia memohon pada ku, demi sahabat yang bergantung pada nya," Ujar Rendra. "Kamu ini benar-benar manja sekali ya, aku nggak tahu apa yang akan terjadi sama kamu kalau Grace nggak ada," Sambung nya lagi membuat Alexa merasa kesal dan marah.


"A, apa?" Alexa bingung harus bersikap bagaimana lagi. Ia benar-benar terkejut mendengar pengakuan Rendra.


"Aku sudah nggak tahan Alexa, nggak Grace, nggak kamu, semua nya bikin aku pusing," Keluh Rendra sambil menyugar rambut nya.


"Apa sih maksud nya? Aku benar-benar nggak mengerti, tenanglah Alexa," Batin Alexa masih bingung, ia pun menarik nafas nya perlahan.


"Ren, coba kamu ceritakan semua nya dari awal, Kenapa kamu begitu kesal?" Tanya Alexa.


"Awal nya aku cuma ingin berteman dengan Grace, tapi lama kelamaan aku dan dia semakin dekat, aku merasa nyaman dan pada akhir nya Grace bilang kalau dia menyukaiku, dan setelah itu dia juga mau aku mendekatimu, lalu bisa memilih siapa yang akan menjadi pacarku," Ungkap Rendra membuat Alexa semakin kesal.


"Dasar Grace, kenapa dia melakukan ini semua, ini sama saja melukai perasaan Rendra," Gerutu Alexa dalam hati.


"Terus kamu nya bagaimana?" Tanya Alexa.


"Aku merasa kalau aku meyukai Grace juga setelah dia mencium ku, jujur aku tidak bisa lagi berpura-pura untuk mendekatimu lagi, aku sudah mencoba jelaskan Ke Grace tapi dia tidak mau mengerti dan tetap memaksaku, aku merasa jadi orang bodoh, dan sekarang aku malah terhimpit diantara kalian berdua, aku benar-benar bisa gila kalau terus seperti ini," Ungkap Rendra panjang lebar sambil menggebrak meja membuat Alexa terkejut. "Kenapa pikiran kamu begitu busuk Al, kenapa kamu suruh Grace buat aku mendekati kamu," Sambung Rendra.


"A, apa?" Alexa begitu syok mendengar semua penuturan Rendra sampai-sampai ia tak bisa menjawab semua perkataan Rendra.


"Yang aku lakukan hanya bertanya ke Grace, apakah dia masih menyukaimu, tapi dia jawab kalau kalian lebih pantas menjadi teman, kemudian dia memberiku izin, untuk mendekatimu, namun aku ditolak, di saat itu juga aku memilih pergi tapi kamu malah mengajak ku kencan meskipun kamu bersikap dingin seharian, hari ini aku hanya bertanya tapi kamu malah menyakitiku," Batin Alexa.


"Iya, aku memang busuk dan tidak pantas menjadi teman mu Rendra, dan kalau kamu terpaksa berkencan dengan ku, lebih baik setelah ini kita tidak bertemu lagi, dan kamu juga bisa bilang ke Grace kalau aku sudah bosan dengan mu," Ucap Alexa bergetar saking marah nya dan ingin beranjak pergi dari hadapan Rendra.


"Tunggu Al, kamu mau kemana? Aku mau untuk seminggu kedepan kita masih bersama, kalau cuma empat hari Grace akan kecewa padaku, dan aku tidak mau dia kecewa gara-gara kamu, dan satu lagi aku juga tidak mau di paksa hanya untuk bertemu kamu" Papar Rendra.


"Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Grace sahabat ku, dan aku juga nggak mau dia kecewa, apa aku harus berada di posisi seperti ini selama seminggu?" Batin Alexa memikirkan semua ucapan Rendra.


"Oke seminggu," Akhir nya Alexa mengalah demi sahabat nya.


"Hari ini bagaimana kalau kita ke kebun Apel, Grace bilang tempat nya bagus," Ajak Rendra dan Alexa pun menyetujui nya


Setelah berkendara selama 30 menit mereka akhir nya sampai di tempat tujuan, sebuah taman wisata Buah-buahan yang terdapat di bawah kaki gunung.


"Jadi selama seminggu aku harus bertahan, bahkan tempat kencan pun di tentukan oleh Grace?" Batin Alexa sambil mencoba mencari buah Apel.


"Rendra kemana ya? Huuufftt lagi-lagi aku merasa sendiarian meskipun lagi jalan sama Rendra," Gumam Alexa lagi.


Alexa sibuk mencari Apel yang manis, sedangkan Rendra sendiri pergi ke supermarket yang memang menjual aneka Buah-buahan.


"Mbak, saya beli ini tapi bisa nggak plastik nya di lepas aja dan di ganti ke keranjang," Ujar Rendra ke Mbak kasir bernama Maya.